Makasih, The Freaks Sukses Merusak Lagu Favorit Saya!

Gue sekilas denger soal proyek baru Agnes Monica (atau sekarang lebih akrab disebut dan ditulis AGNEZ MO—walaupun gue lebih suka Agnes Monica sebenarnya karena lebih berkesan di hati) yang mau mengumpulkan beberapa artis muda dan bikin sebuah grup musikal. Salah satu temen gue yang dekat dengan industri musik bilang kalau Agnes mau bikin proyek ala ala 'Glee' gitu.

Excited? Mungkin iya. Waktu pertama kali temen gue ini nyebut 'Glee' gue sedikit excited karena gue suka 'Glee'. Tapi ketika mendengar siapa saja yang terlibat (atau yang jadi personel) proyek ini, gue rasanya antara mau guling-gulingan di rel kereta atau pengen jambak rambut Barrack Obama.

“Iya Ron jadi ada Aliando, Nikita Willy, Rassya sama Calvin Jeremy yang bakalan gabung di proyek musikal ini,” katanya pada suatu hari yang cerah di kantor yang dingin.

“Sebentar... SIAPA AJA?!” gue menelan ludah sambil nyatok bulu kaki.
*
Beberapa dari nama itu memang sudah nggak asing di telinga gue tapi, apa iya mereka memang bisa nyanyi? Nah itu yang masih harus dipertanyakan.*


*
Aliando Syarief. Pesinetron yang sampai sekarang masih eksis di 'Ganteng-ganteng Serigala'. Gue nggak tahu kalau dia bisa nyanyi? Awalnya gue bertanya-tanya apakah ini memang cuma karena sekedar di Aliando ini populer di kalangan cewek-cewek makanya Agnes milih dia buat jadi personel proyeknya (ya sekedar jadi pencari perhatian dan pengumpul massa aja), dan bukan karena bakat musikalnya?

Tapi setelah tahu dia pernah bikin konser tur di beberapa kota di Indonesia dan TIKETNYA SOLD OUT (sumpah ini gue nggak bohong yang nonton banyak kakak-kakak berhijab yang rela darahnya disedot vampir). Oh oke mungkin dia sebenarnya nggak cuma sekedar cowok sinetron yang kalau mengucapkan dialog di TV mendesah-desah tanpa alasan yang jelas. Mungkin dia memang bisa nyanyi.
*

*
Rassya... Teuku Rassya? Oh ini si cowok anaknya Tamara Blezynsky sama Teuku Rafly itu ya. Yang kemaren pas kapan jaman-jaman anak selebriti lagi pada naik namanya di infotainment terus dia di-setting sama Aurel Hermansyah. Apa iya dia bisa nyanyi?

Gue sama sekali nggak tahu. Yang pertama karena gue nggak punya televisi di kosan dan hampir satu setengah tahun terakhir gue nggak nonton TV. Yang kedua karena sesungguhnya gue nggak peduli sama apapun yang terjadi di dunia hiburan di negeri ini. Tapi suatu hari gue nonton konser artis-artis YouTube di Tennis Indoor dan si Rassya ini jadi band pembukanya.

“Oh oke, dia bisa nyanyi ternyata,” gue menyimpulkan.
*

*
Gue sama sekali nggak tahu siapa itu Calvin Jeremy. Sampai akhirnya pada suatu hari Jumat yang tenang dan sedikit deg-degan, gue nge-MC acara musik off-air di sebuah cafe di kawasan Jakarta Selatan dan dia salah satu pengisi acaranya bareng Virzha. Ternyata dia memang penyanyi dan musisi gitulah. Pintar main keyboard dan bisa nyanyi, jelas.

Tapi apakah dia bagus banget? Apakah dia ganteng banget? Apakah dia menjual banget untuk dijadikan sebuah grup di bawah asuhan Agnes Monica? Enggak juga. Biasa aja kalau kata gue. Dibandingkan dengan Aliando dan Rassya, Calvin ada di urutan ketiga kalau dari segi tampang dan tinggi badan. Ya nggak terlalu jauh lah sama gue ya.

Sama-sama pendek. Dia cuma menang di rambut yang bisa diponiin sementara rambut gue bisa dijadiin buat ngumpetin kunci brankas.

Dan nama terakhir, satu-satunya cewek di grup ini, Nikita Willy.
*

*
Deep sigh.

Gue enggak paham kenapa.

Oke, gue tahu, di antara semua nama yang sudah disebutkan sebelumnya (kecuali Agnes Monica), Nikita Willy ini bisa dibilang senior di dunia hiburan. Beuh, dia kalo misalnya jadi artis Korea ya, tahtanya mungkin sudah paling atas kali. Mengingat dia mengawali kariernya sejak masih bocah, dan padahal masih bocah juga, tapi sudah bisa dapet peran ibu-ibu ketante-tantean.

Kalo lo nonton 'Producer', ya ini Nikita Willy persis karakter Cindy itu. Tapi ya karena budaya industri hiburan kita nggak se-ekstrem Korea Selatan, jadi ya, Nikita Willy ya geunyang Nikita Willy.

Pertanyaan gue:

KENAPAAAA CEWEK YANG SELALU DAPET PERAN TANTE-TANTE DI SINETRON INI TIBA-TIBA TAUBAT DAN KEMBALI KE JALAN YANG BENAR DAN MENJADI REMAJA YANG SEBENARNYA?!?!

Dan coba jelaskan, apa alasan Agnes Monica merekrut dia bergabung dalam sebuah grup vokal berisi tiga cowok yang kalo gue bilang sudah punya basic nyanyi? I mean... come on... Okelah, kita tahu Nikita Willy memang sudah punya beberapa single. Tapi, yah... elah.... gue lebih prefer dengerin anak-anak jebolan Idola Cilik kemana-mana deh.

Ya nada nyanyia dia kayak yang di situ-situ aja. Flat aja. Biasa aja.

Ah ya, tapi at least, mungkin dia bisa nyanyi. Dan mungkin Agnes Monica melihat sebuah bakat terpendam yang kalau di asah bisa bikin dia jadi kayak Mariah Carey. Dan jelas, dia punya basis fans yang gede banget kalo gue pikir. Mungkin itu juga yang jadi satu-satunya alasan terkuat kenapa akhirnya Agnes memilih dia buat gabung di grup ini.

Lalu, apa nama grupnya?

THE FREAKS.
*

*
Oke, sebenarnya kata Agnes ini bukan nama grup. Tapi judul proyek musikal yang bakalan dia bikin itu. Nggak heran kenapa akhirnya malah jadi 'Glee' karena 'Glee' juga kan sekumpulan freak gitu. Oke, tapi karena sepertinya proyek musikal ini belum jalan sesuai rencana, jadi mereka berubah jadi kayak co-ed singing group gitu.

Dan lagu pertama mereka adalah...

SHIT!

SHITTT!!!

SHIIIIITTTTTTT!!!!

DUA LAGU AGNES MONICA KESUKAAN GUE. SHIIITTTTTTTTTTTTT!!!!


GUE.

SUKA.

BANGET.

SAMA.

DUA LAGU yang di mashed-up di video klip ini. Versi aslinya, maksud gue. Walaupun di ‘Ku Tlah Jatuh Cinta’ suara Agnes masih mengerang-erang seperti sedang menahan sakit karena abis nginjek pecahan beling, ini adalah lagu yang menurut gue paling bagus di album ‘And The Story Goes’.

Oh ya... gue dengerin album itu semuanya dan ngikutin bagaimana Agnes Monica berubah dari penyanyi anak-anak yang masih nyanyi 'HEY BABY BABY BALA BALA~' ke penyanyi remaja yang gandrung pamer puser beranting. Sebenarnya title track-nya itu ‘Indah’ kalau gue nggak salah sama ‘Jera’. Oke, gue suka dua lagu itu tapi yang paling meninggalkan kesan ya ‘Ku Tlah Jatuh Cinta’ ini.

Alasannya sebenarnya sederhana: karena dibikinin sinetron dengan judul yang sama, konsep anak sekolahan, Agnes Monica aktingnya natural, dan dia dipasangkan dengan satu-satunya aktor sinetron yang paling cocok sama dia dan nggak ada tandingan saat itu: Zumi Zola.

Begitulah masa remaja gue habiskan....

Gue masih SD menuju SMP saat itu dan yang bisa gue lakukan adalah nontonin sinetron kisah percintaan anak SMA yang penuh dengan ketidakjelasan itu. OH YA GUE LUPA DI SITU JUGA ADA IRWANSYAH DAN YA GUE #AGNESIRWANSYAHSHIPPER

Sayang pas itu gue nggak tahu apa itu nge-ship.

Ada dua versi dari ‘Ku Tlah Jatuh Cinta’ yang gue tahu. Versi pertama itu versi album yang beat-nya lebih pelan.
*

*
Yang kedua versi soundtrack yang lebih cepat dan lebih asyik aransemen musiknya. Nah, gue lebih suka yang versi soundtrack ini karena terdengar lebih kaya instrumen. Ya lebih rame deh. Sekali lagi, abaikan saja suara mengerang Agnes yang sebenernya cukup ganggu di situ. (dan karena ini versi soundtrack, jadi ada potongan suara-suara di adegan sinetronnya juga)
*

*
Dan lagu kedua ‘Tak Ada Logika’, men... siapa sih yang nggak suka sama lagu ini kecuali hater-nya Agnes? ‘Tak Ada Logika’ ini kayak National Anthem banget waktu gue kelas 3 SMP ke kelas 1 SMA dan bahkan ketika gue SMA pun, gue nggak berhenti ngedengerin lagu ini, sama aja kayak sekarang setiap hari gue dengerin Kpop.

Di album ‘Whaddup A..?!’ itu juga sebenarnya yang andalan ‘Bukan Milikmu Lagi’. Iya ini juga bagus bener deh, tapi nggak se-grand ‘Tak Ada Logika’ kalo menurut gue. Apalagi pernah pas kapan, Agnes tampil di ulang tahun Trans TV atau acara imlek atau apa gitu, terus lagu ini diaransemen ulang pake ala-ala musik tradisional Tiongkok gitu. Pake bedug dan segala macam dan WOW jadinya bagus banget.

Dan ya, sampai sekarang lagu ini adalah satu dari sedikit lagu Indonesia (dan Siti Nurhaliza) yang berhasil masuk ke playlist di handphone gue. Saking gue suka banget sama lagunya.

Lalu apa yang terjadi ketika di-mashed up dan dinyanyikan The Freaks?

(tarik nafas panjang)

(tahan lima detik)

(hembuskan bersama emosi, biar menjadi angin)

Awalnya pas bagian ‘Na na na na’ di lagu ini terdengar menjanjikan. Ekspektasi gue adalah akan ada banyak sekali harmonisasi yang bener-bener memanjakan telinga. Kayak ketika lo denger Gamal Audrey Chantika lah paling tidak. Terus musiknya dari kalem tiba-tiba ada suara semacem drumband-nya. Wah ini pasti bakalan jadi seenak waktu Agnes tampil di acara Trans TV itu nih!

Calvin Jeremy pun mulai menyanyi. Oh ya, oke lumayan bagus ini anak suaranya ngebass-ngebass gitu dan ya dia memang penyanyi kan. Lalu ketika Rassya....

Rassya....

Bentar......... apa yang terjadi...........................................

Kenapa..............................................................

Kemudian Nikita Willy menyambut suara Rassya yang seperti itu dan jadinya............................................

ASTAGFIRULLAH

ASTAGFIRULLAH

ASTAGFIRULLAH

ASTAGFIRULLAH

Nggak mungkin! Ini pasti mimpi buruk!

"Ah ini pasti masih awal-awal mungkin nanti akan nendang di refrain. IYA KAN?! IYA KAN?!"

EH TAUNYA ENGGAK SAMA SEKALI.

LINTAH KUDISAN!

Bagian refrainnya, udah seenak itu musiknya udah kayak WOW banget dengan segala suara bedug buka puasa itu, tapi kenapa power nyanyi mereka nggak setara sama suara musiknya?! Bahkan, suara mengerang Agnes di ‘Ku Tlah Jatuh Cinta’ versi jadul itu lebih bagus dari suara mereka digabungkan jadi satu.

Lagu yang seharusnya sangat bersemangat dan kalo gue bayangin musiknya itu ya auranya udah kayak lagunya After School yang ‘Bang!’ begitu. Tapi anak-anak ini nyanyi kayak baru abis nelen parasetamol selusin.

Lemes banget Masya Allah... Dosa apa Aliando sama klan Serigala.
*
*
Nah, pas bagian Aliando nyanyi dan itu udah masuk lagu ‘Tak Ada Logika’, sebutlah ya gue bias mungkin ya (#TEAMALIANDO) tapi lo dengerin aja deh, feel sama power nyanyi anak-anak yang tiga itu sama Aliando beda banget di part ‘Tak Ada Logika’ yang awal di menit 1:39. Ali—uhuk akrab banget gak udah kayak sering banget main Uno bareng—bisa menyetarakan power musiknya yang sangat bersemangat itu dengan power suaranya dia sendiri.

BAGUS!

Selanjutnya? Yaudah tendang aja gue biar kecebur di pantai di Wakatobi dan tenggelam bersama ubur-ubur dan hidup sentausa di Bikin Bottom. Mungkin begitu lebih baik daripada harus makan hati dengerin suara Nikita Willy + Rassya + Calvin Jeremy yang sebenarnya bisa lebih di-push lagi buat lebih BERTENAGA tapi mereka terlalu malas mungkin buat sekedar mangap lebih besar.

Mungkin mereka hanya butuh sebotol Kratingdaeng.

Atau selera Nikita Willy pasti deh Kuku Bima ya.

Kasian Ali. Kalo di EXO ini kayak dibikinin sub-grup terus membernya Baekhyun, Kai sama Sehun. Yang capek nyanyi nada tinggi dan bagus cuma satu. Yang lain ya nada tingginya sesampainya aja.

Kemudian gue diam sebentar. Berpikir. Kenapa Aliando powernya bagus banget di part-nya dia... kemudian gue sadar....

Dia kan....

Vampir.

(kerik)

Kecewanya sih sebenarnya kenapa di setiap refrain, yang dominan itu suaranya Nikita Willy yang jelas-jelas nggak lebih tinggi dari meja kerja gue di kantor. Kenapa bukan Aliando aja yang jadi lead vocal dan main vocal sekalian, karena memang vokal dia di sini yang paling bagus ketimbang yang lain. Secara range juga gue rasa Ali menang jauh dari Calvin sama Rassya.

TERUS KENAPA HARUS NIKITA WILLY YANG MENDOMINASI?!?!?!?!?!?!?

"Ini kalo di Korea pasti jawabannya karena dia sunbae, yang lain masih nugu,"

"Ya gue pas elo semua masih pada main gundu, gue udah bisa bikin uang ya. Jadi mending lo semua minggir deh!" begitu kata Niki dengan gaya tante-tante arisannya.

Aransemen ‘Jatuh Cinta Tak Ada Logika’ ini bagus banget. Musiknya bener-bener Agnes Monica banget sebelum dia terobsesi buat jadi binaraga. Semangatnya itu berasa kalo lo dengerin instrumentalnya tanpa suara-suara bintang sinetron itu (kecuali mungkin Aliando—oke ini malah jadi bias banget). Gue suka banget musiknya, aransemennya, semuanya bagus.

Pembagian nyanyinya agak nggak adil. Itu aja sih sebenernya. Gue pikir kalo misalnya Aliando lebih mendominasi, pasti akan jadi lebih bagus lagi. Kalaupun yang lain pada akhirnya hanya jadi bayang-bayang di belakang Aliando, gue pikir nggak terlalu masalah. Ya I mean, mereka juga nyanyinya nggak sebagus itu.

Kan.

HAHAHAHAHAHAHAHHAHA SIALAN BIAS BANGET SIALAAAAAN. ENYAH KAU DIGO!

Oke cukup masalah lagu, kita bahas video klipnya sekarang. Ada banyak banget hal yang pengen gue cakar-cakar dari video ini. Dan lagi-lagi, kenapa video sebagus ini tapi bocah-bocah pemain sinetron ini nggak dimaksimalkan banget buat show off kalau memang Agnes memilih mereka karena mereka berbakat?!

Apa ya, gue berani bilang kalo penampilan empat ‘PEMERAN UTAMA’ di video ini nggak lebih dari sekedar pemanis doang. Inti dari semua video klip ini sebenarnya adalah:

  1. Dancer,
  2. Latar belakang set,
  3. Tata lampu,
  4. Jelas: AGNES MONICA.
*
*
Nih, kalau memang mereka pemeran utama dan jadi highlight dari grup ini, kenapa mereka nggak disuruh nge-dance full dari awal sampai akhir seperti apa yang dilakukan para backup dancer-nya Agnes? Kenapa mereka cuma disuruh berdiri, pamer badan, senyum, gerakin mulut, dan cuma goyangin badan kayak lagi dugem di club murahan di pinggir Jakarta?

Menurut gue, kalau misalnya mereka bener-bener nge-dance dari awal sampai akhir dan melakukan koreografi seperti apa yang ditampilkan para backup dancer, semua kejelekan mereka di vokal (kecuali Aliando, oke karena cuma dia yang bagus, OKE GUE TAHU INI KESANNYA BIAS TAPI GIMANA EMANG CUMA DIA YANG BAGUS OKE FINE!) itu bisa ketutupan sama dance mereka.

I mean, di setiap MV Kpop kan juga gitu. Kalaupun kita nggak mendengar artisnya nyanyi live, tapi kita kadang-kadang terbutakan dengan penampilan dance dan juga visual yang mereka tampilkan di MV.

Nah ini, visual biasa-biasa aja. Suara juga nggak jauh beda sama single perdana Nikita Willy yang liriknya “ku akan menanti meski harus penantian panjang” itu. Lalu, apa yang istimewa kalau misalnya mereka juga nggak nge-dance sama sekali? Apa cuma Aliando aja yang mau ditonjolkan padahal dia sendiri part nyanyi-nya juga nggak terlalu banyak?

Bahkan ya pait banget nih pait, gue lebih prefer ngeliat dancer sama latar belakang set yang dibuat sama sutradaranya daripada harus ngeliat empat pemeran utama yang nggak ngapa-ngapain ini. Men, buat apa lo cuma goyang-goyang kayak lagi nonton panggung dangdut? Gue nggak butuh itu! Malah ganggu pemandangan mata gue ke dancer-nya yang udah bagus banget.
*
*
Memang sih, ada part di mana mereka keliatannya nge-dance gitu. Tapi ya, apa, cuma segitu doang. Dan itupun terbantu sama permainan kamera. Men, masih bagusan grup cover dance favorit gue ke mana-mana daripada Aliando, Nikita Willy, Calvin sama Rassya. Oh boleh sini diadu!

Menurut gue di masa sekarang orang bener-bener pengen lihat sesuatu yang sangat-sangat menghibur. Bukan cuma karena lo terkenal di sinetron terus kita dengan senang hati buat nonton video lo dan kemudian suka. Nonton sih iya, tapi kalo suka, ya belum tentu. Dan buat gue, para pemeran utama ini nggak cuma ngerusak bagusnya aransemen lagu mashed up ini tapi juga ngerusak bagusnya video yang sudah dikonsep sama sutradara.

Enough talking.

Bukti kalau misalnya performance lo total dan lo punya aura bintang yang bakalan bikin orang terkesan sebenarnya sudah ada di video ini juga. Di menit 2:30 ketika Agnes Monica muncul, feel dan aura videonya langsung berubah. Ada kesan “INI NIH YANG GUE TUNGGU-TUNGGU!” muncul mendadak.

Padahal Agnes cuma sendiri loh berdiri di depan set studio itu. Bahkan dia tidak melakukan gerakan dance yang berlebihan dan cuma jalan beberapa langkah kayak orang abis ketimpa tronton keliyengan, tapi itu aja udah cukup bikin gue menyimpulkan kalau bintang utama video ini sebenarnya Agnes. Bukan empat pesinetron itu.

Memang, Agnes punya kharisma sendiri yang bikin sedikit sekali part dia di video ini jadi berkesan. Nah, kenapa empat orang tadi enggak berusaha untuk prepare lebih keras supaya kharisma yang ada di Agnes paling enggak bisa ketularan gitu ke mereka? Padahal mereka tampil lebih banyak dari Agnes sendiri.

Jadi nggak kebanting.

Ini sih judulnya bukan THE FREAKS feat AGNEZ MO tapi AGNEZ MO feat SINETRONERS-TAK-BERTENAGA-YANG-KARENA-STRIPPING-JADI-SUSAH-BUAT-LATIHAN-JUGA-AKHIRNYA-YAUDAH-BIASA-AJA.

Dancer-nya udah keren loh. Lampu-lampunya udah setara loh sama apa yang sering kita lihat di Kpop. Setnya bahkan kalo kata anak-anak EXO-L yang hobi banget nyari musuh di dunia maya dan yang bisanya cuma nge-bash Aliando dan bilang kalo video ini plagiat, udah mirip loh sama ‘MAMA’-nya EXO.

Lalu kenapa elo sebagai pemeran utama nggak memanfaatkan itu dengan baik. DUH KECEWA!!!!!

Ibarat dalam kehidupan, elo di kasi materi ujian matematika dengan sangat detail, tapi enggak lo baca karena lo terlalu yakin kalo otak lo mampu buat ngerjain soal-soalnya. Padahal ternyata enggak.

Oh, oke nggak nyambung.

Dan Halo, The Freaks, makasih ya udah ngerusak dua lagu kesukaan gue.

Salam,


Jodohnya Bae Joohyun.
*

Share:

21 komentar