Halusinasi Di-notice Irene Red Velvet di SM Entertainment Indonesia


“Weekend ini Red Velvet nih, Dit!”

Gue misuh-misuh di kantor ke Dita, temen sebelah meja gue. Partner gue di Podcast KEKOREAAN yang hey sekarang sudah ada di Spotify! (Klik di sini untuk mendengarkan) Hehehe. Seperti biasa, Dita nggak menaruh perhatian penuh ke gue karena dia memang anaknya pekerja keras. Matanya nggak berpaling dari laptop dan kupingnya masih disumbat headset. Jelas dia nggak dengar apa yang tadi gue bilang ke dia. Udah biasa. Dita emang anaknya gitu.

Gue nggak bisa bilang gue 100% siap untuk nonton Red Velvet di lapangan somewhere in BSD ini karena gue sama sekali enggak tahu daerah situ kecuali Stasiun Rawa Buntu dan ICE. Sementara acaranya akan dimulai malam hari dan itu berarti kelarnya pasti jelang tengah malam. Sebenarnya sudah ada rencana di kepala gue. Rencana yang tinggal diamalkan saja dengan perbuatan. Niatnya sudah ada dan sudah terasa matang: gue pesan penginapan dekat situ, datang ke penginapan sekitar jam empat atau jam lima sore, kemudian beres-beres sedikit lalu pergi ke lokasi acara mepet-mepet aja supaya nggak terlalu lama menunggu. Gue yakin akan ramai banget. Bukan hanya karena ini Red Velvet, tapi karena ini konser gratisan. Nggak akan ada yang mau menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menonton Red Velvet tampil di atas panggung, menyanyikan lagu-lagu hits mereka, tanpa dipungut biaya.

Tapi Ron adalah Ron. Tingkat kemagerannya melebihi kepercayaan dirinya dan kepastian soal masa depannya.

Penginapan sudah gue book dan satu malam sebelumnya gue udah berusaha untuk tidur cepat walaupun nggak bisa (karena tidurnya baru sekitar jam 2 subuh). Pagi bangun buat salat subuh dan kemudian gue tidur lagi sampai jelang zuhur. Setelah urusan laundry dan makan siang selesai, gue sudah rapi tuh, udah siapin perbekalan juga buat nginep di BSD. Gue turun dari kamar sekitar jam 15:30 setelah salat asar, menuju parkiran motor kosan dan langsung tancap gas motong jalan masuk-masuk gang. Eh tapi baru aja sampai di gang 14 (gang kosan gue gang 13), ujan turun dong; deres banget. Memang sih dari pas gue keluar kosan juga langit udah gelap dan awan hitam bergulung-gulung sudah tampak di arah Selatan. Jadi gue juga udah curiga ini cepat atau lambat gue pasti akan keujanan. Untungnya ujan turunnya pas gue masih di gang sebelah jadi gue bisa balik ke parkiran kosan lagi dan naik ke kamar lagi.

Niatnya sih buat nunggu ujan reda, tapi nyatanya....

MUEHEHEHEHEHEHE RON KETIDURAN SAMPAI ISYA.

Wassalam.

Ya sebenarnya mah kalau niat bisa aja buat jalan abis salat isya sekitar jam 7:30an. Tapi pas gue liat Maps, jalur motor menuju ke BSD itu macet banget dan butuh sekitar 1,5 jam untuk sampai lokasi. Bye aja. Udalah. Gue kubur dalam-dalam untuk melihat Red Velvet di konser gratisan ini.

“Ya kan lo bisa nonton di TV,” kata salah seorang teman.

Memang benar. Di kamar gue ada TV yang kreditnya akan lunas bulan Juni nanti. Tapi masalahnya TV itu nggak ada channel-nya. Selama ini gue pakai TV itu cuma buat nonton film dan serial lewat hard disk.

Oke pasrah. Trus sekarang gimana?

Can we just do something else like.. I don’t know... sleep more? Dan ya, gue pun tidur pulas sampai besokannya.

Tapi sebelum tidur gue sudah bersumpah pada diri gue sendiri. Semales apapun gue ketika bangun besoknya, gue harus memaksakan diri untuk bangun, berdiri, berjalan ke kamar mandi, pakai baju, dan pergi ke fx Sudirman. Ada yang berbisik di kepala gue kalau gue harus ke fx Sudirman. Ada yang meyakinkan gue kalau gue ke fx Sudirman besok, penyesalan gue karena nggak nonton konser gratisan itu semalam akan terhapuskan. Semacam lagu lamanya Marcel yang judulnya ‘Firasat’.

Besoknya, gue terbangun sekitar jam sembilan pagi karena penjaga kosan gue gedor pintu kamar.

“KATANYA MAU GANTI BOHLAM?!”

“GAK JADI BE, SUDAH DIGANTI SEMALAM.” Karena dia teriak gue jadi ikutan teriak. Gue masih di atas kasur.

“OH YAUDAH MAAP YAK!”

“YAK!”

Gue tahu gue sangat malas untuk beranjak dari kasur. Apalagi ini hari Minggu. Mana ada cerita seorang Ron bangun pagi di hari Minggu. Mandi di hari Minggu. Keluar ke mall di hari Minggu sebelum adzan zuhur. Mustahil!

Tapi hari itu Ron melakukannya.

Dengan mata setengah terbuka gue akhirnya mengguyur badan gue dengan air keruh dari keran kosan yang nggak pernah bening sama sekali sejak gue pindah ke sini. Gue curiga selama ini air itu berasal dari Kali Mampang yang kebetulan memang sebelahan sama bangunan kosan gue. Selama ini gue mandi pake air kali. Nggak heran gue jerawatan parah. Selain karena memang faktor manusia keparat itu sih yang bikin gue jerawatan. Hehehe lha curhat.

Gue sudah memutuskan untuk nggak mengendarai Daniel (nama motor matic gue) ke fx Sudirman hari ini karena gue nggak akan sanggup membayar parkir mahal berjam-jam di mall. Men, ini pasti akan makan waktu lama soalnya. Daniel gue parkir dan kunci di parkiran kosan dan gue naik TransJakarta saja. Kepala gue agak pusing karena dipaksa bangun buat mandi dan jalan ke halte. Gue juga baru sadar kalau setelah bangun tadi gue belum minum air putih, gue juga sangat lapar. Perjalanan ke fx Sudirman ini akhirnya berubah dari berharap melihat Red Velvet dari dekat ke makan siang aja terus yaudah pulang. Sebenarnya nggak ada ceritanya sih Ron bangun pagi di hari Minggu dan makan siang di mall. Biasanya juga makan siangnya dirapel sama makan malam. Tapi ini memang hari yang aneh.


Transit di Halte TransJakarta Dukuh Atas gue kaget banget karena ramai sekali. OH IYA HARI INI KAN MINGGU DAN INI BARU ABIS CAR FREE DAY. Yasudah, ini pasti fx Sudirman juga akan ramai banget. Gue nggak berharap sih sebenarnya cuma gue yang berpikir kalau Red Velvet akan datang hari ini. Since mereka ada Live Online Fanmeeting di Shopee juga kan, gue pikir mereka syutingnya akan di kantor SM Entertainment Indonesia yang di fx Sudirman itu. Pas gue turun di Halte TransJakarta Gelora Bung Karno makin berasa ramai. Remaja-remaji yang gue rasa ini pasti juga akan ngejer Red Velvet. Beberapa dari mereka bahkan terang-terangan pake jaket yang tulisannya SEHUN gitu. Tapi ah, yaudah deh, gue biasanya kalo berharap-berharap banget nggak akan kejadian. Nggak akan dapat apa-apa nantinya. Kayak gue berharap sama dia, sudah ngasih segala jiwa dan raga, waktu dan pikiran, dianya nggak suka sama gue. Ya gitu kan kadang-kadang hidup mempermainkan kita dengan semaunya. Tapi ingat bahwa kuasa Allah itu tidak ada cela. #EA #MAUPUASA

Gue makan di Burger King, salat zuhur, abis itu yaudah nothing to lose ya Ron, yuk naik ke lantai lima. Kantor SM Entertainment Indonesia hari ini tutup dan lampunya mati semua. Agak aneh sih since waktu itu pas pemilu kok buka-buka aja. Justru hari Minggu gini kok tutup? I mean... memang secara kantor ya kan bisa tutup. Tapi lobinya kan tetap buka juga nggak apa-apa justru akan lebih ramai kalo weekend gini. Ya nggak sih? GATAU. Waktu gue naik ke lantai 5 setelah salat zuhur itu, nggak terlalu ada banyak kerumunan di depan pintu kantornya. Fans masih nyebar-nyebar. You can tell that they’re fans kok meski mereka berusaha menyembunyikannya sekuat mungkin. Niat gue buat duduk dan makan di Eat & Eat (karena paling dekat dengan kantor ini) gagal karena semua meja di luar sudah reserved. Nggak paham lagi. Akhirnya yaudah, sambil nunggu-nunggu update dari keramaian, gue lihat-lihat buku bekas yang dijual di dekat situ dan dapat beberapa buku buat bahan bacaan di kala sedang niat membaca. Yang bikin gue semakin yakin bahwa Red Velvet akan datang hari itu adalah sekawanan petugas keamanan mendadak ramai di lantai 5.

Maksudnya, kalau memang mau mengamankan event di atrium, ya kan di atrium aja. Kalau mau mengamankan event di teater JKT48 ya kan bisa di depan teater aja. Lha ini di lantai 5 dan mereka berdirinya nggak jauh dari kantor SM Entertainment Indonesia. Oke fix. Ini sih bakalan ada keramaian. Gue sempat duduk agak jauh sambil baca-baca buku yang baru gue beli sebelum akhirnya gue memutuskan untuk mendekat ke depan kantor karena orang-orang sudah mulai ramai dan membentuk barisan. Ok, here we go. Gue akan mencoba ketahanan tubuh gue yang sudah renta ini untuk menunggu, antre, berkumpul bersama fans-fans yang usianya jauh lebih muda dari gue. Beginilah yang dinamakan dengan bucin. Budak Cinta bukan Bubuk Mecin.


Pas gue mau mulai antre, waktu sudah menunjukkan hampir pukul 14:00. Berarti sebentar lagi Live di Shopee akan dimulai. Ketika gue sedang sibuk dengan pikiran sendiri dan menyusun strategi mau berdiri dan antre di mana, seorang perempuan berjilbab nyamperin gue.

“WOY!” katanya.

“EH! NGAPAIN LO?!” kataku.

“GUE JUGA BUCIN! HAHAHAH!” dia mengaku dengan bangga.

Kak Nuri. OMG. UDAH LAMA BANGET KITA NGGAK KETEMU!

Gue sama Kak Nuri dulu bucin EXO dan bucin S4 lol. Tapi udah lama kita nggak ketemu setelah gue nggak lagi ngekos di Depok. Karena sekarang gue ada teman, gue jadi agak-agak lega dan seneng. Kak Nuri bareng sama dua orang temannya yang lain. Salah satunya Nadia (atau Nadya?). Akhirnya gue bareng sama mereka dan kita sempat duduk dulu di kursi Eat & Eat sebelum akhirnya memutuskan untuk mulai nunggu aja di depan kantor SM Entertainment Indonesia. Mumpung orang-orang masih belum ramai. Dan itu bukan keputusan yang salah.

Kita berdiri dengan urutan teman Kak Nuri, Kak Nuri, Nadia, dan gue di paling belakang. Di belakang gue masih ada beberapa orang lagi. Posisi kita di depan kaca persis, deretan paling kanan. Kalau Red Velvet naik ke lantai ini lewat eskalator, sudah dijamin gue nggak akan bisa lihat dengan jelas karena gue berdiri paling belakang. Tapi, sebentar, kan mereka akan masuk ke kantor ini kan. Dan kita ada di samping kaca persis. WAH INI YANG DINAMAKAN DENGAN TAKDIR DAN HIDAYAH ALLAH SWT! Awalnya kita bebas nempel ke kaca. Tapi lama-lama dimarahn sama staf dan juga sama sekuritinya. Akhirnya dikasih pembatas gitu buat jalur mondar-mandir sekuriti. Supaya kita juga nggak nempel sama kaca. Mungkin capek kali ngelapnya atau takut pecah katanya. Nggak masalah sama sekali buat gue. Karena itu masih deket banget. Yang jadi masalah sekarang adalah kita nggak tahu kapan Red Velvet akan sampai di fx Sudirman. Karena terakhir cek, Live mereka di Shopee masih berlangsung. Dan baru tadi gue berharap badan gue akan bisa bekerja sama tetapi gue salah.

Gue ngantuk banget

Dan gue tidur berbantalkan lutut.

Tidur beneran selama kurang lebih lima belas atau dua puluh menit.

Pules banget.

Gue masih punya kemampuan tidur dengan seni melipat tubuh ini rupanya. FYI, di setiap konser yang gue datangi dengan antre kayak gini, pasti ada momen gue akan tidur sambil duduk bersila dan berbantalkan paha atau lutut. Nggak bisa ditahan.

Gue nggak takut akan kebablasan karena selain ada Kak Nuri yang akan mencolek gue, mbak-mbak staf SM Entertainment Indonesia juga sudah ngasih warning kalau Red Velvet mungkin akan datang sekitar satu jam lagi. Yaudah, itu sih gue mendingan tidur aja kan. Sialnya, setelah gue kebangun dari “power nap” itu, kepala gue pusing. Gue masih punya cheeseburger di tas (tadi gue makan siang di Burger King kan) dan gue berniat makan itu. Tapi gue nggak ada air minum.

“Gue ada Coke, mau?” kata Nadia.

“MAU! KEBETULAN GUE SAKIT KEPALA! INI OBAT AMPUH BANGET!”

(Ada gak sih yang kayak gue juga kalau pusing terus minum Coca-cola langsung sembuh?)

Baiknya Nadia huhuhuh. Gue akhirnya minum Coke itu dan ngabisin cheeseburger gue. Tapi sakit kepala gue nggak ilang juga. Hihihihi... Mungkin karena gue deg-degan nunggu. Ketika pada akhirnya ketika Red Velvet muncul, semuanya sembuh begitu saja.


Jadi gini, selain staf SM Entertainment Indonesia, ada juga dari union fandom yang bantu untuk mengingatkan fans yang datang untuk tetap tertib. Nggak boleh berisik dan teriak-teriak. Rupanya, hari itu Red Velvet ada jadwal interview sama beberapa media dan most of them adalah televisi dan radio. Wajar kalau nggak boleh teriak selama wawancara berlangsung karena akan sangat mengganggu. Yang amazed adalah Reveluv yang datang nurut semua. Proud! Walaupun ya, sekali dua kali haruslah diingetin buat nggak dorong-dorongan. Terutama yang berdiri di belakang. Soalnya kami yang sudah ada di depan kaca ini dari tadi memang duduk supaya rapi aja gitu. Gue nggak masalah kalo duduk, tapi sampai kapan kedudukan ini bisa tertib? Gue takutnya pas RV muncul, nanti pasti pada berdiri deh. Ya tapi gapapa sih kalo berdiri, asal nggak rusuh. And guess what, itu jadi kenyataan. HIHIHIHI...

Waktu RV muncul dari eskalator, siapa yang bisa tahan untuk tidak berdiri? Tidak ada. Beberapa orang di belakang berdiri dan teriak kenceng banget. TERIAKNYA KENCENG BANGET GAPAHAM LAGI. Gue masih dalam posisi duduk. Tangan kanan gue sudah terjulur ke atas on position, kamera sudah dalam kondisi merekam, gue nggak fokus ke kamera gue tapi fokus ke wajah Irene yang muncul di antara punggung orang-orang yang berdiri di depan (staf dan sekuriti dan kaka kaka dari union). Irene kelihatan shock banget karena fans udah nunggu di situ. Satu per satu member yang lain mengikuti di belakangnya: Wendy, Seulgi, Joy dan Yeri. Itu nggak berurutan sih sebenarnya. Itu pertama kalinya gue melihat mereka dalam jarak yang sangat dekat, dalam event yang tidak formal seperti ini. Yang istimewanya lagi: DI NEGARA GUE SENDIRI. Alhamdulillah banget, right?

Gue nggak punya kamera bagus. Tapi gue yakin kalau pun gue punya kamera bagus, gue nggak akan bisa dapat foto yang bagus karena gue pasti akan heboh sendiri kemudian panik, kemudian berujung foto-fotonya nggak fokus semua. Jadi hari itu karena pergerakan orang-orang sangat cepat, jadi yaudah ikhlasin saja hanya bermodalkan kamera video dari Samsung Galaxy S10+ gue yang lumayan banget hasilnya ini HIHIHIHIHIHIHI.... Ya mayanlah kalo buat videoin momen-momen kayak gini, masih bisa di zoom dua kali juga udah keliatan jelas orang-orangnya.

Video rekaman gue cuma 22 detik dari mereka “turun” eskalator dan masuk ke kantor. Tapi semua member berusaha untuk tidak mengalihkan pandangan mereka dari fans sambil berjalan. Irene masih terkejut nggak percaya ngeliat banyaknya fans yang nunggu dia. Tapi dia yang pertama masuk ke ruangan jadi dia yang pertama hilang dari “pandangan” kamera gue. Sementara di paling belakang, Wendy yang hari itu pake baju dengan bahu terbuka, YA ALLAH ANGGUN SEKALI INGIN RASANYA AKU TELENTANG LALU DANCE BA BANANA BA BA BANANANANA LALU BERGULING KE LANTAI SATU. With that new hair, Wendy looks SOOOOO PRETTYYYYYYYYY. I mean, IRENE WILL ALWAYS BE MY ULTIMATE BIAS BUT, WENDY OHMYGOSH!!!!!!!



Gue suka banget ngeliat Seulgi kalau senyum. Polos dan tulus. Berasa temen SMA yang sudah kenal lama terus kita ketemu lagi. Joy di satu sisi sangat dewasa dan sangat ingin sekali bertindak geragasan tapi mungkin dia tahan diri. Yeri sekarang jadi cantik bukan kepalang. Jadi lebih ada kesan dewasa. Gue ngeliat dia makin ke sini makin punya vibe kayak Yoona.

Dan selama dua puluh dua detik itu, gue sama sekali nggak teriak atau berekspresi. Gue bener-bener diem. Belajar dari pengalaman selama ini kalau gue manggil-manggil mereka, atau teriakin nama mereka, video rekaman gue akan penuh dengan suara gue dan itu nggak akan menyenangkan. Gue bisa kalem. Entah gimana caranya, gue nggak tahu.

Mereka masuk ke ruangan kantor yang ada tulisan staff only kalau lo datang ke SM Entertainment Indonesia di fx Sudirman ini. Tapi harusnya abis itu mereka akan keluar lagi buat tur bagian depan kantor yang nggak seberapa itu. Mereka juga akan menandatangani foto mereka yang ada di bagian depan, dan dinding putih di dalam Audition Room, tempat Lee Soo Man, Leeteuk, Jeno dan Jaemin tanda tangan beberapa waktu yang lalu. Segera setelah mereka keluar dari ruangan kantor, teriakan kembali membahana. GILA SIH INI ORANG-ORANG JUMLAHNYA NGGAK SAMPAI 500 KALI TAPI SUARANYA KAYAK SE-STADION! KEREN BANGET HAHAHAHAHAHAH!



Seperti yang gue bilang, jadi itu gue datang sambil ngantuk. Boro-boro mau mempersiapkan perintilan fanboying kayak fanboard gitu, nyisir rambut yang bener aja gue nggak sempat. Well, sebenarnya karena memang rambut gue udah nggak bisa disisir lagi. Jujur, gue kepikiran untuk membawa sesuatu hari itu. At least bawa fanboard deh. Lagipula, gue masih punya fanboard Surene yang selalu gue bawa kalau konser EXO itu. Masih ada di lemari meski kondisinya sudah mengenaskan. Tapi gue mikir lagi... dalam kondisi ketidakpastian seperti menunggu di mall gini, segala sesuatu bisa terjadi. Maksudnya, segala keribetan bisa datang dan gue sedang nggak mau ribet. Sebenarnya gue udah minjem kamera gede ke temen gue tapi nggak gue ambil. Pokoknya hari itu gue mau pure santai banget, merekam pake handphone aja. Nggak mau yang ribet-ribet. Makanya fanboard Surene itu nggak gue bawa. Lagipula, konteksnya akan jadi beda kalau gue bawa fanboard Surene ke event “milik” Red Velvet. Karena yang merasa “punya hubungan spesial” dengan Red Velvet kan Suho. Bukan Irene. Jadi gue merasa nggak tepat aja kalau bawa fanboard Surene ke situ. Takut kalau Irene bakalan bete atau apa. Kalau Suho ya seneng-seneng ajalah dia dia hahahaha. Irene paling bakal ketawa sih, tapi kalau ketawanya agak-agak shady kan nggak enak juga. Lagipula, nggak semua Reveluv kan nge-ship Suho-Irene dan gue di situ juga Reveluv abal-abal. Kalau pun nggak semua EXO-L nge-ship Suho-Irene sih gue bodo amat. HAHAHAHAHAHAHAHHA.

Ada waktu sekitar lima sampai sepuluh menit kali ya sejak Red Velvet datang dan masuk ke ruangan kantor sebelum akhirnya mereka keluar lagi dan melakukan tur di balik dindng kaca itu. Di situlah gue baru merasa sangat menyesal nggak mempersiapkan apapun buat dibawa hari ini. I mean, semua orang yang datang bawa slogan yang mereka dapat dari union. Sementara gue cuma datang bawa diri sendiri, laptop yang nggak dipake akhirnya dan berujung cuma berat-beratin tas doang, dan kenangan-kenangan masa lalu dengan dia yang masih berusaha gue buang jauh-jauh. Harusnya gue memang bawa sesuatu. Harusnya gue bawa aja fanboard Surene itu. Harusnya gue cuek aja soal Reveluv yang nggak nge-ship Surene atau Irene yang bakal bete karena foto itu. Soalnya jarak gue sama dia tuh cuma dibatasi sama kaca doang. Deket banget. Bahkan ini lebih deket dari konser. Dia bisa dengan jelas melihat gue dari dalam.

Dia bisa dengan jelas melihat gue dari dalam.



Di situlah akhirnya gue semacam dapat hidayah. Hihihi... Gue kan ada handphone satu lagi. Honor 10 oleh-oleh dari perjalanan ke London tahun lalu yang ceritanya belum selesai gue tulis itu. Memang handphone itu nggak ada internetnya, tapi di mall ini pasti ada Wi-Fi kan? Gue merogoh ponsel itu dan mengeluarkannya dari dalam tas. Untung banget hari itu gue pakai jaket Game of Thrones baru dari HBO yang punya banyak kantong dan semua kantongnya ada retsleting. Jadi gue nggak ribet keluar masukin hape ke tas. Gue bukan orang yang suka menyimpan handphone di saku celana jins. Selain nggak nyaman saat duduk, khawatir hapenya benyek. Gue keluarin handphone itu, gue konek ke Wi-Fi, dan gue cuma punya waktu beberapa menit saja untuk berpikir gue bisa melakukan apa dengan handphone ini.

GIF.

Brilian!

To be honest, gue nggak update sama sekali soal Red Velvet selama setahun ke belakang. Maksudnya mereka konser di mana, apa yang sedang populer di kalangan fans, dan fancam apa yang sedang viral. Gue randomly cuma search ‘Irene gif’ di Google ketika gue menemukan satu gif Irene pakai baju putih dengan bibir merona merah, sedang memberikan flying kiss ke penonton. I don’t even know that this fancam and gif is actually gone viral! Gue bener-bener cuma random! Dan karena Irene terlihat cantik bukan kepalang di gif itu, gue pun akhirnya memilih itu untuk diunduh.


Layar handphone itu gue atur ke tingkat kecerahan yang paling tinggi supaya tetap terlihat. Gif-nya agak gue zoom supaya langsung to the point ke wajah Irene. Dan ketika anak-anak di luar dinding kaca mengendus adanya pergerakan dari dalam, gue pun siaga. Tangan kiri sudah siap dengan Honor 10 yang menampilkan gif Irene, tangan kanan sudah siap dengan Samsung Galaxy S10+ dalam mode kamera video dalam posisi merekam. Dan mereka keluar dari dalam ruangan itu, entah Yeri entah Joy yang lebih dulu. Yang pasti di belakang mereka mengikuti Seulgi, Wendy, kemudian Irene.

Wendy agak linglung harus melihat ke mana dulu sementara Seulgi nggak berhenti melambaikan tangan ke fans yang ada di luar dinding kaca. Kamera gue sengaja nggak gue fokuskan ke salah satu member. Sengaja gue merekam dalam mode landscape supaya semuanya bisa kelihatan. Tangan kiri gue mengangkat handphone dengan gif itu agak tinggi supaya Irene bisa melihatnya. Sementara tangan kanan gue mengikuti pergerakan kelima member. Di situlah gue kemudian mendengar teriakan dari Nadia.

“DIA LIHAT!”

Apa yang dia lihat? Dia siapa? Apa yang terjadi?

Gue nggak tahu. Di momen seperti ini, lo nggak akan fokus sama apapun. Gue terutama. Karena mata gue terpaku ke balik dinding kaca, memandangi wajah-wajah menawan yang ada di sana. Mata gue nggak ngeliat ke layar handphone sama sekali jadi gue hanya mempercayai tangan kanan gue akan kuat untuk mengangkat handphone itu. Namanya Keane anyway. Sudah bukan Jeno lagi. Dan tangan kiri gue masih mengangkat si Honor 10.

Kelima member agak mendekat ke arah dinding kaca karena ternyata mereka mau menandatangani poster Red Velvet yang ada di dinding dekat kaca. Di situ sih puas banget udah melihat mereka dari jarak dekat. Masih dengan kamera yang dalam posisi merekam, menguatkan tangan supaya nggak goyang. Anak-anak masih tertib dan nggak ada nuansa dorong-dorongan sama sekali. Walaupun sesekali sekuriti mengingatkan supaya nggak ada yang menyentuh kaca. Itu mungkin adalah momen terdekat gue dengan Red Velvet seumur hidup ngefans sama mereka. Diawali dengan Irene dan ditutup dengan Wendy, sesi tanda tangan di situ pun selesai. Mereka kemudian melanjutkan tur ke sekeliling ruangan depan SM Entertainment Indonesia yang ada di fx Sudirman. Kembali menandatangani sesuatu di meja resepsionis sebelum akhirnya masuk ke ruang audisi tempat mereka menandatangani dinding putih yang sebelumnya sudah ada tanda tangan member SJ, NCT Dream dan juga Lee Soo Man.



Sesi tanda tangan di ruangan ini yang gue nggak dapat sama sekali. Berbagi jatah sama yang berdiri di belakang. Yang lebih rusuh dari yang di depan karena kami duduk dan mereka berdiri. Tapi mereka puas karena di sana Red Velvet menghabiskan waktu lebih lama. Setelah selesai dari situ, mereka kembali masuk ke ruangan kantor untuk bersiap-siap wawancara dengan media.

Wah... kalau masih jadi wartawan Kpop mungkin gue ada kesempatan tuh buat wawancara mereka. Secara perusahaan tempat gue kerja dulu adalah perusahaan yang sekarang bekerja sama dengan SM Entertainment untuk segala hal promosi artis SM di Indonesia. LOL. Tapi hidup sudah berubah dan bergerak maju. Gue cukup puas dalam posisi sebagai fans kayak gini. Karena kalau dalam konteks bekerja kan nggak bisa ngalay. Kalau sedang jadi fans mah bodo amat mau alay juga.

Setelah Red Velvet masuk ke ruangan staf, di situlah gue baru sadar kalau teriakan Nadia tadi ditujukan buat gue.

Maksud teriakan “DIA LIHAT!” Nadia tadi adalah karena Irene ternyata melihat gif yang gue tunjukkan di handphone Honor 10 itu. Ketika adegan itu terjadi, seperti yang gue bilang tadi, gue sama sekali enggak ngeh kalau dia ngeliat ke kamera gue. Ke arah gue. Gue memang melihat dia melakukan flying kiss itu. Tapi gue nggak ngeh sama sekali kalau itu ditujukan ke arah kamera gue dan setelah dia melihat gif dari handphone gue. Wah gila sih.

WAH GILA SIH.

GUE BENER-BENER NGGAK SADAR SAMPAI VIDEONYA GUE PUTAR ULANG. DAN DI SITULAH AKHIRNYA GUE BENAR-BENAR BERTERIAK. GUE BERTERIAK KENCENG BANGET DAN BERKALI-KALI.


View this post on Instagram

So here's my story: . . Kudatang tanpa persiapan apapun karena ngantuk luar biasa. "Harusnya gue bawa fanboard ya?" gitu terus mikirnya. Tapi ternyata gue gak butuh fanboard kali ini karena pas di lokasi pasti akan sangat ribet. Cuma gue pikir, "Gak asik kalo gak bawa sesuatu buat diliatin ke dia? Yagaksih, Ron?" Yaudah akhirnya gue search gif di Google, gif Irene lagi flying kiss gitu dan oke abis ini gue akan kasih lihat ini ke dia. Mungkin dia notice. . . Pas dia keluar dari ruangan, gak babibu kamera gue gak fokus ke satu member tapi semua ajalah. Untung-untungan kalo kayak ginimah. Dan karena posisi gue deket kaca juga, gampang buat dia lihat gif itu. DAN DIA LIHAT! DAN DIA NIRUIN FLYING KISS-NYA! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ . . YA ALLAH GUE MASIH ALAY BANGET YAK. MY FUTURE WIFE WILL BE SOOOOO DISGUSTED. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ . . #irene #redvelvet #myfandommoment #😘 #withgalaxy #kaoskakibau #bloggers #smtown #smentertainment #wendy #seulgi #joy #yeri
A post shared by RONZZY | FANS KPOP 😏 (@ronzstagram) on



“AAAAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGGGGH!!!!!!!!!!!!!!” sambil menutupi mulut dengan jaket supaya nggak terlalu kelihatan spazzing-nya. Beberapa orang di samping gue ngetawain gue sambil sesekali ngintip ke hanpdhone buat ngeliatin videonya. Sementara sekuriti perempuan yang berdiri di depan gue agak kaget mendengar gue teriak. Dia kira gue kenapa-kenapa. Ayan atau gimana.

TAPI MEMANG INI ADALAH SAAT YANG TEPAT UNTUK AYAN, BUKAN?!

Gue lihat lagi videonya dan WOW. BENER-BENER. LEGIT. ITU DIA MELIHAT KE ARAH GUE DAN MENIRUKAN FLYING KISS YANG ADA DI GIF ITU.

APAKAH INI GUE HALU?

APAKAH GUE KEPEDEAN?

Gue bertanya itu berkali-kali. Tapi setelah berkali-kali juga gue ulang videonya dan me-reka ulang kejadiannya, masuk akal kalau memang dia melihat ke arah gue, memberikan flying kiss ke kamera gue. Soalnya cuma gue yang nunjukkin gif itu dan dia lihat gif-nya. Dia ke-trigger untuk melakukan flying kiss itu karena dia melihat gif-nya.

BERARTI GUE NGGAK HALU KAN?!

TAPI KALAUPUN GUE HALU, YAUDAH NGGAK APA-APA. YANG PENTING GUE DAPAT VIDEONYA! IRENE KASIH FLYING KISS KE GUE!

Gue ingat di Seoul Talk Concert dua tahun yang lalu, gue nonton di kursi VIP dan ada momen di mana gue teriak “IRENE NEOMU YEPPOYO!” sampai dilihatin dan diketawain sama orang-orang Korea yang juga duduk di sekitar tempat duduk gue. Tapi saat itu, gue beruntung karena Irene dengar dan dia malu-malu jawab pake mikrofon “Ah, ne, kamsahamnida.” Serius deh gue kira gue juga halu saat itu. Tapi gue inget banget itu kejadian karena gue sudah konfirmasi sama beberapa orang. Dan itu sudah dua tahun yang lalu. Dua tahun kemudian kejadian lagi. Inikah yang kalau kata masyarakat momen “dinotis bias” itu?

Nggak ada satupun member Red Velvet yang nggak cantik, terlebih hari itu, terlebih Irene. Kalau ada alasan kenapa gue makin jatuh cinta sama Irene ya karena kehaluan dinotis bias hari itu. Kalau ada alasan kenapa gue akan makin bucin Irene ya karena kehaluan dikasih flying kiss hari itu. Setidaknya setelah Suho nunjuk-nunjuk ke gue di The Lost Planet Jakarta tahun 2014 dulu, setidaknya setelah Suho ngajak ngomong gue dari atas panggung di konser pertama mereka di Jakarta itu, Irene pun menyusul “menotis” gue, Ron, seorang fans fakir mager yang semalam nggak jadi nonton ke BSD karena hujan. Yang ke fx Sudirman cuma berlandaskan feeling dan firasat. Yang masih berusaha move on dari orang yang sudah nolak dia.



Bae Joohyun, thank you very much!

 

Share:

0 komentar