EXO 2015: EXODUS [Chapter 6] #SUHO

*
"Leaders grow; they are not made." - Peter F. Drucker
"A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way." - John C. Maxwell
"Leaders are the ones who keep faith with the past, keep step with the present, and keep the promise to posterity." - Harold J. Seymour

Tiga quote ini jadi clue di Twitter @pathcodeexo pas sore-sore teaser Suho dirilis. Setiap kata LEADER di tweet-nya sih dikosongin. Terus kita disuruh nebak untuk membuka foto-foto di situs resmi kayak biasa. Kalau yang sebelum-sebelumnya kan clue-nya ada di video (katanya), yang kali ini akun Twitter itu berguna sebagaimana mestinya.

Waktu tiga tweet itu muncul, gue baca terus berulang-ulang. Maksudnya apa. Sampai akhirnya gue perhatiin bagian kosong itu baik-baik dan ngeliat muka Suho di video background terus langsung kepikiran: "LEADER". Pas gue ketik dan enter, eh berhasil.

Gue langsung berlinang air mata diawali dengan menjerit keren di kantor. Untung tidak ada yang memperhatikan. Setelah teaser Jongin, ini adalah kedua kalinya gue menebak dengan benar dipercobaan pertama. Yang sebelum-sebelumnya gue malas mikir soalnya.

Iya sih sebenarnya ini juga nggak terlalu susah. Gue terlalu jauh berpikir soal orang yang membuat quote itu ketimbang objek yang sedang jadi fokusnya.

Dia adalah Kim Junmyeon. Suho. Leader. Si Beser karena suka ngeluarin air.

Gue pada awalnya kayak selewat aja sih pas paca lagi quote-nya dengan lengkap setelah ditambahkan kata leader. Tapi pas dipahami baik-baik, ternyata dalam juga ya. Ngena gitu sama kejadian-kejadian masa lalu yang seharusnya memang nggak usah diingat-ingat lagi itu. (walaupun terus akan gue bahas hahahaah)

"Leaders grow; they are not made." - Peter F. Drucker

Dulu gue pikir posisi leader di setiap grup KPop itu sebenarnya klise. Dulu waktu pas pertama kali tahu KPop, kalo ditanya "Kenapa grup KPop itu punya leader sih?" sama orang yang nggak ngerti KPop, jawaban gue adalah, "Buat ngomong kalo di wawancara,". Kurang lebih memang benar. Tapi secara keseluruhan konsep leader di grup KPop kan sebenarnya nggak kayak gitu.

Pekerjaan mereka banyak. Yang jelas intinya bagaimana caranya mereka memimpin grup supaya nggak ancur aja gitu.

Tapi gue tidak melihat sosok leader itu di Suho ketika awal debut di era 'MAMA'. Dia terlalu kaku. Nggak nampak seperti leader. Kesan pemimpin itu nggak muncul gitu di mata dan benak gue. Kayak yaudah sama aja dengan member lain. Nggak ada pangkat. Setara aja. Hmmm.... Tapi mungkin saat itu gue nggak terlalu merhatiin banget kali ya.

Ketika memasuki era 'WOLF', aura leader itu juga masih belom terasa. Gue malah menilai Suho terlalu ngatur-ngatur. Sempat muncul pikiran yang kayak dia terlalu dipaksain jadi leader. Nggak pas. Kayak misalnya pas lagi di acara apa bareng-bareng, dia selalu berusaha untuk menonjol dan ngasi. Bagus sih, tapi kadang itu jadi terasa ganggu karena seringkali cara dia ngasih arahan itu kayak merintah maksa.

Iya ganggu banget. Apalagi waktu EXO12 jadi bintang tamu di 'Weekly Idol' yang pas adegan dia maju secara tiba-tiba dan pengen nge-dance cewek. Lucu sih. Tapi maksa. Dari 'MAMA' ke 'WOLF', Suho terlalu terlihat maksa untuk memunculkan kesan leader itu yang jatohnya malah ganggu. Gue ngeliatnya begitu. Nggak tahu deh kalo yang lain.

Denger-denger sih, katanya Suho itu cuma jadi leader di depan kamera aja. Kalo di belakang kamera sebenarnya leader-nya EXO itu bukan Suho. Sama halnya dengan kayak Kris jadi leader di depan kamera tapi di belakang kamera sebenarnya leadernya itu Lay.

Tapi gue nggak bisa mengkonfirmasi apakah itu benar atau nggak karena gue sendiri nggak peduli sih.
*
*
Pandangan gue tentang leadership-nya Suho seketika berubah di momen 15 Mei 2014 tahun lalu. Persis di hari yang sama ketika lawsuit Kris bikin gonjang-ganjing dunia.

Itu adalah ketika Suho naik panggung sendiri untuk menerima piala kemenangan 'Overdose' di 'M! Countdown' dengan muka salah tingkah, rambut belah tengah yang kaku, nahan nangis (oke ini sih gatau ya), bibir udah gemeteran, ngomong udah kayak nggak sanggup bentar lagi mau pecah tangisnya, dan di belakangnya nggak ada satupun member EXO-K berdiri.

Dia bisa aja nggak mau naik panggung juga. Tapi dia leader, men. Kalo lo nggak mau naik panggung terus siapa lagi? MASA IYA MANAJER. MASA IYA MAU DIWAKILIN SAMA MC?! DIMANA HARGA DIRI LO SEBAGAI GRUP SM ENTERTAINMENT, NYET!

Perasaan gue campur aduk ngeliat video itu. Di situlah, untuk pertama kalinya kesan leader Suho nempel di kepala gue. Adegan sesimpel itu bisa membuat pandangan gue ke Suho sebagai leader bisa berubah.

Ya mungkin gue emang anaknya gampangan.

Quote Peter F. Drucker itu terasa pas dengan kondisi yang terjadi dengan perubahan persepsi gue tentang leadership-nya Suho. Di 'MAMA' mungkin memang dia cuma seonggok daging yang dilabeli 'LEADER' oleh SM. Tapi dua tahun berjalan di karier mereka, dia banyak ditempa oleh berbagai macam hal di antara kesibukan EXO. Tentu saja konflik akan terjadi selama dua tahun itu. Kita mungkin ngeliat baik-baik saja tapi yang terjadi di dalam sana kan kita nggak tahu.

Ditempa oleh berbagai hal membuat Suho tumbuh jadi seorang pemimpin. Puncaknya ya lawsuit pertama di 15 Mei 2014 itu.

Hikmahnya, gue sepertinya harus makasih sama Kris. Karena dia keluar, gue jadi bisa mengubah pandangan gue soal Suho.

HAHAHAHAHAHAHAHHA

Ya walaupun pencitraan sih tapi yaaaa... kita anggap saja ini hal yang serius.

Tapi, dari tiga quote itu yang paling ngena sebenarnya yang terakhir. "Leaders are the ones who keep faith with the past, keep step with the present, and keep the promise to posterity." Susah menjelaskannya. Tapi silakan hubung-hubungkan saja semua fakta yang ada dan sudah terjadi selama ini supaya baper.
*
*

Belakangan ini Suho ngerasa sering ngantuk. Padahal dia nggak pernah begadang nonton bola. Ya punya televisi aja sebenarnya sih enggak. Bisa sih nonton di handphone, tapi, ah... not his style banget nonton di layar kecil. Sesekali memang dia nonton film porno tapi itupun nggak sering-sering. Kecuali kalo dia lagi sama Kai, mungkin bisa seminggu tiga atau empat kali. Tapi, sekarang dia bahkan nggak tahu Kai ada di mana.

Ah... Kai....

Beberapa minggu terakhir ini dia sering didatengin mimpi-mimpi aneh soal anak-anak yang lain. Sembilan penjaga Pohon Kehidupan yang lain. Kai adalah yang paling sering dateng ke mimpinya. Nggak tahu kenapa. Mungkin karena emang dia kangen Kai. Atau dia kangen diajak nonton film porno sama Kai.

Rasa kantuk yang seperti selalu datang itu membuat Suho suka lemes sendiri. Pagi lemes. Malem lemes. Dia bener-bener udah kayak kanebo kalo lagi basah. Lemes banget. Geletakan aja seharian kayak seblak pasrah.

Sebenernya nggak cuma Kai yang dateng ke mimpinya belakangan ini. Anak-anak yang lain juga suka dateng. Tapi endingnya selalu nggak jelas. Kayak pas kapan dia mimpi ketemu Tao terus diajak ngopi-ngopi di kafe gitu. Tapi mimpi itu berujung dengan sebuah ledakan terus Tao dimakan kuman.

Pernah juga dia mimpi ketemu sama Chen di Indomaret. Berharap ada apa gitu yang penting yang kira-kira bermanfaat bagi kemanusiaan dan khalayak ramai dari mimpi itu, tapi sayangnya hanya berakhir dengan Chen berubah jadi botol Yakult terus masuk kulkas dan diam di sana sampai kadaluarsa.
*
*
Selain suka mimpi-mimpi random, Suho juga belakangan sering berhalusinasi. Dia jadi suka ngeliat yang nggak-nggak. Suka ngerasa ada orang di sana tapi sebenarnya nggak ada. Suka mikir ada yang sedang ketawa-ketawa di ruang tamu padahal sebenarnya nggak ada.

Terakhir dia ngeliat Kris sama Luhan lagi main karambol. Dia sempat senyum-senyum sendiri karena berharap mereka mau kembali dan bersama-sama lagi seperti sedia kala. Supaya 'We Are One'-nya jadi nggak fake-sampah-banyak-bacot gitu loh. Tapi yah, akhirnya dia sadar kalau dua orang itu sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Di dunianya.

Yang ternyata dia sadari selama ini penuh kepalsuan.

Mungkin mimpi-mimpi random dan halusinasi ini muncul karena kekeringan mendadak yang terjadi di Mersaille. Sebagai sebuah kota pelabuhan yang dekat dengan laut, aneh memang kalau kota terbesar kedua di Prancis ini mengalami kekeringan (sotoy banget). Tapi kenyataannya itulah yang terjadi saat ini.

Air bersih sangat susah di dapatkan. Hujan tidak turun selama berminggu-minggu meskipun awan mendung selalu menyelimuti langit seolah menjanjikan hujan akan turun. Tapi ternyata langit juga bisa PHP. Suho pun jadi heran dengan fenomena ini. Ini pasti ada yang nggak beres. Ada aura-aura mistis biasanya kalo udah begini.

Mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan dunia, Suho berusaha membaca keadaan dengan kartu Tarot. Sejak tiba di Mersaille, dia tiba-tiba saja tertarik dan merasa butuh tahu dan mengerti membaca Tarot. Tarot adalah salah satu ciri khas dari kota itu. Jadi ya gitu, dia belajar baca Tarot dari seorang gypsy yang secara aneh muncul di pinggir hutan.

"Aku butuh roti. Apa kau punya roti? Aku akan mengajarkanmu membaca Tarot jika kau memberiku roti," kata gypsy itu di suatu sore.

"Jangankan roti, aku punya gunung emas yang bisa saja kuberikan padamu. Tunggu sebentar di kursi dari berlian itu, kubawakan roti di atas piring batu akik dan minuman hangat di dalam gelas dari permata," jawab Suho yang kebetulan sore itu lagi nongkrong-nongkrong cantik dengan kalung berlian dan batu akik di sepuluh jarinya.

Bisa nggak lo ngebayangin Suho dandan kayak gitu.

Setelah menguasai bagaimana cara membaca Tarot, dia kemudian mendapatkan ide untuk buka prakter Tarot via SMS. Caranya mudah saja. Cukup ketik TAROT spasi RAMAL_AKU_DONG_OPPA kirim ke 3397 sebanyak 12745384047252484535x.

Tarif Rp 15 ribu per karakter.
**
*
Benar saja. Di kondisi dunia yang Suho baca di Tarot, yang keluar selalu soal kekeringan, kekeringan dan kekeringan. Haus, haus dan haus. Nggak cuma kekeringan air yang membuat dahaga di dunia fana ini saja, tapi juga kekeringan hati dan haus akan kasih sayang.

Suho jadi ingat sudah berapa lama dia tinggal sendirian setelah rumah tangganya porak poranda dengan si Naga binal?

Dia sudah lupa saking sakit hatinya. Tapi yah memang sudah seharusnya dia lupakan juga.

Kesulitan air ternyata terjadi di mana-mana. Semua orang harus menghemat air. Tua, muda, remaja dan dewasa. Air hanya muncul di waktu-waktu tertentu dan itu tidak banyak. Jadi memang hanya bisa digunakan untuk keperluan-keperluan yang paling penting saja. Seperti minnum misalnya.

Jangan harap bisa mandi di kondisi sulit air seperti ini. Bisa minum saja sudah beruntung rasanya. Tapi pagi itu Suho benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan bau tubuhnya. Dia sudah empat bulan tidak mandi dan ganti baju. Celana dalamnya mungkin sekarang sudah berlumut. Sebentar lagu bagian bawah tubuhnya akan berkerak.

Sialnya lagi, kekeringan dan kesulitan air yang terjadi saat ini membuat kekuatannya semakin melemah. Benar-benar lemah. Dia tidak bisa merasakan kekuatan magis yang dimilikinya. Dia pun merasa sama sekali tidak berguna. Untuk apa jadi pengontrol air jika tidak ada air yang bisa dikontrol? Walaupun sebenarnya ini bukan salahnya juga, dia tetap saja merasa berdosa.

Suho tidak bisa mengeluarkan air untuk keperluan pribadi. Dia bukan penyihir yang bisa tinggal 'Aguamenti!' langsung muncul air. Untuk sekedar mengeluarkan air dengan kekuatan gaibnya, dia butuh tenaga yang besar juga. Sementara saat ini kondisinya sangat lemah. Lemah raga dan lemah hati. Dia butuh air. Dia butuh hujan.

IYA! HUJAN!!!

Hujan adalah satu-satunya cara yang bisa menanggulangi semua ini.

Tapi dia tidak bisa menurunkan hujan seenaknya. Dia juga tidak jago memanggil hujan. Dia kan bukan kodok.
*
*
Suho terbangun di suatu sore karena aroma tidak enak dari tubuhnya. Dia benar-benar butuh mandi. Dia berharap ketika dia berjalan ke wastafel dan memutar keran, dia tidak hanya akan melihat wajahnya yang lemah-lemah-butuh-air-dan-mandi-tapi-Insya-Allah-tetap-ganteng di cermin, tapi juga melihat air menetes deras dari keran.

Menetes saja sudah syukur loh. Apalagi deras.

Tapi sial. Airnya masih nggak ada juga.

Suho berpikir mungkin dia akan mencari mata air terdekat untuk bisa setidaknya mandi. Siapa tahu di tengah hutan yang ada di dekat rumahnya itu ada sumber mata air. Dia tidak pernah benar-benar mencarinya karena takut kulit mulusnya tergores ranting-ranting nakal. Di hutan katanya juga banyak nyamuk. Ngeri aja kalo digigit nyamuk. Apalagi digigit di leher. Takut orang salah paham.

Dia memulai perjalanannya mencari air di gedung kosong di dekat rumahnya. Waktu pertama kali ke situ, dia pernah melihat ada pompa air di gedung itu. Terlantar. Siapa tahu masih berfungsi dan ternyata ada keajaiban, benda itu bisa memberikannya pasokan air.
*
*
Tapi sayangnya dia tidak menemukan apa-apa. Suho tidak menyerah. Dia menguatkan hatinya untuk berjalan ke dalam hutan. Peduli iblis dengan gigitan nyamuk dan ranting nakal. Dia butuh air. Semoga dia masih punya cukup tenaga untuk berjalan jauh dari rumah sebelam tepar.

Rerumputan di pinggir hutan tidak kalah mengenaskannya dari kondisi ginjal Suho saat ini. Sama-sama kering dan butuh air karena hujan yang tak kunjung turun. Eh tapi...

Drip~

Drip~


Sesuatu jatuh ke kepala Suho dan terasa dingin. Apa itu barusan? Burung buang kotoran? Atau ada yang meludah dari langit?

Suho terlalu fokus membayangkan bentuk burung yang buang kotoran ke kepalanya sampai-sampai dia telat sadar bahwa itu adalah air rintik hujan. ALHAMDULILLAH YA ALLAH KALO MAU HUJAN SENENG BANGET BAKALAN DAPAT PASOKAN AIR!!!!

Kapan tempat ini terakhir diguyur hujan? Dia bahkan sudah lupa. Tapi semoga saja apa yang terjadi barusan merupakan pertanda bagus. Sepertinya hujan memang akan turun.
*
*
Ketika Suho melanjutkan perjalanannya sambil sempoyongan karena haus ke dalam hutan, dia melihat pohon-pohon menangis. Semuanya seperti menangis karena butuh air. Pikirannya melayang ke Pohon Kehidupan yang dijaganya selama ini. Apakah dia baik-baik saja?

Dia malu menyebut dirinya si legenda yang penjaga Pohon Kehidupan. Coba lihat apa yang dia lakukan sekarang? Coba lihat apa yang terjadi pada tim penjaga Pohon Kehidupan ini. Berceceran bagai mencret anak kecil yang belum bisa buang air di kloset.

Kalau pohon-pohon ini saja bisa kering karena tidak ada air, bagaimana mungkin Pohon Kehidupan bisa tetap berdiri kokoh tanpa penjaganya? Terlebih baru saja dua orang telah gugur dimakan belatung. Pasti hatinya porak poranda sekarang. Pohon itu...
*
*
Suho mendadak merindukan semuanya lagi. Tapi rasa rindu itu tidak sebesar rasa inginnya untuk meneguk air. Dia benar-benar butuh air. Saat ini itulah yang paling penting. Dia masih tidak bisa menggunakan kekuatannya. Dia terlalu lemah. Kalau dia dapat air, mungkin dia bisa setidaknya berkomunikasi secara magis dengan si Pohon Kehidupan dan menanyakan kabarnya.

Suho tiba di sebuah kolam renang besar yang kosong di tepi hutan--demi Tuhan siapa yang membangun kolam renang di pinggir hutan?! Nggak takut apa dimakan serigala!--pasrah. Dia sudah lelah. Kalau hujan turun, biar di sini saja dia menunggu sampai kolam ini penuh dan bisa puas berendam dan mandi sekalian. Sekalian minum.

Sambil berendam, minum air hujan.

Minum air bekas mandinya. Supaya hemat.

Semoga hujan cepat turun.
*
*
Apa yang terjadi di teaser ini persis dengan apa yang terjadi di kantor gue hari ini. Kebetulan? Wallahualam... Hari ini air di kosan mati. MATI TOTAL. Toilet nggak ada yang ngalir sama sekali. Mau pipis harus ditahan-tahan. Mau buang air besar mending jangan. Daripada harga diri ternodai karena nggak bisa nge-flush toilet dan nggak bisa cebok.

Jadilah seharian cuma nahan pipis. Tumben juga hari ini beser.

Nyari air ke sana nggak ada. Nyari air ke sini nggak ada. Mau pulang ke kosan cuma buat pipis takut pipisnya keluar duluan di jalan. Mau pipis di bawah pohon takut dikira anjing. Dilema banget hari ini. Di sinilah saya merasa memang air sangat dibutuhkan.

YA IYALAH AH ELAH.

Pasti kualat karena ngatain Suho beser.

IH KAN PADAHAL NULIS INI JUGA BARU PAS KEJADIAN AIR MATI KOK BUKAN KEMAREN-KEMAREN! KENAPA KARMANYA CEPET BANGET! GASUKA DEH SAMA KARMA!

Ahem.

Gue nggak mau terlalu bias dalam me-review teaser ini sebenarnya. Seharusnya memang nggak boleh bias. Tapi, miane miane jeongmal miane, walaupun di video ini tujuan hidup Suho kayak nggak jelas banget juntrungannya, gue suka aja sama videonya. Di beberapa adegan. Di beberapa adegan lain mungkin nggak.

Oke, kebanyakan sih enggak. HAHAHAHAHAHA
*
**
Suho jadi member kedua yang terbaring lemah dan lunglai tak berdaya di teaser videonya. Member kedua juga yang secara membingungkan memilih untuk menyendiri di hutan dan jauh dari keramaian. Apa nggak stres ya hidup kayak gitu? Ditambah lagi kondisinya sekarang adalah kekurangan air.

Sedih aja ngebayangin Suho sendirian dihutan mangap-mangap nunggu hujan. Kalo soal cebok kan kayaknya emang ceboknya gak pake air ya.

Pake batu. Kayak manusia jaman dulu.
*
Walaupun sama-sama memasuki hutan, ada perbedaan yang jelas antara video Suho dan Chanyeol.

1. Cuaca di tempat Suho mendung, tapi dia kekurangan air,
2. Cuaca di tempat Chanyeol terik, tapi dia terlihat tidak terlalu butuh air,
3. Chanyeol hanya punya baju Goo Jun Pyo, nggak punya rumah,
4. Suho hanya punya baju biasa aja yang terkesan memble, tapi punya rumah. Suho kan orang terkaya se-Mampang Prapatan. Jadi wajar mungkin kalau dia punya rumah pinggir hutan dan Chanyeol nggak.

Yah... walaupun dia kaya raya, tapi dia tetap manusia yang tiada daya dan upaya atas pertolongan Tuhan YME. Buktinya, walaupun punya rumah di pinggir hutan yang keliatannya sih mewah (dari satu shot di awal), terus punya handphone termahal dari Samsung keluaran terbaru, dia tetap nggak bisa beli air buat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
*
Pertanyaan gue: bagaimana mungkin dewa air kekurangan air?

Apakah karena Suho sudah lelah dengan rasa sakit hatinya sampai akhirnya kekuatannya pun jadi melempem? Iya kita anggap saja begitu. Kita bisa juga berasumsi bahwa dia terlalu lemah untuk mengeluarkan kekuatannya. Asumsi lainnya adalah bahwa selama ini memang dia hanyalah seorang pengontrol air. Seperti namanya, dia cuma bisa mengontrol, tidak bisa memproduksi air.

Kecuali pipis. ................................. Dan air-air yang lain.

AIR MATA.

Derita.*
*

*
Pertanyaan yang lain:

"AIR BERSIH SUSAH TAPI KOK RAMBUT LO BISA RAPI BANGET SEGER BANGET KAYAK BARU ABIS CREAMBATH, NYET?!"

"KENAPA KULIT LO SAMA SEKALI NGGAK DEKIL BERDAKI SIH, BRO?!"

"BAJU SAMA SEPATU JUGA PUTIH BERSIH BANGET TANPA DOSA, CHINGU?!"

Kalau memang nggak mandi karena susah air, harusnya ditambah juga efek lalat-lalat supaya meyakinkan gitu. Tapi memang sih kita gak tahu itu sebenarnya kesulitan airnya berapa lama. Mungkin baru semalem airnya habis terus sampai pagi belum muncul juga. Tapi kalau dilihat dari kondisi rumput dan hutan yang kering, pasti itu musim kemaraunya sudah lama banget kan.

Terus kalau misalnya baru semalaman tanpa air nggak mungkin juga abang-abangnya jalan sempoyongan banget kayak lagi sakau. Tapi ya batas normal manusia nggak minum itu berapa lama sih sebenarnya? Mungkin kan beda-beda. Gue nggak pernah mencoba untuk nggak minum selama sehari penuh. Mau coba-coba takut keterusan sampe mati. Mungkin justru karena dia adalah pengontrol air, makanya dia nggak bisa hidup tanpa air.

Bingung.

Inti dari teaser ini sebenarnya adalah bahwa dunia sedang kekurangan air. Bahwa kita memang harus bijak menggunakan air. Nggak boleh boros. Nggak boleh buang-buang air. (Tahan aja itu mules sampe mati kalo nggak boleh buang-buang air).

Tapi kalo tiba-tiba isu air ini ada hubungannya dengan pemilihan lokasi Marseille dan Suho sendiri, gue agak-agak kaget juga.

Tentu saja kita semua tahu air adalah sumber kehidupan. Tapi mungkin nggak banyak yang tahu kalo Marseille di tahun 2012 adalah tuan rumah untuk World Water Forum (WKWKWKW GUE BARU TAHU WKWKWKWK). Kontingen-kontingen dari berbagai belahan dunia membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan air di sini. Tentu saja. Kalau berhubungan sama dosa sih namanya Perkumpulan Penonton Porno.

Mungkin konseptor teaser ini bertolak dari fakta tersebut sampai akhirnya menempatkan Suho di kota ini, instead of another member. Uniknya lagi adalah, World Water Forum ini diadakan tiga tahun sekali. Tahun 2015 ini, tuan rumahnya adalah.... HEHEHEHEEHHEHE... South Korea.

Air - Marseille - S(o)u(t)h(K)o(rea)

Tapi sayangnya Suho nggak bisa jadi duta air di forum ini karena dutanya adalah HEHEEHEHEHEHEHE JYJ HEHEHEEHEHEHEHEHEHHEHE pantesan dia merasa krisis di teaser ini ya karena yang ditunjuk jadi duta air nasional-nya musuh bebuyutan manajemen.

Selain berhubungan dengan air, inti dari teaser ini nggak lain dan nggak bukan adalah iklan Samsung Galaxy Note 4. Selain itu, nggak ada apa-apa lagi.
*
*
Kesan misteriusnya kurang banget. Backsound-nya nggak terlalu mengerikan, nggak bikin takut apalagi bikin baper. Jatuh banget dari teaser-nya Sehun kemaren yang sudah epic banget dari segi pengambilan gambar sampai efek suara. Teaser ini nggak keren. Nggak membekas di hati.

Apalagi efek air yang muncul di kolam renang di adegan terakhir itu terlalu cheesy. Nggak menampilkan kekerenan seperti yang seharusnya. Aneh juga nggak sih kalo misalnya si Suho-nya berakhir di kolam renang kosong sejurus kemudian air muncul secara tiba-tiba dari entah-mana?!?!

Kalo memang mau jadi seperti Firaun yang mati di laut, paling enggak adegan airnya muncul dibuat lebih berkelas gitu. Suho berdiri di tengah-tengah kolam renang, tersenyum memandang ke kamera terus dari sisi kiri dan kanan air tiba-tiba mengguyur dia dan kemudian baru muncul tulisan EXODUS.

(nggak keren-keren juga sih padahal)

(TAPI POKOKNYA GIMANA KEK YANG EPIC GITU AH MASALAH INI SUHO BIAS GUE MASA YANG GAK BISA AJA BAGUS BISA NABRAK NABRAK PECAHAN BOHLAM!)
*
*
Awalnya juga gue pikir nih endingnya bakalan kayak si Suho bakalan berdiri di tengah-tengah padang rumput gitu terus hujan turus dan mengguyur tubuhnya. Lalu dia dengan bahagia menikmati setiap tetes air hujan selayaknya orang yang sudah menunggu air sejak lama.

At least gue mengharapkan ending yang dramatis gitu-laaaah. Kan lo udah kehausan dan teler-teler sempoyongan kekurangan air. Apa kek gitu adegan akhir yang bisa menggambarkan rasa bahagia lo ketemu sama air. Mangap-mangap ke langit dengan bahagia lalu meneguk segarnya air kek atau gimana gitu kan yang penting ada kesan setelah menontonnya.

Lagipula kan yang butuh air bukan cuma Suho tapi juga si hutan belantara dan rerumputan. Kalo hujan kan semua jadi kebagian. Kan adil

Di luar dari itu, gue suka adegan teler kehausannya. Suho terlihat mendalami peran sekali. Sudah keliatan banget kehampaan di wajahnya. Kehampaan antara kekurangan air atau kekurangan kasih sayang. Ya sudah pantaslah debut jadi aktor di drama SM yang kemudian nggak akan laku seperti juga drama-drama SM yang lain.

Kesimpulannya? SM LO GAK ASIK SAMA SUHO.

Tapi makasih sudah bikin teaser foto yang bagus ini HEHEHEHEHEHEEHEHEHEHEHEHEHEHHESUKABANGETHEHEHEHEEHEHHEHEHEHE
*
*
Jadi setelah Suho, yang akan dirilis berikutnya siapa? Chen? Bisa jadi sih Chen. Kalo nebak-nebak lokasinya, pastinya di kawasan gurun yang mudah terjadi perubahan cuaca drastis mulai dari petir sampai tornado. Karena di 'MAMA' ada kalajengking di adegan Chen, kali ini juga pasti bakalan ada kalajengking. Kalajengking identik dengan gurun.

Jadi ya abis ini Chen di gurun.

Sambil jualan Yakult.

Lokasinya hmmm...

London - Barcelona - Arizona - Berlin - Edunburgh - Marseille.

Eropa - Eropa - Amerika - Eropa - Eropa - Eropa - Amerika - Eropa - Eropa - Eropa
Ah gamau sotoy ah. Kalo terlalu yakin nanti sakit hati.

Ya tapi bolehlah nebak dikit ya heheheheh ATLANTA hehehehehe

Nggak deng, Ngarang bebas banget.

PPYONG!
*



Share:

14 komentar