Saturday, May 16, 2015

First Impression: BoA 'Who Are You' & 'Kiss My Lips'

*
Setelah sekian lama BoA nggak muncul di blog ini, akhirnya sekarang melata lagi. Hehehe. Walaupun beberapa kali BoA ngerilis lagu Jepang sepanjang 2014 sampai awal 2015 kemaren, tapi gue seperti nggak tertarik untuk ngebahas lagu Jepangnya.

Nggak tahu juga sih. Mungkin memang gue lebih nyaman menulis esuatu yang sudah sedih gue dengar. Dalam hal ini Bahasa Korea. Dan ditambah juga gue nggak terlalu ngikutin lagu-lagu Jepang artis SM sih.

Gue pribadi merasa agak kesulitan dan makan waktu untuk menyesuaikan pendengaran gue dengan lirik berbahasa Jepang. Apalagi kalau sebelumnya lagu itu sudah dirilis dalam bahasa Korea. Pasti jadi aneh aja dikuping. Satu-satunya lagu Jepang artis SM yang sudah dirilis dalam bahasa Korea yang gue suka mungkin cuma 'Bonamana'. Sementara yang lain, hmmmm, kemaren nggak sengaja denger (yang bener-bener denger) 'Divine'-nya SNSD. Ternyata bagus juga.

‘Time Machine’ juga bagus.

‘All My Love Is For You’ juga bagus.

Lah oke gue ternyata denger banyak lagu Jepang-nya SM. HAHAHAHAHAHA.

Padahal secara teknis(?), pencipta lagunya tuh sama aja. Itu lagi itu lagi. Tapi karena bahasanya nggak terlalu familiar di kuping, makanya nggak terlalu mendengarkan lagu-lagu berbahasa Jepang. Lagian, di kuping gue, kalo udah Jepang, rasanya pengen yang....

“PON PON WAY WAY WAY PON PON PON WAY WAY PON PON”

Ini semua salah Afif. Dia karoke nyanyi lagu itu terus sampai benyek.

Monday, May 11, 2015

Saya si 'Fans Jalang'

*
Untuk beberapa orang di dunia Kpop ini, bias dan fandom adalah sebuah hal yang sangat serius. Saking seriusnya, nggak jarang mereka bahkan bisa adu bacot sama temen sendiri soal ‘cara mereka memandang idolanya’.

Seserius itu sampai-sampai mungkin ada yang berantem karena “Gue nggak suka banget deh sama si X karena dia kayaknya kok centil banget deket-deket sama Y. Kayak ngarep banget buat dijodohin gitu,” sementara yang diajak ngomong kayak “Lah, menurut gue malah mereka cocok.”

Kemudian mereka nggak pernah ngomong lagi setelah itu.

Entah kapan persisnya beberapa orang di dunia Kpop ini mulai memandang serius masalah fandom. Sampai-sampai isu ini jadi sangat sensitif. Kalau dulu ada era di mana Super Junior mungkin jadi satu-satunya topik sensitif di dunia fana ini, sekarang bisa jadi semuanya sensitif. Serba gampang baper kalau terjadi perbedaan pendapat.

Gue sendiri sebenarnya cukup mengerti bagaimana rasanya jadi fans yang kayak gitu. Gimana ya nyebutnya? Overprotektif? Bisalah kita sebut kayak gitu. Soalnya, dulu gue juga kayak gitu banget.

Waktu zaman-zaman gue lagi gandrung banget sama Harry Potter, gue sama temen sekelas gue pas SMA—dia fans Kurt Cobain—pernah yang sampe berantem parah cuma karena dia ngatain Harry Potter itu kayak semacem cerita nggak penting.

"Ih apaan sih Harry Potter puter-puter tongkat terus jadi. Kayak mustahil banget!"

YAELAH NYET NAMANYA JUGA KISAH FANTASI. YA GIMANA SIH.

Sunday, May 10, 2015

Antara Super Junior, ‘Super Junior’ dan Ajakan Taubat dari KPop

*
Suatu hari gue dikejutkan oleh notifikasi dari message Facebook di hape. Kebetulan, baru beberapa minggu belakangan ini gue aktif menggunakan Facebook Messenger. Biasanya males install aplikasi kayak gini karena kayak, yah, kebanyakan banget aplikasi serupa di hape. Notifikasi yang masuk ini dari seseorang yang namanya pakai huruf Arab.

Wah gue bingung. Kayaknya di Facebook gue nggak temenan sama orang Arab. Tapi pas gue buka message-nya, ternyata dia bisa bahasa Indonesia. Atau memang mungkin orang Indonesia yang menggunakan nama Facebook dengan huruf Arab.

Gue coba baca pelan-pelan sampai tiba-tiba gue gemeteran. Isinya sangat serius. Seserius itu sampai-sampai gue nelen ludah berkali-kali. Deg-degan. Seserius itu sampai-sampai gue mau balas aja nggak tahu harus memilih kata-kata yang mana. Soalnya, kalo gue bales seadanya, gue takut dikira menggampangkan isinya. Gue bingung.

Bingung karena kata-kata yang dia pake di situ terlalu serius.

Waktu ngebaca itu gue lagi di kantor. Itu persis dua hari setelah gue melewatkan hari Minggu (3/5/2015). Salah satu hari yang idealnya sih membahagiakan, tapi juga sekaligus membingungkan. Ditambah lagi bingung sama message itu masuk ke inbox dan mempengaruhi isi kepala gue sepanjang hari itu.

Ini isinya:

Assalamu'alaikum.

Kak kevin, mau tanya.

Kakak terlihat sangat tertarik dengan KPop?
dan kelihatannya sangat suka sekali membahasnya..

Apakah Kakak tidak tertarik untuk mempelajari Agama?

Mempelajari Agama yg bisa menyelamatkan kakak?
bukankah kehidupan di Dunia ini hanya sementara?
disana ada negeri yg kekal (Akhirat).

Maukah kakak menukar kehidupan kekal dengan Dunia yg hanya sekejap saja?

*Maaf bukannya sedang menggurui, hanya ingin menasehati.

Saturday, May 2, 2015

Main-main ke Pop Up Store Why Style Jakarta

Dulu, inget banget waktu KPop masih masa-masa kejayaan di tahun 2010 sampai 2012, banyak orang yang akan sangat histeris kalau ada bintang Korea muncul di televisi lokal. Bahkan gue inget bagaimana senengnya gue ngeliat NYE Boys perform 'Lucifer' waktu di IMB dulu. Atau bahkan lagu KPop yang diputar secara random di acara televisi yang nggak sengaja gue tonton di suatu sore yang teduh dan sedikit gerimis.

Beberapa tahun berlalu, sekarang KPop udah kayak di mana-mana. Banyak banget orang yang kayaknya suka sama genre musik yang sebelumnya malah dipandang sebelah mata itu. Sekarang KPop mungkin buat sebagian orang bukan lagi hal yang anti-mainstream, tapi malah kayak pasaran. Tapi buat sebagian yang lain masih tetep aja mikir genre musik ini sebagai hal yang yah... "Apa sih?"

Semakin seringnya artis KPop dateng ke Jakarta, spesialitas(?) mereka pun sedikit demi sedikit berkurang. Kayak misalnya ketika Super Junior dateng di tahun 2012 dengan 'Super Show 4' (BARENG EXO-M + LUHAN + KRIS OMG!), hebohnya sampai ke mana-mana. Sampe macet ke bandara waktu beli tiket. Tapi kemudian mereka dateng lagi dengan konser yang sama di tahun 2015, kayak yang.... "Oh yaudah..."

Buat ELF mungkin enggak begitu, tapi buat yang lain mungkin ini jadi sesuatu yang sudah biasa. Ya kita sudah biasa didatengin Super Junior jadi yaudah biasa aja.

Tapi... Hal yang sudah biasa itu sebenarnya bisa jadi sangat luar biasa kalau kita tahu bagaimana cara menikmatinya. Karena masing-masing orang punya feel yang berbeda terhadap sesuatu.

Contohnya gue, yang kalo ngeliat sepatu atau tas dipajang di toko senengnya minta ampun. Padahal cuma ngeliat. Nggak mampu beli.

Oke itu contoh yang nggak nyambung.
*
*

Tuesday, April 21, 2015

Giveaway Paling Susah? Curhatan Soal Giveaway [Part 2]

Ini bukan pertama kalinya gue bikin Giveaway atau kuis di Twitter. Faktanya, ini adalah gievaway ke-22 yang gue adakan sejak pertama kali terpikir untuk meramaikan akun @ronzzykevin di Twitter dengan hadiah-hadiah lucu bernuansa KPop. Giveaway pertama gue adalah tahun 2012, bertepatan dengan debut EXO.

Awal pekan ini, gue kembali mengadakan giveaway sambil merayakan perilisan album terbaru EXO. Seperti halnya yang gue lakukan ketika ‘XOXO’ dirilis tahun 2013 lalu, gue juga membagi-bagikan dua album ‘EXODUS’ kali ini. Bedanya, di giveaway ini gue mengambil sebuah keputusan yang berisiko.

Bukan... bukan keputusan untuk ngejorokin Tao ke rawa-rawa lagi. Itu memang berisiko tapi sepertinya Tao sudah lelah. Tapi keputusan berisiko lainnya.
*