• Home
  • Explore Blog
    • K-Pop
    • EXO
    • Concert Experience
    • GMMTV's The Shipper Recap
    • Film
    • Self Reflection
    • My Trips!
      • New York Trip
      • Seoul Trip
      • Bangkok Trip
      • London Trip
  • Social Media
    • YouTube
    • Twitter
    • Instagram
    • Facebook
    • Email Me
  • My Podcasts
    • Podcast KEKOREAAN
    • Podcast ngedrakor!
  • NEW SERIES: 30 and Still Struggling
kaoskakibau.com - by ron
Kalau ada satu drama dalam hidup gue yang gak mau gue replay lagi adalah drama konser EXO tahun 2019. Kalau sejak pengumuman ExhOrizon lo liat video gue di TikTok atau Reels, lo mungkin masih bisa menangkap kesan kalau gue belum bisa move on dari kejadian itu. 

Gak, harusnya kalimatnya bukan itu: gue gak mau move on.

Panggil gue pendendam, bodo amat. Hihihi…

EH BTW FOLLOW ME ON TIKTOK @ronisnowhere!  

Salah satu user TikTok, di video yang gue bilang “gue gak nonton EXO di Jakarta soalnya promotornya masih yang sama kayak 2019!”, berusaha meyakinkan gue kalau promotor ini udah banyak berubah. Dia mengaku bukan buzzer. Ulasan itu datang dari pengalamannya nonton beberapa konser dari promotor yang sama, dan dia merasa udah jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Good for you!” gue cuma bisa balas begitu. Tapi keinginan gue untuk ikut hype konser di Jakarta sama sekali gak ada, setelah tahu mereka promotornya. Itulah kenapa gue memutuskan untuk berusaha nonton di Singapura atau Malaysia aja.

Di satu sisi, gue merasa beruntung karena punya opsi itu. Gue paham gak semua orang punya pilihan untuk nonton idola mereka selain nunggu konser di Jakarta. Tapi di sisi lain, gue juga harus berusaha lebih keras untuk ngumpulin sedikit demi sedikit uang buat membiayai keputusan gue ini. Tentu saja pengeluarannya akan jadi lebih banyak dari sekedar double, but I am aware of that risk, and I am willingly taking that risk.

Tapi, damn, dramanya banyak banget.




Gue udah terlalu lama mengabaikan blog ini sampai akhirnya kemaren gue bikin satu konten di Instagram yang mengingatkan gue dari mana gue memulai semuanya: dari sini. Dari blog ini.


Gue sedang duduk di meja kerja ringkih dari besi ringan dan papan sederhana yang gue beli di masa pandemi COVID-19 (yang gak nyangka ternyata udah 5 tahun aja lo!). Pikiran gue sedikit berkecamuk karena banyak hal. Sejujurnya, depresi gue belakangan ini sedang dalam fase yang gak berat banget, tapi di saat yang sama gue juga gak bilang kalau hidup sedang baik-baik saja. Gue hanya sedang... bingung dan sedikit kewalahan.


Gegara postingan Instagram itu gue akhirnya buka dashboard blog gue lagi. Update beberapa hal yang udah outdated dan gak sengaja skrol ke kolom komentar tulisan terakhir gue (yang gue sendiri gak sadar kalau widget Disqus itu masih bisa dipakai) lalu baca beberapa komentar di sana. Gue gemeter sedikit soalnya komentarnya pada baik-baik banget. Gue kemudian berpikir, 'oh orang tuh masih bisa relate sama tulisan gue ya?'


Gue dipaksa lagi kembali ke prinsip pertama gue bikin blog ini: untuk menulis, bukan untuk dibaca. Tapi sekarang setelah era istilah 'content creator' jadi makin banyak dan sering digunakan, seenggan apa pun gue untuk ikut arus tapi gak kerasa gue ketarik ombak juga. Gue mikir 'apa ini yang pada akhirnya bikin gue stuck?'


Ini yang gue maksud adalah 'keinginan untuk terus selalu dikasih validasi dan lupa dengan prinsip awal bahwa yang penting nulis, gak penting ada yang baca atau nggak'.


Beberapa orang juga muncul di komentar Reels yang gue bikin di Instagram, para pembaca lama blog ini. Sebagai orang yang haus validasi banget (WKWKWKWKWKK I KNOW I'M SORRY, I'M STILL ON THERAPY OK, GO EASY ON ME) itu bikin perasaan gue jadi tenang sedikit, lega sedikit. Ternyata masih ada yang ingat identitas blog ini dan siapa orang yang nulis, terlepas dari banyaknya tulisan yang mungkin sangat self-centred dan blunder. Tapi ya, jejak digital gue sebenarnya gampang banget dicari. Kalau lo cek tulisan di blog ini dari 10 tahun yang lalu, pasti akan ada banyak yang bisa jadi amunisi buat menyerang dari segala sisi.


The only thing I can say is that I changed.


Mungkin ada pemikiran dan pendapat yang tertulis beberapa tahun lalu, yang kalau gue baca lagi sekarang, gue pun akan memperdebatkan itu dengan diri gue sendiri. Dan banyak di antara hal-hal itu adalah soal dinamika fandom (EXO terutama) dan K-Pop. Ngomongin soal EXO, baru-baru ini gue kan liputan konser Kai di Jakarta dan itu juga jadi momen gue balik lagi ke bagaimana blog ini ada di era kejayaan EXO itu.


Itu bikin gue banyak berpikir dan berkontemplasi. Gue ketemu beberapa orang yang kenal gue dari blog ini di venue konser hari itu. Bahkan gue randomly bumped into one of long time EXO fans yang juga pembaca blog gue dan kita malah jadi nonton konsernya bareng. Ternyata kita masih orang-orang yang sama. Masih seheboh itu ngeliat grup ini bahkan setelah banyak sekali perubahan dan badai yang menyerang.


Gue bersyukur pernah jadi bagian dari dinamika fandom EXO dari awal sampai saat ini. Terlepas dari beberapa di antara kita mungkin punya pemikiran yang berbeda mengenai banyak hal (semisal siapa pacaran sama siapa atau ChanBaek is real sementara sebenarnya mungkin enggak juga), kita sama-sama sayang sama grup ini. WKWKWKKWKWKW Gue rasa, rasa sayang itu yang kemudian mendorong gue untuk kembali lagi ke blog ini dan punya pemikiran untuk memulai lagi.


Gue gak tahu sih sebenarnya apa yang harus gue mulai lagi. Tapi trigger-nya belakangan ini banyak banget. Ketika gue baca komentar di postingan terakhir gue itu juga jadi salah satu trigger untuk memulai lagi. At least untuk menumbuhkan semangat buat re-start, re-start, dan re-start.


Kehidupan memang lagi gak baik-baik aja, gue terombang-ambing ke sana ke mari karena banyak hal. Tuntutan hidup yang mungkin exist karena gue bikin sendiri, sementara sebenarnya semesta gak terlalu gimana-gimana banget soal itu.


So... where am I now?


I'm still here.


I will try, and try again.


I might fail again but who cares.


If I fall, I just need to stand up again and try again.


Semoga lancar semuanya wkwkwkwkwkwkkw (mendadak ragu).

***

The hardest part of adulting is picking up the pieces of your broken heart, gluing it all together, and letting it heal until you try again.


Kalimat di atas sebenarnya bukan gue tulis untuk merepresentasikan perasaan atau kondisi gue saat ini. Tulisan itu datang dan terinspirasi dari pengalaman pribadi crush gue (subjek atau orang lain yang terlibat dalam cerita ini) yang ketika ketemu gue, dia sedang dalam masa-masa susah move on dari past relationship-nya. Ketika pertama kali gue ketemu dia, wajah ramah dan ceria itu tidak terlihat seperti sedang menyimpan beban orang dewasa yang teramat rumit. Sebagai orang dewasa, dia jago menembunyikannya. Sementara gue, nggak lama sebelum kenal, chat, dan ketemu sama dia, gue juga menghadapi pahitnya putus cinta. Anehnya buat gue, rasa pahitnya nggak lama-lama. Dari sisi gue, mungkin itu adalah salah satu sikap sebagai orang dewasa yang paling dewasa yang bisa gue lakukan.


Tapi gue dan dia adalah dua orang dewasa yang berbeda, ada di situasi berbeda, dan bereaksi terhadap sesuatu dengan cara yang berbeda juga. Satu-satunya hal yang klop di antara kita pada akhirnya adalah sama-sama bersikap dewasa dan berbesar hati untuk mengakhiri hubungan ini.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Hey, It's Me!



kpop blogger, kpop podcaster, social media enthusiast, himself


Author's Pick

Bucin Usia 30

Satu hal yang gue sadari belakangan ini seiring dengan pertambahan usia adalah kenyataan bahwa gue mulai merasakan perasaan-perasaan yang ng...

More from My Life Stories

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  Juni (1)
      • The EXhOrizon Saga: PART 1 - Ticketmaster
  • ►  2025 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2024 (5)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2023 (4)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2022 (12)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (16)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2020 (49)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (20)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (23)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (20)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (36)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2015 (44)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2014 (34)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2013 (48)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2012 (98)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (19)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2011 (101)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2010 (53)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (17)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (7)

Podcast ngedrakor!

Podcast KEKOREAAN

#ISTANEXO

My Readers Love These

  • EXO MAMA MV: Review Saya! [PART 2]
  • Do We Have to Miss Kris?
  • Are You Ready for Your SM Global Audition Jakarta?
  • EXO Planet #5 EXplOration in Jakarta, Harus Beli Tiket yang Mana?
  • SMTOWN "I AM.": Review Saya!
@ronzzyyy | EXO-L banner background courtesy of NASA. Diberdayakan oleh Blogger.

Smellker

Instagram

ronisnowhere

Black-and-White-Minimalist-Coming-Soon-Instagram-Post-2

I Support IU!

Copyright © 2015 kaoskakibau.com - by ron. Designed by OddThemes