Series Younger Ini Ternyata Seru Jugak!


Seperti yang lo liat dari beberapa artikel di blog ini, gue belakangan lagi nonton film-film dan series di Mola TV. Yes, gue akhirnya langganan dan ambil paket setahun supaya bebas nonton serial TV dan film yang mungkin nggak ada di platform lain dan eksklusif di Mola TV. Mayan murah juga sih gue pikir itu langganannya yang paket Movies and Kids gue cuma bayar Rp 50 ribu. Nggak bakal abis deh itu semua tontonan yang ada di Mola TV selama pandemi ini masih berlangsung.

Setelah nyicip beberapa film dan kemaren series dari Inggris, kali ini gue pengin ngebahas satu series baru yang gue tonton juga di Mola TV, judulnya Younger. Kalau pas Humans kita diajak masuk ke dunia teknologi masa depan dan gimana robot bisa punya perasaan seperti manusia, di Younger kita diajak menyelami kehidupan seorang working mom berusia 40 tahun yang menjalani kehidupan ganda. Udah kayak semacam Hannah Montana aja ini. WKWKWKWKWK.

Oke, jadi Younger ini ceritanya tentang apa sih?

Pemeran utama di Younger ini namanya Liza, diperankan oleh Sutton Foster. Dia adalah seorang perempuan berusia 40 tahun yang sudah punya anak remaja namanya Caitlin. Liza pernah menikah tapi sudah bercerai. Nah di usia 40 tahun ini, dia berusaha buat survive dengan kehidupannya. Jadilah dia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. Di episode pertama, karena pace-nya lumayan cepet, jadi kita dikasih gambaran bagaimana kontras kehidupan Liza di rumah dan di kantor. Di rumah dia bisa terlihat sangat dewasa dan jadi Ibu yang berusaha bijak dan mengerti kehidupan anaknya (termasuk juga ibu-ibu yang khawatir soal anak remajanya). Dan kalau di kantor, dia bisa terlihat profesional dan berusaha tampil tetap muda. Di situlah gue baru sadar kalau ternyata Liza ini sedang memerankan karakter ganda. Dan ya, ternyata di kantor dia menyembunyikan identitas aslinya sebagai ibu dengan anak remaja dan yang paling krusial, dia memalsukan umurnya.

Di kantor sebenarnya Liza aman-aman aja sih. Dia juga punya teman baik namanya Kelsey (Hillary Duff) yang berusia 26 tahun dan sekarang lagi berusaha untuk jadi seorang editor buku kekinian yang menyasar millennials. Tapi masalahnya adalah, Kelsey ini nggak tahu kalau si Liza usianya jauh di atas dia dan bukan millennials. Padahal, Kelsey sama Liza ini termasuk dekat dan udah satu pergaulan gitu di luar kantor. Mereka satu lingkaran pertemanan dan Kelsey juga kenal sama pacarnya Liza yang namanya Josh (Nico Tortorella) yang juga berusia 26 tahun.


Gue udah langsung kepincut sih sama tiga episode pertama season 1 Younger ini terlepas dari series-nya udah berusia 5 tahun sekarang (yes, ini series yang tayang di 2015 dan sekarang sudah season 6 tapi masih akan dilanjutkan ke season 7 dan sedang syuting). Mungkin karena gue tipe yang attention span-nya benar-benar pendek, jadi durasi yang pendek-pendek juga yang disajikan di Younger season 1 ini bikin gue jadi tetap bisa fokus nonton dan nggak merasa ada hal-hal yang dragging banget gitu. Beda banget sama drama Korea yang bener-bener berusaha untuk menyentuh sisi emosi lo yang terdalam, kalau udah kena mereka bakal melintir sampai sakit, kalo udah sakit dibuat lagi berdarah, kalo udah berdarah lo tinggal milih deh tuh mau diobati atau dinikmati karena kadang endingnya nggak sesuai dengan harapan lo dan terserah lo mau berdamai atau membiarkannya jadi trauma.

Karena Younger ini alurnya cepet, jadi 20 menit per episode tuh nontonnya bener-bener nggak berasa. Masing-masing karakternya terasa kuat dan konfliknya pun di setiap episode tuh terasa jelas banget dan selalu membuat gue merasa kayak deg-degan kalau si rahasia si Liza ini akan ketahuan. Jadi ikutan berasa kayak dikejer-kejer dan ikutan panik, berasa jadi Liza beneran.

Setting-nya di Manhattan, New York, dengan cerita yang menggabungkan kehidupan pribadinya si Liza dan kehidupan profesionalnya di kantor, Younger menurut gue bisa jadi tontonan yang ringan di sela-sela kesibukan lo pas lagi work from home atau bahkan mungkin pas lagi jeda kerja di kantor. Episodenya yang pendek-pendek dan ringan bikin series ini jadi nggak berasa udah lewat aja gitu tiga episode dalam satu jam! Hal lain yang gue suka dari series ini karena terkesan kekinian dan berusaha untuk menampilkan generation gap dengan cara yang fun. Kayak waktu Nam Dosan menjelaskan AI ke bapaknya di Start-Up, Younger ini juga ngejelasin slang-slang yang anak zaman sekarang suka pake salah satunya Ghosting.


Hubungan Liza dengan pacarnya yang berjarak 14 tahun ini juga cukup menarik meskipun putus-nyambung-putus-nyambung dan berasa banget roller coaster-nya. Beruntung Liza dikelilingi oleh orang-orang baik dan banyak temen yang ngasih dukungan ke dia. Walaupun, di 3 episode pertama, lo bisa sih ngeliat gimana orang-orang yang seumuran sama dia sangat bisa merasa nyaman dengan dia dan kayak mereka punya koneksi tidak terlihat gitu.

Nonton Younger jadi ngerasa kayak nggak ada yang mudah sih dalam hidup. Tapi di saat yang sama juga bikin gue merasa jadi berasa tua juga sih dan suatu saat gue pasti akan sampai di titik di mana gue nggak bisa keep up lagi sama tren anak-anak zaman sekarang yang pada akhirnya bikin generation gap gue dengan mereka terasa sangat real.

Oh my God. 

Welcome to real life, Ron!

WKWKKWKWKWKWKWWKWKWKWK

Lo bisa streaming series Younger di Mola TV, eksklusif tayang di Mola TV doang guys, dan semua seasonnya bisa lo tonton dengan berlangganan Rp 12,500 per bulan. Tapi kalau mau berlangganan setahun pun menurutku mayan lebih worth it karena judul-judulnya banyak yang seru dan menarik.

Have fun!



Share:

0 komentar