Ketika Saya Menonton Super Show 4 Indonesia [PART 1]

Apa ya kata-kata yang tepat buat menggambarkan perasaan gue sekarang? Kalau mau berlebihan sih bisa, tapi karena gue emang orangnya terlalu dan selalu lebay, jadi kesannya kayak biasa gitu... Tapi ya, Alhamdulillah Ya Rabb... Gue merasa sangat diberkahi selama 2 hari 3 malam kemarin. Penantian panjang yang berakhir lumayan klimaks.

Sejak awal Super Show 4 Indonesia di-confirm sama promotor, gue langsung yang bilang, "Ini fix banget harus nonton! Fix banget harus ketemu langsung sama Donghae & Siwon! Fix banget harus narik kaki mereka dengan berdiri di depan panggung! Fix banget pokoknya..." Tapi perjuangan ternyata nggak semudah itu. Untuk bisa mencapai target menarik kaki Siwon & Donghae ada banyak sekali tahap yang harus di lewati dan dari 100% tahap itu, 95% nya adalah menunggu.

Tabungan buat beli tiket Super Show 4 Indonesia ini sebenarnya sudah gue rencanakan sejak 2009 akhir dan awal 2010. Inget banget pas jaman itu gue bikin celengan pake kotak Cokolatos yang dikasi label : "Nabung Buat Nonton SUJU!" Berharap bisa nonton di Singapore kalau misalnya di Indonesia nggak ada (karena pada jaman itu jaman-jamannya pesimis banget lah). Tapi setelah 2012 ini mereka ada konser di Indonesia, dan tabungan yang sejak 2009 dan 2010 itu sudah hilang dimakan usia, beruntung ada duit beasiswa yang bisa di colong buat beli tiket. Please jangan kasi tau yang ngasi beasiswa-nya ya... Tolong banget.

Beli tiket juga bukan hal yang gampang kayak membalikkan telapak tangan gajah. 24 jam antri di Twins Plaza Hotel yang berujung pada perubahan pola tidur sampai saat ini. Tapi semuanya terbayar dengan selembar voucher tiket Super Box C yang notabene-nya adalah lokasi lumayan strategis--karena di tengah-tengah panggung--yang nantinya pasti banyak kesempatan buat bisa interaksi langsung dengan Super Junior-nya (walaupun gue berharap EXO M sih kemaren).

Gue nonton Show yang hari ke-3 (yang aslinya adalah hari ke-2) yaitu tanggal 29 April 2012. Karena gue janjiannya sama Icha (@AllRIseMinji) dan Chita (@chirfulness) yang berbaik hati mau mengajak gue nimbrung karena katanya ada temennya yang dari Bandung (Linda /@TerryKyu dan Riska/@riscarrot) yang mau nyewa mobil dan supir buat ke Ancol, akhirnya gue ikut mereka. Mereka berempat nonton 2 hari sementara gue cuma hari terakhir. 

Sebelum ke Ancol, kita kumpul di rumah Chita di daerah Cipinang. Di sana sih gue cuma bisa melongo nggak jelas sambil bikin bando bertuliskan Choi Siwon sementara Chita dan Icha bikin Lee Hyukjae + EXO dan SJ Love ELF + EXO. Sebenarnya pengen bikin EXO juga tapi gatau kenapa kok kayaknya kalo bikin Siwon bakalan lebih seru aja gitu. Walaupun kata Chita, 

"Kak Ron mau pake bando juga?" dengan nada heran, gue cuma ngangguk penuh keyakinan. 

"Lah? Nggak boleh ya? Bukannya ini biasa aja bukan sesuatu yang heboh? Yaudah sii..."

Dan akhirnya bando bekas BEAST itu berganti tulisan jadi Choi Siwon.

Sekitar jam 3 subuh, Linda dan Riska sampe di rumah Chita. Dari awal gue emang sudah agak ragu dengan pak Sopir yang mengantar mereka ke Jakarta dan akan membawa kami ke Ancol. Keraguan itu semakin menjadi-jadi ketika kita berangkat dari rumah Chita sekitar jam setengah 5 subuh, sementara pak sopirnya bahkan nggak tahu jalan ke Ancol via pintu karnaval lewat mana. Gue sendiri walaupun pernah ke MEIS tapi nggak pernah ke sana dengan mobil apalagi lewat jalan tol. Tapi berkat bantuan ibu Chita, kita jadi bisa sampe MEIS dengan selamat.

Sekitar jam setengah 6-an kita sampai di kawasan Mata Elang International Stadium. Masih sepi banget. Cuma ada kita dan beberapa satpam yang berjaga-jaga. Karena sepi, akhirnya kita mutusin buat keliling-keliling melihat keadaan. Dengan begitu setidaknya kita bisa tahu jalan kalo seandainya mau pipis atau apa. Dan kesempatan sepi itu itu manfaatin dengan masuk K-Pop Land dan foto-foto di patung triplex-nya SJ sampe puas dengan gratis. Hahahah... Kita juga ketemu sama Om Sherwin di depan banner besar tempat fans menulis pesan-pesan buat SUJU. Sempat ngobrol sebentar sama dia dan kemudian dia pergi karena katanya belom tidur. Perginya naik ojek dong...

Di Wall of ELF Siganture-nya udah penuh banget sama tulisan-tulisan fans di hari pertama. Banyak juga yang nulis dengan membabi-buta berasa dia fans paling oke sedunia dan fans Super Junior satu-satunya. Keliatan banget disitu egoisnya para fans ya? NULISNYA PAKE HURUF YANG SEBESAR LAPANGAN TENIS MANA ADA JUGA YANG NULIS PAKE TINTA MERAH DAN BERCETAK TEBAL. Kenapa nggak sekalian aja pake pilox atau air-brush gitu? Biar sekalian yang lain nggak kebagian tempat? Ckckck.... Harusnya ya berbagi gitu yah... Biar berasa kebersamaannya. Tapi yah.... keinget kata Icha, "ELF itu bersatu kalo di dunia maya. kalo di dunia nyata, siapa yang kuat dia yang dapat." Dan akhirnya, di sela-sela tulisan yang BESAR BESAR itu gue menyelipkan tulisan-tulisan yang nggak ada hubungannya sama Super Junior sama sekali:
  1. EXO-M !! Kris, Luhan, Lay, Xiumin, Chen, Tao.
  2. EXO-M Fighting! kaoskakibau.com <-- tetep narsis.
  3. Bbuing Bbuing TAO.
  4. SNSD Jjang!
  5. Lee Soo-Man
  6. 2NE1 <-- Subhanallah yah... ini YGe bahkan bukan SMe.

Semua tulisan itu cuma dapet tempat di sela-sela nama Lee HyukJae, Lee DongHae, di antara saranghae-saranghae lainnya, dan dibagian bawah banner deket logo sponsor. Selain nulis ucapan itu, gue sama Icha malah mengkoreksi tulisan-tulisan hangul yang salah. Wkwkwkwk... But anyway, dimanapun posisi nulisnya, yang penting formalitas menulisnya tersampaikan (karena gue juga nggak yakin-yakin amat ini bakalan di baca sama SJ-nya. Mencoba untuk realistis sih). Selesai itu kita berencana untuk pergi sarapan Pop Mie yang jadi bekal kita. Pas keluar menuju parkiran, mulai jam 6 subuh udah ada penonton tanggal 28 yang antri di depan basement. Wow... Gue merasa tertantang. Untuk makan Pop Mie lebih banyak.

Hari itu kami semua harus menukarkan voucher kami ke tiket masuk. Sesuai dengan pengumuman di situs ShowMaxx-nya, loket tiket akan dibuka pukul 10 pagi. Karena kami tahu bagaimana ramainya dunia persilatan bersama SuJu ini, kami memutuskan untuk mengantri jam 8 pagi. Itupun ternyata sudah ramai dengan antrian (dan sampai siang kayaknya lebih dari 500 meter). Tapi Alhamdulillah, terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, kami bisa dapet tempat sekitar barisan ke 5. Oh iya, waktu antri, temen gue Anggun juga ikutan dan kami mengantri sambil flashmob lagu-lagu K-Pop. Bertiga sama Icha. *bukan flashmob juga kayaknya kalau cuma bertiga*
 
Suasana antrian penukaran voucher 28 April 2012

Dari jam 8 sampai jam 10 belom ada tanda-tanda loket dibuka. Demi Tuhan... gue sudah agak-agak bete karena mungkin laper dan ngantuk. Di depan gue juga ada sepasang cowok fanboy yang lagi pacaran dengan mesranya. Ini serius loh ya gue nggak bohong. Bisa tanya Icha atau Anggun kalau nggak percaya.

Nah, karena pagi itu MEIS panas banget, bentuk kami tak jauh beda dari ikan asin yang dijemur. Dijemur sampai sekitar jam 11 lebih, molor satu jam lebih dari seharusnya, tiket baru dibagikan di loket. Sebenarnya sih di depan loketnya pake tenda, tapi yang bikin bete lagi adalah bahwa ada 1 orang yang antri membawa sekitar 10 amplop kali 4 voucher. Kebayang gak tuh waktu yang dihabiskan untuk menunggu lagi? Sementara tiketnya harus di robek dulu karena masih dalam bentuk utuh, stiker hologramnya harus di tempelin satu-satu dulu, tiket Junior Sky sama Super Box C nya kepisah tempat nyimpennya, harus di catet nomor voucher secara manual dulu, dan sebagainya dan sebagainya. Sekitar jam 12 lebih gue akhirnya mendapatkan tiket gue. 1 doang. yang lainnya titipan orang. Dan yang nitip sama sekali nggak merasakan gimana rasanya menunggu. *sigh* *ceritanya nyindir*

Karena Show akan dimulai sekitar jam 7 malam (walaupun akhirnya ngaret), akhirnya setelah mengantri, gue, Linda dan Riska melancarkan aksi berjualan Akua sementara Icha dan Chita mengantri untuk beli official merchandise Super Junior. Gue sih jujur aja nggak begitu tertarik dengan official merchandise itu. Mungkin karena gue bukan "pure" fans. Mungkin juga karena nggak ada uang. Tapi kayaknya alasan kedua lebih masuk akal. Tapi yes. Berbekal Akua botol 600 ml 6 dus, kami bertiga mengarungi lautan manusia di MEIS dan berjualan Akua.

Linda dengan kostum SS4 nya, Riska dengan baju biasa, gue dengan kemeja kotak-kotak plus bando Choi Siwon yang gue buat semalem. Strategi kami sebenarnya simple, hampiri semua yang sedang antri, kasi mereka minum. Karena mereka pasti nggak akan mau meninggalkan lokasi antri mereka kan? Dan yes, strategi kami berhasil. Dalam waktu kurang dari 6 jam kami sudah berhasil mengumpulkan 150 ribu. 

Ada kejadian lucu juga pas lagi jualan akua ini, tiba-tiba aja waktu lagi jualan di antrian, ada mbak-mbak yang teriak CHOI SIWON! sambil nunjuk gue. Lah?! Berasa gue Siwon? Hahahaha... ternyata karena bando yang gue pake itu. Sialan... tapi gegara bando itu, akua gue jadi banyak yang beli. Soalnya pas gue ganti pake bando EXO, akuanya jadi nggak laku TT___TT Poor EXO :(

Tapi tapi tapi, waktu lagi pake bando EXO itu, di pinggir pantai ada dua wartawan dari Aneka Yess yang memutuskan untuk mewawancarai dan mengambil kami. Alasannya adalah: Karena kami menjual akua. Dan waktu mbak-mbaknya tanya, mana nih atribut Super Juniornya? Gue dengan senyum menjawab, "Maaf mbak, saya EXO aja deh gak pake Super Junior..." Kemudian semua menghujat. Hahahaha

Sumpah yah, MEIS tanggal 28 itu bener-bener nggak disarankan buat penyandang Agoraphobia*. Itu orang-orang udah nggak ngerti lagi deh banyaknya. Dari timur ke barat selatan ke utara hampir nggak ada tempat yang sepi. Bahkan ketika gate dibuka sekitar jam 5 sore dan orang-orang yang nonton tanggal 28 tu termasuk 4 temen gue ikut antri, MEIS nggak serta merta jadi kosong. Ckckckck...

Dan ketika maghrib tiba, konser dimulai, gue menggalau sendirian di mushola. Dalam pikiran gue tiba-tiba kangen sama Mom. Gak tahu kenapa trus nyanyi lagunya Agnes Monica yang Rindu. Trus yang lebih random lagi, kan di luar MEIS ada panggung hiburan karena malem minggu, eh tiba-tiba penyanyi ceweknya nyanyi lagu Rindu itu. Buset dah... akhirnya gue walk out dari mushola dan mengurung diri di mobil. Dari luar, suara lagu SUPERMAN kedengeran dan gue tambah merinding. Mau nangis rasanya karena masih lama sampai gue bisa menonton perform om-om yang sembilan orang itu. Telinga gue sumpel pake headset dan tidur di mobil.

Sekitar jam 12-an, Show hari kedua selesai dan 4 orang itu langsung mendobrak pintu mobil, membangunkan gue dan berteriak kayak orang gila.

Ini komentar Icha: "KAK ROOON!!! YA ALLAH KAK! ITU TADI BENER-BENER KEREN BANGET KAK! KRIS KAK! KRIS BUKAN MANUSIA!!!"

Ini komentar Linda: "SUMPAH YAH TADI ITU DONGHAE SAMA KYUHYUN LOH YAH! ADUH NGGAK NGERTI LAGI DEH YAH..." (pake logat Sunda)

Ini komentar Riska: "BENER KATA LO KAK! SIWON ITU JABLAY!" (pake logat Sunda)

Ini komentar Chita: "ADUH KAK GUE TIDUR DULU YA KAK! GUE NGANTUK BANGET! TENGGOROKKAN GUE SAKIT!" (setengah sadar)

Sementara gue cuma mikir, "Sialan anak-anak nggak tahu diuntung! Jangan cerita dulu napa? Gue baru nonton besok!"

Tapi mereka malam itu memang dapet mukjizat banget. Mereka yang awalnya membeli tiket untuk Junior Sky seharga 500 ribu, malah disuruh pindah ke Super Festival yang harganya 1,7 juta. Gilaaak... Itu mah sama aja gue bego nggak mau ikutan nonton 2 hari! Bete banget gue. Mana kalo diinget-inget yang hari pertama, tiketnya buy 1 get 1 free! Trus Super Box dijual 300 ribu doang -__- Pantat kuda banget emang.

Malem itu setelah konser tanggal 28, kita tidur di lobby utama Ancol Beach City. Melantai beralaskan koran. Oke, istilah lain menggembel, walaupun di mall yang full AC. Walaupun butuh tidur, pada kenyataannya gue nggak bisa tidur sama sekali. Deg-degan karena takut nggak dapet tempat paling depan di Super Box (which is sia sia karena mahal dan cuma dapet tempat di tengah-tengah atau belakang. Sia sia!). Karena galau ketakutan ini gue sampai telpon Mom, minta doa restu sama beliau. Dan alasan lain yang bikin gue nggak bisa tidur adalah karena hape yang di cas oleh beberapa orang yang diletakkan di meja security itu secara ajaib harus gue jaga. Security nya ngasih warning ke gue karena kalo gak dijaga nanti takut ilang. Akhirnya semua hape itu gue angkut ke samping gue dan gue peluk pas tidur. Entah itu hape siapa tapi tetep aja gue peluk. Fix banget lah gue masuk surga. Dan belum ada 10 menit gue tidur, hape itu udah pada berdering alarm-nya. Sialan.

Akhirnya gue bangun dan memutuskan untuk keluar, melihat-lihat keadaan di luar. Kira-kira sudah adakah orang yang mengantri di jam 4 subuh ini?

Beberapa fans cewek ber-wedges berjalan di atas pasir sambil tanya-tanya sama satpamnya. Gue dengan bangga menguping informasi dari mereka. Setelah mereka pergi, bisik-bisik gue tanya sama satpamnya lokasi antri yang seharusnya kita tempati. Beruntung satpamnya baik hati, tidak sombong dan rajin menjilat bibir kayak Sehun. Beliau ngasi tau tempat antrinya yang fix banget harus gue dapatkan secepat gue bisa. Setelah informasi cukup, gue membangunkan anak-anak yang sudah pingsan itu dan menyususn strategi.

Sekitar jam 4:30 pagi, kami sudah menggelar koran di atas pasir dan duduk manis di sana. Di barisan paling depan. DI BARISAN PALING DEPAN. Oke, gue bahagia banget saat itu. Positif gue akan bisa masuk ke stage lebih awal dan ambil tempat paling strategis.

Karena kita sudah bikin satu baris, tiba-tiba yang lain ikut bikin barisan di tempat kita. Dua orang ibu-ibu yang juga fans SUJU antri juga bareng kita. Demi apapun yah mereka sampe bawa Print-Out lirik lagu SUJU buat nyanyi bareng katanya. Pas gue tanya, "Tante suka SUJU juga?" mereka jawab dengan bangga, "IYA DONG JELAS!" Gue shock. Sekaligus, ber-daebak ria dan berdecak kagum.

Lalu setelah itu apa?

Menunggu.

Jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.

Acara dimulai jam 2 siang.

7 jam di atas pasir. Berdebu...  Panas matahari... Gerah... Ngantuk... Laper Subhanallah...

Perjuangan masih panjang...

- TBC -

@ronzzykevin


Related Post : | PART 1 | PART 2 | PART 3 | PART 4 |
 
MAU CD EXO-K "MAMA" GRATIS + POSTER SUPER BESAR? Ikut EXO Giveaway yuk! Klik disini :)

one click! Tumblr | Facebook Fanpage | Kompasiana


* Agoraphobia: Fear of open spaces or of being in crowded, public places like markets. Fear of leaving a safe place.

Share:

17 komentar