EXO 2015: EXODUS [Chapter 9] #LAY

*

Berasa banget ada perbedaan perasaan ketika teaser Kai dirilis dengan teaser Lay ini. Pas Kai excited-nya kayak maksimal banget. Ya mungkin bukan cuma gue tapi semua orang karena memang kan ini udah ditunggu-tunggu sejak Desember 2014. Walaupun kualitas videonya 3gp banget dan cerita yang ditampilkan juga bikin kita ngeraba-raba, tapi peduli setan. Yang penting heboh dulu.

Fans KPop kan gitu. Apa-apa yang penting heboh dulu. Di timeline lewat foto si T heboh. Lewat foto si B heboh. Pas lewat berita si T sama si B pacaran, beuh, hebohnya sampai ke antariksa. Heboh marah-marah dan ngebash.

Tapi nggak apa-apa. Itu kan ekspresi pribadi ya. Bebas aja. Gue juga selalu kayak gitu kok. Sedikit-sedikit heboh. Apa-apa heboh. Tapi biasanya gue hebohnya liat-liat dulu kalo orang lain udah heboh karena topik X gue biasanya nggak mau ikutan heboh. Gue cari topik lain supaya topik hebohnya bisa lebih beragam.

Ketika teaser member lain menyusul dirilis, gue pribadi kemudian dipenuhi dengan ekspektasi-ekspektasi yang sebenarnya sia-sia. Gue mengharapkan akan terjadi seperti ini, akan terjadi seperti itu. Gue berharap ada hal yang lebih dan lebih lagi di setiap teaser. Ibarat kata teaser ini gunung yang bisa di daki, teaser Kai itu adalah bagian kakinya. Jadi semakin ke atas semakin terjal dan semakin seru.

Tapi itulah hidup. Ekspektasi sama realita memang tidak selalu sejalan. Kadang kita pengen punya pacar, tapi nyatanya orang yang pengen kita pacarin udah pacaran sama yang lain. Kadang kita suka sama orang yang sudah lama jadi temen kita, tapi dia malah suka sama yang lain.

Ekspektasi gue yang besar di teaser-teaser EXO ini menurut gue cukup beralasan. YA KAPAN LAGI GITU SM NGELUARIN VIDEO YANG BREATHTAKING KALO ENGGAK TEASER?! MV-NYA AJA BISA CUMA DI KOTAK INDOMI KAN BETEK. Hanya lewat teaser pendek kayak gini biasanya SM menyuguhkan sesuatu yang berbeda dan keren.

Puncak ekspektasi gue itu pas di teaser Tao sama Sehun. Menurut gue dua teaser ini yang paling keren dari semuanya kan ya. Terus gue berharap yang sesudah-sudahnya juga bisa lebih nendang gitu. Yah tapi kenyataannya malah menurun. Gak terus-terusan menurun sih. Ala-ala EXID lah. Up and Down. Ada yang bagus banget (Sehun) ada yang biasa aja, turun ke Suho, terus naik dikit ke Baekhyun dan turun lagi di Lay.

Yah....
Kembalilah ke momen menunggu dan menunggu tapi yang diharapkan tak kunjung datang. Persis ketika lagi nunggu busway di halte Buncit Indah hari Jumat tapi yang muncul selalu kopaja 602 dan 20. Ketika nunggu kopaja 602 di halte yang sama di hari yang berbeda, yang dateng melulu malah busway.

Kayak mengharap Kris dan Luhan kembali ke EXO. Zayn Malik kembali ke One Direction. Atau YG dan SM kemudian berkolaborasi dalam satu album: WINNER-EXO.
*

*
Thats life. You don't always get what you want. Most of the times you'll get what you need.

BUT I NEED ANOTHER FREAKING SCARY TEASERS GIMANA DONG.

Teaser-nya Lay ini saking membosankannya yah berasa cepet banget abisnya. Kayak makan bubur. Dari mulut langsung ke dubur. Terasa terlalu pendek dan terlalu buru-buru. Bisa dibilang aneh kalo lo mau bilang aneh. Walaupun sebenarnya lebih aneh Baekhyun sih ya. Ya tapi EXO kan emang grup aneh. Baru dua tahun debut udah kehilangan member. Menang awards selalu di bash.

HELLAW.
*

*
Adegan awal di teaser membuat gue membayangkan kehidupan di kota-kota besar yang sangat fancy dan kekinian. Sebagai pemeran utama di teaser ini, imajinasi gue bergerak ke Lay yang jadi eksekutif muda di sebuah kota besar yang hidupnya udah fancy banget gitulah.

Terlintas juga di pikiran gue, oh mungkin di video ini nanti akan ada hubungannya sama dunia kedokteran. Lay kan punya kekuatan healing gitu kan. Paling banter dukun lah kalo susah jadi dokter karena harus kuliah bertahun-tahun dulu sementara dia baru keluar dari maze kan beberapa bulan aja.

Atau kalau misalnya enggak jadi dokter, yaudah jadi tukang kebun. Dari dulu kekuatan healing yang dimiliki Lay selalu digambarkan dengan sebatas bisa menyegarkan bunga yang layu. Nggak pernah sesuatu yang real seperti menghidupkan lintah yang meninggal atau kecoak yang kepalanya buntung.

Kebayang juga Lay bakalan jadi relawan yang suka melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Healing power-nya digambarkan dengan kegiatan kemanusiaan. Meng-healing(?) hati yang terluka.

Ya tapi itu hanyalah sekedar khayalan belaka.
*
*
Sedetik setelah shot kota besar dan hiruk-pikuknya itu, yang muncul malah Lay yang berdandan biasa-biasa aja dan jauh dari kesan eksekutif muda ataupun tukang kebun. Anak muda biasa yang suka sepedaan di tengah gelap malam. Ah... Enggak ngerti banget. Lay kesannya jadi enggak setia kawan. Di teaser sebelumnya ada cabe-cabean ber-eyeliner yang lari-larian karena takut gelap. Dia malah menembus kegelapan.

Di mana rasa tenggang rasa kamu, kak Yixing? Kamu berubah kak semenjak punya Galaxy Note 4.

Mengambil lokasi di Yunnan, Tiongkok, membuat teaser ini jadi etnik banget kesannya. (apa sih). Mungkin supaya Yixing-nya lebih feels like home gitu kali ya. Sekalian juga jadi kayak ajang promosinya Yixing di kancah lokal. Mengingat dia nggak akan punya banyak air-time di TV Korea (kalo pembatasan itu masih ada), jadi setidaknya ada sesuatu yang membuatnya lekat dengan negeri asalnya gitu. (super sotoy).

Adegan kota awal mungkin enggak berasa kalo lagi di Tiongkok. Tapi pas adegan Yixing naik sepeda membelah kegelapan dan menuju kedai teh misterius---yang INNALILAHI kenapa sepi banget, itu sebenarnya kedai minum teh etnik atau klinik dukun santet--kesan Tiongkok-nya mulai muncul.

Of course. It's Chinatown!
*
*
Tapi.

Yah.

Tolonglah.

Itu... bunga yang tumbuh di tengah-tengah semen jalanan.... Pelis... di zaman jahiliyah seperti sekarang ini, siapa sih yang dengan bahagia hati membiarkan setangkai bunga tumbuh di tengah-tengah kota seperti itu kalau bukan Zhang Yixing? Tumbuhnya bunga di tempat yang tidak wajar ini bikin gemes deh.

Pernah gak lo nemu bunga liar tumbuh di tengah-tengah jalur busway? Gue sih gak pernah makanya gue merasa ini aneh dan penempatannya terlalu maksa. Kalo sebelum Yixing lewat anak umur 5 tahun yang bandel dan suka pipis di rawa-rawa itu pasti bunga udah nggak selamet. Jangankan bersemi kembali, ketemu Yixing aja mungkin gak pasti.
*
*
Kenapa adegannya enggak dibikin si Lay ini bersepeda di pinggiran kota yang masih subur dan banyak tumbuhan. Atau sekalian kalo mau banyak bunga di taman kota aja. Jadi kalo ada shot bunga-bunga liar yang kering dan hampir mati tidak akan terkesan aneh.

Padahal katanya Yunnan adalah provinsi yang paling kaya dengan tanaman dan tumbuh-tumbuhan. 'Center of Plant Diversity' LOH! Sayang banget kalo enggak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kan.

SIGH.

Ketika Yixing selesai memarkir sepedanya entah di mana dan masuk ke kedai teh misterius itu, gue nggak berpikir kalo itu sebenarnya kedai teh misterius. Malah kesannya kayak rumahnya Yixing sendiri. Karena pas dia ngebuka pintu kesannya kayak anak raja banget. Kayak anak yang baru pulang merantau sambil bersepeda santai keliling dunia kemudian berteriak memanggil Mama dan Papa.

Dia udah seakrab itu sama yang punya kedai ini? Atau jangan-jangan emang dia yang punya? Soalnya pas dia nyolek mamang-mamang itu, mamangnya kayak yang, "LOH JURAGAN UDAH BALIK DARI KERJA BAKTI NGASIH MAKAN YETI DI HIMALAYA?!" terus #brb #bikintehherbal.
*
*
Satu-satunya adegan yang menurut gue paling pas di teaser ini adalah ketika Lay mulai duduk dan mengeluarkan hape Samsung kekiniannya lalu mendengarkan musik dan menulis lirik lagu.

Kenapa adegan ini malah pas? Karena pertama jelas ini iklan. Jadi harus serius menggarapnya (adegan itu aja). Kedua, di adegan ini kemudian menjelaskan bahwa kedatangan Lay ke kedai teh yang sepi dan menyeramkan itu sangatlah wajar.

Dia datang untuk menulis lagu.

Kadang-kadang kan orang mencari inspirasi di tempat-tempat random. Ide juga datang di lokasi-lokasi dan momen yang tidak terduga.

Gue misalnya, sering banget dapet ide untuk nulis kalau lagi mandi atau lagi buang air besar. Tapi jarang-jarang ide dateng secara langsung ketika diniatin buat nulis dan tangan sudah menyentuh laptop atau handphone.

Makanya kadang-kadang sebelum nulis apapun, gue harus mandi dulu. Atau kalo mules gue buang air besar dulu. Kalo nggak ada perasaan ingin BAB, bagaimana caranya ide harus datang dan gue harus BAB. Minum sebotol cuka pun diladeni.

Nggak deng. Lebay.

Tapi ide-ide untuk menulis teaser Tao mau diapain atau Baekhyun lari-lari itu enaknya jalan ceritanya gimana ya datang ketika jongkok di kloset. Itu bener-bener lokasi paling nyaman untuk berpikir.

Sedang juga dapet ide sambil jalan kaki dari kosan ke kantor atau kantor ke kosan. Hampir selalu ide itu datang sambil gue ngomong-ngomong sendiri kayak orang gila. Sering juga pas mau solat nih misalnya udah mau takbiratul ihram terus muncul ide yang bikin nggak konsen karena bukannya khusyuk malah, "Ah nanti mau bikin Chen begini ah terus begitu ah,".

Astagfirullah. Kesel. Ya Allah ampunilah dosa-dosa hamba. Tapi toh ide ini datang dariMu juga kan ya.

Sementara untuk Lay sendiri, mungkin kondisi sepi, etnis dan mistis di kedai teh itu membuatnya bisa berpikir tenang untuk menulis lirik-lirik romantis. Mungkin atmosfer ruangan kedai teh kuno itu membuat pikirannya nyaman. Aroma kayu tua dari meja dan kursinya yang khas, bercampur dengan aroma debu dan teh herbal. Mungkin menurut Yixing itu bisa membuatnya berpikir jernih.
*
*
Kemudian karena adegan pendek itu, semua adegan-adegan aneh di awal teaser termaafkan. Termasuk juga adegan-adegan setelahnya.

1. Si pemilik kedai teh secara tidak punya itikad baik mengantarkan teh ke Yixing. Kalaupun kedai ini sepi dari pagi ya at least karena lo punya the only costumer of the day harusnya kan tersenyum ceria bukannya malah menguap. Ah elah. Orang udah bela-belain naik sepeda dari Himalaya, sambutannya kayak gitu. Pantesan sepi itu kedainya.

2. Detik-detik terakhir di teaser sebenarnya cuma pengulangan dari teaser sebelumnya. Lampu yang kedap-kedip, handphone yang bertingkah aneh tidak hanya suaranya tapi layarnya juga. Ternyata handphone mahal tidak menjamin keselamatannya dari setan-setan yang terkutuk ya.

Bisa diklaim garansi sih itu harusnya kalo layarnya rusak. Eh tapi abis itu Lay ngebanting hapenya ya ke meja? Yaudah kalau ada kerusakan karena kesalahan pelanggan bukan tanggung jawab kami.

3. Gue enggak tahu apakah memang ada manusia yang terlahir songong ya kayak anak-anak EXO ini. Handphone semahal itu main lempar-lempar banting-banting sesuka hati. Abis dilempar, ditinggal begitu saja.

Subhanallah.... orang kalo udah kebanyakan uang dan enggak tahu uangnya mau diapain lagi sih biasanya akan jadi dua hal: (1) dermawan, (2) begok. Tapi karena kaya raya, yaudah gapapa begok. Asal kaya raya.

Coba kamu bayangkan kalau itu hati. Setelah kamu sayangi kemudian kamu campakkan! YIXING KAMU BIADAB JUGA TERNYATA YA!

Ahem.

Tao kemaren juga di teaser ninggalin handphone-nya. Walaupun nggak ada adegan ngelempar sih. Sekarang giliran Yixing yang karena takut dari hapenya bakalan keluar Sadako, dia pun meninggalkannya bersepeda ria di malam yang gelap gulita.

Ini nanti kalo misalnya ada MV yang lanjutan teaser, mungkin adegan yang pas untuk menyelesaikan masalah handphone yang tertinggal ini adalah aplikasi tracker yang ada di hape Samsung. INTINYA?! YA IKLAN LAGI IKLAN LAGI!

Tapi makasih Samsung karena kamu teaser EXO jadi berkelas.

Teaser Lay pun diakhiri dengan tulisan EXODUS dengan latar belakang bunga putih. Kayak anak perawan. Lay si Kembang Perawan.
*
*
Kesimpulan:

Kalo gue bilang, teaser Lay ini yang paling jelek dari semuanya. To be very very very honest, ini biasa banget. Jauh lebih biasa dari teaser-nya Chen yang udah kayak iklan layanan masyarakat untuk menyuarakan 'RAJIN-RAJINLAH MENGAJI DEMI AKHIRAT'.

Akting dan ekspresi (CIYEEE CALON AKTOR) sih oke. Tapi ketegangan ketika si hape mulai keresek-keresek itu enggak nyampe ke gue. Gak tahu kenapa mungkin gue sudah lelah. Mungkin juga karena efek pikirannya lagi bercabang.

Coba deh kalo nonton lagi teaser Sehun. Sejak dia masuk ke tempat penitipan anak itu aura videonya aja udah beda. Setiap kali Sehun menatap dan melirik, kesannya tuh kayak, "Anjir anjir ini pasti bentar lagi Annabelle keluar dari dalam lemari gendong anak!" atau "Anjir anjir ini kayaknya abis ini Susana jatoh dari langit terus melotot di depan mata Sehun."

Harapan-harapan yang gue punya terbayar dengan kejutan dan ketegangan ketika nonton teaser Sehun. Walaupun Annabelle gendong anak dan Susana-nya nggak muncul. Wah kalo  muncul mungkin lebih daebak heol lagi. Annabelle aja udah horor apalagi dia punya anak.

Mian an mian, Lay teasernya paling jelek. Paling biasa aja.

Dia bahkan enggak dikasih kesempatan untuk setidaknya menunjukkan kalau dirinya adalah pemilik healing power. Ya, enggak secara nyata juga langsung yang 'cyu cyu cyu cyu' kayak pas dia di 'Weekly Idol' gitu. Tapi ya gimana ya... kayaknya ini orang nggak punya apa-apa gitu loh bukan dari kalangan makhluk magis(?).

Atau mungkin sengaja supaya nggak terlihat sombong? PGFFFFTTTT. Mungkin ceritanya konsep dari video Lay ini adalah penggambaran dari aura Lay sendiri yang sudah meng-healing hati fans dari kejauhan. PPPPFFFFFTTTTTTT Jadi orang-orang di sekitarnya akan disembuhkan dari penyakit hati dan jiwa hanya dengan melihatnya. PFFFFFTFTTTTTTTT

Tapi kenapa mamang-mamang penjual teh itu dicolek Lay malah merengut dan nguap?

Berarti kan gagal aura healingnya.

Well, Lay bukan Aa Gatot Brajamusti atau Guntur Bumi after all...
*
**
Sebelum gue mengakhiri review ini, mari kita sedikit kembali ke EXODUS sejenak. Jujur aja, gue sejak pertama kali teaser keluar, gue nggak pernah yang ngulik-ngulik hasil riset fans lain. Ngeri ngebacanya. Nggak sanggup menahan segala beban di hati ini.

Kita bisa bilang sebagian besar konsep teaser EXODUS ini memang terinspirasi dari Kitab Keluaran di zaman Nabi Musa. Dari judulnya aja sih sebenarnya sudah ketahuan ya. Nah di kitab itu sendiri, kala itu mesir diserag oleh 10 wabah. Mungkin beberapa sudah baca di fanbase ya atau fans internasional. 10 wabah itu di antaranya:

1. Air sungai berubah jadi darah
2. Wabah kodok
3. Kutu-kutu
4. Wabah lalat
5. Penyakit mematikan yang memakan korban binatang-binatang ternak
6. Penyakit kulit
7. Petir dan api
8. Wabah serangga belalang
9. Kegelapan
10. Kematian anak laki-laki kelahiran pertama
(maaf kalau ada kesalahan)

Di review sebelumnya kalau enggak salah inget, gue sempat bilang kalau judul EXODUS itu mungkin saja merupakan penggambaran dari member yang keluar. Mungkin ini benar. Tapi alasan lain juga tidak menutup kemungkinan menjadi alasan SM menggunakan judul itu. Salah satunya adalah 10 wabah yang terjadi di masa Firaun tadi.

EXO sekarang punya 10 member.
Ada 10 marbles yang berhasil keluar dari maze.
Teaser EXO yang baru berlokasi di 10 kota yang berbeda.

Lalu, mungkin gue telat banget merindingnya ya tapi pas tau kalau misalnya 10 kota yang dijadikan lokasi teaser itu juga punya sejarah pernah terkena wabah, gue makin nangis darah. Tidak persis sama dengan apa yang terjadi di Mesir pada era Kitab Exodus, tapi iya, kenyataannya kota-kota tersebut pernah diserang wabah.

Colorado:

"Near the South Eastern border of Boulder, Colorado, signs can be seen warning visitors to stay away from the area. A colony of prairie dogs in the area are causing quite a stir after it was found that their fleas are harboring the Bubonic plague. The investigation began after a neighbor reported a rash of dead prairie dogs, and was concerned as to why they were dying off. Samples were taken from the area, including a collection of fleas. It was later determined that the fleas were harboring the plague," Artikel tanggal 26 September 2014 dari sini.


Arizona

"Health officials in northern Arizona said that fleas in a Flagstaff park tested positive for the plague. The Arizona Daily Sun reported Wednesday that the Coconino County Public Health Department said the fleas had been feasting on prairie dogs and that the animals were being watched for signs of the highly infectious disease. Officials said the plague has been found in the county before, though its the first instance this year. It may be present in other areas of the county," Artikel 25 September 2014 dari sini.


London

"The Great Plague (1665–66) was the last major epidemic of the bubonic plague to occur in the Kingdom of England (part of modern-day United Kingdom). It happened within the centuries-long time period of the Second Pandemic, an extended period of intermittent bubonic plague epidemics which began in Europe in 1347, the first year of the Black Death, an outbreak which included other forms such as pneumonic plague, and lasted until 1750.

The Great Plague killed an estimated 100,000 people, or almost 25% of London's population. Plague is caused by the Yersinia pestis bacterium, which is usually transmitted through the bite of an infected rat flea.

The 1664–66 epidemic was on a far smaller scale than the earlier Black Death pandemic; it was remembered afterwards as the "great" plague mainly because it was the last widespread outbreak of bubonic plague in England during the 400-year timespan of the Second Pandemic." -- Wikipedia

Lyon

"The Festival of Lights (French: Fête des Lumières) in Lyon, France expresses gratitude toward Mary, mother of Jesus on December 8 of each year. The origins of the festival date to 1643 when Lyon was struck by plague. The municipal councillors (échevins) promised to pay tribute to Mary if the town was spared. Ever since, a solemn procession makes its way to the Basilica of Fourvière on this day to light candles and give offerings in the name of Mary. The event thus commemorates the day Lyon was consecrated to the Virgin Mary." -- Wikipedia


Marseille

"The Great Plague of Marseille was the last of the significant European outbreaks of bubonic plague. Arriving in Marseille, France in 1720, the disease killed 100,000 people in the city and the surrounding provinces. However, Marseille recovered quickly from the plague outbreak. Economic activity took only a few years to recover, as trade expanded to the West Indies and Latin America. By 1765, the growing population was back at its pre-1720 level." -- Wikipedia


Edinburgh


"The Edinburgh Plague was first recorded in the year 1513 and made several appearances over the years, as it did across Britain in the middle ages. Symptoms included swollen lymph glands, puss filled ‘buboes’ in the armpits and groin, and severe vomiting which could be so violent as to rupture the victims internal organs. Mortality rates were as high as 90 percent in some outbreaks.

The worst outbreak of the plague in Edinburgh was that of 1645. It was recorded afterward that at it’s height, there were barely sixty men left able enough to defend town of Edinburgh. The plague of 1645 was also the last to blight Edinburgh.

The overcrowded state of Edinburgh’s old town and the heavy infestation of rats made it very easy for the plague to spread. Fleas were the most common form of transmission and once infected the victims chances of survival were very slim.

Plague sufferers were confined to their homes and instructed to hang white sheets from the doors and windows, they would then be visited by the Plague Doctor, although ‘treatment’ was rarely a success." dikutip dari sini.


Barcelona

"While Barcelona was going through a frenzied building boom, a series of cataclysms decimated its population (and the entire Principality), savaged the economy and transformed the mentality of its people. Aside from physical phenomena like earthquakes, the imbalance between population growth and food production led to various famines – beginning in 1333, “the bad first year”- that weakened people who were soon to suffer epidemics and wars.

 It was just as Pere the Ceremonious was embarking on the war against Genoa and struggling with the Sardinian revolt that the Black Death first appeared, in 1348. The plague may have helped him defeat the rebels who formed the Unions in Valencia and Aragon, but it brought massive mortality to his subjects (even his second wife, Elionor of Portugal, fell victim to the plague) and disorganised his kingdoms, due to the deaths of so many royal officials and municipal magistrates (Barcelona lost four of its five councillors)."-- Black Death of Barcelona

Almaty

27 Agustus 2013

'Boy dies of bubonic plague close to Kazakhstan border'

According to Tengri News, the Kazakhstan Government has toughened their border control with Kyrgyzstan since a herder from eastern Kyrgyzstan, close to the border with Kazakhstan and Issyk-Kul Lake, died of the bubonic plague. The Ministry has suggested that Kazakhstan residents abstain from travelling to Kyrgyzstan, but there are no plans to close the border. The Kyrgyzstan Government has stated that the decease not at a level that would be described as an epidemic as the form of the decease is not conducive to a plague epidemic. The Kyrgyzstan medial officials did state that there has been 105 people hospitalised and isolated with the decease.

Berlin

"During the Great Northern War (1700–1721), many towns and areas of the Circum-Baltic and East Central Europe suffered from a severe outbreak of the plague with a peak from 1708 to 1712. This epidemic was probably part of a pandemic affecting an area from Central Asia to the Mediterranean. Most probably via Constantinople, it spread to Pińczów in southern Poland, where it was first recorded in a Swedish military hospital in 1702. The plague then followed trade, travel and army routes, reached the Baltic coast at Prussia in 1709, affected areas all around the Baltic Sea by 1711 and reached Hamburg by 1712. Therefore, the course of the war and the course of the plague mutually affected each other: while soldiers and refugees were often agents of the plague, the death toll in the military as well as the depopulation of towns and rural areas sometimes severely impacted the ability to resist enemy forces or to supply troops.

This plague was the last to affect the Circum-Baltic, which had experienced several waves of the plague since the Black Death of the 14th century. However, for some areas, it was the most severe. People died within a few days of first showing symptoms. Especially on the eastern coast from Prussia to Estonia, the average death toll for wide areas was up to two thirds or three quarters of the population, and many farms and villages were left completely desolated." -- Wikipedia

Yunnan

"Yunnan Province is responsible for about 50% of officially reported malaria cases in China. It is presently considered to be the main source of plague in China." -- Wikipedia

Cute banget gak SM Entertainment? Selalu Menarik untuk dibahas lebih lanjut. Yang lebih cute lagi, kenapa mereka bisa menemukan kota-kota itu dan mengurutkan nama depan hurufnya jadi CALL ME BABY dan kemudian jadi judul lagu? WKWKWK Sebenarnya prosesnya kebalik sih. CALL ME BABY dulu yang dibuat, baru cari kota-kota yang pernah diserang wabah sebelumnya.

Tapi ada berapa banyak kota di dunia yang berawalan huruf C,A,L,L, M,E, B,A,B,Y? BANYAK BANGET. Baca atlas kayaknya nggak akan abis dalam semalam. Mana gitu atlas hurufnya kecil-kecil lagi kayak bayi kuman lahir prematur.

Gue makin yakin bahwa konseptor EXO ini adalah orang-orang yang punya kemampuan magis. Mungkin SM mengumpulkan semua cenayang di seluruh Korea untuk urun rembug (?????) mengerjakan EXODUS. Bahkan gue mulai yakin bahwa Lee Soo Man ini ternyata adalah seorang ahli nujum dan masih satu garis keturunan dengan Nostradamus dan Albus Dumbledore.

Bayangkan, debut dan comeback EXO aja pasti diikuti dengan fenomena-fenomena alam seperti gerhana matahari, bulan atau apalah itu. Tapi yang paling bikin pengen nangis adalah bagaimana mereka terpikir untuk menghubungkan:

EXO - KRIS & LUHAN - TEASER COMING SOON - MARBLES - MAZE - EXODUS - PHARAOH & MOSES - PLAGUES - 10 DIFFERENT CITIES - CALL ME BABY.

*cubit pipi Lee Soo Man*

Dan ternyata di balik semua skenario panjang perpisahan ini, ada satu orang yang akhirnya dijadikan kambing hitam.
*

*

Share:

17 komentar