Terkulai Lemah Ketemu Park Bo Young

Gue adalah orang yang lemah. Mudah sekali merasa baper, kalo kata beberapa orang sih begitu. Mungkin itu kenapa gue selalu enak jadi bahan bashing di Twitter. Padahal cuma sekedar bilang "Loh kok D.O gemukan!" langsung di bash seluruh dunia.

(lebay)

Tapi itu beneran waktu itu yang nge-bash pake Bahasa Inggris dan menyeramkan juga ternyata komunitas EXO-L Worldwide ini yah. Gue bukan fans yang baru suka EXO kemaren. Becandaan gue ya emang kayak gitu. Lagipula D.O juga emang keliatan gemukan kok. Kata yang paling sederhana untuk menjelaskan kondisi badan dia waktu itu ya itu.

Kalo orang berubah dari kurus ke gemuk kan disebutnya gemukan.

Ya kemudian di bash kan heran juga.

#EA #PLAYINGVICTIM #WHATEVER

Kalo udah berurusan sama orang yang gue suka, gue pasti bakalan lebih baper dari apapun juga di dunia ini. Kayak misalnya waktu gue nggak bisa nonton Anonymous karena bentrok sama konser Super Junior bulan Mei lalu, rasanya kretek-kretek banget. #HIDUPANONYMOUS! Gue juga inget banget gimana rasanya iri hati sampai mau marah waktu dulu, tahun 2010 apa 2011, ketika orang-orang lagi ramai banget nonton Super Show 3 di Singapura, sementara gue hanya bisa nonton dari timeline Twitter doang.

Sedih.

Inget juga gimana irinya sama dua temen gue di Geng Gila EXO, kak Dianne dan Cel waktu mereka ngintilin EXO ke Thailand pas masa awal-awal debut. Bahkan sampe dapet banyak momen sama Kai karena Cel ngefans Kai. Huhuhuhu Padahal itu masa EXO lagi sepi-sepinya penggemar dan masih aman tentram sentausa tanpa adanya baper-baperan. Tapi malah gue yang baper liat update-an Cel.

Kalo ngeliat fans-fans yang sukses ini, gue langsung mikir, KENAPA SIHH GUE NGGAK BISA KAYAK MEREKA?

Pertanyaan itu kemudian terjawab seiring bergantinya waktu. Waktu juga menyadarkan dan mendewasakan gue. Gue akhirnya sadar bahwa semua orang, setiap individu di dunia ini, sudah ada bagian rejekinya masing-masing. Rejeki itu ya termasuk interaksi dengan bias. Semua sudah ada bagiannya. Entah itu karena memang usahanya sendiri atau mungkin karena memanfaatkan orang lain demi kepentingan dirinya sendiri.

#ehem

Salah satu hal yang bikin gue iri beberapa tahun lalu adalah para jurnalis yang bisa liputan KPop. Kok kayaknya asik banget sih, bisa kemana-mana gratisan, bisa nonton konser nggak bayar, bisa ketemu artisnya langsung. Geregetan banget sama pengalaman mereka yang pasti bener-bener menyenangkan. Apalagi kalau itu mereka lakukan karena mereka suka KPop juga.

Apa sih yang paling menyenangkan daripada mengerjakan hobi sendiri tapi dibayar?

Makanya itu setelah lulus kuliah gue merasa perlu untuk mengejar salah satu mimpi gue ini: jadi jurnalis KPop. GUE HARUS BISA JADI KAYAK MEREKA. Entah bagaimanapun caranya, yang jelas gue harus bisa menjadi salah satu dari mereka paling tidak. Hahahahaha Jurusan gue di kampus memang sih enggak nyambung sama jurnalis-jurnalisan, tapi masih ada di satu ranah yakni Komunikasi.

Dan ya, kalau punya mimpi dan mencari jalan untuk mewujudkannya, pasti akan terjadi. Terdengar cheesy dan Agnes Monica banget memang. Tapi beneran loh itu kejadian. Dan ini adalah salah satu momen paling nggak bisa gue lupain sepanjang gue kerja sebagai jurnalis KPop: ketemu Park Bo Young.
*
*
Gue sudah lama tahu Park Bo Young. Itunglah ketika awal-awal suka 'Running Man', dia sempat jadi bintang tamu di sana. Cowok mana sih yang nggak lemes ngeliat cewek cantik, imut, seumuran dan menggemaskan kayak gini? HAHAHAHAHA Ya mungkin ini karena tipe cewek yang gue suka kali ya kayak gitu. Makanya ketika ngeliat Bo Young pertama kali di 'Running Man', gue langsung tertarik dan nontonin beberapa filmnya.

Gue nonton 'Don't Click' sama 'A Werewolf Boy' yang terkenal itu. Tapi yang bener-bener bikin terjungkal karena imut overload ya 'Oh My Ghost', apa lagi?

Awalnya gue sendiri enggak tertarik buat nonton drama ini. Tapi beberapa temen gue ngikutin dan nyuruh gue buat nonton. Gue pun bukan orang yang bisa disuruh-suruh nonton sebenarnya. Kalo gue ngerasa nggak mau, yaudah gak akan gue tonton. Tapi mungkin momennya pas aja. Ketika gue nonton 'Oh My Ghost' ini gue juga lagi pengen nontonin drama-drama cheesy penuh romantisme klise gitu. Dan mungkin memang sudah jalannya. Dengan nonton 'Oh My Ghost' semakin mendekatkan gue kepada Park Bo Young.

Dalam artian ketika dia dikonfirmasi buat datang ke Indonesia untuk Korea Indonesia Film Festival 2015, gue nggak yang goblok-goblok banget nggak tahu siapa dia dan apa yang terjadi di drama terakhirnya.

Waktu gue wawancara Seok Woo (Orange Marmalade), gue sempat ngobrol sedikit sama salah satu staf Korean Cultural Center yang baik hati. Dia sempat ceritain soal rencana KIFF 2015 dan siapa yang akan datang. Tapi kata dia, yang datang pasti mereka yang filmnya sedang atau akan tayang di tahun itu.

"Yaudah mbak Do Kyungsoo aja kan ada tuh filmnya," kata gue.

"Ya susah. Hahahaha. Kayaknya sih yang bakalan dateng Park Bo Young,"

"NAH YAUDAH GAK APA-APA!" gue bersemangat. Soalnya emang itu lagi heboh-hebohnya nonton 'Oh My Ghost'.

Dan bener aja akhirnya dia yang datang.

Awalnya gue sendiri nggak tahu kalau misalnya akan dapat undangan wawancara dengan Park Bo Young. Sampai akhirnya bos gue mengabarkan hal itu, pecahlah dinding hati ini. Di kantor gue sama temen gue yang namanya Agnes (yang waktu itu juga bareng sama gue wawancara Seok Woo) heboh banget. Kita sama-sama nonton 'Oh My Ghost' dan sama-sama gemes sama Park Bo Young.

Tapi sayangnya Agnes nggak bisa ikutan wawancara itu karena jatahnya hanya buat satu orang per media. Sedih..... Karena ini ranah gue, jadi gue yang berangkat.

SENENG!!!

Pembukaan KIFF 2015 hari Rabu (28/10/2015). Wawancara dijadwalkan hari Selasa (27/10/2015) di CGV blitz GI. Gue sampai di lokasi satu jam lebih cepat dari jadwal dan ngerasa kayak anak ilang karena biasanya kalo kayak gini bakalan bareng-bareng sama temen-temen jurnalis KPop yang lain. Pas gue mau ngeluh kenapa gue sendiri, gue melihat sesosok perempuan duduk di depan tempat main game di GI dan gue kenal siapa dia.

"RIZKA!!!!!" teriak gue.

"RON!!!!" teriak dia.

Lalu kitapun main domikado.

Seneng karena ada temen gue jadi nggak ngerasa kesepian. Kebetulan Rizka ini juga suka banget sama Park Bo Young. Ya sama-sama lah, kita sama-sama suka yang gemes yang emang karena ngikutin 'Oh My Ghost'. Makanya pas sore itu udah deket waktu wawancara kita berdua yang saling curhat kalo sama-sama deg-degan dan gemeteran.

Singkat cerita gue dan Rizka menunggu di depan lounge tempat wawancara akan dilakukan. Ketika gue sedang sibuk-sibuk ngeliat ke hape, tiba-tiba saja Rizka teriak dari belakang.

"RON! RON!" gitu. Gue noleh ke Rizka tapi Rizka malah nunjuk ke arah berlawanan.

Pas gue noleh...........

ALLAHU AKBAR YA TUHAN YANG MAHA SUCI.

Park Bo Young muncul beberapa langkah dari tempat gue berdiri dan tersenyum manis banget sampai diabetes rasanya. Gue yang biasanya kaku banget kalo momen kayak gini tiba-tiba berpikir cepat. Gue langsung membungkuk dan "Anyeonghaseyo!" gitu ke dia.

Dia langsung bales melambaikan tangan dan "Ne anyeonghaseyo!" ke gue.

KE GUE.

MAU MATI DITEMPAT TAPI KALO MATI NANTI SIAPA YANG BAYAR CICILAN KULKAS GUE KE DITO. Akhirnya nggak jadi mati tapi buru-buru nyamperin Rizka dan "YA ALLAH RIZ HAH INI NGGAK MUNGKIN MIMPI KAN HAH!"

"CANTIK BANGET!"

"PARAH! IMUT!"

"PARAH! PENDEK BANGET JUGA TERNYATA SETINGGI GUE!"

"PARAH KAYAK BONEKA!"

Sementara kita heboh-heboh sambil nunggu dipersilakan masuk buat wawancara, ternyata di belakang kita ada lagi tiga cowok Korea yang ternyata sudah nungguin dari tadi juga. Mereka fanboy-nya Park Bo Young. Tiga-tiganya sama aja kelakuan kayak kita. Heboh banget dari kaca kayak "Nuna! Omo neomu yeppo!!" dan itu berkali-kali.

Kalo ada yang bilang fans Indonesia alay, enggak juga, Korea juga alay kok. Tenang saja kalian tidak sendiri, chingu.
*

*
Mereka awalnya berdiri agak jauh dari dinding kaca tapi lama-lama semakin mendekat dan mendekat. Ketika sudah terlalu dekat, ada satpam mau ngasih tahu kalo gaboleh kedeketan gitu. Tapi si satpam ini nggak tahu harus ngomong apa karena dia juga tahu ini bukan orang Indonesia. Tapi satpam ini sudah diharuskan "mengusir" mereka sama atasannya. Jadilah....

"Mas gaboleh di sini!" katanya pake Bahasa Indonesia.

Entah si tiga cowok Korea paham atau enggak, tapi dengan wajah kesal dan ngarep mereka pun menjauh dari lokasi itu.

Gak lama setelah itu, kita diperbolehkan masuk.

"OH TUHAN BISMILLAHIROHMANIROHIM!"

Gue biasanya sangat gemeteran kalo udah disuruh wawancara. Siapapun! Bahkan ketika gue wawancara Ricky Ujung pun gue gemeteran. Padahal kalo dibandingkan dengan Park Bo Young, ya siapa sih Ricky Ujung, gitu. Ada 10 media doang yang datang hari itu dan kita semua duduk di kursi masing-masing di depan meja panjang sementara Park Bo Young nantinya akan duduk di depan kita, di tengah-tengah.

Gue langsung nge-tag tempat di tengah-tengah persis di tempat yang sepertinya akan jadi lokasi duduk Park Bo Young nanti. Dan begitulah ketika dia datang gue sama Rizka nggak berenti terpekik tertahan.

Ini orang bener-bener cantik banget.

PARAH!!!!

Dia pake dress lucu banget hari itu. Rambutnya ditata juga dan ada bagian-bagian yang berantakan secara natural. Gue nggak bisa berenti natap ini orang tapi kalo gue tatap terus nanti gue dikira kurang ajar. Sesekali gue menyibukkan diri dengan kamera dan motret. Sesekali gue nulis-nulis random dan bongkar-bongkar tas ngambil sesuatu. Sesekali benerin posisi tripod. Duh salah tingkah padahal dia nggak ngapa-ngapain cuma duduk aja.

Gue ngeluarin daftar pertanyaan gue yang juga titipan dari kalian yang jadi friend gue di Facebook. Megang kertas itupun gue gemeter. RIzka sampai ketawa ketika ngeliat tangan gue yang gerak-gerak nggak jelas pas itu. Sedekat ini sama Park Bo Young! Gimana nggak gemeteran!
*
Itu watermark-nya tulisan tangan Park Bo Young sendiri pas dia kasih tanda tangan ke gue. Seneng banget! Karena gue nggak bisa nemu kata-kata aneh buat orang seimut ini, jadi pake aja tulisan tangan dia. Ini kayak Bei Bei-nya Kris wakakakakakaka
*
Ketika sesi wawancara dimulai, gue buru-buru ngidupin Sound Recording di hape gue dan langsung naruh di depan dia dalam posisi terbalik. FYI gue kan pake hardcase yang ada mukanya Irene yang dibikin ala-ala kartun gitu. Pas gue taruh di depan Park Bo Young, dia langsung notice. Gue kaget!

(Dia ngomongnya imut banget kayak di drama gimana dong makin lemes)

"Taeyeon!" katanya sambil megang hape gue dan diangkat, merhatiin hardcase-nya.

"Anieyo, anieyo," kata gue buru-buru. "Igon, Irene. Red Velvet," bahasa Korea gue berantakan.

"Aaaah! Irene! Eeeemmmm (PLIS TOLONG KENAPA DIA HARUS BICARA DENGAN NASAL VOICE) tapi kok nggak mirip Irene malah mirip Taeyeon?"

Makin lemes. Padahal yang dipegang hapenya bukan tangan gue.
*

*
Dan ya. Obrolan antara kami para jurnalis dan Park Bo Young berlanjut sampai sekitar satu jam. Santai banget ngobrol sama dia tuh kayak bener-bener asyik banget! Dengerin dia ngomong sama kayak lagi nonton Na Bong Sun godain si chef-nim. Tapi dia ngakunya bukan tipe orang yang suka aegyo.

BOHONG!! PADAHAL NGOMONG BIASA AJA UDAH KAYAK AEGYO!!!!

Terus pas si Rizka nanya soal image-image imut gitu, gue nyelak aja bilang "CHEFNIM~~~~" gitu dan dia denger terus kemudian ikut bilang "CHEFNIM~~~~"

SEMAKIN TERKAPAR TERKULAI LEMAH.
*

*
Wawancara ini bener-bener gue gak bisa fokus sama apa yang gue tanyain dan apa yang orang-orang tanyain. Gue cuma fokus ke motret dia aja yang jaraknya nggak sampe semeter di depan gue dan sebegitu mempesonanya. Aduh aduh.... Ini lebih heboh daripada pas gue ketemu sama Duo Serigala.

Park Bo Young ini orangnya bener-bener baik hati banget. Nggak pernah berenti senyum sepanjang wawancara. Kalo biasanya manajemen artis-artis KPop selalu nggak ngebolehin jurnalis buat motret pake flash, dia nggak peduli dan boleh-boleh aja. Bahkan setiap kali ada kamera terangkat, dia akan langsung noleh dan bergaya. Nggak neko-neko! Bener-bener deh!

Setelah hampir satu jam wawancara, bahkan dia masih mau melayani para jurnalis ini untuk foto-foto dan juga ngasih tanda tangan. OH ASTAGA TIDAK MUNGKIN DUNIA SEMEMBAHAGIAKAN INI KAN!

Gue langsung ngeluarin agenda abu-abu yang gue dapet dari event Joo Won awal bulan lalu. "Please sign juseyo," kata gue mengulurkan agenda itu. Dia langsung menyambutnya tanpa ragu-ragu dan tanpa berkonsultasi dengan manajernya sama sekali. Gimana coba lo nggak merasa bahagia banget ada di deket dia. WKWKWKWKWKWKWK

Sayangnya gue nggak sempat motret ketika dia sedang menandatangani agenda gue. Tapi gue sempat motret ketika dia ngasih tanda tangan buat Rizka. Dan abis itu, "Can we take a picture together?"

"Oh yes, sure!"

MASYA ALLAH.

Gue langsung heboh.

"RIZ ENAKNYA GIMANA YA."

"RIZ APA GUE DI SINI AJA?"

"EH KAYAKNYA GUE KE SANA AJA DEH."

Terus Bo Young malah menyarankan untuk bergeser ke agak pinggir supaya nggak kehalang meja. BAHKAN DIA YANG NYARANIN TEMPAT BUAT FOTO! KURANG BAIK APA LAGI GAK PAHAM.

Yasudah akhirnya di sanalah gue berdiri dengan topi di kebelakangin dan rambut berantakan yang belum gue potong. Di bawah lampu yang membuat wajah gue terlihat seperti pocong sementara dia tetap tampak seperti Barbie.
*

*
Tapi enggak masalah.

Yang penting sudah kesampaian bisa ketemu sama Park Bo Young dan berinteraksi sedekat itu.

Apalagi yang diinginkan fans selain itu?

Pas event utamanya di hari Rabu (28/10/2015), enggak banyak momen sama dia karena gue juga sibuk ke sana ke mari duh keringetan. Tapi pas dia lagi duduk sama Reza Rahadian, gue berhasil curi-curi foto dan dia pun bergaya.

Ah...

Life is good.

Sampai ketemu lagi di kesempatan lain ya, Nuna! (sok akrab deh)
*
A photo posted by RON (@ronzstagram) on


Share:

11 komentar