EXO 2015: EXODUS [Chapter 5] #SEHUN

*
Di keseharian lo, walaupun lo bukan orang yang bisa melihat hantu atau bukan orang yang lahir dengan kemampuan supranatural semacem itu, pasti ada momen di mana lo ngerasa bahwa di tempat lo berada sekarang lo nggak sendiri. Ada yang menemani lo. Walaupun dia bukan orang.

Gue hidup di keluarga yang bisa dikatakan 'sensitif' terhadap hal-hal yang kayak gini. Bukan berarti semuanya bisa ngeliat setan, tapi kadang-kadang ada aja di antara anggota keluarga gue yang pernah mengalami hal-hal seperti itu atau yang berhubungan dengan apa yang disebut orang makhluk astral.

Kakak gue yang cowok misalnya. Dia bisa dibilang sangat sensitif sama hal-hal kayak gini sejak dia SMP dulu. Berkali-kali dia pulang malam dan membawa cerita horor yang ditemuinya di jalan. Mulai dari kakek-kakek tua putih mengkilat yang loncat-loncat di jembatan gantung tua yang dia lewatin tengah malam, sampai kuku-kuku panjang yang mencuat dari balik dinding reruntuhan kosong yang ada di deket rumah gue.

Gue walaupun takut, tapi senang mendengarkan cerita seperti itu. Tapi ketika gue mengalaminya sendiri, NO THANKS GAK USAH LAGI-LAGI DEH.


Gue pernah bilang kalo gue ini keturunan test-pack. Bukan cuma sensitif dan baperan, tapi juga sensitif terhadap hal-hal seperti itu.

Pernah suatu hari gue sama nyokap jalan ke pantai di Lombok pagi-pagi. Dari ujung satu ke ujung yang lain. Tibalah kita di bawah tebing (atasnya jalan raya) yang di dekat situ ada batu yang bentuknya aneh. Bener-bener aneh. Kalau dilihat dari satu sisi tertentu, batu itu berbentuk perempuan berkonde yang sedang berlutut dengan posisi tangan mengatup di atas kepala. Sekeliling batu itu ditumbuhi tanaman lumut yang secara aneh membentuk baju (kayak kebaya), dan hiasan kepala si perempuan.

Di saat yang sama gue menyadari keberadaan batu itu, sesuatu kemudian muncul di kepala gue. Badan gue merinding. Bisikan-bisikan datang.

"Pergi! Cepetan pergi! PERGI GAUSAH DI SINI PERGI!"

Gue narik tangan nyokap dan bilang, "Ma ayo pergi aja buruan,"

"Yah belom foto!"

"Yaudah ayo foto terus pergi ya,"

Abis itu beneran aja kita foto dan kemudian pergi. Tapi batu itu secara tidak sengaja masuk di foto yang ada saat itu. Foto itu gue rasa masih ada sampai sekarang di tumpukkan CD-CD lama yang ada di rumah (sebelum zaman hardisk external, gue selalu burn semua foto-foto gue di CD). Dan setiap kali ngeliat foto itu, gue selalu merinding inget kejadiannya.

Enggak cuma itu aja.

Suatu hari ketika gue masih SMA dan pulang dari les malam di rumah guru Bahasa Inggris gue, di gerbang rumah gue melihat sosok seorang perempuan bertudung yang dari atas sampai bawah warnanya putih. Hologram. Lapis tiga. Tembus pandang. Melayang masuk ke dalam rumah dari gerbang itu. Jarak gue dengan gerbang gak sampe 100 meter dan apa yang harus gue lakukan selain masuk dan parkir motor dengan secepat kilat dan berteriak ketakutan.

Belum lagi ketika gue sedang menonton TV dan dalam kondisi setengah sadar, melirik ke ruang tamu ketika sosok seorang perempuan berambut panjang, bermuka putih dengan lingkar mata hitam, berbaju putih, juga melirik memandang gue dengan kepala miring.

Kejadian-kejadian ini sebenarnya yang bikin gue parno kalo nonton film horor. Tapi gue suka. Gimana sih, gue juga bingung.

Kayak lo nggak mau jatuh cinta sama orang karena lo takut cinta lo tidak terbalas, tapi lo tetep aja menyimpan perasaan ke dia. Kayak lo naksir orang tapi gak berani bilang dan setiap dia muncul di timeline lo, lo cuma bisa ngumpat dengan dada bergetar kayak Duo Serigala.

Oke perumpaan kedua nggak nyambung.
*

*
Ada banyak sekali hal yang nggak bisa kita mengerti di dunia ini. Kenapa kita bisa jatuh cinta pada pandangan pertama, kenapa kita sulit meredam ego dan kemauan diri sendiri demi orang lain, dan kenapa orang bisa berubah pikiran di tengah jalan semudah mereka membalikkan telapak tangan. Padahal kita sudah sepenuhnya percaya pada mereka.

Pikiran-pikiran baper ini terus-menerus datang dan berputar-putar di kepala Sehun. Terlebih sejak mereka--bersepuluh--keluar dari dalam maze penuh kenangan tapi juga melelahkan itu. Semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya itu masih belum bisa terjawab hingga saat ini.

Sehun merindukan Luhan.

Tentu saja. Bagaimana mungkin dia tidak merindukan Luhan. Sosok yang sejak dulu terus-terusan dipasangkan dengannya. Sosok yang sejak pertama kali dia melangkahkan kakinya di bumi sudah bersamanya. Mencari 10 forces yang lain yang masih terpisah saat itu, mengendarai van trailer bersama-sama, membaca kemungkinan-kemungkinan lokasi 10 forces yang lain lewat sebuah peta dunia, melihat gerhana bersama-sama...

Ah... bagaimana mungkin dia bisa lupa.

Jika tidak ada Luhan, maka dia akan selalu menangis. Ya. Dia secengeng itu karena dia adalah yang paling muda di antara semuanya. Jika tidak ada Luhan, maka dia tidak akan bisa tahan sendirian. Saat itu dia masih belum dewasa. Sama sekali belum dewasa.

Persis sama kayak pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban itu, Sehun juga nggak bisa berhenti mikirin kenangan-kenangan bersama Luhan. Mereka dulu bagai tidak terpisahkan. Bagai kalender dengan angka-angka berwarna hitam dan merah, bagai bendera dengan tiangnya, bagai Monas dengan puncak emasnya, bagai gedung DPR/MPR dengan para koruptornya.
*
*

Tapi itu dulu...

Semuanya kini berpisah jalan. Kesepuluh penjaga Pohon Kehidupan sudah memutuskan untuk memilih jalannya masing-masing. Keputusan yang sebenarnya menurut Sehun sangat egois, tapi itu yang mereka inginkan. Emosi menguasai mereka saat itu.

"Kalau mereka berdua bisa memilih jalan mereka sendiri, kenapa kita semua harus berada di jalan yang sama lagi?"

Sehun ingat sekali, seseorang di antara mereka dengan nyolot mengeluarkan kata-kata itu sebelum akhirnya masing-masing dari mereka memilih pintu keluar maze yang berbeda. Sementara satu di antara mereka, yang biasanya sok imut dan hobi bermanja-manja dan kalo lagi di Namsan Tower suka lari-lari cantik, sedang menangis tersedu-sedu lebay kayak Mamak-Mamak lagi nonton film India.

Sehun tahu itu salah. Sehun mengerti semua sedang diliputi emosi. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak saat itu, Sehun belum sama sekali bertemu dengan satupun dari 10 forces yang tersisa. Dia merindukan semuanya. Dia merindukan Suho.

Suho....

Suho adalah pemimpin mereka yang mungkin memang dari luar tidak terlihat seperti orang yang bisa melakukan hal-hal mencengangkan. Paling banter bikin banjir satu RT. Dari luar dia terlihat seperti orang yang tidak bisa apa-apa. Tapi jauh di dalam lubuk hati Sehun, dia percaya bahwa Suho adalah pemimpin yang hebat.

"Aku tidak mau kita berpisah di sini. Aku tidak mau semuanya berpisah. Kita harus selalu bersama-sama!" tangis Sehun pecah saat itu.

Tapi yang lain tidak mau mendengarkan. Begitu juga dengan Suho. Namun Sehun tahu, Suho diam karena dia ingin menghargai keinginan masing-masing dari mereka yang ingin memisahkan diri. Setidaknya sampai mereka siap untuk bertemu lagi.

"Kita akan berpisah di sini. Tapi suatu hari nanti kita akan bertemu. Aku membiarkan kita semua terpecah-belah bukan karena aku ingin kita terpecah-belah. Kita adalah satu. Itu yang selalu kita katakan, bukan? Tapi sayangnya, apa yang terjadi malah tidak demikian,"

Sehun sama sekali tidak mendengar sedikitpun keraguan dalam kalimat-kalimat Suho itu.

"Dua orang udah mutusin untuk berhenti di tengah jalan. Bergabung dengan musuh. Termakan ego mereka sendiri. Itu merupakan pukulan terhebat untuk masing-masing dari kita. Aku tahu kalian marah, karena aku juga marah. Tapi aku tidak mau memaksa kalian untuk ikut apa kataku atau ikut denganku dan kita terus bersama,"

"Memang benar, kalau mereka berdua bisa memilih jalan sendiri, lalu kenapa kita harus selalu bersama? Mempertahankan semua yang sekarang terasa seperti omong kosong ini? Sekarang, pilih saja jalan masing-masing. Cari apa yang ingin kalian cari. Tapi nanti jika waktunya sudah tiba, aku harap kita akan berkumpul lagi,"

"Jika saat itu datang, entah kapan, semoga kalian semua sudah menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang membuat kalian bingung saat ini. Lalu kita bisa memulai semuanya dari awal lagi. Ketika kita keluar dari tempat ini, keluar dari pintu itu, kita tidak akan tahu kita ada di mana. Jadi, sampai jumpa lagi, teman-teman."

Itulah yang diingat Sehun sesaat sebelum mereka berpisah dan membuka pintu kehidupan baru masing-masing. Kehidupan yang menurut Sehun palsu.

Sendirian. Dihantui dengan kenangan-kenangan masa lalu.
*

*
Pintu yang dibukanya membawa Sehun ke Edinburgh, Skotlandia. Di sanalah dia mencoba peruntungan lagi, menyamar sebagai manusia bumi. Tapi kali ini sendiri. Tanpa Luhan.

Bulan demi bulan berlalu dan Sehun sama sekali tidak bisa melupakan kata-kata Suho malam itu. Tangisnya yang pecah dan semua orang yang saling nyolot soal 'jalan sendiri-sendiri' atau 'tetap bersama'.

Malam-malamnya di Edinburgh selalu dihantui dengan mimpi-mimpi buruk berada di balik pintu maze. Tapi... berbeda dengan semalam. Ketika akhirnya....

AKHIRNYA....!

Setelah sekian lama Luhan datang ke dalam mimpinya. Oh tidak... tidak hanya sekedar datang. Tetapi memberinya petunjuk. Petunjuk tentang sebuah misi rahasia yang selama ini dilakukan Sehun seorang diri: sejak keluar dari maze, ia berusaha mencari Luhan.

Dia merasa Luhan sedang berada di Skotlandia. Angin pun membenarkan hal itu. Angin bicara padanya. Oh ya, mereka selalu bicara dan membisikinya banyak hal. Lebih serunya lagi, mereka selalu mau dimintai tolong untuk melakukan banyak hal.

"Tolong cari di mana Luhan dan kabarkan padaku," begitu perintahnya di sebuah malam, ketika mimpi melihat gerhana bersama Luhan itu datang.

Dua minggu berselang, angin kembali dan memberikan jawabannya.
*
*
Luhan memang ada di Skotlandia. Kabarnya, ia akan membangun sebuah cabang perusahaan Karambol di kota ini. Kebetulan yang mengerikan, bukan? Sehun keluar dari maze dan mendarat di kota ini dan kemudian berbulan-bulan setelah itu Luhan juga datang.

Antara kebetulan yang mengerikan atau memang jodoh.

Tentu saja angin tidak bisa membertahukan secara detail di mana posisi Luhan. Tapi mereka berjanji akan membimbing Sehun untuk mencari teman karibnya itu.

Sehun juga tidak bisa meminta angin untuk membawanya langsung ke tempat di mana persisnya Luhan berada. Luhan punya kekuatan magis. Jujur saja, dia adalah salah satu yang paling kuat di antara 12 forces dulu. Dia pasti tahu jika angin diperintahkan oleh Sehun.

Jika dia tahu, dia bisa saja menjauh dan pergi...

Angin hanya bisa memberikan petunjuk sampai jarak terdekat yang mereka bisa. Tugas selanjutnya biar diserahkan saja ke Galaxy Note 4 miliknya. Ponsel mewah mahal yang didapatkannya secara cuma-cuma dari sebuah wahana permainan di pasar malam itu akhirnya akan berguna hari ini.
*
*
Sekitar pukul 15:25 sore waktu setempat, angin membawanya ke Annandale St. Ada sebuah tempat penitipan anak dan Taman Kanak-kanak bernama Bright Horizon di jalan itu. Ke sanalah Sehun akan berkunjung hari ini.

Alasannya sederhana. Dari semua kemungkinan tempat yang ada di sekitar jalan itu, hanya tempat ini yang paling mungkin dikunjungi Luhan.

Tidak ada hubungannya memang dengan usaha pengembangan bisnis Karambol-nya. Tapi Luhan sangat suka anak-anak. Dia sejak dulu senang datang ke tempat-tempat seperti itu untuk sekedar melepas penat.

Kadang-kadang Sehun curiga. Selama ini kesukaan Luhan pada anak kecil itu punya maksud buruk. Bukan pedofilia. Tapi dia curiga Luhan menyedot semangat dan jiwa-jiwa muda mereka, demi mempertahankan wajah muda tanpa kerutannya.

Tapi di luar itu, dia memang senang bermain dengan anak kecil.

Sehun harus benar-benar hati-hati saat ini. Luhan bisa saja merasakan kehadirannya di tempat itu. Jika dia tahu Sehun datang, dia akan pergi sebelum Sehun bahkan sempat kentut di hadapannya. Kentut di depan Luhan sudah jadi kebiasaan Sehun sejak dulu.

Sehun berusaha menyembunyikan pancaran-pancaran kekuatannya sampai batas minimal yang dia bisa. Dia pun berusaha untuk membuat angin-angin yang ada di sekitarnya tutup mulut. Termasuk angin dari pantatnya.

"Hanya sebentar saja, ingin bertemu hanya sebentar saja," batin Sehun. Separuh memohon, separuh pasrah.

Matahari mulai mempersiapkan diri untuk terbenam. Langit mulai diselimuti awan. Angin tiba-tiba berbisik padanya. Berbisik tentang sesuatu yang lain. Bukan soal Luhan.

"Pohon Kehidupan kondisinya sudah semakin lemah. Dia meminta semua untuk berkumpul lagi dan menyudahi perjalanan egois ini. Masing-masing dari 10 forces harus bersatu lagi. Sesuatu yang buruk akan terjadi,"

"Tapi izinkan aku mencari Luhan dulu sebelumnya," ujar Sehun. "Ini tidak akan lama, aku janji,"
*
Sehun tiba di Bright Horizon Nursery and Pre-School. Ya... dia bisa merasakannya. Dia bisa merasakan aura kekuatan Luhan ada di tempat itu. Dia akan masuk ke sana dengan keyakinan bahwa Luhan masih ada di sana. Bermain dengan anak-anak kecil yang sedang menunggu jemputan ibu mereka. Memamerkan kemampuannya memecahkan teka-teki rubik yang selalu dia banggakan itu.

Tapi... yah... hidup memang tidak pernah selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan.

Luhan sudah tidak ada di sana. Tentu saja. Luhan selain jago bermain rubik, dia juga jago kabur dari jendela. Di ujung lorong itu, di sebuah ruangan yang tak terlalu luas, Sehun hanya melihat dua anak kecil sedang duduk, menatap ke arah langit.

Sehun melangkah pelan di koridor ketika melihat sebuah pesawat mainan dari kayu melayang-layang di udara. Luhan benar-benar ada di sini tadi. Dia meninggalkan jejak. Tidak hanya pesawat kayu itu saja yang melayang-layang, tujuh mainan lainnya juga mengudara secara aneh.

Salah satunya balok kayu dengan huruf L.

Lintah Kudisan!

Lebah Polio!

Luhan...

Dua anak yang ada di ruangan itu seolah terhipnotis dengan benda-benda yang melayang-layang tadi. Sampai-sampai ia tidak sadar Sehun datang dan mendekati mereka dengan patah hati. Luhan memang selicin lintah.

Ketika kedua anak itu sadar kedatangan Sehun bersama angin-angin bau yang tak sengaja dilepaskannya, sesuatu yang aneh tiba-tiba terjadi.
*
*
Angin tiba-tiba seperti marah. Langit mendadak gelap sebelum waktunya. Gerhana matahari secara tidak terduga terjadi. Ini lebih parah dari serangan para Pelahap Maut dan kembalinya Lord Voldemort ke Inggris. Ada apa ini?

Sehun mulai panik. Desiran angin di luar semakin keras. Dia tahu ada hal yang buruk akan menyusul setelah ini. Gerhana bulan terkadang menyisakan banyak hal buruk. Kejahatan akan semakin marak terjadi ketika gelap datang. Banyak yang khilaf. Begal jadi semakin berhamburan.

Angin membisikinya sesuatu. Sesuatu tentang Pohon Kehidupan dan berkumpul lagi dengan yang lain. Mencari mereka yang sedang menyebar ke seluruh penjuru dunia.

"Akan ada bencana di bumi. Bersiap-siaplah. Cari yang lain. Kembalilah seperti dulu,"

Angin bertiup semakin kencang dan hanya dengan mengikuti arah tiupan angin itu dia bisa menemukan jalan untuk bertemu dengan yang lain.

Dan dia harus bersegera.
*
*
Ngebaca tulisan gue di atas mungkin kesannya kayak serius banget. Tapi iya, gue lagi serius. Ini masalah serius. Cucian lagi dijemur dan hujan itu serius banget. Apalagi kalo stok celana dalam lo sudah habis dan hujan turun kayak 12 jam dalam sehari. Apalah arti hidup tanpa celana dalam di weekdays?

Tapi keseriusan gue itu juga adalah efek yang paling terasa setelah menonton teaser Sehun ini. Teasernya serius banget sih. Penuh tekanan. Horor. Misterius. Nyeblin. Serius tapi bagus banget.

Beberapa waktu setelah menonton video itu gue masih merinding setiap kali separuh adegan terakhir keputer. Terlebih lagi setiap adegan angin, langit gelap, dan gerhana bulan itu datang. Kesannya kayak bakalan ada ibu-ibu menor dengan lipstik tebal mendekati lo dan siap nyium pipi lo di depan masyarakat. Horor. Unsur horor Inggrisnya kayak berasa (emang kayak gimana Ron gausah sotoy deh). Serius sebel. Mana dirilisnya kan hampir tengah malam waktu sini kan.

Dan malam itu pas teaser in dirilis gue lagi di kantor.

Sendiri.

Walaupun gue suka takut sama setan-setanan gitu, tapi gue suka banget nonton film horor. Apalagi kalo setting-nya di Inggris. Beberapa kali gue sempat baca cerpen-cerpennya Stephen King yang setting-nya di Inggris dan itu berasa banget mimpi buruknya. Gue paling suka satu yang judulnya 'Crouch End'. Nangis. Nggak begitu setan tapi ngeri aja.

Ngeri pas jaman gue SMA. Kalo gue baca lagi sekarang mungkin udah berkurang ngerinya nggak tahu juga.

Tapi gegara baca itu, efeknya jadi berkepanjangan. Beberapa cerita Stephen King berhasil sih ke mindset gue dan bikin gue percaya.
*
*
Di pilihnya Skotlandia sebagai lokasi teaser Sehun yang memang membuat atmosfer horornya pas. Skotlandia punya banyak sekali mitos dan makhluk-makhluk mistis. Salah satunya Wulver.

Wulver ini sama kayak werewolf (manusia serigala) yang berasal dari Shetland. Kepalanya serigala, badannya manusia. Tapi Wulver ini nggak jahat. Mereka baik hati karena suka menolong orang-orang yang kelaparan. Ini pasti efek dia kebanyakan nonton Mamah Dedeh.

Dari pengambilan gambar dan pemilihan adegan pun gue rasa teaser ini nyaris sempurna. Membuat kita semakin bertanya-tanya sebenarnya dari teaser pertama sampai teaser yang ini, tujuan mereka jalan-jalan itu apa sih.

Satu-satunya adegan yang paling awkward dari teaser ini adalah ketika Sehun mengeluarkan Galaxy Note 4-nya. Gimana ya, teaser ini tuh udah bagus banget, tapi tujuannya jadi jatuh ketika ponsel mahal itu muncul.

Tapi ya gimana sih lo mau marah tapi nggak bisa karena Samsung adalah sponsor utama buat teaser demi teaser ini. Kalo mereka nggak ngasih uang mungkin juga anak-anak itu nggak bakalan bisa dapet teaser sebagus ini.

Gue jadi kebayang adegan awal sebelum akhirnya Samsung dan SM deal untuk memproduksi teaser comeback EXO.

"Saya lihat ini konsep yang dikasih sama Mr. Kim bagus. Saya ingin konsep ini diangkat untuk jadi konsep comeback-nya EXO. Ini brilian ini. Saya aja yang udah selama ini di dunia entertainment kadang gak kepikiran. Kayaknya saya mulai pikun. Rambut saya mulai berkurang. Saya butuh kasih-sayang..." kata Lee Soo Man di sebuah rapat.

"Benar pak. Itu konsepnya bagus. Saya juga suka. Kita memang sejak MAMA nggak pernah serius ngurusin EXO ini. Masa jadi alien turun derajat jadi hewan serigala yang suka makan manusia kayak makan keju dan membelasut-membelasut mesra di gudang kosong. Ini menurut saya sebuah gebrakan. Bagaimana divisi keuangan, apakah memungkinkan untuk kita memproduksi seperti proposal Mr. Kim?" kata divisi produksi.

"Aduh nyet bentaran deh. Setelah saya cek keuangan kita pak pemimpin divisi produksi dan bapak pemilik SM Entertainment, kayaknya uang kita nggak cukup deh. Kita paling banter cuma bisa buat MV di tanah kosong atau di gudang terlantar. Kecuali kalo bapak mau jual beberapa saham bapak dulu buat produksi teaser. Atau gadaikan saja itu pak, gedung kosong kantor kita yang lama," jawab divisi keuangan.

"Waduh sedih sekali. Divisi marketing bagaimana apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi ketidakmampuan kita memproduksi konsep bagus ini? Saya nggak mungkin jual gedung itu karena itu mau saya bikin kos-kosan," kata Lee Soo Man lagi.

"Samsung baru saja mengeluarkan dua produk baru pak. Galaxy Note 4, Galaxy Note Edge, Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge. Kita bisa kasih proposal ke Samsung siapa tahu tembus. Kan lumayan pak Samsung kayaknya mau deh kerja sama bareng kita walaupun dulu kita identik banget sama LG," kata divisi marketing.

"Bagus itu. Yaudah coba di telpon Samsungnya, siapa tahu rejeki. Saya tahu mereka pelit tapi mungkin ini rejeki anak soleh yang tersiksa setelah ditinggal dua teman-temannya,"
*
*
Dari peta yang dibuka Sehun di hapenya, ada nama jalan Annandale St. Gue coba search jalan ini di Google Maps dan menemukan beberapa lokasi di sekitarnya. Salah satunya adalah Bright Horizons Nursery and Pre-School itu. Tempat yang paling masuk akal yang bisa dikunjungi cowok random dan berisi anak-anak.

Gatau gue juga heran kenapa gue bisa nemuin tempat itu. Hahahahaha

Oke, adegan magis dimulai di sana. Sehun masuk dan ada pesawat melayang. Dia langsung deja vu. Pesawat itu menggambarkan dua hal: terbang - fly - kekuatan Kris. Sementara membuat benda-benda melayang di udara adalah pekerjaan si Lintah Kudisan.

Sementara waktu ngeliat itu, gue.... langsung ngumpat kenceng. "BANGSAT LAH SM FOREVER GAGAL MOVE ON BANGET NAMPILIN KEKUATAN LUHAN!"
*
*
Ada dua anak random di situ. Katanya sih dua anak itu merepresentasikan Luhan dan Kris yang terjebak dalam jiwa anak-anak mereka karena ego mereka sendiri (halah). Tapi coba lihat fanfic yang gue buat di atas, betapa Sehun sudah tumbuh jadi pria dewasa. Meski dia datang ke tempat itu karena kangen sih sebenarnya.

Waktu shot kaki Sehun, dua anak yang ada di situ ngeliatin ke arah jendela. Tapi baru setelah kamera berpindah angle, mereka baru melihat ke arah mainan yang melayang-layang di atas kepalanya.

Anehnya, Sehun udah SANGAT DEKAT DARI MAINAN-MAINAN YANG SEDANG MELAYANG, baru mereka kaget. LAH BASI BANGET INI ANAK DUA. Bikin emosi. Makanya gue jadi curiga mereka di bawah pengaruh hipnotis. Selain punya Telekinesis, Luhan juga ilmu pelet dan hipnotis.

Atau jangan-jangan memang dia hobi nyedot jiwa-jiwa anak-anak. Dasar Lintah Psikopat.
*
 
 
*
Terus lagi di mainan-mainan yang melayang-layang itu, ada balok yang hurufnya L juga. Aduh ya pelislah....

Klimaks-nya ketika vas bunga yang ada di sana geter-geter kayak dada Duo Serigala itu. Suasana creepy-nya makin berasa. Langit mulai gelap karena ada gerhana matahari mendadak. Terus seiring angin bertiup, kegelapan mengikutinya dari belakang.
*
*
Terus bersamaan dengan itu ada apa sih kayak debu-debu atau dedaunan berterbangan (yang di mata gue kayaknya malah kayak serangga-serangga terbang gitu). Nggak tahu kenapa pikiran gue langsung mengarah lagi ke isi EXODUS.

Wabah keempat yang diturunkan untuk Firaun adalah wabah lalat dan serangga liar. Enggak cuma itu, wabah kedelapan juga ada wabah belalang. Pas gue nonton film 'The Prince of Egypt' (1998), adegan ketika wabah-wabah ini datang persis adegannya kayak waktu angin bertiup di luar gedung Nursery di teaser ini. Lanjut lagi, wabah kesembilan di kitab EXODUS adalah kegelapan.
*
*
Kemudian Sehun berlari keluar.

Kemudian benda-benda yang melayang di atas kepala anak-anak itu menghilang semua.

Kemudian pesawat kayu yang tadi ada di lorong juga menghilang.

Duh~
*

*
Dan video berakhir dengan shot dandelion yang tertiup angin. Secara kebetulan (atau tidak), kalau lo buka situs Bright Horizons, di bagian bawahnya juga ada Dandelion :)


Share:

28 komentar