'Hilang' di 'The Lost Planet in Jakarta' [PART 3 - HABIS]

*
Gue tertidur di depan pagar di depan panggung. Tiba-tiba saja semua yang terjadi selama seharian berlalu-lalang secara dramatis di kepala. Mulai dari Kamis malam, Jumat pagi sampai malam, dan Sabtu pagi sebelum akhirnya gue duduk di tempat gue tidur saat itu.

***

Harusnya kamis malam itu gue pulang cepet ke kosan. Mengingat Jumat gue harus datang lebih pagi karena harus ijin buat tuker tiket di Lapangan D. Tapi Kamis malam malah geng BERISIK ngajakin ketemuan di Recheese Factory. Kalo udah ketemu, nggak akan ketebak ujungnya. Bener aja. Malah karaokean sampai tengah malam.

Gue tidur cukup larut malam itu. Sesampainya di kosan gue harus mempersiapkan segala sesuatu untuk meninggalkan kosan di hari Jumat dan kembali lagi Sabtu tengah malam soalnya. Dan ini bisa jadi hal yang juga paling membingungkan: packing buat persiapan konser.

Persis ketika lo mau pulang kampung, packing buat nonton konser juga rada-rada ribet dan bikin bingung. Apa yang harus lo bawa? Mana yang terpenting dari yang paling penting? Jadi jangan sampai nanti di lokasi lo malah berujung ribet sama barang bawaan lo sendiri. Sebisa mungkin harus efisien.

Ransel gue kebetulan lumayan bisa muat banyak. Karena di hari H gue janjian sama kak Dewi yang bawa mobil, jadi gue ngerasa nggak masalah kalau agak sedikit lebih banyak bawa barang karena bisa titip dulu di mobil kak Dewi sebelum masuk ke venue. Tapi kurang lebih yang gue bawa kemaren adalah beberapa hal berikut:

1. Alas tidur (banner bekas konser tahun lalu bisa banget di bawa kalau misalnya nggak kepake. Gue sendiri bawa banner yang gue print pas semester 4 kuliah buat properti syuting tapi gagal dipakai),
2. Jaket,
3. Sarung + Sajadah (yang bisa dijadikan selimut dan alas tidur di saat yang sama),
4. Sendal (karena sepatu insoles ini sangat menyakitkan),
5. Power Bank (gue bawa 3 dengan total MaH sekitar 20 ribu lebih tapi pada akhirnya cuma guna sedikit karena nggak bisa internetan. XL kalo di tempat rame kayak gitu K.O. Nggak gue rekomendasikan pake XL di lokasi ramai. Coba Telkomsel lebih stabil kayaknya),
6. Uang tunai secukupnya + Kartu identitas + ATM,
7. Headset kalau-kalau dibutuhkan kala bosan,
8. Celana pendek buat nonton karena celana panjang berasa berat apalagi kalau jeans. Kalau pakai celana kain nanti disangkanya mau nagih hutang. Baju ganti + dalemannya,
9. Perlengkapan mandi + handuk kecil dua buah. Yang akhirnya satu dipake sama Dito,
10. Topi + peci. Topi buat menyembunyikan wajah dari panas matahari, peci buat mengelabuhi dosa (padahal niatnya mau dikasi Baekhyun tapi malah gajadi),
11. Payung,
12. Tas ransel tambahan buat jaga-jaga + tas jinjing goodie bag buat baju kotor. Jangan lupa bawa kantong plastik,
13. Kamera.

Semua barang-barang itu muat di satu tas gue tapi lo bisa bayangin sendiri gedenya jadi kayak apa. Jangan tanya beratnya. Ketika gue sampai di kantor, semua orang pada langsung ngeliatin. Alhasil jadi bahan ceng-cengan...

"Lo mau kemana Ron? Mau pulang kampung lo?"

"Lo mau ngapain? Nonton konser kan kok bawaannya banyak? Lo serius mau nginep?"

Trus karena dulu pernah ada laporan fans Metallica yang bilang kalau nonton Metallica berasa naik haji, gue pun disebut demikian.

"Weis Ron hari ini mau naik haji nih nonton EXO akhirnya!"

Udah nggak paham
*
*
***

Satu setengah jam sebelum konser dimulai malam itu, lagu-lagu EXO diputer terus di Lapangan D. Bukannya malah bikin kita yang lebih adem, lagu-lagu ini justru bikin kita ketar-ketir. Cepetan mulai aja plis cepetan mulai aja. Dalam hati gue kayak gitu.

Badan rasanya sedikit nggak jelas. Antara pegel, tapi nggak pegel. Capek, tapi semangat. Tapi yang jelas, baju dalem sama t-shirt overdose merah yang gue pake itu udah lengket sama keringet. Rambut sih Alhamdulillah masih kering dan pirang bercahaya.

Gue sangat bersyukur hari itu cuaca sangat bersahabat sepanjang antre sampai masuk venue. Nggak panas-panas banget. Mendung, tapi nggak sampai hujan. Setidaknya nggak sampai separuh konser.

Masuk ke venue berarti sudah dekat banget sama mimpi semua fans EXO selama ini. Sekarang tinggal bagaimana menghadapinya saja. Merinding. Gimana sih ketika lo tahu mimpi yang lo gadang-gadang akhirnya jadi nyata. Ngebayangin semuanya beneran bikin merinding. Tapi juga penuh ketidakpastian sih. Karena meskipun sudah ada di depan pagar sekalipun, kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi selama konser.

Nggak ada jaminan ada di depan itu berarti selalu enak.

Gue belajar banyak dari konser SMTOWN tahun 2012 lalu. Bagaimana gue sudah nginep H-1, tapi yang gue liat cuma pantat SHINee dan punggung Suho. Baekhyun yang dikejer-kejer sama sekali nggak pernah ada disitu. Yah, walaupun sih Alhamdulillah dijongkokin Tiffany. Tapi tetep aja. Namanya manusia kan nggak pernah puas. Padahal itu udah di depan pager banget Festival B.

Sebelum masuk ke venue, gue sempat ngobrol sama mbak Dea. Gimana kira-kira ekspresi pertama kita ketika ngeliat EXO di depan mata. Gue tipikal orang yang histerisan. Jangankan EXO, liat Anonymous aja gue histeris.

Dengan kata lain gue ini alay.

Gue pikir gue mungkin bisa nangis. Tapi belakangan gue meragukan kemampuan menangis gue karena bahkan ketika ada anggota keluarga yang meninggal pun, airmata gue kayak nggak bisa keluar. Udah dikutuk buat nggak bisa nangis lagi kayaknya.

"Paling banter teriak nggak karuan lah. Teriak kayak nggak ada hari esok," kata gue dalam hati. Teriak, kayak cuma gue yang punya bacot di dunia ini.

Gue masih bisa mencium aroma-aroma parfum yang sudah bercampur keringat semua orang di Lapangan D. Langit masih terang dan panggung sudah sangat menggoda. Di depan mata sudah kebayang apa yang akan dilakukan oleh para member di atas sana. Suho akan ada di sana. Baekhyun juga akan ada di sana. Walaupun katanya VIP Festival F itu katanya sedikit Suho-nya.

Gue tarik napas panjang. "Nggak bisa konsernya dimulai aja nih?"
*

*
Satu per satu fans sudah mulai masuk ke box festival. Tapi dorong-dorongan masih belom berasa. Semua masih pada santai. Masih pada foto-foto sama tulisan 'The Lost Planet' yang ada di atas panggung. Sementara gue udah ngantuk luar biasa. Separo laper, separo haus. Tapi nggak mau terlalu banyak minum takut pipis. Nanti botolnya kosong, terus berisi lagi dong. Cairan dengan warna berbeda.

Oh iya, memang di setiap konser selalu ada peraturan nggak boleh bawa minum. Tapi menurut gue peraturan ini nggak adil. Karena kalo nggak ada minum, bagaimana kita bisa mengatasi dehidrasi diri sendiri? Mana lagi ini konser outdoor. Kalo disemprot air pemadam kebakaran kayak konser dangdut sih gwenchanha sarangiya Mr. pemadam kebakaran-ssi.

Makanya gue selalu bandel kalo nonton konser. Sebisa mungkin bawa air minum apapun alasannya. Itu hal pertama yang harus diselamatkan (selain kamera). Di depan gate terakhir Ais sempat ngasih Pepsi dan gue pun berhasil menyembunyikannya di dalam tas. Well, sebenarnya sih tas kita juga nggak diperiksa-periksa banget. Jadi Alhamdulillah masih ada sumber kehidupan.

Sekarang gini, kalo kita dehidrasi trus gak bawa minum terus kita pingsan terus medis repot ngurusin kita dan nyari air, kan mending kita dibolehin bawa sendiri dan bisa menjaga kondisi masing-masing. Daripada orang lain yang repot, kan?

Gue pribadi sebenarnya nggak suka sama peraturan nggak boleh bawa air ini. Pelajaran penting: gausah takut buat bawa air minum asal disembunyikan dengan baik. Kkk~

Sore itu kebetulan gue juga ada nyetok MaduRasa yang bungkusnya mirip Coki Coki. Itu dari Zest dan gue sudah makan dua sejak semalam. Ternyata madu itu berguna banget loh! Terbukti bikin kuat. Nggak tahu sih ya ini efek madu atau bukan, tapi sepanjang nunggu konser mulai sampai konser selesai, nggak ada sedikitpun perasaan capek.

Mungkin kalah sama excitement yang ditimbulkan oleh EXO-nya. Mungkin.

Gue duduk dengan kondisi telanjang kaki. Pegel karena insoles itu menyakiti sekujur tubuh. Gue memerhatikan sekitar gue. Depan, kiri dan kanan. Menolak untuk menoleh ke belakang karena tidak siap mental.

Di depan gue mas-mas kamera person sedang sibuk dengan kamera dan roda rel-nya. Di sebelah kiri gue agak jauhan, ada temen yang semalem antre bareng sedang pake make-up. Nggak ngerti faedahnya apa. Tapi mungkin supaya EXO lebih nyantol sama dia. Di sebelah kanan Dito sama kak Icha sedang duduk juga. Sementara kak Tari, kak Dewi dan Kei memutuskan untuk tetap berdiri.

Langit gelap perlahan-lahan sampai-sampai bulan pun sudah nampak. Duh, alangkah kerennya kalau misalnya malam itu sekalian purnama. Tapi sayangnya sih purnamanya masih lama. Beberapa hari lagi.

Itu mungkin bisa jadi satu setengah jam paling lama dalam hidup gue. Tapi, sedikit harapan datang ketika lagu Indonesia Raya diputar berikut video lirik di layar LED. Semua berdiri. Semua histeris. Entah karena memang menghormati lagunya atau berpikir bahwa konsernya udah mau mulai. Semuanya seakan bersiap-siap kayak mau perang. Semua menyanyi bersama-sama.

Tak lama setelah itu.... Lampu utama mulai dimatikan. Malam menyelimuti bumi dan langit sudah mulai gelap. Cahaya bulan semakin terang berpendar. Ya Allah deg-degan. Ya Allah..... Belom solat maghrib.

"Ya Allah ampuni dosa hamba kalau hamba mati kegencet disini atau patah rusuk karena dada hamba udah nempel pagar. Ya Allah panjangkanlah umur hamba,"

Tirai putih super besar sudah menutupi panggung utama. Gue agak-agak lupa ini abis itu apa yang terjadi. Sudah sedikit gila karena nggak sabar.

ALLAHU AKBAR YA ALLAH AMPUNI DOSA-DOSA HAMBA.

VCR diputer.

"WAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! WAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!! WAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Dimana harga diri? Dimana jaim? Dimana malu? Nggak ada. Nggak dipikirin. Ngapain dipikirin? Kita datang kesini kan emang buat senang-senang. Kalau jaim, nggak akan berasa seneng-seneng. Gue rasa malam itu semuanya hilang bersama cahaya matahari. Melebur ke dalam satu kata: BODO AMAT.

Beberapa patah kata 'WAAAAA' bertanda seru dan berintonasi tegas itu mengawali semua kegilaan malam itu. Walaupun, nggak lama setelah itu gue sempat bengong juga nonton VCR konsernya. Mungkin karena gue sadar, nggak ada faedahnya meneriaki video. Nggak ada bedanya sama neriakin layar laptop.

Perasaan pengen cepetan ngeliat EXO ada di atas panggung bener-bener menggebu. Bisa nggak ini adegan Wiro Sableng--lari-larian di atas air--di VCR dipercepat aja? Hihihihi. Tapi tetep aja pas Baekhyun muncul dan lari-larian di atas bukit kayak lagi main Temple Run itu gue teriak juga.

YA Allah Suho mana Ya Allah.

Ya padahal tinggal nunggu aja sih Ron. Gue mulai bicara sendiri di dalam kepala.

Efek 3D di VCR itu emang nggak terlalu berasa real. Malah di beberapa bagian sangat terlihat fake. Tapi nggak mengurangi kekerenannya. Walaupun gue tetap merasa VCR konser SNSD ataupun Super Junior agak sedikit lebih wah. Cuma, dibandingkan dengan tragisnya nasib visual di MV, VCR ini jauh lebih bagus.

11 member--ya gue ngitung itu ada 11 awalnya gue pikir kali aja bakalan salah edit--melakukan lompatan terakhirnya sebelum VCR itu berakhir. Lalu seolah-olah mereka mendarat di atas panggung, padahal aslinya muncul dari hidrolik dari bawah panggung.

Teriakan mulai menjadi-jadi.

"Ron... ini dia yang lo tunggu-tunggu. Akhirnya mereka datang Ron. Akhirnya lo ngeliat mereka langsung," gue ngomong sendiri dalam hati. Separo menahan diri untuk teriak, separo nggak bisa memaksa diri untuk diam.

Gue sempat bengong beberapa detik. Gue harus ngapain nih. Harus gue rekam atau gue nonton aja nih? Kalo gue nonton aja, nggak akan terlalu keliatan karena itu di panggung utama. Walaupun sebenarnya panggung utama sama VIP FESTIVAL E itu jaraknya nggak jauh-jauh amat, tapi jarak pandang mata tetep aja terbatas.

Handphone gue sudah ada di dalam kantong plastik punya Kak Tari yang gue gantung di pagar. Tapi kalo pakai handphone sama aja nggak keliatan. Akhirnya gue memutuskan untuk mengeluarkan kamera saja. Well yeah, disitu lagi sepi banget nggak ada satpam atau sekuriti sama sekali.

Aman.

Gue ketinggalan bagian EXO nge-Haka di awal. Gue cuma dapet bagian yang "EXO O EXO O EX EX EXO. Sssssttttt...." dan itu langsung fokus ke Baekhyun. Gue nggak bisa mikir banyak. Gue langsung fokus ke bias aja. Kalau nggak Baekhyun, yaudah Suho. Kalau nggak bisa dua-duanya, baru random cari yang bisa direkam.

Begitu pikir gue.
*
 *
Sebenarnya, idealnya, untuk sebuah konser se-memorable ini, gue seharusnya nggak ngerekam apa-apa. Biarlah semua jadi memori indah yang ada dalam pikiran dan kepala saja. Tapi.... yang namanya manusia ya. Nggak pernah puas. Sekali lagi. Karena di sebelah gue Kei dan kak Dewi pada ngerekam, gue nggak bisa nggak ikut melakukan hal yang sama. Ya akhirnya gue juga ngerekam.

Kondisinya di lagu pertama dan kedua memang sepi banget. Nggak ada staf keamanan sama sekali. Yang maju mundur di depan gue cuma kamera person dua orang. Mereka sebenarnya yang paling mengganggu pandangan walaupun nggak bisa juga dipaksa buat menyingkir.

Biasanya, di setiap konser akan ada sekuriti di daerah depan panggung dan di depan penonton. Tujuannya macem-macem tapi salah satunya ya mengontrol penggunaan kamera. Tapi pas itu beneran kosong. Selain kamera person, yang ada juga kursi buat 'Moonlight'.

Beberapa kali sih fotografer SM juga lewat di depan gue. Tapi dia sama sekali nggak keberatan dengan orang-orang yang mengeluarkan kamera. Mungkin karena emang tugasnya bukan itu kali ya. Nggak punya wewenang juga buat nyuruh orang matiin kamera dan sebagainya.

Gue sempat ketangkap beberapa kali dan kameranya sempat diancam bakalan diambil. Tapi, setelah kejadian yang namanya pingsan berjamaah dan orang-orang pada heboh nolongin satu sama lain, nggak ada lagi sekuriti yang peduli sama kamera. Mereka semua cuma peduli sama yang pingsan semata.
*
*
'MAMA' ditampilkan dengan cukup sempurna. Begini toh rasanya melihat penampilan EXO secara langsung? Ekspresi mereka semua serius di awal konser itu. Mungkin karena memang lagunya juga serius. Fokus gue ke viewfinder kamera pas 'MAMA'. Baekhyun dan Suho. Oh ya... ini baru awal. Masih ada puluhan lagu lainnya.

Gue nggak tahu apa yang terjadi ketika 'Let Out The Beast'. Yang gue inget hanyalah efek lampu yang bener-bener bagus banget! Nggak main-main itu bagus banget! Gue juga cukup kaget ketika lagu itu berakhir dan lanjut ke Lay Solo, dia ngilangnya cepet banget dan udah ada di sebelah kanan panggung di kawasan VIP B.
*
*
Bagian yang paling bikin hati tercabik-cabik tentu saja pas 'Moonlight'. Itu mereka beneran ada di depan mata banget. Sebelas orang itu ada di depan mata banget. Posisi terdepan di VIP FESTIVAL E adalah spot yang paling daebak saranghae versi gue untuk penampilan ini. Disitulah pertama kalinya, gue melihat satu per satu wajah masing-masing member dengan jelas di depan mata.

Semuanya superputih. Supermengkilat. Supersekali. Superdealduamilyar.

Persis sama ketika gue pertama kali melihat Super Junior. Mereka kayak patung. Beneran istilahnya kalo ada lalat hinggap mungkin langsung kepeleset.

Sekali lagi, ketika kesebelas member udah ada di depan mata gue, gue mendadak susah fokus. Mau ke siapa? Baekhyun atau Suho? Atau Kyungsoo yang ekspresinya dari awal sampai akhir lagu 'Moonlight' sama sekali nggak berubah? Atau justru member lain yang juga sayang untuk dilewatkan?

Tapi karena Baekhyun adalah bias gue dan dia posisinya lagi berdiri, akhirnya mau nggak mau fokusnya ke Baekhyun. Sayang sekali pas ini saking bingung mau fokus ke siapa sampai nggak kepikiran buat ngerekam apapun. Akhirnya cuma foto-foto doang. Dan foto-foto itupun isinya kebanyakan Byun Baekhyun.
*




*
Waktu Chanyeol Solo gue sama sekali nggak ngeliat bagaimana kerennya dia ngegebuk drum. Karena posisinya jauh juga sih kan di panggung utama. Jadi cuma liat lewat layar. Yaudah nggak apa-apa karena Chanyeol juga kan. Bukan bias. Hihihihi

Waktu 'Angel', Luhan dan Chen berdiri di depan kita juga. Luhan superbaik. Dia nggak pernah nggak noleh kalau dipanggil. Bahkan Dito, Kak Icha sama Kak Ashya yang sama sekali nggak ngebias Luhan pasti didadah-dadahin. Karena ada Chen dan Luhan di depan mata, adegan melayang naik nampan di panggung utama nggak gue perhatiin.

Nggak liat Suho sama sekali soalnya jadi yaudah dicuekin aja.
*
*
Tapi pas 'Black Pearl' Suho ada di depan gue lagi. Nggak persis sih di depan gue tapi agak ke kiri-kiri gitu. Padahal awalnya, menurut stage plan yang tersebar di media sosial, Suho tuh yang paling jarang ada di depan VIP FESTIVAL E. Katanya. Gue percaya aja pas itu. BENERAN NGGAK ADA SAMA SEKALI KECURIGAAN ATAU APA. Pas masuk, yaudah, siapa aja yang lewat iyain aja. Nikmatin aja.

Tapi beneran deh kayaknya emang hari itu bisa dibilang mungkin adalah hari keberuntungan gue. Enggak berani juga GeEr tapi iya, Suho beneran terbilang sering ada di panggung itu. Di depan kami. Nggak persis di depan kami tapi nggak jauh dari kami. Beneran semacem dapet tempat jackpot. Beneran semacem bayaran atas perjuangan selama seharian penuh.

Pas 'Black Pearl' itu bajunya udah ganti lagi. Pake yang macem motif batik centil itu. Sayangnya gue nggak punya satupun foto yang jelas ketika Suho dan Baekhyun pake baju ini. Ada. Tapi agak jauh dan kalau di zoom pecah. Soalnya dari hape. Mana malam itu hape gue jatoh dan hancur hahahaha. Udahlah.... gue udah pasrah walaupun sempat bengong dan meratapi nasib juga beberapa menit.
*
 *
*

Setelah dipantatin Chen pas dia solo, mereka ber-11 naik lagi untuk Lucky Fans. Nah disinilah pertama kalinya gue bisa berinteraksi langsung sama Suho dan Lay. Enggak tahu ini karena apa. Enggak tahu apakah bener efek fanboard atau efek rambut yang sama-sama pirang? Enggak tahu apakah cuma sekedar keberuntungan? Enggak tahu. Mungkin ini memang terdengar (terbaca) sangat sok dan sangat GeEr. Tapi..... Beneran. Itu adalah momen yang paling daebak yang pernah gue alami  sepanjang 2014 ini.

Jadi awalnya begini:

Lucky fans diundang naik ke atas panggung dan semua member mengerubunginya sementara semua orang berteriak karena iri. Sementara itu, gue terus mencoba untuk menarik perhatian Suho dengan fanboard yang gue bawa.

Suho nggak jauh dari posisi gue, agak ke kiri dari posisi gue. Sementara yang lain lagi sibuk ngewawancara Lucky fans, dia ngiter jalan-jalan di deket situ. Dia seolah nggak melibatkan diri dengan member lain yang lagi sibuk sama Lucky fans.

Disitulah dia pertama kali ngeliat ke arah gue.

Dia liat. Dia liat. Dia liat.
*
*
Astaga Tuhan!

Dia mencoba untuk memastikan apakah yang dia liat itu bener atau nggak. Terus dia agak maju lagi beberapa langkah dan IYA DIA BENERAN LIAT! Seulas senyum merekah di bibir Suho. Senyum lega sedikit. Tapi juga geli di saat yang sama.
*




*
Suho jalan mendekat ke Sehun. Dia minta Sehun buat ngeliat juga ke fanboard yang gue bawa itu. Dia masih senyum. Sehun ikut ngeliat fanboard gue. Suho manggut-manggut. Kemudian.... PERSIS sama kayak apa yang terjadi dengan Siwon di SS4 waktu itu. Dia cuma ngasih jempol terus berlalu.
*






*
Udah. Udah gitu aja? UDAHAN NIH? Tapi gue tetep heboh. Gue teriak yang jelas itu gue teriak nggak ngerti lagi. Nggak paham. Udah gila. Sehun juga senyam-senyum ngeliat fanboard itu. Suho kemudian kembali fokus ke Lucky fans. Tapi kayaknya karena Sehun udah ketawa geli sama fanboardnya, Suho ngedeketin Sehun lagi.

Dibahas lagi. Mereka berdua ngeliatin lagi. Dan disitulah Suho ngomong entah apa ke Sehun. Sebelum akhirnya ngeliat ke gue dan ngomong dari atas panggung. Ngomong ke gue seolah kita lagi dalam posisi yang deket banget buat ngobrol. Padahal sebenarnya itu jauh banget.

"Na ya?" sambil nunjuk dirinya sendiri. Sehun ngeliat ke gue juga ketika Suho ngomong gitu. Diajak ngomong sama Suho, ya gue bisa apa. Gue Alhamdulillah bisa baca gerakan mulutnya dia saat itu. JELAS SEKALI DIA BILANG "NA YA?" sambil nunjuk dirinya sendiri, tapi merujuk ke fanboard yang gue bawa.
*




*

Gue teriak, "NE!!!!!!!!!!! NEOYAAAA!!!!"

Abis itu.

"SUHO! MATI ASTAGA MATI! ANJIR SUHOYAAA MATIIIII"

Abis itu Sehun langsung ngejempolin. Suho langsung yang ketawa terus ngasih jempol lagi. Ekspresinya udah geli banget. Geli banget mukanya ditempel di badan Irene. Walaupun gue nggak tahu apakah dia sadar kalau itu Irene.
*



*

Momen itu berlangsung cepet banget. Supercepat. Tapi superistimewa. Suho kembali fokus ke Lucky fans tapi sempat curi-curi pandang lagi ke fanboard itu. Disitulah gue ngerasa semangat lagi. BERHASIL! FANBOARD-NYA BERHASIL!

(Makasih banget buat @lynnveea yang udah ngerekam ini. Walaupun ini nggak sengaja sih kerekamnya dan fancamnya juga sebenarya D.O focus, tapi makasih banget. Oh maafin gue gak ijin dulu buat nge-caps fancam lo, kalo keberatan, silahkan bilang aja nanti fotonya gue hapus dari blog :) )
*

*
Nggak bisa dijelaskan bagaimana girangnya gue. Kayak orang gila. Mereka lanjut perform yang 'Sorry, Sorry', 'Dream Girl', 'Ring Ding Dong', 'Genie' dan 'Gee' sementara gue masih heboh sama Suho. Gue ngeluarin hape lagi buat ngerekam tapi hasilnya nggak terlalu bagus. Baekhyun ada persis di depan gue pas 'Genie' dan gue pun motret pake hape. Nyesel kenapa nggak ngeluarin kamera aja.

Setelah beberapa penampilan parodi itu, Suho jalan ke sebelah kiri panggung dari arah gue. Dia ngeliat ke gue lagi pas itu. Serius. Itu nyesel banget nggak ngeluarin kamera. Soalnya pas itu, gue ngasih isyarat ke dia "GUE MAU FOTO ELO" pake hape. Dan iya, dia ngerti dan langsung ngasih jempol lagi ke kamera hape gue.

Sayang, hasilnya nggak terlalu bagus. Kkk~ malah muka Suho-nya ketutupan cahaya banget. Hape gue ternyata kamera 13mp-nya nggak terlalu bagus buat kondisi konser kayak gitu. Atau mungkin settingan-nya yang salah. (Tapi gatau ya itu sebenarnya nunjuk gue atau nggak siapa tahu gue yang kegeeran lols)
*
*
Dari situlah gue merasa kalau sepanjang konser ini, yang akan gue kejer adalah Suho. Jadi di setiap fancam kalo nggak Suho ya pasti Baekhyun. Dan momen singkat dia ngeliat fanboard gue itu mungkin membuat dia jadi inget sama gue? LOL nggak mau GeEr serius karena ini terdengar sangat delusional sekali. LOL. Please.

Tapi mungkin Suho inget. Atau mungkin dia memang kebetulan aja lewat di depan gue lagi dan liat fanboard gue lagi. Sampai akhirnya setiap kali dia ada disitu, dia nunjuk-nunjuk terus. Nunjuk ke kamera gue. Nunjuk ke kamera gue tapi matanya ke fans yang lain.

Tapi yang paling nggak pernah gue bayangin itu ya yang pas lagu 'Lucky'. Nggak pernah kebayang kalau misalnya dia akan datang ke depan gue, berdiri persis di depan gue, dan ngasih fanservice seperti itu.

Nggak pernah kebayang juga bagaimana gue bisa dengan sigap mengambil kamera segera ketika Suho sudah ada di jangkauan kamera. Kamera gue pas banget lagi ON waktu itu dan Suho berjalan mendekat. Ya nggak deket-deket banget. Jaraknya sekitar satu meter lebih. Tapi ya itu, dia jalan, berdiri di depan kami dan nunjuk ke kamera sambil nyanyi.

Nggak cuma sekali. Tapi sebelum dia pergi, dia nunjuk lagi.
*

*
Ya. Sudah. Apalagi yang harus diharapkan? Bisa dapet kontak sama satu member aja udah Alhamdulillah banget. Nggak usah lah lagi kau berharap buat macem-macem Ron. Begitu pikir gue. Tapi, ternyata, ada yang gue lupa ceritakan.

Enggak tahu persisnya kapan. Tapi kayaknya sih sebelum Suho. Karena gue pas nonton fancam dari mbak Dea (yang isinya cuma "SUHOO ANJIR ANJIR DAEBAK RON ANJIR SUHOOOO"), setelah Suho ngeliatin fanboard itu, nggak ada adegan Yixing-nya. Berarti sebelum itu.

Mungkin persisnya ketika satu per satu member naik ke atas panggung dan sebelum Lucky fans duduk di kursinya. Disitu gue angkat fanboard Lay yang sama Lee Soo Man dan dia ngeliat. DOOOOHHHHH Nggak ada persiapan pas itu. Dia ngeliat terus cuma ngasih jempol. Awalnya. Tapi setelah dia pergi, dia balik padan lagi terus menangkupkan tangan dan bilang, "Terima kasih,"

Kesel. Terharu. Seneng. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARGGGGGGHHHHHHHHHH.

Itu adalah momen yang paling nggak bisa gue lupain dari konser 6 September itu. Karena kenyataannya, selain dua momen itu, gue blank sama sekali dengan apa yang terjadi malam itu. Gue nggak perhatiin Baekhyun solo sama sekali. D.O solo yang di depan mata apalagi. Gue terlalu terdistraksi sama hape gue yang hancur. Jujur aja. Dan beberapa adegan dorong-dorongan dari belakang. Juga orang-orang yang satu per satu mulai tumbang.
*
*
Waktu 'Thunder' sih gue sempat rekam sedikit dan itu Suho fokus. Padahal jarak antara gue sama Baekhyun lebih dekat daripada gue sama Suho. Tapi yang kepikiran tetep Tuan Muda Kim Joon Myeon. Maaf Baekhyun maaf banget. Bukannya tidak menarik mata tapi yang satu ini sudah terlanjur kena kutuk dari sejak Lucky fans.
*
*
Waktu 'My Lady', karena posisinya jauh di depan dan juga karena membernya nyebar, gue malah fokus ke Seulgi yang ada di VCR. Nggak tahulah padahal kan itu bisa liat di fancam ya. Tapi ya begitu. Seulgi mengalihkan semuanya.

'Baby Don't Cry' sama sekali nggak inget apa yang terjadi. Yang gue inget cuma mereka naik ke panggung hidrolik yang ada cahayanya. Sementara pas 'Machine', lagu kesukaan gue T___T, itu Kai naik mobil dari tengah panggung ke depan kami persis dan lama disitu sama Sehun.
*
*
Xiumin solo ada di belakang. Nggak terlalu mikir buat muter badan dan ngeliat. Cukup lewat layar aja. Sementara pas '3.6.5' itu juga seru banget. Disitulah hujan mulai turun dan cukup deras sampai jelang akhir konser.

Hujan + Banyak yang pingsan = Sekuriti nggak peduli kamera sama sekali (sekali lagi).

Pas itu gue mulai ngerekam dari 'History' full, Luhan Solo full, Suho solo yang nyanyi 'Beautifu' juga full. Pas nyanyi 'Peterpan' gue banyakan foto Baekhyun. Dapet fancam Suho juga tapi cuma beberapa detik. Sisanya, Kai Solo, 'Overdose', 'Wolf' sama 'Growl' gue dapet rekam full. Kalau 'Lucky', ya cuma Suho tadi sama beberapa detik member lain lewat-lewat.

Tapi gue dapet rekaman yang baju Chen kebuka itu. Gila, itu nggak tahu apa kancingnya cuma yang model cetet-an kayak beha nenek-nenek apa gimana ya kok bisa kebuka gitu Lols. Itu kalo nggak salah pas 'Wolf'.

Masing-masing penonton gue yakin punya momen tersendiri sama bias masing-masing. Mungkin juga sama yang bukan bias. Dito sama Kak Ashya misalnya, mati-matian manggil Kyungsoo tapi emang dasar Kyungsoo-nya nggak ngasih rejeki ke mereka, dicuekin. Sampai yang Dito bilang, "Itu bukan D.O sih kayaknya itu sih aktor Kyungsoo jadi sok banget!"

Ketawa bareng-bareng ngejekin D.O.

Di section lain kan gue nggak tahu apa yang terjadi. Pasti ada yang dapet fanservice lebih-lebih. Pasti ada yang dapet momen yang lebih-lebih. Toh ada yang diajak selca sama Suho, ada yang hape bertongsis-nya dipake selfie sama Luhan, ada anak kecil yang diajak ke atas panggung. Everybody has their own lucky.

Dua setengah jam konser itu kalau dilihat dari sisi positif sebenarnya ada banyak keberuntungan yang gue dapatkan. Abaikan Suho dan Lay, tapi gue masih bisa berdiri tegak sampai akhir konser, hape gue jatoh tapi masih bisa dipake, kamera gue nggak bermasalah, temen-temen nggak ada yang tumbang, bisa ada di depan pager, bisa nonton EXO, bisa pulang dengan selamat dan bisa menikmati konser bersama-sama dengan temen-temen yang antre sejak semalam juga adalah deretan keberuntungan yang nggak ternilai harganya.

Oh. Iya, harganya Rp 2 juta 50 ribu. Hahahaha (belum termasuk ongkos pulang-pergi dan konsumsi)

Semua hal yang terjadi malam itu adalah sebuah berkah dari kesempatan yang dikasih Tuhan. Dari umur yang masih dipanjangkan sampai hari ini. Walaupun malam itu sholat maghrib-nya harus dikorbankan karena masuk ke venue, Tuhan masih begitu baik memberi kesempatan hidup sampai bisa sholat Isya dan dijamak. Nikmat yang mana lagi yang harus didustakan?

Dua setengah jam konser itu sendiri adalah sebuah keberuntungan. Bisa bertemu dengan teman-teman baru pun sebuah keberuntungan. Bisa berbagi cerita juga adalah sebuah keberuntungan. Terserah orang mau menanggapinya bagaimana. Semuanya adalah berkah yang tak ada putusnya.

Malah ceramah.
*
*
'The Lost Planet in Jakarta' adalah salah satu konser terbaik yang gue tonton selama gue jadi fanboy SM Entertainment. Jelas. Semuanya sempurna. Semuanya oke banget. Mulai dari lampu, efek, panggung, sound system dan semuanya.

Gue bersyukur konser ini diadakan di Lapangan D Senayan. Entah kenapa sejak awal gue emang nggak terlalu mempermasalahkan Lapangan ini sebagai lokasi konser. Tapi mungkin emang kalau di MEIS akan lebih adem dan nggak kena ujan. Mungkin lebihnya itu.

Overall, THIS IS THE BEST CONCERT EVER!!!!!

Konser pertama itu selalu nggak mengecewakan. Dua setengah jam nggak cukup. Pengen lagi. Pengan ada konser tunggal lagi. Pengen liat EXO lagi. Pengen nginep lagi. Pengen teriak-teriak lagi.

Konser ini sangat membahagiakan. Nggak berlebihan kan kalau gue bilang kayak gitu?

Nggak. Karena gue bahagia setelah nonton ini. Bisa ketemu EXO, ketemu banyak temen baru, pengalaman baru buat nge-blog (walaupun di postingan pertama rada kayak gosip). Tapi ya... Ini adalah salah satu pengalaman nonton konser paling membahagiakan.

Terima kasih Tuhan, atas kesempatan ini. Padahal saya banyak dosa loh. Tapi masih aja dikasih kayak gini. Terima kasih Tuhan. Terima kasih.
*
*


***

Impresi ke masing-masing member setelah melihat secara langsung:

Oke. Nggak ada koreografi yang terlalu detail dan enerjik seperti yang ada di MV ataupun video latihan. Waktu perform 'MAMA', Baekhyun terlihat sangat santai sekali. Gerakan juga yaudah seadanya aja. Tapi nggak lantas terlihat malas-malasan.

Baekhyun terlihat lebih gemuk dari yang ada di foto-foto. Demikian juga dengan Suho. Belakangan kan Suho keliatan kurus apalagi waktu awal-awal konser tuh yang di Seoul. Tapi pas kemaren ternyata nggak kurus-kurus banget. Malah keliatan lebih sehat.

D.O ternyata emang sekecil itu. Dari posturnya bisa disimpulkan dia mungkin member EXO yang paling nggak mau terlalu giat olahraga. Beneran yang kecil banget kayaknya kalo disebelah-sebelahin sama gue, dia menang gemuk sedikit. Tapi bahunya kecil. Beneran kayak anak SMP belom kenal pergaulan bebas. Masih baik-baik.

Maaf gue menolak mengomentari Tao karena nanti takut jatuhnya malah ngebash dan gue takut dibash. Hahahaha Tapi gue terkesan banget sama Xiumin sebenarnya. Gue rasa Xiumin yang paling semangat nge-dancenya. Semangatnya itu tapi nggak bikin dia terlihat serius. Tapi mukanya dan bentuk mulutnya yang kadang-kadang mangap sendiri itu bikin dia keliatan makin lucu.

Lay sekeren itu. Ia wajahnya seramah itu. Orang kalo liat Lay mungkin langsung nyangka dia pasti anak baik-baik banget. Ramah banget keliatannya. Luhan ANJIRLAAAAH LUHAAAAAAAN hahahaha emang lucu banget sih ya kalo dia ekspresinya juga lucu. Dari dulu dia tuh kalo ketawa, diem, ngomong, nyanyi, mukanya tulus banget.

Favorit banget gue sama Luhan walaupun malam itu gue sebenarnya nggak banyak perhatiin dia. Tapi dia yang paling murah banget sama fanservice. Istilahnya paling gampang kalo dipanggil gitu. Sampai yang misalnya nih kalo ada kesempatan buat ngasi dia kamera sendiri mungkin dia bakalan ambil dan foto bareng. Kenyataannya ada kan yang nyodorin tongsis? Terus dia selca? KZL. Baik banget sih.

Chanyeol? Gimana gue harus mendeskripsikan Chanyeol ya. Dia keliatan kayak Kwangsoo. Bener-bener diem aja tuh kesannya lawak. Nggak ngerti pokoknya. Gue selalu terkesan setiap kali Chen nyanyi. Suaranya yang paling kedengeran nyata gitu di kuping gue.

Sehun seanak-anak itu loh nampaknya. Walaupun malam itu dia nggak terlalu banyak bicara atau buat tingkah, tapi dia diem aja udah keliatan banget anak-anak. Kayak pemalu banget gitu. Aduh pengen teriak di depan mukanya YEHET! sembilan ratus empat puluh sembilan kali.

Gue nggak pernah setuju deh sama orang yang bilang kalau Kai itu item. Item di antara member EXO iya. Tapi kalo disebelah-sebelahin sama gue juga pasti iteman gue. Kai walaupun dalam kondisi yang sepertinya sedang tidak sehat juga terlihat oke banget malam itu.
*
*

Share:

21 komentar