2014!

*
2014!


Hehe. Bingung bagaimana harus mengawali postingan pertama di 2014 ini. Soalnya belakangan memang agak jarang nulis lagi di blog.

Tidak menyalahkan siapapun apalagi pekerjaan, tidak, tidak. Sepinya blog ini bukan karena terlalu banyak pekerjaan dan kurangnya waktu untuk diri sendiri, tidak. Sepinya blog ini murni karena memang ketidakmampuan saya mengembangkan apa yang ada dalam pikiran saya menjadi kalimat-kalimat yang enak dibaca.

Belakangan kepala saya selalu penuh dengan monolog-monolog random yang secara tidak sengaja membuat saya bicara sendiri ketika sedang berjalan. Tapi waktu mau ditulis, eh malah nggak keluar.

Ini serius. Saya memang suka ngomong sendiri. Apa saya sudah gila?

Harusnya....

Apa kabar teman-teman sekalian? Hehehe Mungkin saya harus mengucapkan selamat tahun baru dulu ya biar afdol.

SELAMAT TAHUN BARU! 

(Tiup terompet) (Bakar kembang api!)

(Kembang api meledak) (Tutup telinga)

(Ngapain dibakar kalau akhirnya malah tutup telinga)

Wah nggak kerasa 2014 sudah datang. 2013 sudah berlalu dan 2015 masih lumayan lama.

Masih bisalah kita bermain-main dulu sebelum memikirkan soal jodoh dan pernikahan ya. Masih bisalah kita nge-cover dance dulu layaknya grup cover dance keren bernama Anonymous di Cimahi sana.

Ada yang masih belum tercapai di 2013? Banyak. Tentu saja banyak. Tapi daripada menyesalinya, kenapa tidak mensyukuri semua yang sudah dicapai saja? Kan lebih enak gitu menyongsong tahun baru dengan positif. Kita nggak bisa mengubah masa lalu tapi kita bisa merancang masa depan.

Walaupun gue sama sekali nggak punya rancangan masa depan sampai sekarang...

Gue sebenarnya bukan orang yang suka menargetkan sesuatu. Bukan orang yang hidup dalam jadwal terorganisasi. Mungkin karena itu gue jadi suka keteteran dalam banyak hal. Jadi dianggap nggak konsisten karena nggak punya jadwal yang rapih. Ditambah gue orangnya pelupa. Tapi serius, gue paling males bikin target karena pada akhirnya cuma sekedar wacana.

Menulis target itu butuh niat dan disiplin. Nah disiplin bangun subuh aja susah apalagi disiplin menjalankan target yak. Hahaha kesannya emang kayak putus asa sih. Tapi sebenarnya gue lebih pengen menjalani hidup apa adanya aja. Go with the flow. Kemana angin meniupkan dandelion, kesitu aku terbang bersamanya.

Begitu.

Mungkin karena males itulah yang membuat gue ingin menjadikan 2014 ini sebagai tahun senang-senang tanpa target. Kalo bahasa kerennya, apa yang terjadi, terjadilah. Tapi tetep prepare. Menabung buat kehidupan yang layak di venue konser misalnya. Itu salah satu bentuk preparation yang sangat penting.

Gue nggak punya banyak resolusi di 2014. Gue cuma pengen lebih ceria aja. Pengen jadi Happy Virus kayak Chanyeol gitu. Walaupun sekarang dia udah lebih banyak diem sih. Tapi iya, konsep 2014 ini adalah SHINY and HAPPY. Jadi nanti gue akan lebih sering tampil dengan baju warna-warni. Mungkin rambut gue juga akan kayak Sehun di teaser 'Wolf'. Nggak cuma itu, selain pake baju warna warni dan rambut pelangi mungkin gue juga akan sering tebar selca pamer amandel atau pamer karang gigi.

Seketika di block semua orang di Twitter.

2013 berlalu dengan banyak sekali kenangan. Wah kalau dirinci satu per satu mungkin tidak akan cukup dalam satu postingan. Kalopun dirinci jadinya akan basi dan mengulang postingan-postingan yang lama.

Hanya saja memang 2013 ini agak-agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Keceriaannya lebih beragam. Bisa jadi karena memang sudah nggak lagi disibukkan dengan tugas-tugas kuliah. Bisa jadi juga karena memang sudah menemukan pekerjaan yang sangat cocok dan teramat sangat menyenangkan hehe.

Pekerjaan apa lagi yang lebih menyenangkan selain spazzing soal KPop?

Masa-masa kuliah harus berakhir di 2013 awal dan diakhiri dengan manis yakni wisuda. Pake toga itu rasanya memang luar biasa. Iyalah. Orang toga-nya aja mahal banget, Rp 500 ribu. Kalo gratisan mungkin feel-nya akan beda.

Pakai toga berarti lepas dari kehidupan kampus. Lepas dari belajar secara reguler dan secara formal. Tapi kehidupan terus berjalan dan banyak pelajaran yang kita bisa dapatkan dari situ. Sepanjang tahun 2013 ini, pelajaran-pelajaran hidup datang dari banyak tempat.

Sebut saja dari tempat kerja pertama.

Memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya di 2013 memberikan pelajaran untuk terbiasa bangun pagi. Hal ini memang terdengar sederhana. Tapi buat mantan mahasiswa S1 yang sudah terbiasa dengan kuliah hanya dua kali di semester 7 dan hampir setiap hari dihabiskan dengan begadang dan begadang kayak gue hal ini jadi sangat sulit. Sulit dijadikan kebiasaan.

Kebiasaan gue bangun siang ini sempat bikin malu sebenarnya. Contohnya waktu pernah kapan gitu gue nginep di rumah Ajie gitu kan. Dia kan anaknya rajin yak. Bangun subuh gitu terus bersih-bersih. Sementara gue bangun subuh terus abis solat tidur lagi sampe subuh lagi kalo bisa. Jadi pas nginep disitu gue jadi ngerasa seperti sampah tidak berguna banget lantaran pengen lanjut tidur sampai siang. hahaha

Satu bulan pertama di kantor yang lama membuat gue belajar dengan keras bagaimana caranya bisa bangun pagi dan tepat waktu. Pelajaran lainnya yang gue dapatkan kalau misalnya nggak bangun tepat waktu: bagaimana bisa mandi dalam waktu lima menit saja. Itu juga sebuah bakat.

Gue salah satu orang yang mandinya lama banget. Jadi kalo suatu hari gue telat bangun dan bisa menyelesaikan mandi, pakai sabun, keramas, bilas dan sikat gigi dalam waktu 5 menit itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri. #tebarkonfeti

Yang namanya kerja kantoran kan sangat bergantung sama traffic. Karena kantor gue jauh banget dari Depok (lokasinya waktu itu di Jakarta Timur), artinya gue harus bangun lebih pagi supaya nggak telat dan nggak terjebak macet terlebih karena gue juga naik angkutan umum (dua kali dan yang kedua ngetemnya kayak orang lagi nunggu dihisab di padang mahsyar).

Setelah bangun pagi sukses, hal lain yang harus dipelajari adalah bagaimana mempertahankan rasa kantuk agar tidak muncul sampai jam lima sore. Ya ini adalah bagian yang paling menantang. Bangun pagi itu memang susah tapi nggak ada yang lebih susah dari menahan rasa kantuk.

Satu bulan pertama di kantor lama itu rasanya kayak dinyanyikan lagu-lagu galau-nya Rossa tepat di depan telinga kanan. Bawaannya pengen tidur terus. Even sudah pegang laptop, tetap aja ngantuk. Beberapa kali bahkan gue sempat tertidur di meja kerja dengan posisi jidat nempel di meja yang pas bangun-bangun mejanya nempel di jidat. Kalo udah parah banget ngantuknya, gue lari ke toilet dan tidur terduduk di atas kloset dengan nyaman.

Sekembalinya dari sana, ditanya, "Di toilet lama banget, Ron? Ngapain aja?"

Walaupun ini sebenarnya pertanyaan agak aneh (ya menurut Anda apa lagi yang bisa seseorang lakukan di toilet selain buang air? Masak nasi goreng? Main karambol?) Tapi pertanyaan ini nggak bisa dijawab dengan jujur seperti "Tidur bu..." atau mengarang bebas kayak "Iya tadi latihan taekwondo dulu dulu bu,".

Ujung-ujungnya memang harus bohong, "Mules bu..."

Padahal tangan kering sama sekali nggak ada bekas cebok atau semacamnya.

Ya, 2013 juga mengajarkan bagaimana caranya berbohong. Atau, ngeles...

Hal terbaik yang gue dapatkan di 2013 adalah bertemu dengan orang-orang baru dan istimewa. Kata terakhir nggak pake teriak childish dan menyebalkan ala Cherrybelle. Masih di tempat kerja lama misalnya, selain ketemu sama orang-orang pekerja keras di kantor itu, gue juga berkesempatan bertemu dengan Pak Ferry Fibriandani.

Pak Ferry ini bisa dibilang seorang motivator dan beliau itu keren banget. Dari beliau gue belajar bagaimana caranya memandang hidup dengan lebih positif. Bukan hanya hidup gue saja tetapi juga hidup orang lain. Bagaimana kita menilai semua hal dari sisi positif. Karena dengan begitu kita bisa lebih tenang, lebih nyaman dan lebih bahagia menjalani semuanya.

Gue inget banget pertama kali ketemu Pak Ferry di sebuah kafe di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, gue langsung curhat soal semuanya. Soal gue yang suka nggak pedean karena suara cempreng gue, soal gue yang suka nggak percaya diri soal tinggi badan, soal gue yang malu-malu dan nggak pandai bergaul.

Berasa udah kenal lama... Beda sih ya kalo ngomong sama ahli gitu. Ya gue sih santai aja curhat langsung kayak gitu karena gue pikir gue bakalan mendapatkan solusi. Dan ya... solusinya memang cuma satu: positive thinking.

Jangan pernah menganggap suara cempreng lo itu sebagai kekurangan tapi jadikan sebagai keunikan. Di antara ribuan penyiar radio di Indonesia ini, paling tidak separuhnya pasti bersuara cempreng nan seksi. Sebut saja Mulan Jameela.

Jangan pernah menjadikan tinggi badan sebagai sebuah kekurangan. Pendek itu bukan berarti jelek. Jangan jadi korban iklan susu. Itu semua palsu. Mana bisa susu bikin nambah tinggi. Susu bikin mencret kadang-kadang. Bertubuh pendek itu harus disyukuri karena bisa jadi itu sebuah kelebihan. Coba lihat Daniel Radcliffe. Pendek, kaya raya, mencium banyak wanita (bahkan beberapa pria). Seneng aja hidupnya. Kita contek aja Daniel Radcliffe kecuali bagian mencium beberapa pria-nya.

Dan soal nggak percaya diri, gue inget Pak Ferry bilang, "Kamu kalo jalan, jangan nunduk, jangan bungkuk, busungkan dada dan lihat kedepan. Secara nggak langsung itu bikin kamu jadi terlihat percaya diri dan merasa percaya diri,"

"Kalau tertawa, lepas aja, nggak usah ditahan-tahan, lepasin aja semuanya,"

Dan ya sejak itu gue berusaha untuk lebih positif. Jalan dengan membusungkan dada. Tertawa dengan lepas dan bahagia. Dan ya gue merasakan perbedaan yang cukup berarti. Dengan berjalan membusungkan dada kita jadi tidak terlihat lemah, tapi jangan sampai juga terlihat angkuh. Asal jangan membusungkan dada terus nipple slip. Dengan tertawa tanpa ditahan kita jadi lebih bebas dan menjadi diri sendiri. Jadi lebih percaya diri entah bagaimana.

Mind control kalo kata IU di lagu 'Friday'.

Tapi memandang semua hal dari sisi positif itu nggak gampang dan itu butuh latihan. Dan sampai sekarang gue terkadang gagal dalam latihan itu hehehe.

2013 juga ternyata membawa banyak teman-teman baru. Teman lama yang tidak pernah kontak-kontakan pun akhirnya ketemu lagi berkat teman baru. Para fanboy, fangirls dan dancer kece di 2013 ini membuat semuanya jadi lebih berwarna. Jadi membuat semuanya punya cerita yang menarik. Meskipun lingkup pergaulannya sempit dan itu-itu saja, tapi tetap seru.

Oknum yang harus dikasi kredit untuk ini adalah S4. Kalau misalnya gue nggak stalking S4, gue mungkin nggak akan datang ke event di Gandaria City bulan Maret 2013, nggak akan ketemu Fitri yang ngenalin gue ke Ajie dan Anonymous, nggak akan ketemu lagi sama Linda, nggak akan ke Bandung sama Dito dan Cicil. Hahaha lingkaran setan terus berjalan. Terima kasih S4.

Karena orang-orang yang gue temui dari S4 ini juga gue banyak belajar soal kehidupan. Bagaimana jadi teman yang baik, bagaimana harus menyikapi keadaan, bagaimana harus berbagi, bagaimana harus bersenang-senang, bagaimana harus menghargai, bagaimana menjadi sosok yang dewasa, bagaimana jadi orang yang ikhlas dan lapang dada, dan bagaimana hidup fancy kalo kata Dito.

Tapi ada satu sih yang gue belom kesampaian di 2013, bagaimana bisa dance. Itu aja. #tertawaganteng

Bertemu dengan orang-orang baru di 2013 masih berlanjut ketika gue akhirnya pindah kerja ke kantor yang baru di bulan Juni. Persis satu hari setelah Super Show 5. Kalau aja gue masuknya lebih awal mungkin gue nggak akan melewatkan momen nonton konser itu. Tapi apa daya semuanya memang sudah ada yang atur. Kalo gue nonton mungkin sampai sekarang gue nggak bisa move on dari SJ. Hahaha

Orang-orang di kantor baru lebih beragam. Lebih banyak memberikan pelajaran hidup. Lebih banyak memberikan warna di 2013. Terlebih pekerjaannya juga menyenangkan, gue bersyukur bisa ada di antara orang-orang ini.

Nggak cuma ketemu sama orang-orang kantor, gue juga akhirnya ketemu sama banyak orang dengan passion yang sama: KPop.

Ya. Mau gimana juga, KPop Makes One itu beneran. Hahaha Semuanya jadi nyambung karena KPop. Kalo kita punya topik bahasan yang sama, punya otak yang isinya makhluk-makhluk nyaris sempurna yang wara-wiri di atas panggung Music Bank itu, proses pendekatan juga jadi lancar. Jadi banyak temen juga.

Beberapa orang mungkin memandang sebelah mata KPop--bisa jadi karena "Apaan sih boyband Korea kan cowoknya pada cantik-cantik," atau "Halah girlband Korea operasi plastik semua,"--ya semacam itu. Nggak salah sih, beberapa memang cowok cantik, beberapa memang operasi plastik, tapi mereka (yang ngomong begitu) nggak pernah tahu betapa banyaknya orang yang menjadi satu karena sekedar sama-sama suka EXO atau siapalah. Bahkan tanpa pernah bertemu muka sekalipun.

Yah begitulah 2013. Tahun indah penuh kenangan yang kini memang hanya tinggal kenangan. 2013 mengajarkan banyak hal soal hidup, persahabatan, berbesar hati, dan.... ah yang ini masih ragu... tapi.... iya... soal cinta.

(kemudian hening)

(hening terus sampai tahun depan)

Ada yang mau (dan bisa) dipacarin?

Atau mau langsung ta'aruf aja biar kayak film-film islami gitu?
*


Share:

12 komentar