Ketika Saya Menonton Super Show 4 Indonesia [PART 2]

Langit Ancol hari Minggu, 29 April 2012 itu mendung. Pawang hujan yang digunakan oleh ShowMaxx untuk menghindari kekacauan di depan venue rupanya berhasil. Entah kolor siapa yang dilempar ke atap MEIS untuk menghadang hujan hari itu. Kolor Ijo Siwon kah? Bisa jadi. Meskipun demikian, angin sepoi-sepoi khas pinggir pantai menemani gue, Chita, Icha, Linda dan Riska di barisan paling depan Super Box C bersama sekitar 500 orang lainnya yang ada di belakang dan di samping kanan kami. Hari itu memang beberapa dari penonton sudah mengatur barisan mereka sendiri dengan rapi agar terlihat tertib dan bisa lebih mempercepat proses masuk ke venue yang katanya di hari sebelumnya agak-agak lambat dan nggak efektif.

Kendati menggunakan pawang hujan dan juga mendung, sesekali matahari mengintip dari balik awan mendung itu dan memberikan cahaya yang alih-alih hangat, tapi justru gerah. Kesannya memang nggak bersyukur banget sih, tapi kalau harus memilih apakah harus hidup dengan sinar matahari atau awan mendung, hari itu pasti semua orang akan lebih memilih awan mendung.

Icha sibuk dengan banner-banner gratisan yang dibagikan oleh fans-fans dengan project masing-masing. Ada yang membuat bendera mini untuk Yesung, ada yang membuat project untuk Kyuhyun, Sungmin, Siwon, dan hampir semua member Super Junior. Sementara gue nggak ada kepikiran sama sekali untuk mengambil satu dari banyak banner yang jadi project itu. Alasannya simple: gue hanya ngefans Siwon dan Donghae dan gue udah punya fanboard sendiri untuk mereka berdua. Kesannya emang egois. Tapi sebenarnya keputusan gue untuk tidak mengambil semua banner gratisan itu adalah supaya tidak ribet. Tapi gue memutuskan untuk mengambil bendera kecil untuk Yesung entah karena apa gue juga agak kurang ngeh sama pikiran gue waktu itu.


Chita sibuk dengan fanboard Yesung yang seharusnya dikerjakannya sejak beberapa hari yang lalu juga dengan fanboard Xiumin. Sementara Icha sudah membuat fanboard untuk Tao dan gue sudah membawa dua banner besar untuk EXO-M. Ya, diantara banyak fans SUJU itu, kami tetap bersikeras untuk mendukung EXO-M. Sementara itu Linda dan Riska sibuk sendiri dengan dunianya. Hahaha... Sesekali sih kita saling bantu-bantu ambilin banner gratisan.

Walaupun kesannya hari itu hanya menunggu dan mengantri, sebenarnya gue masih punya hutang sama dua orang: Lely dan Chikyu. Lely adalah fans SUJU yang gue kenal di Twins Plaza sewaktu membeli tiket. Lely kehabisan tiket menonton dan akhirnya karena gue punya satu stok tiket yang gue dapatkan dari Fifi Mawardi (yang dia dapatkan dari fanbase perwakilan Palembang buat gue, Riris, dia sendiri dan Chikyu yang akhirnya gue putuskan untuk jual karena gak yakin bakalan dapet Super Box C) tiket bagian gue yang dari Fifi gue jual ke Lely dengan harga sama yaitu 1,7 juta.

Tanggal 29 April 2012 adalah tanggal penukaran tiket untuk fanbase dan disini sangat terlihat sekali molor waktu dari yang sudah ditentukan. Fifi, Riris dan Chikyu datang dari Sumatera untuk menonton Super Junior dan mereka sampai di MEIS kira-kira jam 7 atau 8 pagi. Kami sempat bertemu  dengan formasi lengkap ketika mereka baru tiba di MEIS. Itulah pertama kalinya kami bertatap muka, khususnya gue, Fifi dan Riris. Selama ini kami hanya bertemu via Twitter dan Facebook. Sementara dengan Chikyu sudah pernah di Desember tahun lalu. Bahagia rasanya bertemu dengan orang-orang ini walaupun cuma sebentar...


Antrian untuk tiket fanbase sudah mulai mengular-naga-panjangnya-bukan-kepalang sejak pagi. Fifi, sebagai penanggung jawab tiket itu diharuskan untuk mengantri diantara ratusan orang. Seharusnya tiket dibagikan jam 8 sampai jam 10 tapi entah kenapa sekitar jam 11 tiket belum juga selesai dibagikan.

Urusan gue semakin ribet karena tiket gue yang ada di Fifi harus gue kasi ke Lely karena Lely sudah bayar sejak kapan tahu. Sementara gue hectic dengan atrian masuk ke venue yang sudah semakin dekat. Yang tambah bikin bete adalah sinyal di MEIS itu kayak sampah masyarakat banget. Nggak ada satu telepon pun yang bisa gue hubungi baik Fifi, Chikyu dan Riris. Sementara kalau harus mencari mereka langsung di MEIS itu bagaikan mencari kutu dirambut Kai. Hampir mustahil. Gue cuma bisa istigfar sampai akhirnya telepon gue ke Chikyu berhasil tersambung dan gue bisa bertemu dengan mereka di depan basement ABC.

Utang gue ke Chikyu adalah banner Kyuhyun yang dia titipkan untuk gue print. Sementara gue harus ketemu dengan Fifi untuk mengambil tiket dari fanbase yang harus gue kasih lagi ke Lely yang sudah menunggu lama. Gue jadi ribet sendiri. Semua rencana batal gara-gara hectic ini. Padahal kemaren sudah janjian dengan beberapa orang di twitter untuk latihan fanchant EXO, tapi karena ini jadi gagal. Ini semua memang nggak bisa diprediksi sih. Karena fans juga pasti akan fight untuk mendapatkan tempat paling depan di konser nanti. Begitu juga gue. Akhirnya setelah gue ketemu dengan Chikyu untuk ngasih banner Kyuhyun ke dia dan ketemu lagi dengan Fifi dan Riris buat minta tiket yang jatah gue buat Lely, gue lumayan lega. Kita janjian buat ketemu setelah konser walaupun akhirnya gagal karena lautan manusia itu nggak bisa membuat kami berpikir tenang sama sekali.

Urusan gue dengan tiket Lely sudah selesai, banner Chikyu juga sudah gue kasih ke orangnya. Sekarang masalah tinggal 1: Laper.

Makanan gue titip lewat Susi. Susi adalah temen Yoga yang juga gue kenal waktu antri di Twins Plaza. Gue sangat bersyukur sekali dengan segala hal yang walaupun tidak profesional, tapi mengenalkan gue dengan banyak sekali orang baik, Susi salah satunya (dan ada 13 orang lain di kamar 701 Twins Plaza yang kemaren malah nggak sempat ketemu sama sekali, cuma ketemu pas selesai konser dan nggak lama-lama banget). Memang benar ya? Di setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Mungkin antri dan menunggu itu hal yang menyebalkan, tapi balesannya adalah dapet banyak teman.

Lanjut...

Susi bilang dia bakalan sampe Ancol sekitar jam 9an dan gue sudah kelaperan sejak semalam karena belom makan sama sekali. Rasanya nggak napsu makan sama sekali. Ini juga mungkin karena pengaruh perut yang nggak jelas nasibnya, mules nggak, tapi pengen ke WC. Mau ngeluarin apa? Usus? Paru-paru? -___- 

Gue mengecek sekali lagi isi ransel gue. Sebisa mungkin yang gue bawa masuk adalah barang-barang yang memang gue akan butuhkan di dalam. Banner dan fanboard sudah pasti. Linda menitipkan polaroid segede kepala Kai-nya ke tas gue sementara gue khawatir akan bermasalah karena peraturannya nggak boleh bawa kamera. Feeling gue selalu tepat...

Semua barang-barang yang nggak dibutuhkan sudah gue masukkan ke dalam mobil. Dan disanalah gue duduk lagi, di antrian terdepan, menunggu Susi membawakan gue sarapan nasi uduk. Betapa bahagianya melihat muka Susi waktu dia datang dan akhirnya rasa lapar itu terobati sudah.

Pukul 10 pagi. Para petugas promotor sudah mulai merapihkan barisan satu per satu. Memberitahukan peraturan dan juga memberitahukan bahwa kami semua akan dimasukkan ke venue sekitar pukul 12 siang. Persis. Tengah siang bolong.

Dan waktu berlalu begitu cepat...

Kaki gue gemeteran. Otak gue nggak bisa lagi berpikir jernih. Yang ada di sana sekarang cuma satu hal: bagaimana caranya biar dapet tempat paling depan di Super Box C itu. Gue dan Chita udah siap-siap lari ketika kami sudah lolos pemeriksaan di depan gate. Kami lari sekuat tenaga dan ketika sampai di pemeriksaan kedua, betapa bete-nya gue menemukan seorang mbak-mbak berjilbab pink yang sudah ada di sana entah sejak kapan.

"DAMN! GUE UDAH DUDUK DARI JAM SETENGAH 5 SUBUH LOH YA?! GUE UDAH PALING DEPAN LOH YA?! ITU GIMANA CERITANYA ADA WANITA ITU DI DEPAN GUE SEKARANG?!"

Gue mencoba untuk menahan amarah gue saat itu karena nggak ada gunanya juga marah. Yang gue nggak habis pikir adalah ternyata masih ada orang yang EGOIS kayak gitu. Antri dari section lain dan ketika di dalam dia baru ngaku kalau dia section Super Box C. SAMPAH! Gue bete banget sama itu orang. Dan ketika kami masuk ke area Super Box C-nya, dia langsung mengambil tempat yang seharusnya gue, Icha, Chita, Linda dan Riska tempati ketika kami sampai dan sudah direncanakan sejak semalam.

Chita terus menyalahkan dirinya karena ini. Menurutnya, tempat yang kita dapatkan sekarang ini (persis di depan pagar dan depan panggung, di siku-siku pagar yang menghadap ke panggung) adalah tempat yang salah. Gue juga sempat kepikiran karena dari sudut tempat kami berdiri itu kami hanya bisa melihat panggung utama dari samping dan bukan dari depan. Sementara tempat yang ditempati oleh mbak-mbak berjilbab menyebalkan itu dapat melihat tampak depannya.

Lama kami terdiam berpikir, tapi kemudian gue yakin aja, bahwa ini memang sudah jalan Tuhan. Berdiri disini nggak akan ada ruginya. Toh posisi kita nggak lebih buruk dari orang-orang yang ada di belakang kita. Dan seperti itulah keyakinan itu tumbuh seiring dengan bertambahnya orang-orang di section Super Box C itu.

Linda, Chita, Gue, Icha, dan Riska berderet. Gue ditengah. Semua tas sudah diamankan di jalan sempit untuk security di depan kami. Semua dalam posisi yang mudah dijangkau. Di belakang gue berdiri dua mbak-mbak yang menyebalkan banget. Mbak-mbak ini kayaknya bete sama gue gara-gara gue lebih dulu sampe dari pada dia. 

Show dimulai jam 2, sementara kami sudah ada di dalem venue jam 12. Gue ngantuk parah karena semalem nggak sempat tidur. Akhirnya berusaha untuk tidur di pagar tapi nggak bisa. Akhirnya gue iseng aja mengacungkan fanboard LEE SOO-MAN buatan gue ke udara dan menghadap persis ke Super Box A yang ada di depan gue. Beberapa dari mereka semua menanggapi fanboard itu dengan nada negatif. Banyak yang berteriak "Jangan angkat yang itu!!!" dan semacamnya. Ketika fanboard gue balik, di belakang Lee Soo-Man ada poster film I AM-nya Shindong. Ketika itu gue angkat, mereka memberikan respon positif. Ketika gue balik lagi ke Lee Soo-Man, mereka menolak lagi. Karena bete, gue teriakin aja, "KALO GAK ADA LEE SOO-MAN, SUJU NGGAK AKAN ADA WOOY!"

Banner yang lain belom gue keluarkan karena semuanya kejutan. Fanboard Donghae Cry Baby gue satukan dengan Siwon-Agnez Oles 8 Kali dan itu hanya akan gue keluarkan ketika ada Siwon atau Donghae. Nanti... ketika konser sudah dimulai...

Pukul 2 semakin dekat, suasana semakin riuh memanggil nama Super Junior. Dan kemudian, lampu mati, suara sound-system yang letaknya persis di depan gue membuat telinga langsung budeg parah. 

Konser Dimulai...

KONSER DIMULAI!

Gue menarik napas panjang... Bersiap memasuki sebuah hasil dari jerih payah selama ini...

Bismillah Ya Allah... Berkahi hamba yang melewatkan Sholat Dzuhur tadi...

- TBC -

@ronzzykevin

Related posts : | PART 1 | PART 3 | PART 4 |


one click! Tumblr | Facebook Fanpage | Kompasiana

Share:

9 komentar