Semester 7 [PART 13--END]: Finale, Graduation Day!

Kamis, 21 Desember 2012

Hari ini UAS terakhir. Sebenarnya badan udah nggak sanggup melangkah ke kelas karena kemaren hari Rabu-nya sepagian gue, Deasy, Dewi dan Nadya latihan Gangnam Style dan The Boys di boulevard UI untuk presentasi UAS mata kuliah 'Produksi Musik dan Hiburan'. Tapi ya justru karena UAS presentasi ini kita jadi harus datang dan melawan rasa capek itu. Gue datang pagi banget hari ini, nggak tahu, feeling aja harus datang pagi. Awalnya gue sama sekali nggak deg-degan, tapi menjelang presentasi akhirnya deg-degan juga. Presentasi berjalan lumayan terstruktur dan lancar walaupun gue kerap kali keselek karena grogi.

Selesai UAS sejatinya memang haruslah berbahagia karena mengingat ini adalah UAS terakhir. Tapi apa daya, nasib kelulusan kami masih menggantung. Keputusan dari departemen berkaitan dengan working paper belum juga jelas apakah harus dibuat atau tidak. Apakah harus melakukan penelitian atau tidak. Apakah boleh mengumpulkan tugas-tugas lama atau tidak. Semuanya seperti menggantung dan sama sekali tidak ada perasaan tenang. Tahun baru sebentar lagi dan banyak rencana sudah tersusun. Tapi.... pikiran masih belum tenang. Mau cuek juga nggak bisa.

Minggu, 30 Desember 2012

Gue berusaha untuk tidak memikirkan apapun. Dalam tahap ini gue bener-bener sudah nggak peduli lagi sama apapun keputusan universitas, fakultas dan departemen berkaitan dengan kelulusan dan working paper. Oke sedikit penjelasan tentang working paper ini: jadi gue kan lulus dengan jalur tanpa skripsi. Jalur ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal kami masuk di komunikasi 2009. Sejak semester 1. Dan gue udah fix memilih jalur ini sejak awal, sudah mengumumkan ke semua orang kalau gue bisa lulus tanpa skripsi sejak 2009. Dan angkatan kami adalah angkatan pertama yang lulus dengan ini. Lalu di 2011 tiba-tiba muncul rumor bahwa Dikti mengharuskan setiap mahasiswa lulusan universitas untuk paling tidak menghasilkan 1 jurnal ilmiah untuk diaplot di jurnal internasional (inilah yang dimaksud working paper). WHAT THE----?! 

Gue langsung bingung. Men, alasan kenapa gue mengambil jalur skripsi adalah karena memang gue sama sekali lemah di masalah metode penelitian, teori dan lain-lain. Sorry to say im not that brilliant. Gue hanya mahasiswa malas yang hanya fanboying. Thats fact. Tapi kemudian rumor itu ditentang oleh departemen gue dengan statement 'Kita akan tetap dengan keputusan kita yaitu jalur kelulusan non skripsi dan akan menolak apapun keputusan Dikti mengenai itu' Ya kemudian gue aman dong. Gue tetap di jalur yang seharusnya.

EH TERUS MENURUT LO AJA YA. TIBA TIBA ADA BERITA BURUK.

Entah gue lupa tepatnya kapan, tapi kira-kira itu semester 6. Tiba-tiba gue menerima jarkom dari temen-temen kalau ada kumpul satu angkatan di sebuah hari Jumat. Dan lo tahu apa yang diumumkan disitu? "Semua mahasiswa wajib membuat karya ilmiah atau paling tidak TKA atau paling tidak harus Magang karena keputusan ini sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat lagi" 

Hari itu gue rasa hidup gue sudah berakhir. Ya gimana dong ya, lo udah pede banget bakalan lulus tanpa skripsi trus tiba-tiba hidup lo di banting seketika begitu. Gue langsung heboh gila mau nangis rasanya kepala gue udah kayak mau copot. Tapi nggak lama setelah itu akhirnya keputusan itu dibatalkan karena SK dari rektor sudah menyetujui pembatalan dan kembali ke jalur non skripsi.

LEGA.

TAPI LO TAU APA YANG KEMUDIAN TERJADI?!

Senin, 14 Januari 2013

Hari ini hari pertama gue ngantor dan seharusnya hari terakhir nilai-nilai di SIAK NG dimasukan dan kita resmi lulus. Gue udah ngak mikirin lagi apakah gue harus bikin working paper atau nggak. Dalam pikiran gue, gue percayakan semua pada Tuhan karena Dia tahu yang terbaik. Rumor muncul disana dan disini. Sebelumnya gue sudah mengonfirmasi bahwa working paper bukanlah syarat kelulusan untuk semua mahasiswa komunikasi. BUKAN SYARAT LULUS perlu di huruf besar dan di cetak tebal. Artinya kami bisa lulus. Ya kami bisa lulus. Tapi sampai tanggal 14 itu nilai belum juga lengkap. Bersamaan dengan itu muncul gosip lagi kalau ternyata keputusan untuk apakah semua harus mengaplot working paper itu jadi atau tidak jadi.

Selasa, 22 Januari 2013

Kami sudah resmi lulus diatas surat bertanda tangan pejabat departemen tapi kami belum bisa mendaftar wisuda. Alasannya simple, karena status di SIAK NG belum berubah menjadi LULUS. Padahal semua nilai sudah keluar dan semuanya lulus. Nilai terburuk semester ini adalah B- dan itu adalah nilai paling bangke sepanjang sejarah mata kuliah (yang seharusnya tidak) produksi video. Gue galau. Gue takut apakah gue bisa wisuda tepat waktu? Sampai sekarang gue belum juga daftar wisuda. Sementara pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 2 Januari (ditutup tanggal 2 Februari).
Gue denger kabar dari salah satu temen bahwa ternyata keputusan working paper itu belum fix dan baru akan fix sekitar hari Rabu. Sementara itu hari Senin ini kami diwajibkan mengumpulkan beberapa berkas untuk keperluan ijasah. Gue menunggu-nunggu hari Rabu. Gue menunggu-nunggu kepastian itu. Gue butuh kepastian itu. Masalahnya gue sudah diujung tanduk. Gue nggak mau menghabiskan waktu yang sedikit ini dengan kekesalan kan walaupun memang sudah kesal banget sih. Dan ketika hari Rabu datang, keputusan itupun keluar juga.

Rabu, 23 Januari 2013

Kami diwajibkan membuat working paper tetapi tidak harus melakukan penelitian atau sebagainya. Kami hanya harus mengaplot sebuah karya ke perpustakaan UI. Dan yah. Tidak terlalu ribet karena gue bisa menggunakan karya-karya yang lama. Gue menghabiskan hari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu gue mengedit semuanya. Mengubah format sesuai dengan sistem UI butuhkan. Melengkapi semuanya dengan abstrak sesuai dengan yang diperintahkan. Big thanks buat Kak Korban yang sudah mau membantu membuat abstrak berbahasa Inggris ;) 

Gue sebenarnya sudah mati rasa. Ketika keputusan membuat working paper ini keluar dan menjadi wajib gue udah yang kayak nggak peduli. Ya lo gimana sih rasanya udah terlalu banyak dikecewain diombang ambing dipermainkan, lo jadi kebal. Ya ambil contoh aja pas awal awal orang ngira gue anti fans suju kemudian gue kesel kemudian gue kesel banget dan kemudian gue jadi biasa aja dan kemudian bahkan bahagia sekali di bash. Ya kemaren juga gitu. Waktu keputusan diwajibkan menulis itu keluar, gue yang udah kayak 'Terserah lo, gue gak peduli lagi, gue udah males mikir'. Makanya gue niat banget nyelesein itu working paper selama empat hari berturut-turut dan mengorbankan weekend gue buat nulis semuanya. Hasilnya nggak mengecewakan.

Senin, 28 Januari 2013

Gue ke kampus hari ini dan telat berangkat ke kantor karena harus melaporkan bahwa gue sudah mengaplot working paper gue. Awalnya gue langsung ke Perpustakaan Pusat UI yang lama karena di petunjuknya, urusan aplot mengaplot harus kesana dulu paling nggak minta petunjuk. Oke, gue jalan ke perpus lama dengan bahagia ditemani dengan suara IU di headset. Sampai disana gue mengajukan beberapa pertanyaan seperti misalnya apakah gue harus membuat naskah ringkas sepetri halnya skripsi (TIDAK HARUS), apakah gue harus menyertakan halaman pengesahan seperti halnya skripsi (TIDAK HARUS), apakah gue harus menyertakan halaman-halaman kelengkapan seperti di halaman-halaman awal skripsi (TIDAK HARUS). Yak. Oke sudah lengkap berarti kerjaan gue udah kelar. Tinggal lapor ke perpustakaan pusat baru.

Sesampainya di perpustakaan pusat baru.....

'Loh mas ini kok bukan skripsi?'

'Loh mbak kan peraturannya boleh mengumpulkan naskah non seminar yang bukan skripsi, dan itu tugas kuliah saya.'

'Oh. Loh mas, kok ini tugas kuliah?'

'Loh mbak kan peraturannya.....'

'Loh mas bentar deh saya nggak ngerti saya panggil temen saya dulu.'

Kemudian temen mbak-mbak itu dateng.

'Loh mas ini kok tugasnya berkelompok?'

'Loh mbak kan peraturannya boleh mengumpulkan tugas kelompok dan mengaplot diwakilkan satu orang dalam kelompok tapi mengikutsertakan nama yang lain ketika mengaplot. Tapi dalam kasus saya ini mbak, sekelompok saya pada ngumpulin tugas lain, jadi ini intinya mereka numpang nama di halaman judul doang tapi tetep ini saya aplot atas nama sendiri.'

'Loh mas ini kok nggak ada halaman pengesahan dosennya?'

'Loh mbak, kata mas mas perpus pusat lama nggak perlu karena ini bukan skripsi!'

'Loh mas, tapi harus pake deh kayaknya mas buat pengesahan. Harus ada.'

'Loh mbak tapi kata departemen saya kita nggak perlu lapor ke dosen apapun berkaitan dengan aplot mengaplot ini!' (kalo harus ada lembar pengesahan berarti harus ada tanda tangan dosen berarti harus menghubungi dosen ybs berarti harus cerita dulu kenapa dia harus tanda tangan dsb dsb)

'Loh mas tapi ini harus seperti itu mas. Dan jangan lupa ya mas dilengkapi juga dengan lembar pernyataan bebas royalti karena ini kan naskah drama mas jadi kalo nanti ada apa apa kita aman.'

'Hmmmm Iya deh mbak besok saya lengkapi lagi...'

Kecewa.

Kenapa bisa miss-communication gini sih semua pihak di kampus?!

Untungnya hari itu gue langsung dapet tanda tangan dari dosen dan kembali lagi hari Selasa untuk melapor semuanya kembali dan akhirnya naskah gue sudah diterima dan urusan gue dengan working paper ini selesai.

Selasa, 29 Januari 2013

Status di SIAK NG berubah menjadi LULUS! Gilak. Gue udah nggak ngerti lagi bagaimana harus berkata-kata. Lo harus tahu, gue galau sejadi-jadinya karena status yang nggak berubah ini. Gue takut gak bisa wisuda tepat waktu di 9 Februari 2013. Nyokap udah beli tiket, semua orang udah tahu, kalo gajadi kan malu kan. Sampe-sampe kakek gue telpon suatu malam di hari Minggu dan gue curhat sama beliau. Sedih banget sediiih.... Tapi pas status ini berubah, gue langsung semangat! Gue buru-buru pulang dari kantor secepat gue bisa dan sampe kosan langsung daftar wisuda. Gue pengen menyelesaikan semuanya sesegera mungkin.

Pas banget malem itu gue transfer duit ke panitia wisuda. EH SIALAAAN ATM BNI-NYA STRUKNYA GAK KELUAR! Sementara gue butuh itu buat bukti bayar dan ambil toga. KESEL BANGET. Mau wisuda adaaaaaaaaa aja halangannya padahal udah deket. Akhirnya gue memutuskan untuk ke BNI (lagi karena Selasa udah) buat minta rekening koran. Akhirnya Rabu pagi gue ijin lagi sama kantor buat telat dan ke BNI.

Rabu, 30 Januari 2013

Berangkat dari kosan gue ketemu Deasy & David di jalan dan akhirnya kita bareng ke kampusnya. Setelah ke BNI kita sama-sama ngambil Toga di balairung dan kemudian untuk pertama kalinya kita make Toga sebelum resmi diwisuda :")
 *
*

Kamis, 7 Februari 2013

Hari ini gladi bersih wisuda. Hari ini mom dateng dari Lombok bareng sama sepupu gue namanya Ema. Gue harus jemput ke Bandara dulu karena mereka belum pernah ke Depok sebelumnya. Wow, it has been 3,5 years gue jadi mahasiswa dan nyokap belum pernah ke Depok. Hmmmmm... Apa udah pernah? Iya sekali dan itu kayaknya pas semester 2. Udah lama banget. Hari ini ijin kantor karena gladi bersih sampai sore.

Sebelum acara gladi bersih dimulai, gue bersama dengan para wanita temen gue ini berniat foto studio di salah satu studio foto di jalan Margonda. Seperti dugaan, sudah banyak banget calon wisudawan yang juga foto disana. Dan..... sedih. Semua cowoknya pake Jas, sementara gue doang yang pake kemeja kotak kotak belom dicuci sejak Selasa (dan Rabu-nya sudah dipake jalan ke Margo City HAHAHAHAHAHA) Ya karena emang gue gak punya jas juga sih dan lagi pula bajunya kan ketutupan toga.

Acara gladi bersih ini sebenarnya highlight-nya adalah salaman dan foto sama Rektor (yang diwakili oleh Pejabat Sementara karena rektor UI belom ada yang baru setelah yang sebelumnya dipaksa turun) dan Dekan. Yah karena FISIP dapat urutan paling akhir, so, gue foto foto lah di belakang barisan sama yang lain. Mengabadikan setiap moment yang bisa diabadikan.

Selesai acara gladi, semua pada foto foto di luar. Foto foto seangkatan. Foto foto sama temen-temen lama, sama temen-temen lama yang jadi temen baik dan sekarang sudah agak menjauh, yah dan sebagainya dan sebagainya. Hari ini temanya foto-foto.
*

Sabtu, 9 Februari 2013

The day. FINALLY. Hari ini semuanya akan resmi berakhir. Status 'mahasiswa UI' sudah resmi berubah menjadi 'alumni UI'. Antara sedih dan senang, antara suka cita dan duka. Gue mungkin akan merindukan kelas, gue mungkin akan merindukan kuliah, gue mungkin akan merindukan teman-teman, gue mungkin akan merindukan tugas-tugas. Tapi satu hal yang AKAN SANGAT TERAMAT GUE RINDUKAN DARI UI ADALAH: INTERNET PERPUS PUSAT. T_______T Setelah lulus ini akun SIAK NG gue akan berakhir dan itu artinya gue udah nggak bisa lagi login ke SSO UI dan tidak bisa internetan dengan akun gue yang teramat keramat kenceng sangat itu. Sedih.... Dimana lagi donlot drama korea HAH?! BISA GAK DIULANG JADI MAHASISWA NYA?! TAPI BAGIAN DONLOTNYA AJA BISA GAK.

Hari ini semuanya dandan sempurna buat wisuda. Gue datang cukup pagi ke kampus sekitar jam 11 dan acara baru akan dimulai setengah 3 tapi wisudawan harus kumpul jam 1. Sejak jam 11 sampai jam 1 gue, mom dan Ema nunggu di masjid UI sambil nunggu zuhur. Sampai akhirnya Deasy ngabarin kalo dia udah di TKP akhirnya setelah solat kita nyusul Deasy. Kita harus bareng karena kalo kita nggak bareng suasana pasti akan krik-krin banget kan. Dan yeah begitulah....

Semua wisudawan FISIP udah berbaris rapi pas gue sama Deasy datang ke barisan setelah mengantar orang tua kami duduk di tempat masing-masing. Di sana akhirnya gue dan teman-teman yang lain ketemu. Kami sengaja berdiri dibelakang dan berniat duduk di bangku paling belakang supaya dapet angin karena Balairung itu bagian dalemnya panas banget kayak teko air mendidih.

Sambil menunggu jam setengah 3, beberapa lagu dikumandangkan oleh para maba yang jadi paduan suara. Dan selama itulah gue menghabiskan waktu dengan berteriak heboh ke Pak Dibyo yang sudah 37 tahun memimpin pemain musik wisuda UI. 'PAK DIBYO SARANGHAEYOOOOO!!!!' begitu kira-kira sampai sesek napas. 

Bagian lucunya nggak cuma itu, lima belas menit sebelum acara dimulai tiba-tiba Balairung mati listrik! Ngakak banget gak sih. Untung pas acara dimulai semuanya jadi aman-aman aja. Yang lainnya, gue tidur sekitar 5 menit di awal upacara wisuda, nggak ngerti ngantuk banget. Dan bagian selanjutnya, ketika salah satu Bintang POP UI menyanyikan lagu berjudul 'Indonesia Jaya' gue buru-buru ngeluarin Lightstick EXO gue dan angkat angkat ke udara.

Well.... you live in this fandom and it sticks with you.
*
*
Selain itu hari ini juga hujan. Berkah banget buat semuanya. Walaupu sebenarnya hujan ini membuat banyak sekali halangan seperti misalnya acara foto-foto. Jadi nggak seheboh biasanya karena pada berteduh.

Anak-anak Hangugo Dongari (Gilang, Chita, Silvi, Dean dan Juan datang belakangan) adalah yang pertama memberikan selamat. Gue yang dari awal dateng pengen banget dikasi bunga akhirnya dapet bunga dari mereka satu tangkai. Hehehe.... Mely menyusul dengan memberikan kado yang dari dia dan dari Yoga. Yoga seharusnya bisa datang, tapi karena hari ini dia ada acara nonton AC Milan live di entah mana dunia antah berantah, akhirnya kita cuma saling melambaikan tangan dari jauh ketika gue masuk ke balairung (EH GUE INGET PAS GUE JALAN MASUK DIANTARA BARISAN ANAK FISIP, GUE LAGI BAWA KIPAS EXO DARI EXONESIA KEREKAM GAK TUH SAMA KAMERA).
*
*
Gue agak sedih karena Yoga gak dateng. Gak tahu sedih aja. Yoga itu udah kayak...... kayak....... Hmmmm.... Kayak bokap gue...... #kemudianNgesot

Gue juga ketemu Nalin walaupun tidak sengaja dan kemudian ketemu Astri. Astri ini temen SD gue dan kita dipersatukan lagi oleh UI~ duuuuh! 

Valdo nggak dateng, Ata nggak dateng. Padahal pengen banget Valdo dateng huhuhuhu jadi inget pas wisuda Valdo gue sampe bikin postingan tentang dia hahahaha. Tapi gak apa-apa mungkin karena hujan jadi emang semua jadi terhalang.

Gue nggak berharap dapat banyak hadiah atau banyak bunga tapi kalo banyak juga gapapa sih sebenernya #LOH

Yoga ngasi dasi warna biru entah kenapa harus biru gue gak tahu apakah Yoga mengaitkan hadiahnya dengan SUJU atau gimana. Gue kan bukan fans suju sih Yoga mah..... Tapi gue baca ucapan selamatnya ini loh bikin mewek..... 'Hope this tie fits you just like you fits us' :") Padahal gue gak ngerti maksudnya apa.
*
*
Mely ngasi photocard Donghae yang dia beli di everysing waktu dia ke Korea dan satu buku berjudul 'Be Happy at Work' gue nggak ngerti kenapa Mely ngasih buku ini ke gue apa alasannya gue juga gatau APAKAH GUE SETIDAK HAPPY ITU DI KANTOR MEL KENAPA MEL BILANG SAMA GUE?! Dan Mely masih inget gue ngefans Donghae. Ketawa elegan. Tapi gue gatau manfaat yang lo maksudkan ini apa Mel. Manfaat apa yang gue dapat dari photocard Donghae? Ngusir tikus?
*
*
Dedy walaupun telat, ngasi bunga pas gue sampe kosan. Hehehehe Well, ini kompilasi semua bunga dari semua orang~
*
*
Dan gue pikir semuanya berakhir di tanggal 9 itu tapi ternyata nggak....

10 Februari 2013, Fitri dan Yoga nyamperin gue ke ITC Depok (gue lagi anterin nyokap belanja sesuatu) dan mereka bawain gue kue tart yang enak banget. Persis, saat itu gue pengen nangis. Gue nggak banyak omong karena gue pengen nangis. Gue bahkan nggak dateng ke wisuda Yoga tapi Yoga ngasi hadiah bahkan gue nggak ngasih dia apa apa selain cinta kasih dan kasih sayang loh. Fitri juga. Mely juga. Dedy juga. Semuanya baik banget siih sama gue. #EA #EA #HAHAHAHAHAHA
*
*
Tapi beneran, waktu baca surat dari Yoga, dari Mely dan dapet selamat dari Dedy dan Fitri gue pengen nangis. Men, ornag-orang ini adalah orang-orang pertama yang gue temui ketika gue masuk UI. Orang-orang pertama yang gue kenal dan kita masih bisa jalan sampai sekarang. Gue seneng banget banget banget. Ah Bahagialah :") Diantara semuanya gue yang duluan Wisuda (dari UI karena Yoga udah Wisuda dari STAN duluan tengah tahun lalu). I pray for you guys I love you.

Last but not least, gue mau berterima kasih buat semuanya yang sudah ngasi selamat di twitter. Bahkan gue bukan artis, bahkan gue bukan selebritis, tapi gue dapet banyak ucapan selamat dan gue merasa kalian itu keren banget loh! Maafin gue kalo ada salah salah kata ya apalagi menyangkut fandom HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHASUJUAPASIHAHAHAHAHAHAH Gue seneng banget baca mensyen kalian walaupun nggak semuanya bisa gue bales. I LOVE YOU!
*
*






*

Finally.......

Gue nggak tahu apakah gue akan menetap di Jakarta/Depok setelah ini atau kembali ke Lombok. Keputusan itu belum bulat dan sementara ini gue masih mengikuti apa kata Tuhan saja. Kalaupun suatu saat nanti gue akan balik ke Lombok selamanya, yah.... gapapa juga. Seneng aja sih gue... Tapi meninggalkan orang-orang yang disini........ Genggils........ huffff.

Tapi hidup pada dasarnya adalah pilihan. Dan, takdir.

Semoga yang terjadi adalah yang terbaik.

Happy Graduation for all anak UI yang wisuda 9 Februari 2013 kemaren! Semua anak Komunikasi 2009 juga yang walaupun gue nggak deket sama semuanya hehehe Sukses selalu selamanya ! Yuhuuuuu~~~~~~

Dan akhirnya rangkaian kisah SEMESTER 7 ini, berakhir di postingan ini :")

SEE YOU~~~~
*
 

Share:

9 komentar