Semester 7: SMTOWN LIVE WORLD TOUR III in JAKARTA [PART 1]

Halo! Balik lagi. Kali ini dengan perasaan campur aduk yang sama sekali nggak bisa dijelaskan. Satu Minggu kebelakang kemarin adalah hari-hari terberat dalam hidup gue. Bukan karena sebuah tugas atau mungkin ujian di kuliah, tapi lebih kepada ujian hidup, loyalitas, sejauh mana lo ngefans sama idola (yang ini kayaknya berlebihan) dan ya... sebuah wujud rasa cinta aja gitu. Nah sebenarnya gue ngomong apa dipembukaan kali ini gue juga agak-agak bingung. Tapi sesuai dengan judul postingan kali ini, gue akan menceritakan pengalaman pertama gue menonton konser SMTOWN yang digelar di Gelora Bung Karno, 22 September 2012 Sabtu lalu.
*

*
Where to start? Ah yes. Dari awal dong. Masa iya dari akhir.

Gue ngerti banget bagaimana perasaan kalian yang sejak awal announcement dibuat sama promotor langsung galau gedebag gedebug bumi gonjang ganjing planet EXO tsunami wedus gembel. Gue ngerti banget. Karena jujur aja, waktu announcement ini dibuat, gue sama sekali belom siap untuk menerima kenyataan bahwa gue nggak bisa nonton. Biasanya kalo udah kayak gini, pasti akan berharap konser batal! atau misalnya semoga gajadi! SAMA AJA BATAL. Ya semacem itu. Pasti timeline langsung pada yang, "YAH KENAPA SIH HARUS TAHUN INI AKU KAN GAK ADA UANG!" dan lain sebagainya. Gue juga pernah kok mengalami hal itu :) Gue juga pernah menjadi bagian dari orang-orang itu. Waktu Super Show gila aja gue ngarepin batal sampe berkali-kali karena gue beneran gak ada uang sebanyak itu. Tapi semuanya kemudian ditunjukkan yang terbaik oleh Tuhan. Akhirnya jadi nonton. Gue pada saat itu juga berharap kalo konsernya dibatalin aja, tapi gue nggak ribut-ribut aja sih. Gue coba cari jalan keluar. Karena memang ini juga bener-bener nggak tahu waktu itu apakah gue akan nonton atau nggak. 

Ya. Waktu itu gue lagi ada masalah keluarga sih dan lagi-lagi nggak jauh-jauh sama yang namanya uang uang dan uang. Jadi kalo misalnya lo selama ini percaya dengan peribahasa atau entah apapun namanya yang jelas quote yang bilang kalo "Money can't buy us happiness." sebenarnya itu hanyalah sesuatu yang semu. Semua di dunia ini butuh kebahagiaan dan celakanya, hampir semua kebahagiaan itu akan berhubungan dengan uang. Ambil contoh yang gampang aja. Ketika lo laper, lo akan ngerasa nggak berdaya banget, lo akan ngerasa LELE LELA (lemes lesu lelah laper), tapi ketika lo makan lo akan seneng kembali. Makanan itu dibeli pake uang. Bukan turun dari langit. Contoh lain kalo misalnya lo ngasi hadiah buat pacar lo pas dia ulang tahun, dia akan seneng. Hadiah datangnya dari mana? Dari Toko. Lo dapetnya pake apa? Pake motor ke tokonya trus beli hadiahnya pake uang. So, jadi kesimpulannya, MONEY IS THE HAPPINESS. Untuk beberapa kondisi begitu mungkin untuk kondisi yang lain nggak tapi setidaknya konteks di sini adalah itu. Money is Happiness.

Liburan kemaren bener-bener sulit banget buat gue dapetin uang. Gue hanya bisa mengandalkan gaji dari siaran yang gue rasa juga kalo dikumpulin tiga bulan nggak bisa cukup buat tiket festival. Oh ya, inceran gue memang tiket festival. Menurut gue, nonton konser itu nggak cuma sekedar menikmati performance aja, tapi menikmati berdiri di depan panggungnya. Well yeah, actually, SMTOWN adalah konser kedua yang gue tonton--NGGAK--ketiga, yang pertama waktu itu Maher Zain. Itu juga konser. Tapi memang, uang gue waktu itu semacem air di padang pasir. Hampir dipastikan 0 rupiah dan nggak akan ada dana lebih buat nonton konser. Prinsip gue adalah nggak minta uang sama orang tua. Mama nggak akan punya uang lebih buat gue dan apalagi itu buat nonton konser dan oleh karena itulah gue bingung. Untuk hal-hal seperti ini, gue nggak mau nyusahin Mom. Jujur aja. Yang nonton konser kan gue, kenapa harus Mom yang ngeluarin uang? Ini semacem kesadaran dan tanggung jawab pribadi sih. Emang udah prinsip gue juga nggak akan nyusahin orang tua untuk kesenangan pribadi. Gue nggak bisa minta sama Mom, artinya gue harus cari uang sendiri. Oke. Mulai berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang dalam waktu cepat. Harus pinjem ke siapa? Harus ngorek celengan yang mana? Harus rogoh kantong celana yang mana? Atau.... kantong celana siapa? Hmmm... It's sad for me because I have no other than Mom. Tapi ya harus berusaha dan nggak boleh nyusahin!

Gue berusaha buat dapetin uang itu sesegera mungkin. Gue cek tabungan dan ada sih segelintir rupiah yang bisa dipinjem. Pas gue itung-itung uang dari sini dan dari sana uang dari modal jualan pulsa dan uang dari segala macem pekerjaan serabutan selama ini, akhirnya terkumpul sudah sejumlah uang untuk tiket festival B. Gue memilih untuk berdiri di festival B berdasarkan feeling aja sih sebenarnya. Jadi yaudah, hari itu pas uangnya udah ada gue transfer langsung ke Chita yang katanya mau dateng ke public sale bareng Linda dan Riska yang dateng dari Bandung. Sejujurnya gue pengen ikutan tapi karena gue lagi di Mataram waktu itu jadi percaya sama mereka aja. That's it. Akhirnya tiket kebeli dan tinggal menghitung hari.
 *
 *
Beberapa orang mungkin mikir, "buat apa sih ngabisin uang untuk konser?" Gue juga awalnya mikir kayak gitu. Tapi ya kemudian jadi berubah haluan gitu pikiran gue setelah bisa menikmati performance SuJu di SS4INA waktu itu. Bukannya sombong, tapi apa salahya sih kita mencoba sebuah pengalaman baru dan mengeluarkan uang lebih (kalo emang ada)? Yang jelas kan uangnya juga bukan hasil nyolong atau bukan uang orang yang ngomong gitu. Ya tapi namanya apapun dalam hidup kan pasti ada kontroversi.

Perjalanan menuju hari H ini juga penuh perjuangan. Mom sama sekali nggak tahu kalau gue nonton konser ini dan gue nggak berniat buat ngasih tau ke Mom. Agak was-was sih sebenarnya, gue orangnya suka parno kalo apa-apa nggak atas restu orang tua, walaupun biasanya sih dikasi restu. Tapi gue mutusin buat ngasi tau Mom belakangan aja. Biar nggak shock dianya.

Banyak yang tanya ke gue di twitter "Nonton SMTOWN gak?" Dan banyak dari pertanyaan itu gue nggak bales karena beberapa alasan. Yang pertama, kalo gue bilang "IYA DONG!" kesannya sombong. Yang kedua kalo gue bilang "IYA LAH!" kesannya takabur karena kemungkinan batal juga ada kan. Jadi yah, kalo ada yang tanya suka gue cuekin. Tapi belakangan ada juga sih yang gue jawab, "Insya Allah, di festival B." kayak gitu. Ya biar gak penasaran aja. Heheh... Tapi serius itu justru kayaknya yang bikin gue jadi agak-agak sial ya Sabtu lalu? Karena gue sombong. Karena gue takabur. Karena gue dosa sama Mom. Karena gue nggak solat Ashar dan Maghrib. Astagfirullah. #nangis

H-5 SMTOWN JKT, seperti biasa karena ini pertama kalinya gue nonton di Gelora Bung Karno, harus dong yang namanya Survey Lokasi. Ini penting banget untuk menghindari yang namanya TERSESAT DAN TAK TAHU ARAH JALAN PULANG (AKU TANPAMU BUTIRAN DEBU). Hari Senin waktu itu gue sempat ke sana, liat-liat keadaan. Kebetulan juga orang-orang udah pada kerja disana. Stage udah dalam tahap pembangunan dan udah hampir selesai kayaknya. Untuk SMTOWN ini bahkan GBK ditutup seminggu penuh dan nggak boleh sembarang mobil keluar masuk. Masuk akal sih karena kan loading peralatan panggungnya pasti akan memakan banyak space di jalan dan kalo misalnya banyak yang keluar masuk ya nanti jadi macet kan. Tapi beruntungnya sih karena gue ke GBK nya jalan kaki (thanks buat Michael Enrico sekali lagi, penyelamat jalan, google map berjalan gue!) gue jadi bisa bebas keluar masuk kesana kemari gitu di GBK nya.
*
Itu fotonya emang sengaja banget monyong monyong biar alay nya keliatan.
Nah berkat Michael Enrico diciptakan oleh Tuhan, gue jadi tahu mana pintu merah kuning biru, jadi tau mana entrance gate 1 entrance gate 2, jadi tahu posisi masjid, jadi tahu harus pipis dimana, jadi tahu kalo staff dari promotor ternyata sombong, yah begitulah. Dan di kedatangan gue di GBK hari Senin itu, seorang staff dari security-nya yang gue tanyain, yang kebetulan sedang bawa floorplan untuk hari H, membolehkan gue untuk motret floorplan-nya. Gue seneng dong soalnya kan itu pegangan staff bukan untuk umum. Walaupun kemudian yang untuk umum di upload sama promotor, tetep aja yang punya gue punya staff yang notabenenya lo akan tahu dimana pintu masuk dan keluar artis. Ya semacam itu. Pokoknya penting banget deh yang namanya survey lokasi apalagi kalo misalnya lo fans katrok yang nggak pernah nonton konser atau bola di GBK misalnya. Kayak gue lah contoh gampangnya.

Hasil survey H-5 berjalan lancar tapi kemudian setelah info itu gue sebarin ke forum di YM, ada yang kurang beberapa hal dan ada juga hal-hal yang kemudian harus dibahas dan diteliti lagi. Akhirnya H-2 gue balik lagi ke GBK buat survey lokasi lagi. Buat liat kondisi terakhir dan kira-kira rencana yang disusun via YM bisa berjalan lancar atau nggak (walaupun pada akhirnya nggak). Dan hari itu kita pada bahas hotel dimana dan ke bandara jam berapa dan lain lain dan lain lain. Betenya, di survey H-2 itu gue malah ketemu lagi sama salah satu staff cewek yang bodinya agak besar trus tomboy rambutnya pendek yang gue kata sombong waktu itu. Kan pas H-5 kesana gue tanya, "Mbak mau tanya dong kalo tiket Fest B itu masuknya lewat mana ya?" trus dia yang sok sok nggak atu pura-pura bukan staff gitu. AH BETE. Dan pas H-2 gue ketemu dia lagi dan lewat depan gue. Gue pura-pura gak liat aja karena kebetulan gue lagi nelpon waktu itu dan dia jelas jelas pake kalung staff. Jahat :(

Setelah itu. Hanya tinggal membuat fanboard. Hanya tinggal berharap dan berdoa. Hanya tinggal berjuang dengan semangat. Memohon pada Tuhan semoga semua lancar dan baik-baik saja....

Gue adalah orang yang positif. Setidaknya walaupun nggak PURE POSITIVE IN EVERY KESEMPATAN, tapi gue mencoba untuk melihat segalanya dengan positif. Gue belakangan ini lebih suka ngikutin kata hati dan bertindak lebih cepat dari biasanya. Makanya pas kemaren gue milih festival B, ya karena feeling aja. Pas semuanya pada pindah dari festival B ke A gue tetep di festival B aja. Karena feeling. Ya gitu deh. Mencoba untuk tetap teguh gitu....

Dan begitulah.... Jumat siang abis sholat Jumat, setelah semua fanboard selesai dibuat, tinggal berangkat ke GBK....

Berangkat ke GBK............ Huff :( WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!




Share:

17 komentar