'Devil' Super Junior dan 10 Cerita yang Super Mubazir

*
Gue merasa Tuhan mendengarkan doa-doa gue dan membisiki SM Entertainment dengan kata-kata penuh cinta ketika Super Junior akhirnya comeback dengan ‘Devil’. Di saat yang sama gue juga lupa, kalau ternyata Tuhan sudah mendengarkan doa-doa gue dan membisiki SM Entertainment dengan kalimat-kalimat cinta ketika ‘Mamacita’ dirilis tahun lalu.

Hahahaha...

Kalau misalnya ‘Mamacita’ nggak punya konsep sketsa komedi yang lucu itu, mungkin gue akan menjatuhkan pilihan gue ke ‘Devil’ dan memberikan gelar sebagai MV Super Junior paling bagus selama 10 tahun terakhir. Tapi ternyata ‘Devil’ inipun belum bisa mengalahkan pesona ‘Mamacita’ buat gue pribadi.

Setidaknya di beberapa hal.

Oke, gue memang nggak bikin review soal ‘Mamacita’ karena sesuatu dan lain hal. Hahaha... entah apa yang terjadi tahun lalu gue juga nggak terlalu yakin apakah itu hal yang layak untuk dibahas atau tidak. Tapi membagi waktu untuk menulis buat pekerjaan kantor dan menulis untuk blog pribadi ternyata bukan perkara yang mudah. Dua tahun terakhir gue berusaha menyeimbangkan itu dan berhasil di satu poin, tapi kemudian gagal di poin yang lain.

Malah curhat.

Sebelum kita masuk ke ‘Devil’, gue mau sedikit membahas dulu soal ‘Mamacita’ supaya kita bisa merasakan perbedaan antara dua video musik dan dua album terakhir yang dirilis Super Junior dalam kurun waktu satu tahun ini.


Secara personal gue menyukai ‘Mamacita’ karena secara musik, konsepnya merupakan paduan unik dari musik pop latin dan diaransemen ke dalam rasa Korea. Gue adalah salah satu fans latin pop, bisa dibilang begitu. Gue suka banget dengerin lagu-lagunya Thalia dan beberapa grup latin kayak MDO gitu di beberapa lagu.

Dan ketika latin pop itu dipadukan dengan Kpop, jadinya bener-bener klop banget! Coba dengerin deh lagunya IU yang ‘Everyone Has Secret’, HISTORY yang ‘What Am I To You’ atau IU lagi yang ‘Obliviate’. Tiga lagu itu punya konsep latin pop dan jadinya dangdut. Karena dangdut jadi enak. #maaf #fansUutPermatasari #basisnyadangdut #KpophanyaPelarian

Super Junior berhasil mengembalikan bagaimana menyenangkannya mendengarkan lagu mereka lewat track ini. Kalau gue bukan pendengar Kpop, gue akan dengan mudah mengenali ‘Mamacita’ sebagai lagu Super Junior. Ada daya tarik sendiri yang membuatnya istimewa menurut gue. Satu kata untuk lagu ini: NENDANG! Terlebih bagian “Ayayaya” itu sih udah klimaks. Karena gue sedikit kecewa sama ‘Sexy, Free & Single’, ‘Mamacita’ menjadi penawar semua rasa kecewa itu.

Plus-nya lagi ada dua hal penting yang nggak akan lo lupakan dari perilisan ‘Mamacita’: Leeteuk dan Heechul comeback dari wajib militer dan Sungmin kehilangan keperjakaannya. Ini yang membuat perilisan ‘Mamacita’ jadi spesial dan tidak terlupakan.

Back to our main topic.

Perilisan ‘Devil’ bisa dibilang kejutan. Oh tentu saja, karena kan album ini adalah album spesial untuk perayaan ulang tahun debut Super Junior yang ke-10. ‘Kejutan yang istimewa’ itupun ditampilkan dalam bentuk teaser video yang menyenangkan dan di luar dugaan. Kembali lagi ke apa yang gue tulis di awal, ketika gue melihat teaser videonya gue merasa Tuhan benar-benar mendengarkan doa gue dan memberikan bisikan cinta ke SM Entertainment.

Gue sudah sangat puas dengan apa yang gue dapatkan di ‘Mamacita’, tapi kemudian ‘Devil’ berusaha untuk memberikan kepuasan lebih. Teaser yang ada ayam-ayamnya itu bener-bener bikin ngakak. Bener-bener nggak kebayang kalo misalnya mereka akan kepikiran buat bikin sesuatu yang lebih lucu dari sketsa lebay-nya ‘Mamacita’.
*

*
Di situ gue langsung mikir kalau memang cuma konsep seperti ini mungkin yang memang pas dan pantas untuk dibawakan Super Junior di usia mereka yang sudah tidak lagi remaja itu. Gue suka banget sama konsep video ‘It’s You’ yang one take dan versi drama (YAH KAN BAPER KIBUM KAN YAH YAH) tapi kalo dipikir-pikir, kalau konsep drama galau remaja seperti itu diulang lagi sekarang berasa nggak pas.

Nggak pas karena ada Heechul yang sudah merusak imajinasi drama galau di kepala gue dengan MV M&D yang ‘I Wish’, yang sama Yerin ‘G-Friend’.

Nggak pas karena ada Leeteuk yang sudah merusak imajinasi gue juga soal drama galau karena image dia yang selalu lucu dan lebih ke gag-artist daripada idola Kpop.

Yang jadi masalah kenapa Super Junior nggak bisa lagi menggunakan konsep galau, ya dua orang ini.

Image mereka sudah terlalu lawak untuk bermain drama serius. Setidaknya di kepala gue. Dan gue rasa SM Entertainment setuju dengan hal itu (KEPEDEAN!) karena buktinya ‘Growing Pain’ masih bisa tampil seserius (padahal EunHae juga punya image yang nggak kalah lawak. Bahkan beberapa tahun di awal gue kenal Super Junior, gue ngeliat Eunhyuk kayak salah satu pemain Extravaganza, kayak Tora Sudiro saking lucunya. Karena gue bias Donghae jadi gue nggak akan membandingkannya dengan siapapun kecuali ikan asin penuh air mata). Bukti lain bahwa member Super Junior selain Leeteuk dan Heechul bisa tampil galau adalah ‘At Gwanghwamun’-nya Kyuhyun. Untuk bagian ini gue nggak akan bahas lebih lanjut karena takut baper.

Tapi kejutannya ternyata nggak cuma sampai di video teaser yang ada ayamnya. Nggak cuma sampe di video yang ada adegan celana melorotnya. Ternyata masih ada kejutan yang lain: teaser video yang sebenarnya.
*

*
“ANJIR INI BENERAN SUPER JUNIOR? INI BENERAN SM ENTERTAINMENT? KOK MEREKA TIBA-TIBA PUNYA BANYAK UANG GINI BUAT BIKIN TEASER VIDEO BAGUS BUAT SUPER JUNIOR?”

Adegan kebut-kebutan Donghae di awal teaser itu langsung mengingatkan gue ke video promosi konser Bigbang untuk ‘MADE’ tahun ini. Walaupun ya lebih bagus Bigbang sih, tapi usaha SM Entertainment untuk menampilkan sesuatu yang terlihat seperti film layar lebar ini kan luar biasa banget! Perlu banget diacungin jempol. Teaser videonya pendek, tapi yang ditampilkan banyak banget.

“EH SERIUS LO? INI SERIUS BAKALAN JADI SEBANYAK INI?!”

Yah, mulailah gue berharap. Dan gue lupa kalau berharap kepada manusia, atau apapun, terlebih SM Entertainment, semuanya akan berakhir jadi debu padang pasir yang sirna tertiup kentut onta. Tingkat kekerenan teasernya kemudian berkurang beberapa poin setelah videonya keluar. Well yeah, seperti biasa, teaser selalu lebih bagus dari video aslinya.

Tapi kalau dibandingkan dengan tingkat troll yang dilakukan SM dengan teaser ‘EXODUS’-nya EXO, teaser ‘Devil’ ini masih mendingan. Kalo ‘EXODUS’ kan dari skor 10 untuk teaser langsung turun ke 0 untuk MV. Kalau ‘Devil’ ini masih dalam taraf yang wajar. Dari tingkat kekerenan 10 poin di teaser, ketika video klipnya dirilis berubah menjadi 5 saja.
*
*
Kekurangan pertama yang bikin gatel sebenarnya adalah bahwa MV ‘Devil’ ini terlalu niat untuk pamer, tetapi gagal. SM tuh seolah-olah mau balas dendam atas jeleknya video klip ‘Bonamana’, ‘Mr. Simple’ dan ‘Sexy, Free & Single’ dalam durasi 4 menit 30 detik. Hasilnya? Bisa ditebak lah. Apapun yang niatnya pamer dan sombong itu tidak akan berakhir bahagia (di beberapa poin).

MV ‘Devil’ terlalu banyak memuat cerita dalam durasi yang terlalu singkat. Pada akhirnya membuat gue nggak fokus sebenarnya ini intinya apa sih? Apakah Siwon, apakah Donghae, apakah Kyuhyun, atau apa? Sebenarnya bagus sih, keliatannya kayak ada banyak ragam dalam satu video gitu. Kesan kerennya juga dapet karena, “WIIIHH!!! Ada cowok kebut-kebutan naik motor, terus tiba-tiba berhenti, kibas poni, terus nabrakin motornya sama mobil terus meledak!”

Tapi ya itu tadi, ternyata adegan si cowok hanyalah salah satu dari banyak cerita yang ditampilkan sehingga membuat penonton (GUE AJA SIH SEBENERNYA) nggak fokus sama satu cerita aja. Padahal berharap ya udah sih, satu aja fokus, bagus, dan nggak bikin mendengus. Apa salahnya sih, SM?

Pas teasernya (bukan yang ayam-ayam) keluar, dalam bayangan gue, Super Junior tuh bakalan comeback ngerilis sepuluh video drama yang berbeda. Jadi kayak ada rangkaiannya gitu di comeback ‘Devil’ ini. Kan katanya ini album spesial. Jadi ekspektasi—ah kan muncul lagi kata biadab itu—gue berlebihan banget. “Kan perayaan anniversary yang ke-10! Spesial kan?!”

10 tahun juga bukan waktu yang singkat loh, buat karier sebuah boyband. Bahkan bisa dibilang ini pencapaian yang sangat tinggi. Ya lo bayangin aja, dari berbagai drama mulai dari Kibum yang gabut di Super Junior sejak dahulu kala, Hangeng keluar, Sungmin menikah... Super Junior masih bisa eksis sampai sekarang ini sebuah hal yang patut banget disyukuri. Bukankah ini momen yang tepat buat Super Junior untuk mempersembahkan sesuatu yang setidaknya spesial untuk diri mereka sendiri seperti sepuluh video klip yang berbeda misalnya?

Tapi sekali lagi, ekspektasi tinggalah ekspektasi. Sama kayak adegan pas si cewek ini udah deket banget sama Kyuhyun, ngarep kek kissing scene, lah malah cuma dipelototin sama mata merah doang.
*
*
Potongan cerita yang ada di teaser itu ternyata memang hanyalah bagian dari 4 menit dan 30 detik video klipnya. Terlalu maksa. Bagus memang. Pengambilan gambarnya udah keliatan kayak film layar lebar. Senjata-senjata yang dimunculkan memberikan kesan keren. Tapi terlalu maksain buat dipadetin ke dalam satu video aja. Ada cerita yang terbuang. Ini Super Junior, bukan Super Mubazir. Yang istimewa pun menjadi berkurang rasa manisnya.

Gue jadi inget salah satu rumor yang beredar sebelum album ini dirilis yang juga membuat semua rasa manis di dunia per-Kpop-an ini jadi pait, yang bikin gue ketawa kenceng-kenceng, tapi kemudian bikin gue berpikir juga. Postingannya berbunyi seperti ini (gue copas sesuai dengan spasi dan tanda baca dan ejaan yang digunakan orang yang nge-share):

(WAJIB BACA)BEBERAPA FAKTA KETIDAK ADILAN SM PADA SUPER JUNIOR! (Original post here)
1. Kata2 Donghae "Sebenarnya kami membuat album ini secara rahasia, karena tidak ada respon dari agensi saat kami meminta comeback, karena elf ingin melihat kami diatas panggung lagi, kami berusaha keras untuk mereka"
2. SM sama sekali tidak mempromosikan niat Comeback SJ, padahal mereka mempromosikan GG bahkan sampai keluar negeri.
3. Super Junior Comeback tanpa agensi.
4. SM yang membantah Comeback SJ.
5. Ketidak pastian Agensi soal SJ.
6. MV Super Junior tidak ditanggung SM. Menurut berita MV tersebut ditanggung Member SJ sendiri. Terutama Leeteuk.
7. Kepemimpinan CEO baru SM yang dianggap tidak baik.Terbukti, banyak anak asuhan SM yang memilih
hengkang dari SM.Ini menunjukkan kemungkinan CEO baru tersebut memang memiliki kinerja/tabiat kurang baik.
8. Uang hasil Comeback Super Junior"Mamacita" dipakai untuk Comeback BB lain asuhan mereka.
9. Super Junior bolak-balik promo Comeback album baru mereka sendiri "setiap konser", tanpa agensi
karena tidak ada respon dari agensi mereka.
10. SM yang memblock user superjuniorfans.
SAMA SEKALI TIDAK ADA MAKSUD UNTUK FANWARE

Kenapa gue bilang di paragraf sebelumnya “pada akhirnya gue berpikir juga” karena:

(A) kata-kata yang digunakan di postingan itu penuh dengan tuduhan yang sangat fatal buat banyak pihak: (1) SM, (2) EXO, (3) SNSD. Meanwhile, gue bisa bilang postingan ini hanyalah bentuk pendapat dari salah seorang netizen (yang gue curigai berasal dari Korea Selatan) yang kemudian di-translate dan (dengan perasaan yang sangat menyesal di dada gue) dipercaya dengan begitu cepat oleh netizen dari Indonesia (yang gue curigai baru kenal Super Junior setahun paling banter),

(B) setiap poinnya membuat gue berusaha untuk semaksimal mungkin menjelaskan ke diri gue sendiri, kenapa poin-poin yang ada di postingan itu salah.

Kata2 Donghae "Sebenarnya kami membuat album ini secara rahasia, karena tidak ada respon dari agensi saat kami meminta comeback, karena elf ingin melihat kami diatas panggung lagi, kami berusaha keras untuk mereka"

Gue menangkap adanya kesalahan terjemahan di sini. Enggak tahu kenapa tapi gue merasa memang di bagian ini ada kesalahan translasi. Kalau album ini dibuat secara rahasia, tentu saja gue setuju karena ini kan sejatinya adalah album kejutan. Kalau tidak ada respon dari agensi ketika “kami” meminta comeback, kenapa pada akhirnya album ini dirilis? Untuk kalimat terakhir, gue percaya. Ya itu kalimat standar yang selalu diucapkan hampir semua boyband/girlband.

SM sama sekali tidak mempromosikan niat Comeback SJ, padahal mereka mempromosikan GG bahkan sampai keluar negeri.

Yang menulis poin ini bener-bener menyimpulkan semuanya terlalu cepat. Urusan promosi comeback itu sebenarnya bukan urusan niat atau nggak niat. Tapi urusan padatnya jadwal lain yang ada di dalam Super Junior sendiri, yang pada akhirnya membuat promosinya terasa seperti nggak niat.

Disaat ‘Devil’ dirilis, Super Junior masih ada utang konser Super Show, masih ada plan konser Asia tur K.R.Y, masih ada konser EunHae, masih ada kesibukan lain di variety show yang juga adalah bagian dari kegiatan mereka. Gue sendiri heran kenapa ‘Devil’ ini promosinya melempem, tapi ketika melihat semua faktor itu, bukankah jadinya wajar?

Mereka kan bukan P-Man yang punya robot copy. Mereka juga harus membagi mana yang prioritas dan mana yang bukan. Dan fakta bahwa ‘Devil’ adalah album spesial, gue sangat memaklumi kenapa promosinya jadi melempem. Karena ‘Miracles In December’ juga album spesial, promosinya juga hanya sekenanya.

Untuk bagian yang SNSD, ini jelas hanyalah sebatas dendam kesumat yang sayangnya sudah mendarah daging di dalam fandom. Super Junior bahkan lebih dulu World Tour daripada SNSD. Bagian mananya sih yang harus membuat kalian iri? SNSD setahu gue belum pernah tur Amerika Selatan tapi Super Junior udah. Tidakkah itu cukup membuktikan bahwa sebenarnya manajemen ini lebih pro ke Super Junior ketimbang SNSD?

Super Junior Comeback tanpa agensi.

Em, hello, Kibum butuh 10 tahun buat menyelesaikan kontraknya dengan SM dalam damai. Hangeng butuh bertahun-tahun untuk bisa lepas dari masalah kontrak sebelum bisa bernafas lega. Apakah semudah itu Super Junior keluar dari SM dan comeback tanpa agensi?

At least mereka butuh waktu enam bulan sampai satu tahunlah. Kalau misalnya mereka mau keluar dan comeback tanpa agensi, harusnya mereka udah lakukan itu dari setahun yang lalu. Jadi pas ‘Devil’ dirilis udah karuan nggak ada urusan lagi sama SM. Kan gak mungkin sekarang keluar, besok rilis lagu. Emangnya Huang Zi--------ah. Beda kasus.

Dan anak-anak Super Junior keliatannya bukan orang yang mau cari masalah sama manajemen gak sih. Maksudnya Kibum aja yang sudah segabut itu masih cari aman banget keluarnya. Masa iya SJ mau cari masalah.

*tarik nafas* *hembuskan*

SM yang membantah Comeback SJ.

(Ketawa) Ya kan namanya juga proyek manajemen itu rahasia dan akan dibocorkan ketika waktunya. Tentu saja SM membantah perihal comeback SJ. *ahem* Tapi toh comeback kan?!

Ketidak pastian Agensi soal SJ.

Setiap gosip artis comeback kayaknya selalu ada deh pernyataan manajemen yang, “Kami tidak bisa memastikan kapan persisnya tapi sebelum akhir tahun ini.” Atau ada ketidakpastian lain yang mereka maksudkan di sini? Kayak, misalnya, ketidakpastian apakah Super Junior masih akan dibikinin album atau enggak, gitu?

Padahal ya, dari semua grup yang ada di SM, Super Junior ini yang konsepnya paling aman. Membernya banyak, sub-unitnya banyak, kalo satu grup besar gak bisa tampil, sub-unit bisa menyelamatkan mereka. Sementara grup sebelah yang punya dua sub-unit aja sekarang satu sub-unitnya tinggal sisa tiga member. Kan bangs*t.

Perlukah ini dimasukkan ke dalam poin-poin penuh dendam dengan judul “(WAJIB BACA)BEBERAPA FAKTA KETIDAK ADILAN SM PADA SUPER JUNIOR!” ?

MV Super Junior tidak ditanggung SM. Menurut berita MV tersebut ditanggung Member SJ sendiri. Terutama Leeteuk.

Kalau gue jadi Leeteuk, gue akan memilih untuk melakukan ini. Serius deh. Kalau gue bisa menggunakan uang gue, untuk membuat sesuatu yang lebih baik daripada uang yang dikasih perusahaan, ya mending pake duit sendiri.

For the sake of fans tentu saja. Kalau diliat dari pemasukkan pribadi masing-masing member, bukankah hasil MV yang akan diproduksi bisa lebih spektakuler karena uangnya lebih banyak? Dan perkara apakah MV itu ditanggung sama SM atau sama Super Junior seharusnya bukanlah bentuk ketidakadilan, tapi harusnya dilihat sebagai sebuah bentuk kemandirian. Iya gak sih?

Bukannya Super Junior mau comeback tanpa agensi?

Oh enggak ya. Yaudah.

Kepemimpinan CEO baru SM yang dianggap tidak baik.Terbukti, banyak anak asuhan SM yang memilih hengkang dari SM.Ini menunjukkan kemungkinan CEO baru tersebut memang memiliki kinerja/tabiat kurang baik.

HAHAHAHAHAHAHA Semua orang menganggap ketika Lee Soo Man turun dari kursi CEO, semua kejadian yang ada di manajemen ini adalah salah Kim Young Min. Padahal sebenarnya meskipun Lee Soo Man sudah nggak di bangku CEO, bukan berarti dia lepas tangan dari manajemennya.

CEO itu cuma label. Lee Soo Man itu founder SM. Nggak mungkin dia tutup mata sama apa yang terjadi dengan artis-artisnya. Apa yang dilakukan Kim Young Min tentu saja atas seizin Lee Soo Man dan rapat para pemegang saham.

Lah ini kenapa jadi kayak drama Korea. WAKAKAKAKAKKAA

Maksud gue, Lee Soo Man aja masih suka milih-milih mana yang akan debut mana yang nggak debut gitu. Masa iya urusan seserius artis dia lepas tangan.

Yang jelas, lo nggak bisa menyalahkan Kim Young Min atas kepemimpinannya yang bobrok. Lee Soo Man juga harusnya disalahkan. Tapi gue nulis begini bukan berarti gue nggak suka sama Lee Soo Man. Gue cuma kasian aja sama Kim Young Min yang selalu kena sasaran caci maki padahal otaknya tetep aja di Lee Soo Man. #EA #TEMENMAINGUNDU #PERHATIANBANGET

Tapi balik lagi bahwa tanpa Lee Soo Man, lo nggak akan bisa kenal Super Junior, jadi lo nggak bisa apa-apa. Lo cuma bisa manggut-manggut aja. Sampai Super Junior bener-bener comeback tanpa agensi.

Uang hasil Comeback Super Junior"Mamacita" dipakai untuk Comeback BB lain asuhan mereka.

Cuma bisa senyum :”) Yang lucu adalah, setelah bertahun-tahun ada di fandom ini, ternyata masih ada aja yang kayak gini loh HAHAHAHAHAHAHAHA

Super Junior bolak-balik promo Comeback album baru mereka sendiri "setiap konser", tanpa agensi karena tidak ada respon dari agensi mereka.

Gue jujur aja nggak bisa nangkep maksud dari kalimat ini. Tapi bukankah konser adalah tempat yang tepat untuk promosi comeback album baru mereka sendiri? Bukankah konser itu digelar karena mereka masih punya agensi? Gue gak paham mungkin tolong getok kepala gue coba GETOK PAKE PALU THOR.

SM yang memblock user superjuniorfans.

Itu apa? User apa? Siapa?

SAMA SEKALI TIDAK ADA MAKSUD UNTUK FANWARE

HAAHAHAHAHAHAHAHAHFANWAREHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAA

Dear SM, ELF tuh udah jago bikin fanfiction penuh drama dan tragedi dan konflik sendiri di dunia mereka. Kenapa Anda tidak mencoba untuk menggunakan saja 10 poin di atas sebagai konsep comeback di MV Super Junior ketimbang harus menyatukan sepuluh judul film yang berbeda yang pada akhirnya malah tidak ditampilkan secara maksimal?
*
*
Kalau aja SM make konsep fanfic ELF di atas sebagai comeback dan dikemas dalam sebuah drama pelik dan bagus, mungkin poin kekurangan ini akan berkurang juga hahahahaahha ELF JJANG! Kagum banget gitu kok bisa ada yang kepikiran bikin hoax tapi bagus dan drama banget kayak gini. Walaupun nggak masuk akal juga sih.

*tarik nafas*

Eh taunya semua yang ditulis di atas beneran. Uang Super Junior dipake buat EXO sama SHINee. Harusnya kan mereka bisa bikin sepuluh video yang berbeda buat comeback ‘Devil’ ini! DUH SM KAMU NGGAK ADIL! KAMU JAHAT! KAMU PILIH KASIH! KAMU ANAK TIRIKAN EXO! EH SALAH, SUPER JUNIOR!

HAHAHAHAHAHHA

Kekurangan kedua dari MV-nya mungkin lebih spesifik ke salah satu member yang baru keluar wajib militer: Yesung. Secara ini album pertama dia sehabis wamil, gue malah merasa kehadiran dia di ‘Devil’ ini kayak nggak keliatan dan nggak berasa.
*
*
Dia masih main vocal kan? Atau sudah pindah ke EunHae sekarang main vocal-nya? HAHAHAHA Soalnya selama beberapa tahun terakhir ini, Super Junior tuh terlalu mengedepankan EunHae banget. #Maaf #bukanOTP.

Donghae sendiri secara aneh mendapat porsi menyanyi yang lebih banyak dari biasanya. Entah sejak kapan. Mungkin sejak badan dan teteknya mulai membesar. Tapi sebenarnya part menyanyi di sebuah grup yang membernya banyak harusnya nggak perlu dipermasalahkan. Bukankah semakin sedikit part satu member berarti pembagiannya semakin adil? :p

Tapi poin gue di sini adalah penampilan Yesung di MV-nya nggak istimewa. Seolah nggak menunjukkan kalau ini loh, member Super Junior yang sudah lama menghilang dari formasi grup karena sibuk jualan kacamata wamil.

Coba bandingkan dengan momen comeback Leeteuk dan Heechul di ‘Mamacita’. Mereka bahkan mendapatkan porsi yang proporsional untuk MV itu. Leeteuk dan Heechul bahkan bisa dibilang jadi inti cerita di versi drama ‘Mamacita’. Iya kan? Mereka jadi penjahatnya. Di semua film aksi kan penjahat adalah inti cerita yang berusaha ditumpas si protagonis.

Kebanting aja gitu bagaimana kemasan Leeteuk dan Heechul di ‘Mamacita’ dengan kemasan Yesung di ‘Devil’. Padahal ‘Mamacita’ dirilis nggak pake embel-embel album spesial ulang tahun ke-10. Bahkan justru perilisan ‘Mamacita’ banyak yang ngekor: rencana pernikahan, rencana wamil. Tapi tetep aja lagunya bagus dan videonya fokus.

Dan kalau dipikir-pikir, perilisan ‘Mamacita’ jauh lebih terkesan spesial karena ada tiga MV yang dirilis dalam waktu berdekatan. HAHAHAHAHAHAHA DUHHHH PERKARA ALBUM SPECIAL 10TH ANNIVERSARY NIH EKSPEKTASINYA BERLEBIHAN!

Cuma itu sih dari sudut pandang MV. Dari lagu-lagu yang ada di albumnya mungkin porsi Yesung sama seperti biasanya. Seperti halnya seorang main vocal. Ya memang harusnya seperti itu sih.
*
*
Yang ketiga, gue nggak tahu apakah ini bisa dibilang kekurangan, tapi gue rasa memang timing perilisan album ini nggak pas. Gimana ya, kasarnya mending nggak usah bikin album 10th Anniversary deh daripada malah kesannya jadi kayak “nggak total”.

Sebenarnya ada banyak hal “positif” dari video musiknya aja. Saking banyaknya sampe mubazir. Tapi perkara timing yang nggak pas, jadi perilisan ‘Devil’ ini sayang banget jadi nggak nendang.

SIAL! INI PASTI KARENA UANG HASIL “MAMACITA” DIPAKE BOYBAND LAIN DI SM NIH!


(kemudian inget kalau Siwon sama Donghae mau wamil)

(oh... pantesan albumnya keburu-buru)

(le sigh)
*

*
Nah setelah beberapa negatif tadi, tentu kita akhirnya akan masuk ke bagian yang positif-positifnya dari ‘Devil’. ‘Devil’ bisa dibilang MV langka dari Super Junior. Karena setelah ‘Don’t Don’, kita nggak pernah lagi menemukan ledakan-ledakan di video klip mereka. Dan butuh waktu tujuh tahun buat Super Junior untuk mengembalikan ledakan itu.

Bedanya, kali ini penampilan mereka lebih kasual. Iya sih menyesuaikan sama umur. Gue suka MV ‘Don’t Don’, lebih spesifik gue suka sama rambutnya Sungmin di situ. ‘Devil’ ini bisalah disebut sebagai versi upgrade dari ‘Don’t Don’. Walaupun dari segi member sih downgrade karena banyak berkurang.

Feel-nya aja mungkin yang berbeda. ‘Don’t Don’ terasa lebih intens dengan lirik lagunya yang juga emosional banget remaja puber. Sementara ‘Devil’ lebih... gimana ya menjelaskannya... mature dan lebih kebapakan, begitu. Atau sederhananya versi dewasa dari remaja labil yang dekil-dekil di ‘Don’t Don’ itulah.

Mumpung lagi bahas soal dewasa, keliatan juga kedewasaan yang ditampilkan nggak cuma dari cerita aksinya. Tapi juga dari adegan tabrakan di awal video. For what reason you tabrakin motor you ke mobil gitu Lee Donghae. Ya motor lawan mobil masa sih motor bisa menang dan for what reason you sacrifice your life kan gak jelas.

Walaupun di adegan berikutnya dia masih hidup dengan baju dan motor yang sama yang masih utuh. HA.
*
*
Nuansa kedewasaan lainnya juga terlihat dari adegan ciuman Siwon di awal walaupun secara aneh harus disensor dan diakali oleh angle kamera. Sementara adegan tembak-tembakan dan penampakan pistolnya nggak disensor sama sekali. 15 kali adegan mengacungkan pistol loh. Nggak ngerti, apakah menurut orang Korea ciuman itu lebih bahaya daripada senjata berpeluru.

Mungkin bisa dibilang juga ini pertama kalinya ada beha-beha bergentayangan di video klipnya Super Junior? Iya nggak sih? Gue nggak inget sebelumnya ada cewek seksi di videonya Super Junior yang Korea? Apa gue yang sudah terlalu #terEXOnisasi sampai-sampai lupa ya atau gimana? Tapi seinget gue MV-MV SJ sebelumnya isinya cuma member sama tembok kosong. Lumayan lah di sini ada beha bergentayangan. Cuci mata dikit.

Visual dari videonya juga bagus dan nggak mengecewakan. Berasa kayak nonton film beneran. Tadi di awal juga sempat gue singgung sedikit-sedikit soal ini. Nah, kalau dibandingkan dengan ‘Mamacita’, gue melihat ‘Devil’ ada sedikit usaha lebih dari segi pengambilan gambar dan juga efek-efek yang ditampilkan. Walaupun memang komikal sih, tapi seneng aja gitu ngeliatnya.

Butuh usaha lebih juga untuk merangkum sepuluh cerita yang berbeda dalam sebuah video berdurasi 4 menit 30 detik ini. Walaupun tetep bete karena jadi nggak fokus. Padahal kan sebenarnya ceritanya tentang cewek yang ternyata anak Dajjal kan. Tapi malah membingungkan. Karena banyak cerita di dalamnya, jadi nggak ngerti apakah sebenarnya dari awal sampai akhir itu nyatu, atau berbeda-beda.
*
*
Gue seneng shot dance-nya nggak terlalu banyak ditampilkan di video dan dibuatkan performance video sendiri. Mungkin memang karena sudah terlalu padat cerita di videonya sendiri jadi adegan dance juga diselipkan seadanya. Karena kalau misalnya dominan dance, malah jadi biasa-biasa aja. Malah jadi another geunyang SM Entertainment MV yang cuma nari depan tembok.

Dan, kenapa pada akhirnya tidak banyak dance malah bagus, karena dance-nya ini kocak banget. Kayak anak ayam kena penyakit tetelo. Kalo digabungin sama adegan aksi tembak-tembakan kan nggak cocok ya. Jadi emang pas aja kalo dibuat terpisah gitu.

Gue baru tadi banget nonton performance version-nya ‘Devil’. Awalnya gue yang duduk biasa aja tapi di tengah-tengah menuju akhir kedistrek sama gerakan dance mereka yang kelewat kocak tapi ekspresi member yang flat aja kayak lapangan tenis. Belom lagi baju dada Siwon yang tiba-tiba berubah dari kering terus berkeringat basah terus kering lagi.

Dan videonya literally di depan tembok putih WAKWAKWAKWAKAWWWWWW

INI PASTI KARENA UANGNYA DIPAKE BUAT COMEBACK BOYBAND LAIN KAN!

Sekali lagi sayang banget ya, timing perilisannya nggak pas. Padahal dance-nya se-freak dan semenyenangkan itu loh. Sedih aja.
*

*
Kalo gue bilang, video ini agak lebih ada detail ketimbang video-video sebelumnya (tidak termasuk ‘Mamacita’). Misalnya salah satu contoh di adegan ‘Unintended Intruder’, kan diperkenalkan masing-masing member tuh. Di bawah masing-masing nama mereka diselipkan juga potongan Bahasa Inggris dari lirik lagu ‘Devil’. Gatau, kenapa gue juga memasukkan ini ke dalam kategori ‘detail’, karena mungkin tulisannya kecil dan hampir tidak terbaca kalau dilihat sekilas, tapi tetap dimasukkan supaya ada kesan seperti film beneran.
*
*
10 lagu di album ‘Devil’ ini juga beda banget sama lagu-lagu di album ‘Mamacita’. Super Junior lebih kalem di album ini. Kelewat kalem kayaknya sih. Hahahaha... Kalo dengerin album ‘Mr. Simple’ atau ‘Sexy, Free & Single’ tuh kayak yang berasa banget campur-campur semua genrenya. Dari lagu yang galau segalau-galaunya sampai yang ganggu seganggu-ganggunya ada.

Di ‘Devil’ juga begitu sih, campur-campur juga, tapi tingkat kekaleman dan “random”-nya masih bisa ditoleransi. Tapi di ‘Devil’, selain lagu andalannya, enggak ada lagu yang terlalu bersemangat yang selalu muncul sebagai alternatif untuk dijadikan title track misalnya. Kayak pas di ‘Mamacita’ misalnya, gue suka banget sama ‘Shirt’. Di ‘Devil’ ini kayaknya cuma ‘Devil’ yang menonjol.

(Sebenarnya ‘Rock’ n Shine’ berpotensi sih, tapi bagian intro doang. Bagian tengahnya kayak lagu anak-anak soundtrack film kartun)

Tapi style musiknya juga sebenarnya juga beda sih sama lagu-lagu di album ‘Mamacita’. Seperti halnya album ‘ODD’-nya SHINee, gue juga bisa bilang album ‘Mamacita’ itu kayak album yang isinya comotan dari album-album lama Super Junior, dipilih yang bagus-bagus dan digabungin jadi satu. Lagu-lagu galaunya banyak yang bagus kayak ‘Evanesce’ itu suka banget.

Gue nggak terlalu suka ‘Devil’ mungkin karena terlalu terkesan kayak parodi (salahin ayam). Lagu-lagu di albumnya juga nggak terlalu menunjukkan kesan istimewa dan spesial. Nggak ada kesan ulang tahun ke-10 gitu. Ya paling yang bikin beda karena ada banyak sub-unit yang akhirnya ditampilkan di album ini. Dan yang bikin seneng adalah mereka juga mengikutsertakan lagu SJ-M di dalamnya. #WENEEDMOREHENRY #WENEEDZHOUMITOO

Kalau disuruh milih dua lagu yang jadi favorit di album ini, gue akan menjatuhkan pilihan ke ‘Simply Beautiful’ dan ‘Alright’. Apa lagu kesukaan kalian di album ini, ELF(s)? HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

Akhirul qalam, album ‘Devil’ ini bukanlah album terbaik yang dirilis Super Junior. Dan sepertinya kita harus nunggu agak lebih lama untuk album Super Junior berikutnya. Bisa dua sampai tiga tahun mungkin? Sementara itu silakan nikmati sub-unit K.R.Y dulu karena Super Junior-M pun kayaknya bakalan vakum untuk sementara ya. Ah.... semoga abis ini Zhoumi sama Henry comeback solo sih.
*



Share:

15 komentar