EXO 'WOLF' Drama Version MV_2 Review [PART1]

*
Salah seorang temen di Twitter yang nge-add LINE gue kemaren tiba-tiba aja ngirim chat, bilang ke gue kenapa gue nggak jadi dukun aja. Pas gue tanya kenapa, dia bilang soalnya tebakan gue selalu tepat. Gue waktu itu baru abis sholat maghrib, ketawa sebentar, terus baca chat itu lagi, mikir, terus ketawa lagi. Dalam semenit gue bisa ketawa dua sampai tiga kali. Wah gue sudah mulai gila. Padahal chat-nya cuma kayak gitu doang.

Gue tanya lagi, bagian mana dari gue yang bikin lo yakin gue berbakat jadi dukun? Gue ngambil kaca kecil yang ada di atas lemari terus ngaca. Muka gue nggak ada tampang dukun. Yang ada tampang ulzzang. Sebelas-duabelas lah sama Oh Sehun. Kumis gue mungkin iya. Miirp-mirip dukun kalau agak tebel dikit.

Terus dia bales lagi, "Itu loh kak yang lo tweet beberapa hari lalu, yang soal menang ke-12 terus MV Drama keluar,"

Terus gue ketawa lagi. Mungkin daripada dia suruh gue jadi dukun, mending dia nyaranin gue casting sinetron jadi peran orang gila. Gue ketawa terus. Terlebih pas gue inget gue nulis apa beberapa hari yang lalu, gue jadi semakin yakin kalau otak gue agak rusak. Atau.... nggak?
*
*


Kadang gue suka takut kalau ngomong asal karena seringkali omongan asal gue suka jadi bener. Kadang kalau gue niatin banget buat ramal meramal malah jadi salah. Itulah kebesaran Tuhan. Hahahaha... Gue jadi inget waktu awal-awal EXO debut, yang pas gue sok-sokan nebak nama member berikutnya 'LAI' yang muncul 'LAY'. Sebelas-duabelas kan. Beda satu huruf doang penyebutannya juga sama. Terus waktu itu gue juga sempat sok-sok bikin nama fandom 'EXOTIC' terus beneran banyak yang pake (ya bukan gue doang sih yang bikin nama itu tapi banyak dari berbagai belahan dunia), terus yang pas nebak judul lagu SHINee yang ada di album 'Misconceptions of Me' eh beneran. Terus nebak bakalan ada 'Misconceptions of Us' EH BENERAN.

Kebetulan-kebetulan yang ada di dunia ini emang kalo dipikirin jadi terkesan WOW. Padahal sebenarnya pure nggak disengaja.

Sama kayak ketika MV drama episode kedua ini dirilis. Kebetulan banget gue lagi agak bosen sama EXO karena beberapa hal. Agak nggak nyambung sama pengantar yang di atas-atas ya? HAHAHA Tapi anyway, gue emang merasakan euforia buat nungguin drama version episode 2 ini udah nggak seheboh pas awal-awal episode 1 dirilis. Udah nggak sepenasaran itu.

Bisa jadi karena EXO terlalu sering muncul di TV? Jadi udah terlalu sering liat. Bisa jadi karena gue memang mencoba untuk membatasi diri. Yah, kadang-kadang gue mikir juga bahwa dunia ini nggak cuma soal K-Pop, EXO dan SMTOWN. Masih banyak hal menarik diluar sana yang ketika kita mencoba untuk benar-benar melihatnya, jauh lebih asyik ketimbang spazzing seharian di depan laptop. Ya itu kerjaan gue pas kuliah banget sih spazzing dari malam sampai malam lagi.

Alasan lain kenapa euforia EXO-nya jadi berkurang mungkin karena gue udah jarang spazzing juga. Iya, waktu luang gue buat spazzing dan buat nge-blog udah nggak sebanyak tahun lalu dan juga awal tahun ini. Semuanya berubah dan gue harus berusaha untuk menjadi dewasa tentunya. Dewasa menyikapi perubahan hidup dan kenyataan bahwa gue sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk dihabiskan dengan menulis tweet-tweet nggak penting HAHAHAHHA Tapi gue selalu kangen masa-masa itu.

Alasan lainnya kenapa euforia EXO-nya berkurang.... mungkin karena timeline gue sekarang isinya lebih beragam. Ada B.A.P, ada BTS, ada VIXX, dan sulit membedakan mana yang EXO mana yang bukan karena spazzing orang-orang kadang-kadang suka yang sekalimat dua kalimat terus nggak jelas. Contoh:

"SAMPAH MASYARAKAT LO! http://linkfotogrupidollagimangapmangap.jpg"

Karena pada awalnya gue hanya nge-follow EXO-stan jadi ketika ada yang ngetweet itu misalnya gue tahu dia itu bias-nya Kris, gue pasti mikir dia ngumpat Kris padahal sebenarnya isinya bukan Kris tapi orang lain. Kayak semacem lo lagi dateng ke rumah tetangga pas Lebaran, terus disodorin kaleng Khong Ghuan tapi isinya emping melinjo.

Sering kejadian kayak gitu, berubahnya ritme dan topik spazzing orang-orang jadi bikin gue sedikit mengurangi buka-buka timeline. Gue nggak mau kepo dan pas gue kepo malah yang muncul bukan yang gue niatin untuk diliat. Jadi.... yah....

Tapi ketika MV drama version episode 2 ini keluar, gue langsung nonton kok. Gue bahkan sempat ngetweet juga beberapa kalimat. Sempat ngupload satu foto juga dari MV itu. Tapi karena kondisinya gue lagi di kantor dan gue nggak mungkin mengabaikan pekerjaan gue cuma buat spazzing jadi yah begitulah. Sepi-sepi aja. Mungkin ini faktor lainnya.

Terlalu lama digantungkan oleh SM juga membuat euforia drama version-nya jadi hilang. Kesannya jadi basi gitu. Kesannya muka D.O udah dipenuhi dengan borok karena ditinju Luhan bulan Juli, lanjutan ceritanya baru bulan September. Kan sedih kalau kayak gitu. Tapi ekspresi pertama gue pas nonton emang beda sih sama sebelum-sebelumnya. Kalo sebelumnya "KYAAA GEURAE OOLF NAEGA OOLF AAAAHWOOOO!!!" sekarang "Girl... I can't explain what I feel...". Awkward banget ngeliat MV ini akhirnya keluar juga. Hahaha kesannya nggak bersyukur.

"MASIH UNTUNG GUE RILIS MV-NYA LO FANS JANGAN BANYAK BACOT!" beginilah kalo SM Entertainment dikuasai FPI. Serem juga ya. Udah nggak bisa lagi nge-pair Hun-Han. Dicekal tau rasa lo nge-pair-in calon Miss World. (eh) (ini gak ada maksud apa-apa kok).
*
*
Gue tahu MV ini nggak akan berakhir hanya dengan dua video yang ditotal durasinya nggak lebih dari 9 menit. Artinya, ketika SM merilis episode 2, pasti akan bersambung lagi. Alasannya? Pertama, EXO belom Goodbye Stage jadi masa promosi 'Growl' masih panjang dan masih lama. Kenapa? Bukannya bakalan ada comeback artis SM lain setelah ini? Iya emang ada. Tapi ketika penjualan CD EXO masih sangat membahana di chart, masa iya SM mau narik EXO dari peredaran? No No No. Kita sama-sama tahu SM itu singkatan dari SeMaumaunya. Jadi ya semau-maunya dia memperbudak EXO. Alasan kedua? Nggak ada. Alasan kedua sampai ke-10 gabung sama alasan pertama.

Nah karena masa promosi 'Growl' yang sepertinya masih lama inilah akhirnya MV ini bersambung lagi ke episode 3. Gue rasa nih ya, berkaca dari kesuksesan Super Junior di jaman-jaman album 'Sorry, Sorry' sama 'Mr. Simple', bentar lagi SM bakalan ngerilis album versi deluxe atau semacamnya. Versi deluxe inilah nanti yang akan mengiringi EXO ke Goodbye Stage mereka. Yang akan membawa kita ke episode terakhir drama version dan EXO memasuki fase hidup baru sebagai artis variety show. EXO kan SJ 2.0. Promosi mereka tuh 11-12 sama SJ tapi lebih disempurnakan. Kita tunggu aja. Ya apa sih yang kita bisa lakukan selain 'SM'? (SelaluMenunggu). (banyak banget singkatan SM) (pusing)
*
*
Sebelum masuk ke review MV, mari kita mulai kisah perjalanan manusia serigala kurus ceking tak pernah makan berambut pirang hobi mangap dan agak sedikit tonggos bernama Luhan yang jatuh cinta pada seorang gadis yang sepanjang hidupnya muncul si layar YouTube SMTOWN hanya bicara empat kata, "Neo nuguya, neo mwoya?"
*
*
Setelah adegan Luhan secara tidak sengaja kumat dari kegilaan jiwa raganya sebagai manusia serigala dan melempar D.O ke tumpukkan kardus, teman-teman baru Luhan menjauhinya. Mungkin pikir mereka, "Buat apa kita temenan sama orang yang hobi ngelempar temen sendiri ke tumpukkan kardus? Kayak nggak ada hobi yang lebih bermanfaat aja," Luhan jadi agak malu dan segan untuk bertemu mereka lagi. Walaupun sebenarnya Luhan sangat menyesal atas apa yang dilakukannya. Dia benar-benar tidak bisa mengontrol kekuatannya. Dia melakukan itu untuk melindungi mereka, bukan menyakiti mereka.

Luhan seharusnya menjelaskan semua itu di awal jadi teman-temannya tidak salah paham. Tapi kalau dia mengaku dia adalah seekor binatang berkaki empat dengan ekor menjuntai, apa teman-temannya tidak akan takut? Atau justru tertawa? Mana ada serigala kurus kering kayak gitu. Mana ada serigala pirang. Tonggos lagi. Mungkin Luhan antara malu dan takut. Jadi dia batal mengaku.

Hanya saja... gadis bernama Yoon Sohee itu sepertinya tahu dan curiga. Sepertinya cuma dia yang bisa mengerti keadaan Luhan. Dan entah kenapa ketika gadis itu mendekatinya waktu itu, dia merasa semakin menyesal. Gadis itu... ada sesuatu dalam dirinya yang membuat Luhan ingin selalu dekat. Dia merasa gadis itu adalah orang yang dicarinya selama ini.
Suasana kelas jadi agak aneh ketika D.O tidak ada dan Luhan juga tidak ada. Gila. Baru masuk beberapa hari aja anak kurus itu sudah bolos. Mau jadi apa masa depannya. Para member geng peluk cium terlihat lelah dan terluka di bagian wajah. Tapi aneh sih. Lukanya paling banyak cuma satu. Padahal kalau dipikir-pikir adegan berkelahi tempo hari itu bisa berakibat lebam-lebam seluruh wajah. BB cream mana yang bisa menyembunyikan lebam sesempurna itu? Beli dimana... coba kasi Iko Uwais jadi nanti di The Raid II dia nggak perlu lagi bonyok-bonyok.

D.O yang kena hajar Luhan dan menabrak tumpukkan kardus terpaksa di rawat. Bukan dirumah sakit, sepertinya D.O dirawat di pusat kesehatan sekolah. Coba saja perhatikan bangunan sekolah ketika mereka keluar dari gedung di episode 1 sebelum para gangster menghampiri dan Sohee naik ke atas bus. Bangunannya sama. Jadi itu fix bukan di rumah sakit. Kenapa jadi nyolot.

Sohee dan para member geng peluk cium menjenguk D.O yang secara aneh tangannya di gips. Padahal..... ah.... efek nabrak kardus kok jadi kayak nabrak tronton. Luhan juga khawatir pada keadaan D.O. Tentu saja. D.O kan selama beberapa hari kebelakang sudah jadi temannya. Ditambah dia yang sudah membuat D.O jadi seperti itu. Ketika para member menjenguk D.O, Luhan hanya bisa mengintip dari luar kaca. Dan Sohee melihatnya saat itu....

Ekspresi Luhan berubah seperti melihat tuyul gondrong ketika Sohee menatapnya. Luhan spontan berlari, buru-buru meninggalkan tempat itu. Sohee semakin penasaran dengan si kurus. Sohee berniat membuntutinya setelah ini. Setelah para member main domikado di atas kasur.
Usai menjenguk D.O, Sohee masih penasaran pada Luhan. Ketika semuanya pamit, dia mencari-cari Luhan di sekitar lokasi dan akhirnya mereka bertatap mata. Lagi-lagi Luhan syok melihat Sohee. Dia mencoba untuk kabur dengan memaksa badannya yang sakit untuk berjalan. Sohee mengikuti. Cewek ini ternyata kepo juga. Cocok jadi stalker. Mungkin dia pengalaman jadi sasaeng. Ngikutinnya sampai segitunya.

Luhan terlalu lemah... dia sudah sampai di halaman rumah ketika kepalanya terasa berat dan kemudian pingsan. Beruntung Sohee sudah berbakat jadi stalker, dia mengikuti Luhan sampai halaman rumah dan akhirnya membantu Luhan yang pingsan.

Walaupun agak aneh bagaimana Sohee bisa menemukan kunci rumah Luhan sementara Luhan, tapi Sohee berhasil membawa Luhan ke kamar tidurnya. Sohee si stalker profesional ini kepo-kepo sedikit di kamar Luhan. Dia meraih sebuah bingkai foto bergambar Luhan bersama dengan seorang laki-laki yang wajahnya antara mirip Angry Birds sama mirip member S4.

"Sejak kapan Luhan jadi tinggi," pikirnya. Sohee kemudian beranjak ke dapur dan membuat bubur untuk si ceking.

Luhan sadar dari pingsannya dan melihat seorang gadis keluar dari dapur dengan nampan dan mangkok putih super besar. "Anjir ini cewek darimana masuknya?" ucap Luhan dalam hati.

Sohee mendekat dan memberikan bubur yang dibuatnya untuk Luhan. Luhan menerima dengan bingung, "Kayaknya di dapur nggak ada bahan makanan, ini kenapa bisa ada bubur," ucap Luhan masih di dalam hati. Tapi karena lapar, dia makan juga bubur misterius itu. Bahkan bubur pun bisa misterius, sama kayak takdir Tuhan.
Sementara itu di luar rumah Luhan, Kai yang ternyata masih satu geng sasaeng dengan Sohee sedang menginspeksi sekeliling rumah. Kai anaknya nggak kalah kepo sama Sohee. Tapi masih mending Sohee. Kepo sama cowok karena dia cewek. Ini Kai kenapa kepo sama cowok padahal dia cowok. Ya mungkin hobi. Kita nggak bisa nyalahin hobi orang karena itu hak mereka.

Ketika gerbang terbuka, Sohee keluar dan agak terkejut ketika melihat Kai ada disitu. Begitu juga dengan Luhan.

Kai tiba-tiba marah dan mendorong Luhan masuk ke halaman rumah, memojokkannya ke dinding tempat Luhan tadi pingsan, kemudian tiba-tiba ke kamar tidur. Kenapa Kai kesannya jadi nafsuan gini. Oh lupa dia emang diciptakan penuh nafsu. Gerakannya cepet banget kalo udah nyeret-nyeret orang ke tempat tidur. Loh, sejak kapan Kai bisa teleport? Oh sejak lama.

Emosi Kai memang bisa dikatakan berlebihan. Hubungan Kai dan Sohee tidak pernah jelas. Kenapa Kai harus marah ketika Sohee keluar dari rumah Luhan? Apakah ini karena Kai khawatir Luhan akan menyakiti Sohee seperti dia menyakiti D.O? Jadi sebenarnya Kai milih Sohee apa D.O? Kamu yang tegas dong Kai jangan plin-plan!

Sohee meninggalkan rumah Luhan dan ternyata Kai dibuntuti oleh salah seorang member gangster. Gila. Episode ini isinya sasaeng stalker semua. Nggak Sohee, Kai, Gangster, semua sasaeng.

Dia bahkan berhasil memotret Sohee yang sedang bersama Luhan. Tapi agak bego. Jelas-jelas itu gangster keluar dari sebelah kiri rumah tapi foto yang diambilnya kok bisa dari sebelah kanan rumah? Iya ini bego emang. Yang bego gangster-nya apa siapa masih belum jelas.

Gangster ini memanfaatkan Sohee untuk bisa membalas dendam pada Luhan. Foto itu kemudian dibawanya ke bos gangster dan ketika Sohee pulang sekolah malam hari berikutnya, para gangster menculik Sohee.
Luhan sedang menikmati perasaan bahagianya karena Sohee kemarin menolongnya ketika pingsan. Sohee yang payungnya ketinggalan di rumah Luhan menjadi sasaran pelepas rindu Luhan. Kasian... kangen sama cewek, yang dipegang payung. Miris. Tiba-tiba di tengah rasa bahagianya, Luhan menerima telepon dari member gangster yang secara misterius juga tahu nomor telepon Luhan. Keren banget ini gangster emang sasaeng nomor 1 Korea Selatan.

Luhan yang tahu Sohee menjadi sandera kemudian menyusul ke lokasi penyanderaan dan berusaha untuk menyelamatkan Sohee. Tapi apa daya, walaupun dia manusia serigala tapi dengan badan sekurus itu melawan belasan orang apa daya? Luhan dengan tangan kosong terpaksa kalah melawan gangster yang bersenjatakan tongkat baseball plastik yang bengkok ketika memukul pantat Luhan. Sasaeng nggak modal.

Beruntung Sohee sempat memotret lokasi kejadian itu dan mengabarkan Kai yang sedang berada di klinik sekolah karena D.O sudah boleh pulang dan sudah sembuh. Menerima pesan itu, Kai langsung menuju lokasi tempat Luhan berusaha melawan gangster. Bersama dengan para member geng peluk cium, mereka kembali berkelahi melawan gangster. Dengan pakaian yang persis sama dengan yang sebelumnya (GILA YA ITU UDAH JAMAN KAPAN MEREKA BERANTEM BAJU NGGAK DIGANTI NAJIS) dengan pedenya para member geng peluk cium menunjukkan kemampuan berkelahi mereka.

Luhan berusaha menyelamatkan Sohee ketika tiba-tiba emosinya kembali terbakar dan jiwa serigalanya muncul. Ketika dia akan memukul gangster yang menyandera Sohee, dirinya ragu, dirinya berusaha mengontrol kekuatannya karena tidak ingin terlihat jahanam di depan Sohee. Tapi itu adalah keputusan yang bodoh karena dari belakang tiba-tiba saja Luhan di hantam oleh sebuah pentungan dan Luhan-pun roboh.

Para gangster kabur setelah Luhan terkapar di lantai. Teriakan Sohee bergema di telinga Luhan dan secara tiba-tiba kepala Luhan terbaring mesra di paha Sohee (AWWWW). Sohee sedih melihat Luhan yang seperti itu. Tiba-tiba saja air matanya menetes. Entahlah bagaimana caranya bisa menetes tepat di atas simbol biji karambol di pergelangan tangan kiri Luhan. Tiba-tiba saja, lingkaran-lingkaran hitam itu memudar saat terkena air mata Sohee. Air mata itu mengandung alkohol 70%? Atau.... entahlah. Tapi yang jelas, setetes air mata itu melunturkan warna hitam di tangan Luhan sekaligus melunturkan warna pirang rambut Luhan.

Hebat sekali. Setetes air mata bisa buat keramas. Hemat air banget.

Luhan sepertinya kembali pulih berkat air mata itu. Kok bisa? Sohee ini sebenarnya tuyul gondrong atau phoenix? Air matanya bisa menyembuhkan? Bukannya yang phoenix itu Chanyeol?

Pusing sekali.

Di saat yang sama, Kris kembali dari perjalanannya yang sepertinya hanya memakan waktu beberapa hari saja nggak lama-lama dan masuk ke kamar Luhan (yang sepertinya dulu juga kamarnya) (wah berarti mereka sekasur dong itu kasur di kamar cuma satu). Dia merasakan aura yang aneh. Aura yang berbeda. Dia meraba-raba sekeliling seolah mengetahui apa yang pernah terjadi di kamar itu.

Kris sepertinya tahu Luhan sedang jatuh cinta... pada seonggok daging bernama Yoon Sohee.

Kris marah. Tidak seharusnya Luhan jatuh cinta pada seorang manusia!

Kris tidak tahu kalau sekarang Luhan sudah jadi manusia seutuhnya berkat setetes air mata.

Kris pun membelasut marah.

Berusaha terlihat keren.

Tapi jadi aneh......................

Memang, di akhir video ini nggak ada tulisan 'To Be Continued'-nya. Tapi bukan berarti video ini berakhir begitu saja cuma dengan Kris pamer gigi. Bukan.... tulisan TBC-nya mungkin kelupaan pas editing mengingat SM pernah kelupaan pasang iklan 'Genie' di MV terus di re-upload. Hahahahahaha.

Terus?

Ya bersambung ke postingan selanjutnya~


Share:

71 komentar