21: Happy Blackjack Year!

Late post? Gak apa-apa. Kata orang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Walaupun ini sebenarnya sebuah pepatah (?) yang kadang-kadang nggak relevan juga sama kenyataan, tapi untuk beberapa kejadian, pepatah (?) ini masih bisa juga digunakan.

Tepatnya tanggal 3 Mei 2012 kemarin saya genap berusia 21 tahun. Wow... Nggak kerasa ya? Hahaha... komentar itu mungkin yang pertama kali keluar dari mulut gue ketika gue menanti pergantian hari dari tanggal 2 ke tanggal 3. Dari dulu, dari jaman SMP, gue selalu membiasakan diri gue untuk duduk berdiam sambil menatap (dulu) buku harian (sekarang laptop) setiap pergantian hari dari tanggal 2 ke tanggal 3 ini. Because I love to write every wish that I made every year. Hehehe... kedengerannya sih emang kayak bayi atau fans-fans labil diluaran sana yang buku hariannya penuh dengan harapan bertemu Super Junior dalam mimpi. Tapi yes, karena gue memang sangat suka menulis sejak SD (believe it or not, gue punya like a dozen buku harian yang ketika beberapa bulan yang lalu gue baca, rasanya kayak pengen muntah karena tiba-tiba ada naga bertelur di dalem perut) dan kebiasaan itu masih terbawa sampai sekarang.

Gue jadi inget tahun lalu, ketika gue meninggalkan usia belasan, harapan gue tahun itu cuma 1: nggak galau. Yang dengan sangat menyesal gue katakan bahwa gue gagal. In fact, tidak ada manusia yang tidak galau. Bahkan dalam satu hari gue berani jamin kita bisa galau karena banyak hal, bahkan sejak bangun tidur.

Gue contohnya. Waktu baru bangun gue galau apakah gue akan bangun atau nggak. Setelah bangun gue galau apakah gue akan tidur lagi atau mandi dan siap-siap ke kampus. Setelah mandi dan berpakaian rapi lalu berangkat ke kampus gue galau lagi apakah gue akan masuk ruang kelas atau internetan aja di perpustakaan.

See? Dalam waktu kurang dari 3 jam sejak membuka mata aja udah berapa kali galau tuh? Hahahahah.... Belum lagi galau karena uang bulanan nggak cukup, pengen beli CD EXO tapi uang pas-pasan, pengen beli baju baru tapi uang udah dipake buat beli CD EXO, pengen beli es krim tiap hari tapi tiap hari cuma bisa beli es teh. Belum lagi karena hal-hal yang tak terjamah seperti misalnya yang paling bodoh adalah: kenapa gue nggak bisa berada di fanmeeting dan fansigning EXO hari ini? Hell. Hal-hal itulah yang selama ini mewarnai hidup gue selama satu tahun kurang lebih. Tapi yang terakhir mungkin baru seminggu belakangan. Hahaha....
Digital Birthday Card from @chi2chokyulate :p

Kalau dipikir-pikir, di umur yang 20 kemaren ada banyak pelajaran hidup yang bisa di pelajari dan juga dijadikan sebuah pedoman untuk menjadikan hidup lebih baik ke depannya. Ada banyak sekali masalah-masalah yang timbul baik karena memang kesalahan sendiri ataupun karena kemauan Tuhan (walaupun itu jatuhnya malah berkah, alih-alih masalah). Kalau dipikir-pikir, flashback lagi kejadian-kejadian di umur 20 dan memetik banyak pelajaran:
  1. Belajar bagaimana menghargai teman dan hubungan pertemanan. Kalau ada yang bilang gue nggak punya temen banyak di dunia nyata itu memang bener. Gue nggak pernah mengelak tentang itu. Teman-teman gue ya itu lagi itu lagi. Kadang-kadang datang, seringkali pergi. Tapi sekalinya gue sudah menemukan maka sebisa mungkin akan gue pertahankan.

    Beberapa bulan belakangan ini ada banyak sekali masalah dengan teman-teman sekelas yang gue sendiri nggak pernah mengerti kenapa selalu ada ego yang membentengi (mungkin) hati kita semua. Gue inget pernah ngomong sama salah seorang temen gue, "Kalau dipikir-pikir, dari semester satu sampai sekarang (waktu itu semester 4) temen-temen gue selalu beda-beda ya tiap semester?" dan dia menjawab, "Ya lo hati-hati aja nanti semester depan jangan sampai lo malah nggak punya temen..."

    Sebenarnya gue sangat takut nggak punya temen. Terlebih lagi anak rantau kayak gue bisa apa sih di Depok tanpa temen? Tapi di umur 20 kemarin, walaupun banyak sekali kejadian yang membuat gue semakin sadar apa artinya sebuah pertemanan, memberikan banyak sekali pelajaran bagaimana saling menghargai dan kalau mau jujur bagaimana menggunakan topeng yang benar (walaupun kalimat terakhir ini semacem nggak terima kenyataan gitu kesannya)
    **
    Sejujurnya gue kecewa, karena gue nggak bisa mempertahankan semua hubungan baik dengan beberapa teman-teman gue yang padahal sejak awal sudah berjuang bersama. Dan yang paling gue sesali adalah kenapa sekarang justru kesannya gue sama salah satu teman paling baik gue seluruh dunia jadi semacem musuh bebuyutan gini? Jadi kayak sama-sama pake topeng kayak gini?

    Masalah dalam setiap hubungan itu pasti ada. Yes jelas. Tapi yang jadi masalah lain adalah ketika masalah itu dibiarkan menggantung dan nggak selesai. Didiamkan sampe basi dan pada akhirnya masing-masing diantara kita nggak ada yang berani memulai untuk bicara yang pada akhirnya membawa kita berdua pada sebuah jurang yang semakin dalam memisahkan hubungan yang sejak awal masuk kuliah sudah terbangun itu.

    Apa mungkin gue memang nggak pandai dalam me-manage hubungan pertemanan ini? Mungkin juga salah gue karena kesannya ketika dia sibuk sama pekerjaan yang lain dan gue nggak ikut sibuk dengan pekerjaan itu tapi justru beralih ke pekerjaan lain yang lebih gue sukai dan akhirnya kita berpisah jalan, kesannya kayak gue nggak peduli lagi sama dia. Dan kesan itu kemudian menjadi sebuah kenyataan. Sampai saat ini kita harus nggak ngomong. Sudah hampir 1 semester. Agak menyedihkan buat gue.

    Masalah-masalah pertemanan ini paling tidak mendewasakan gue dan membuat gue tahu bahwa nggak semua masalah bisa didiamkan. Nggak semua masalah akan selesai dengan seiring berjalannya waktu. Nggak semua masalah akan jadi basi kemudian semua akan jadi biasa aja.

    Tapi ada masalah-masalah yang kalau nggak diselesaikan ketika masih hangat, maka ketika dia basi, dia akan membusuk dan menjadi dendam. Ada masalah yang kalo nggak diselesaikan akan membuat kita bertopeng setiap hari dan itu menyebalkan.

    Gue mungkin nggak se-vokal ini kalau ngomong langsung karena jujur aja gue nggak punya kemampuan berbicara yang baik. Tapi kalaupun misalnya tulisan ini dianggap sebuah cara yang pengecut, gue nggak peduli deh.

    Perpisahan yang gue harap nggak akan lama ini membuat gue mengerti bagaimana gue nggak pandai dalam me-manage hubungan pertemanan gue. Bagaimana gue terlalu jahat dengan meninggalkan teman yang sudah lama bareng gue karena sebuah hubungan baru yang sama berharganya dengan hubungan yang lama. Salah gue disitu, nggak bisa menyatukan kedua hubungan itu sampai akhirnya gue terkesan seperti mengorbankan salah satu diantara mereka. Dan inilah yang akan diperbaiki di 21 ini bukan?
  2. Belajar menghadapi masalah, bukan menghindarinya. Nggak tahu ya, mungkin karena memang selama ini karena gue agak jarang bergaul jadi kesannya emang nggak ada masalah yang serius dengan orang lain yang gue alami (diluar masalah dengan teman-teman diatas itu). Orang lain disini maksudnya kayak misalnya orang-orang di dalam sebuah organisasi.

    Sejak terpilih menjadi ketua Hangugo Dongari 2012, gue yang nggak pernah sama sekali mendapatkan nilai bagus dalam leadership bener-bener belajar bagaimana menghadapi masalah. Persis! Baru seminggu jadi ketua aja gue sudah dihadapkan dengan sebuah masalah yang sebenarnya gue buat sendiri. Gue sempat pengen lari waktu itu, sempat bingung, sempat takut. Sampai akhirnya, ketika gue yakin bahwa menghadapi lebih baik daripada menghindari, semuanya toh selesai juga.

    Ternyata bener ya, kalau kita berani jujur apa adanya, masalah akan cepat selesai. (Tiba-tiba pengen teriak ke diri sendiri, "coba selesaikan masalah sama temen yang baik di point 1 itu dulu jangan banyak omong di blog...")
  3. Belajar untuk berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Yak! Beberapa kali keputusan-keputusan yang gue ambil dengan tanpa dipikir terlebih dahulu ini justru membawa gue ke sebuah sumur berisi ribuan sadako yang siap menarik kaki gue dan menenggelamkan gue dalam keringat dan air liur mereka.

    Gue adalah orang yang gampang mengikuti apa kata orang. Terutama orang yang lebih tua. Ketika otak gue bilang itu meyakinkan maka gue akan ikut. Padahal pada kenyataannya nggak semua kata orang tua itu benar. Nggak semua pendapat mereka itu harus diikuti. Pengalaman ini terjadi persis ketika masalah di point 2 terjadi. Terlalu cepat mengambil keputusan dan mengikuti saran yang dituakan justru membawa gue ke masalah yang lebih besar. Dari situ gue belajar untuk lebih bijak. Bahwa tindakan yang menurut orang bijak ternyata nggak selalu bijak menurut gue. Intinya adalah gue belajar untuk mempercayai kata hati gue, bukan mengikuti apa kata orang lain.
  4. Belajar untuk menerima bahwa nggak selamanya kita berada dalam situasi bahagia, dan nggak selamanya kita berada dalam situasi tidak bahagia. Beberapa kejadian di keluarga yang lumayan menusuk kalbu jiwa dan raga memang sempat membuat gue down. Sempat membuat gue berpikir bahwa gue orang yang paling tidak bahagia di dunia. Sempat membuat gue berpikir bahwa Tuhan kadang-kadang kalau menunjukkan kasih-sayang juga bikin nyesek ya? Hehehe... Tapi dibalik semua perpisahan dan dibalik semua drama keluarga yang nggak kalah pengen bikin bacok orang kayak sinetron ini, ada sebuah hikmah yang besar: sesayang apapun lo sama seseorang, suatu saat dia akan pergi juga.

    Dulu, kadang-kadang gue menyesali kenapa gue nggak bisa seperti anak-anak lain ya yang kayaknya hidupnya seruuuu gitu. Kira-kira pas SMA deh gue selalu mikir kayak gitu. Tapi sekarang, ketika salah satu dari orang terpenting dalam keluarga gue harus pergi, gue malah jadi bersyukur. Bersyukur nggak memiliki sebuah hubungan yang "seperti anak-anak lain" itu. Dengan tidak adanya hubungan yang seperti itu, gue jadi lebih mudah untuk melepaskan salah satu dari mereka dan kemudian mengikhlaskan keadaan. Agak jahat sih. Tapi bahkan dalam sebuah kejahatan ada hikmahnya kan? Apa sih yang Tuhan ciptakan yang sia-sia? Gue rasa nggak ada deh.

    Walaupun mungkin sampai sekarang gue masih merasa tidak bahagia dengan kondisi ini, tapi dibalik perasaan ini ada sejuta perasaan bahagia yang Tuhan berikan sama gue dan seharusnya memang itu gue syukuri tanpa pikir panjang. Mungkin gue kehilangan satu, dari kehilangan satu itu justru membuat gue tambah yakin bahwa yang akan datang nanti akan lebih banyak dan lebih baik.

    Kata orang mati satu tumbuh seribu kan ya? :D
  5. Belajar untuk menjadi dewasa dalam setiap keadaan. Seseorang pernah bilang ke gue, mau berapapun umurnya, kalau sifatnya masih anak kecil ya akan selalu seperti itu. Umur bukan merupakan indikator kedewasaan seseorang. Menjadi tua itu kan sebuah kepastian, sedangkan menjadi dewasa itu pilihan. Mungkin di umur 20 kemaren gue masih sering ngambek bahkan terkesan sangat anak-anak sekali. Well yeah, kadang-kadang kita juga punya sisi kekanakan sih. Cuma, ketika muncul sebuah masalah yang membutuhkan pertimbangan dan pengambilan keputusan yang matang, disitulah dituntut kedewasaan dan nggak bisa cuma main emosi dan perasaan saja. Kekurangan gue disitu, nggak bisa nggak main perasaan. Nggak bisa nggak emosi. Semoga aja tahun ini bisa lebih baik sih.
Gue sih pengennya harapan di 21 tahun ini nggak usah muluk lah. Tapi karena gue adalah penganut pepatah "gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalo ada yang lebih tinggi lagi gantungin disana kalo masih bisa" maka tentu saja gue punya beberapa target yang semoga aja bisa terkabul semuanya:
  1. LULUS KULIAH. Gue nggak peduli sama nilai gue, tapi semoga aja sih gue bisa lulus dengan IPK yang paling nggak bisa membuat gue bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji paling nggak 5 juta perbulan.
  2. KURSUS KOREA. Oke, ini sudah ada di rencana gue setelah kelulusan. Gue harus bisa ngomong Korea jadi kalau seandainya nanti gue jadi ke Seoul di 2014 atau 2015 gue nggak akan ribet buka-buka kamus.
  3. KURSUS INGGRIS. Karena Inggris ini masih jadi International Language, jadi fix banget harus bisa Inggris dan dapet TOEFL. Kali-kali aja nanti gue bisa kuliah di luar negeri? Target sih Australia aja. Kalo nggak, yaudah yang deket, Amerika.
  4. Karena  gue bercita-cita ingin punya suara seperti Baekhyun dan pengen bisa jadi trainee SM (nggak malu sama umur) maka setelah lulus nanti gue akan KURSUS VOKAL. Yes. Paling nggak kalo nggak bisa jadi trainee SM gue masih bisa jadi artis YouTube.
  5. BELAJAR GITAR. Salah satu pelengkap untu point ke-4.
  6. MENYELESAIKAN BANYAK SEKALI DRAFT NOVEL YANG BELUM SELESAI. Ini semacem impian seumur hidup yah. Bismillah Ya Allah semoga yang ini bisa terkabul paling nggak dua atau tiba bulan lagi. Kalo nggak bisa semua paling nggak satu aja udah cukup.
  7. MEMBACA BANYAK NOVEL YANG SUDAH DIBELI SEJAK TAHUN LALU. Kalau ada yang bilang having fun itu mengganggu waktu kuliah, kalo gue kebalik, kuliah yang mengganggu waktu having fun. Gue bahkan nggak pernah baca satu novelpun dalam satu tahun terakhir. Pantesan otak gue nggak pernah bisa jalan kalo mikirin plot cerita romantis. Hahah....
  8. BEKERJA DI PERUSAHAAN YANG BERANI MEMBAYAR MAHAL GUE. Hahahaha... siapa sih yang nggak pengen digaji banyak ya? Tapi kalo belom S2 ... -_-" Gue sih pengen S2, tapi gue nggak pengen nyusun tesis. Beneran deh. Gue lulus tanpa skripsi aja udah syukur banget ya... kkk~ Eh, tapi gue jadi pengen kerja di beberapa tempat berikut ini deh:

    GARUDA INDONESIA. Mengingat waktu SJ dan EXO-M dateng ke Indonesia kemaren kayaknya yang punya link dengan orang GA bisa langsung ketemu di bawah kaki pesawat, gue jadi pengen juga bisa kayak gitu. At least, dalam lima tahun kedepan EXO udah jadi bintang K-Pop besar dan gue akan masih punya kesempatan buat ngeliat mereka dari depan mata banget. LOL

    SM ENTERTAINMENT. Kira-kira kalau gue kerja di SM gue bakalan jadi apa ya? Hahahahah.... parah-parahnya sih jadi pembantu pembantunya manajer. Tapi selama masih ada EXO eksis, gapapa deh jadi salah satu staff mereka. Paling nggak staff facebook deh. Fix banget ini harus belajar Korea.

    PROMOTOR KONSER. Perlu alasan lebih spesifik lagi gak? Hahahahahah....
  9. Keliling Lombok dalam waktu 1 tahun, kemudian 1 tahun berikutnya keliling Indonesia. 
  10. Errrr---Pacaran?
Sebenarnya semuanya bisa kecapai kalau nggak ada kata GALAU sih :p Tapi yah... namanya juga hidup yah. Pasti ada kalanya dimana kita merasa sangat sial, ada kalanya dimana kita merasa sangat beruntung. Ada kalanya kita tertawa ada kalanya kita bersedih. Ada kalanya kita diomongin ada kalanya kita ngomongin balik. Ada kalanya kita menusuk ada kalanya kita ditusuk. Ada kalanya kita benci ada kalanya kita membenci. Ada kalanya kita labil ada kalanya kita stabil. Ada kalanya Kai oke, ada kalanya annoying. Ada kalanya hidup seperti surga ada kalanya seperti neraka.

Yang paling penting adalah bagaimana kita melihat semua yang terjadi di kehidupan kita sebagai sebuah episode yang suatu saat nanti akan membawa hikmah yang akan sangat berarti di kehidupan yang selanjutnya. 

Jangan pernah menyerah pada dunia, karena dunia nggak abadi. Makanya itu diciptakan labil kan. Kalo dunia stabil, yang miskin akan miskin terus dong :p

Oke, terlepas dari semua harapan dan tulisan gaje gue diatas gue mau bilang terima kasih yang sebesar-besarnya buat:

Allah SWT, Tuhan Yang Maha Ganteng, yang sudah menganugerahkan usia 21 tahun ini walaupun belakangan ini gue lagi agak lalai sholat dan ngajinya. Alhamdilillah... Terima Kasih Allah...

Nabi Muhammad SAW, yang sudah membawa kami dari jalur gelap ke jalur terang.

Mom. For everything. Pelajaran hidup. Cinta. Kasih sayang. Semuanya.

Dad. For everyting. Pelajaran hidup. Cinta. Kasih sayang. Semuanya.

Tata. For everything. Pelajaran hidup. Cinta. Kasih sayang. Semuanya.

Mem. For everything. Pelajaran hidup. Cinta. Kasih sayang. Semuanya.

Puq Tuan(s). Pelajaran hidup. Cinta. Kasih sayang. Semuanya.

Alm. Puq Tuan. Pelajaran hidup. Semuanya.

Sepupu-sepupu. Pelajaran hidup. Semuanya.

Keluarga besar... Semuanya.

Dan untuk semua, siapapun mereka yang masih menganggap gue sebagai teman, siapapun mereka yang masih menghargai keberadaan gue di dunia ini.

Mau berterima kasih sama semua teman-teman dunia maya gue di twitter dan di facebook yang kemaren sudah ngasih ucapan selamat ulang tahun dengan berbagai macam doa. Gue nggak akan bisa menyebutkan nama kalian satu per satu tapi makasi banget. Kita bahkan nggak saling kenal secara tapi entah kenapa gue selalu merasa dekat dengan kalian. Thanks a lot guys. <--- sok ngartis. sampah banget lo Ron.

Mau berterima kasih buat SM Entertainment yang sudah memberikan banyak warna dan inspirasi dalam hidup. SMTOWN jjang! EXO jjang! SNSD jjang! SJ jjang-an bubar yaaa... wakakakakkkk

Akan selalu ada ketidaksempurnaan dalam diri gue, tapi gue akan berusaha untuk menjadikan ketidaksempurnaan gue itu sebagai sebuah modal untuk membuat siapapun bahagia.

GOD BLESS INDONESIA!

HAPPY BLACKJACK YEAR, RON!!!!!



@ronzzykevin



one click! Tumblr | Facebook Fanpage | Kompasiana

Share:

11 komentar