Pengen Punya Vespa!

Berangkat dari pengalaman pribadi gue tentang ejekan teman-teman masa kecil yang terlalu menusuk dan bikin kesel, pada akhirnya gue mengkonsep diri gue harus berbeda dengan orang lain. Bisa dibilang karena dari jaman kecil gue selalu dianggap laki-laki yang berbeda oleh banyak orang yang pada akhirnya membawa gue kepada sebuah pemikiran untuk tidak lagi ambil pusing pada apapun perkataan orang sejelek apapun tentang gue tapi justru menjadikan yang mereka bilang "berbeda" itu modal utama untuk tujuan hidup. 

Muntah.

Ceritanya sih gitu...

Walaupun gue termasuk orang yang sangat tidak percaya diri dan masih merasa seperti itu sampai sekarang, tapi kadang-kadang keinginan untuk tampil beda itu selalu ada. Seperti misalnya ketika gue memutuskan untuk mengganti kaca mata gue dari kaca mata yang biasa dipake orang awam ke kaca mata gede biar terkesan bego-bego imut gimana gitu. Atau misalnya ketika gue memutuskan untuk menggunakan sendal Crocs palsu pemberian Necha dan Heiwa ke kampus sementara yang lain pake sepatu. Atau ketika gue memutuskan untuk memotong rambut gue dengan potongan aneh serta mewarnai rambut gue dengan warna blonde-rambut-jagung seperti dibawah ini misalnya:


Awalnya memang itu hanya sekedar ide iseng yang nggak masuk akal. FYI aja sih, image gue selama SD, SMP, SMA adalah laki-laki pasrah yang disiksa sosial dan tidak berani memberontak. Pada akhirnya ketika gue merasa sudah cukup umur untuk melakukan sebuah pemberontakan, yah, begitulah hasilnya. Thanks Sungmin di Don't Don dan Key di Lucifer deh. Sudah menginspirasi. LOL 

Sebenarnya pada dasarnya karena emang gue sangat ingin tampil beda. Banyak orang yang komentar miring soal rambut itu pas gue abis potong. Ada yang bilang gila, ada yang bilang kurang kerjaan, ada yang bilang ganteng, ada yang bilang ganteng banget, dan sebagainya. Karena masih tetap punya perasaan tidak percaya diri, seminggu setelah potong rambut dan cat rambut begitu gue nggak keluar rumah. Sampai akhirnya Mr. Simple (waktu itu pas jaman Mr. Simple masih promo di Music Bank, Inkigayo dll) memaksa gue untuk ke KFC buat donlot dan akhirnya gue go public dan memamerkan rambut gue ke semua orang. Sempat juga rambut ini jadi distraction buat beberapa bapak-bapak yang lagi nunggu lampu merah berubah warna. Jadi ceritanya waktu itu jelang lebaran gue lagi beli baju-baju gitu, trus jalan kaki di sebuah lampu merah. Bapak-bapaknya malah ngeliatin gue jalan dari kiri ke kanan. Gue cuma ketawa sambil bilang, "Keren kan pak rambut saya? Tapi sayang pak, saya nggak suka sama bapak... Jadi jangan geliatin saya terus. Nanti saya nguncup kayak putri malu." trus melengos bahagia.

NAH! Belakangan ini gue lagi pengen banget punya vespa! Entah kenapa ketika gue sedang (berusaha sekuat tenaga hati dan pikiran) menyelesaikan novel kedua gue yang emang ada adegan naik motornya (yang gue deskripsikan disitu adalah Honda Scoopy, tapi kayaknya gue akan ganti dengan Vespa deh :p), gue juga jadi pengen punya Vespa. Awalnya mungkin dari keinginan untuk membeli Honda Scoopy kali ya, kemudian gue berpikir, "Scoopy kan nyontek konsep Vespa tuh? Kenapa nggak sekalian Vespa aja?" Dan pas banget saat itu gue lagi lewat di depan Showroom-nya Vespa di Depok. Liur gue yang banjir itu langsung mengalir deras waktu ngeliat sebuah Vespa putih terpajang di depan kaca etalase.

Menurut gue, orang-orang yang naik vespa dengan model baru yang keluar sekarang adalah orang-orang yang unik dan merasa ingin berbeda dari orang lain. Mereka, mungkin bisa juga mengikutsertakan gue, adalah orang-orang anti-mainstream yang ingin menikmati hidup dan nggak melulu ikutan trend dan apa yang disukai masyarakat kebanyakan. Mereka tetap dengan keinginan mereka pribadi dan mengikuti kata hati. Gue suka nih sama orang-orang yang kayak gini. Yang lebih milih Vespa daripada Honda, yang lebih milih Samsung atau LG daripada Blackberry, yang lebih memilih membawa botol air minum sendiri ketimbang beli air minum kemasan. Menurut gue mereka adalah orang-orang yang unik.

Tadi sempat browsing juga model-model vespa terbaru yang kayak gimana aja. Paling nggak ntar gue bisa ngumpulin duit dulu dan bisa beli :D Dari 2 model yang baru yang ada di situs www.id.vespa.com dan dari berbagai macam warna yang ditawarkan, gue paling naksir sama masing-masing satu warna dari dua model dibawah ini:


Yang ini model LX 125. Kenapa gue memilih warna kuning? Balik lagi bahwa gue suka yang membuat gue berbeda. Kuning memang sih kalo di Mataram itu warna angkot. Tapi Vespa kuning kayaknya beda aja gitu. Soalnya yang sering gue lihat lalu lalang selama ini di Depok adalah yang warna putih kalau nggak hitem. Di Mataram bahkan nggak pernah liat vespa model ini wara-wiri di jalanan. Jadi kalau misalnya gue yang make, rasanya ada kebanggaan tersendiri gitu :D Harganya 24 Juta rupiah. Lumayan mahal sih yah ketimbang misalnya Honda Scoopy. Tapi yah emang kayak gitu. Untuk jadi berbeda memang butuh modal yang besar.


Kalau yang ini model LX 150 ie. Bedanya sama yang diatas kayaknya cuma di kapasitas mesinnya aja sih. Warna yang gue pilih adalah biru metalik karena Biru kan warnanya SUJU tuh. Karena gue sampai saat ini masih bias ke SUJU jadi sekalian aja deh vespa-nya warna SUJU aja. Hahaha... Soalnya waktu itu gue pernah liat ada Scoopy warna kayak gini juga. Trus naksir. Karena sekarang pengen vespa, sekalian deh warna yang ditaksir di Scoopy-nya dibawa aja. Harganya 26 juta. Lebih mahal dari yang kuning karena mungkin mesinnya juga beda. Tapi gue suka yang ini (JUGA!) hahaha...

Gue sih nggak tahu apakah vespa model baru masih dikendarai dengan cara yang sama kayak vespa model lama. Tapi kayaknya yang baru udah otomatis ya? Semoga deh. Soalnya nggak ada waktu buat latihan. Hahaha... Kata beberapa temen juga vespa kayaknya nggak kuat manjat gunung atau naik di anjakkan. Masa sih? T__T Tapi tetep pengen... Walaupun mungkin kalau udah punya nanti akan susah buat di ajak keliling Lombok, tapi nggak apa-apa deh. Yang penting beda dan gaya... #SOKKAYA

Masalahnya sekarang, dealer resmi Vespa dan Piaggio nggak ada di Mataram Lombok :( Di situsnya cuma ada di Denpasar... Biaya pengiriman Denpasar-Mataram berapa ya?? T__T Semoga ketika gue udah punya uang nanti, di Mataram sudah ada deh dealer resminya. Jadi nggak perlu jauh-jauh ke Denpasar kalau mau servis motornya... :)

Kapan yaaa bisa kerja dan beli vespa sendiri? Hehehe...

@ronzzykevin

one click! Tumblr | Facebook Fanpage | Kompasiana

Share:

4 komentar