Jonghyun: 'Crazy (Guilty Pleasure)' Music Video Review

*
Malam itu gue lagi kebingungan sepulang dari kantor. Duit gue cuma Rp 40 ribu karena memang belum sempat ke ATM sama sekali. Seperti biasa gue jalan kaki dari kantor menuju kosan dan sepanjang perjalanan itu di kepala gue sedang berputar-putar sebuah pertanyaan yang sangat krusial:

"Apakah gue harus beli makan malam, atau beli obat nyamuk semprot dan kapur ajaib?"

Ketika pikiran itu datang, gue spontan tertawa. Siapa sih, orang yang mengorbankan makan malam demi sebotol obat nyamuk semprot?

Oh iya. Ada. Orang itu gue.

Jadi ceritanya gini.

Gue baru pindah kosan sejak seminggu (terhitung dari pindah sampai dengan ketika gue berjalan pulang dari kantor dan pikiran antara memilih makan malam dan obat nyamuk itu muncul). Selama seminggu itu, kosan gue mengalami serangan yang sangat masiv dari semut.

Makanya, malam itu gue sudah bertekad untuk membeli obat nyamuk semprot dan kapur ajaib. Alasannya simpel aja, tanpa dua benda itu maka gue nggak akan bisa tidur dengan nyenyak di atas kasur tipis yang diberikan oleh bapak kosan baik hati itu. Semutnya sudah naik ke kasur dan gue nggak ngerti alasannya apa.

Ketika gue pindah kosan, gue sama sekali nggak pernah makan di kamar. Bener-bener nggak pernah makan di kamar. Karena dua hari setelah pindah gue langsung pulang kampung dan kembali seminggu kemudian. Saat itulah gue menyadari bahwa kamar ini ternyata sarang semut.

Berangkat dari alasan krusial itulah makanya gue memutuskan untuk membeli obat nyamuk semprot dan juga kapur ajaib. Tidur bersama semut itu nggak enak. Rasanya kayak putus dari pacar tapi masih sekantor.

Padahal gak pernah punya mantan sekantor.

Oke, akhirnya gue memutuskan untuk beli obat nyamuk semprot aja. See? Gue bener-bener mengorbankan rasa lapar demi ketenangan untuk tidur. Ya, kalo lo jadi anak kosan lo akan sangat mengerti mana yang prioritas dan mana yang bisa ditahan dulu sampai besok pagi. Dan gue adalah tipe orang yang mending nggak usah makan tapi karoke bisa tidur sejahtera.

Gue masuk ke Alfamart deket kosan dan berjalan ke rak obat nyamuk. Menemukan harga Rp 19.500 untuk sebotol obat nyamuk semprot merek Baygon yang yah.... ternyata mahal juga yah. Kalau beli Hit, nggak ada yang seukuran mini dengan harga di bawah Rp 20 ribu. Jadi akhirnya gue beli Baygon aja.

Rp 40.000 - Rp 19.500, gue masih punya Rp 20.500. Yah. Lumayan masih bisa beli nasi goreng. Dan akhirnya masalah gue teratasi. Gue masih bisa beli obat nyamuk semprot dan nasi goreng dengan Rp 40 ribu. Ya sebenarnya itu jumlah yang lumayan banyak sih yah. Sampai akhirnya gue lupa kalau gue belum beli kapur ajaib.

Gue ke Alfamart yang lain (karena yang tadi ternyata nggak ada) dan menemukan kapur ajaib di salah satu rak penuh racun di sudut ruangan itu. Nggak ada yang kemasan kecil. Adanya sekotak besar dengan tanpa label harga di bawahnya. Oke, gue mulai bertanya-tanya apakah uang gue yang Rp 10.500 itu cukup buat beli kapur ajaib ini.

Feeling gue mengatakan bahwa harganya nggak mungkin lebih dari Rp 12 ribu. Men... gue kemudian sadar bahwa obat nyamuk aja lebih mahal dari makan malam gue.

Pas gue ke kasir, gue sangat bahagia karena harganya pas dengan sisa uang gue yang ada di kantong saat itu: Rp 10.500. Dan ya gue berjalan pulang dengan Rp 0 dan harus bertahan sampai paling tidak besok pagi.

Di jalan pulang itulah gue menerima notifikasi dari YouTube bahwa SMTOWN baru saja mengupload sebuah video milik Jonghyun. OH MY GOD! AKHIRNYA YANG DITUNGGU-TUNGGU DATANG JUGA!

Gue berusaha untuk streaming di tengah jalan (enggak bener-bener di tengah jalan karena gue masih mau hidup, helo) walaupun nggak dengerin lagunya tapi paling nggak bisa liat visualisasinya dulu aja.

Tapi apa daya, paket Unlimited XL gue nggak mampu bahkan untuk streaming YouTube dengan sinyal 3G. Gue bertahan dengan buffering itu sampai akhirnya bisa nonton secara lengkap video musiknya.

First reaction?

"KENAPA MUKA JONGHYUN JADI TIRUS BANGET KAYAK BARU ABIS KERACUNAN BAYGON?! KAN YANG BARU BELI BAYGON GUE.........................."

Gue buru-buru balik ke kosan. Semprotin semua semut yang ada di kamar. Coretin kapur ajaib ke semua sudut ruangan. Kemudian duduk manis di depan laptop (dengan tidak lupa mencuci tangan dulu) lalu makan nasi goreng sambil nonton lagi MV-nya untuk kali kedua. Meyakinkan diri sendiri bahwa Jonghyun tidak keracunan Baygon.
*

*
Gue harus jujur ketika pertama kali denger lagunya, gue sama sekali tidak mengharapkan Jonghyun akan memilih lagu bertempo medium seperti ini untuk jadi title track. Gue sudah membayangkan sebuah lagu pop yang temponya cukup cepat dan dia akan nge-dance di situ. Sebuah lagu kayak 'Love Like Oxygen' tidak akan mengecewakan.

Tapi ya namanya juga harapan ya, bisa saja berakhir dengan sebuah kekecewaan. Dipikir-pikir, Jonghyun nggak mungkin kembali ke konsep lagu di album pertama SHINee karena sekarang dia sudah dewasa. Sementara konsep album pertama SHINee itu bener-bener remaja labil butuh kasih sayang banget.

Ketika gue dengarkan lagi lagunya untuk kedua kalinya, gue sangat mengerti kenapa Jonghyun kemudian memilih lagu seperti ini. Jelas, dia berusaha untuk mematahkan harapan banyak orang yang ingin melihat dia dance. Tapi justru tampil dengan konsep solois yang diiringi dengan band. Karena kalo Jonghyun tampil ngedance, itu akan sangat ketebak.

Taemin debut solo dengan konsep dance dan itu sangat cocok untuk dia. Oh ya. Taemin sejatinya adalah main dancer yang kemudian mau nggak mau harus bisa nyanyi. Tapi karena--jujur saja--suaranya nggak sebagus Jonghyun, maka dibuatkanlah sebuah lagu berkonsep 'Danger' yang nggak terlalu teriak-teriak atau mendayu-dayu sehingga vokalnya terasa pas banget di situ.

Berbeda dengan Jonghyun, dia kan ngebawa label vokalis utama. Ketika di satu sisi orang berharap dia akan nge-dance, Jonghyun justru ingin lebih menebalkan label main vocal itu dengan lagu 'Crazy (Guilty Pleasure)' ini. Walaupun ya, menurut gue, suara dia terdengar lebih maksimal ketika menyanyikan 'Y Si Fuera Ella' dan 'Hot Times' sih.

Berasa banget Jonghyun berusaha untuk lebih mengeksplor musiknya di 'Crazy (Guilty Pleasure)'. Walaupun bukan dia yang nyiptain lagu (dia yang nulis liriknya), tapi lagu ini terdengar pas. Iya pas. Nggak berlebihan, enggak kurang juga. Nggak yang WAH banget, enggak yang jatuh banget juga.

Pas.

Kita bisa dengerin bagaimana suara falseto-melengking-kayak-orang-dikejer-kecoak-terbang khas Jonghyun di lagu ini. Nuansa band juga jadi salah satu daya tarik yang ngebedain dari title track SHINee kebanyakan. Yang lebih mengejutkan sih sebenarnya bagaimana SM lebih 'membuka hatinya' untuk membuat Jonghyun berkolaborasi dengan artis di luar manajemen.

Oke, bukan berarti bahwa mereka selalu menutup kesempatan untuk itu.

Tapi ketika Zhoumi debut solo atau ketika Henry debut solo, mereka terkesan menutup segala pintu untuk artis luar berkolaborasi dengan dua penyanyi itu tetapi lebih memilih memasang artis-artis mereka sendiri. (Padahal gue pribadi pengen Henry kolaborasi sama Eric Nam hahahaha--dan Eric pernah bilang dia pengen juga!)

Iron ada di lagu Jonghyun ini bikin lagunya lebih enak sekitar yaaaaahhhh 3 sampai 4 kali. Karena kalo diperhatiin, cara ngerap rapper-rapper SM itu setipe. Mungkin itu yang membuat lagu-lagu yang kalo anak SM yang ngerap jadi terdengar membosankan (sekali lagi gue bukan penggemar lagu-lagu yang terlalu banyak ngerap).

Di antara semua lagu anak SM yang ada rap-nya, gue paling suka 'Heartquake' di album 'Sorry, Sorry'. Itu yang ngerap sekarang udah bukan artis SM sih (salah satunya). Sedih.

Rap-nya Iron ini emosional banget. Untuk ukuran gue yang nggak suka sama sekali hip hop yah, sentuhan hip-hop dari rap-nya Iron ini asik banget. Meledak-ledak gitu. Hati rasanya kayak dibacok paku payung beracun.
*
*
Seperti yang gue tulis di review teaser kemarin, gue sangat berharap bisa mendengar SHINee di 'The SHINee World' di album solo Jonghyun. Karena gue pikir, "Ah nanti Jonghyun pasti bakalan nyanyinya juga rasa SHINee,"

Tapi setelah denger title track-nya, semua jadi beda. Ini lagu Jonghyun banget. Soul-nya beda sama title track-nya SHINee. Ada warna yang lebih gelap. Ada kekuatan yang tensinya(?) sedikit lebih diturunkan.

Untuk video musiknya sendiri...
*

*
Bagaimana ya menjelaskannya?

Hmmm... pernah nggak lo ngerasa kesel banget sama seseorang cuma karena mereka nggak bales chat lo atau SMS lo atau mensyen lo di Twitter tapi lo di saat yang sama tetep aja lo nggak bisa benci sampai yang nggak mau lagi kenal sama orang itu?

Begitulah yang gue rasakan ketika nonton video musik 'Crazy (Guilty Pleasure)' ini.

Hahahaha

Gue (selalu) berharap SM bakalan keluar dari kotak dan menendang kotaknya jauh-jauh tapi yang terjadi malahan di situ lagi di situ lagi. Kesel? IYA KESEL BANGET! Tapi, di saat yang sama, sekali lagi SM berhasil menyulap itu kotak yang seharusnya sudah dari tahun kapan ditendang, jadi sebuah suguhan yang malah bikin kita nggak mikir kalau sebenarnya ada kotak di situ.

Nggak ngerti? Jujur gue juga pas baca lagi tulisan di atas sama sekali nggak ngerti maksudnya apa.

Pada dasarnya syuting video ini hanya dilakukan di satu lokasi dalam studio saja. Tembok itu lagi tembok itu lagi. Masih dalam kotak indomie yang sama. Permainan cahaya dan variasi shot sangat membantu untuk menutupi kesan miskin dari set studio.

Dimulai dengan adegan dramatis Jonghyun yang tangannya dirantai menggantung (dan pastinya itu capek banget kalo seharian kayak gitu apalagi semingguan) dan suara drum yang cukup mengagetkan. Lalu muncul mas-mas eksibisionis sesak napas yang lagi berusaha nyedot udara dari masker yang mukanya semakin lama semakin membesar.
*
*

Shot berikutnya hanya ada Jonghyun, duduk di atas kursi lucu di tengah-tengah ruangan berpencahayaan seadanya kursi lucu dan sebuah meja berbentuk oval menggemaskan ada di sebelah kanannya. Di sekeliling ruangan kotak itu ada tiang-tiang yang selalu jadi khas MV manajemen ini.

Oke, tiang-tiang itu terlihat sebagai properti dan set yang sangat nyata. Tapi ketika mereka 'berkedip' dan satu di antaranya hilang, gue sendiri baru sadar kalau itu ternyata virtual. Makin kosong deh set itu. Makin sepi dan miskin properti. Tinggallah kursi lucu dan meja menggemaskan saja.
*
*
Lalu dilanjutkan dengan shot hitam putih yang benar-benar hanya berlatar dinding saja. Dan hey, perhatikan di detik 00:17, 00:18 dan 00:19, bibir Jonghyun monyong. Eh iya emang agak monyong sih. Maksudnya, di situ ada sedikit kesalahan yang mungkin terjadi karena last-minute change.

Bibir Jonghyun lipsync-nya nggak sama dengan lirik yang dinyanyikannya. FYI, Jonghyun menulis 5 versi lirik untuk lagu ini dan kemudian dia menggabungkan 3 di antaranya sebelum akhirnya jadi lirik lagu yang fix. Nah mungkin rekaman MV sudah dilakukan sebelum liriknya fix. Jadi monyongnya keliatan. Eh maksudnya kesalahan lipsync-nya keliatan.

Nah kembali ke set MV polos mengesalkan itu. Kembali juga ke bagaimana SM akhirnya mengatasi kepolosannya dengan efek visual yang sederhana, tapi menarik. Seperti yang terlihat di detik 00:20. Jonghyun duduk dibingkai dengan siluet seorang perempuan yang di dalam siluetnya ada tangga-tangga yang lagi-lagi selalu ada di MV buatan SM.
*
*
Mungkin memang itu hanyalah sekedar tangga. Tapi kalau misalnya melihat lirik lagunya yang berkisah tentang cinta dan gila karena cinta (halah), maka tangga-tangga itu bisa diartikan sebagai sebuah paradoks (serius jangan tanggapi serius beberapa paragraf setelah ini).

Hasil googling gue berkata bahwa paradoks bisa diartikan secara mudah sebagai "sesuatu yang sepertinya tidak masuk akal tapi sebenarnya cukup beralasan". Menjelaskan sekali bukan? (nggak) Bahwa kita kadang-kadang berada dalam posisi yang sangat bodoh dan gila ketika sudah berurusan dengan cinta. Orang lain mikir "apaan sih? lebay!" tapi itulah yang terjadi. Kita punya alasan untuk begitu dan orang lain tidak. (kayaknya nggak nyambung)

Quote dari Bunda Teresa: "I have found the paradox, that if you love until it hurts, there can be no more hurt, only more love."

Sementara Jonghyun bilang dalam lirik lagunya: "I act ignorant, I act like nothing is happening, I dodge you, even when I get a bit hesitant. But you wave at me again. Crazy,"

(Bener gak contoh gue? BUAKAKAKAKKA)

(tolong Hayati, buang saja Engku Zainuddin ke Laut Merah)

Paradoks itu diibaratkan sebagai sebuah tangga yang terus naik dan turun tanpa ujung. Tangga yang ada di dalam siluet perempuan di situ juga perlahan menyatu yang akhirnya tanpa ujung. Kenapa tangganya ada di dalam siluet perempuan? Karena Jonghyun ceritanya kan jatuh cinta sama perempuan ini.

Oke ini kesannya kayak kuliah tapi sebenarnya nggak ada isinya.
*
Iklan lagi setelah sekian lama~
IKLANNYA GAK BISA APA NGGAK DITARUH DI MV. KESEL! TAPI KARENA ADA SUHO SAMA SEULGI YAUDAH GAPAPA! #labil

Ada banyak shot-shot close up di MV ini yang mana membuatnya terasa sangat intens dan emosional. Mungkin karena emang gue suka sama shot-shot close up kali ya? Merasa dekat sama objeknya dan membuat kita merasakan apa yang sedang di rasakan oleh objek tersebut. Ceritanya belajar PPKN, bab tenggang rasa.

Kemudian Jonghyun tampil nge-band. Menarik. Set-nya? Sama aja. Nggak ada bedanya. Cuma ada sarang laba-laba di atas yang akan kembali muncul di bagian lain dari MV ini.
*
*
Detik 00:55 terlihat sangat sederhana kan shot-nya. Tapi permainan cahayanya di situ punya makna mendalam.

Jonghyun sedang bersama cewek yang dia sukai. Liriknya sedang "You're making me crazy" dan di belakang ada cahaya dari semacem kembang api yang meledak. Sangat menggambarkan banget gimana meledak-meledaknya perasaan kita kalau deket orang yang ditaksir.

AW AW AW AW AW AWWWWWHHH~
*
*
Tapi sayangnya, Jonghyun nggak sampai memperlakukan si cewek dengan 'parah'. Padahal kalau misalnya ada adegan kayak 'Internet War' di MV ini, uhhh pasti jadi lebih bagus. Ayolah Jonghyun, masa cium Taemin berani tapi cium cewek di MV nggak berani.

Mengutip dari salah satu portal berita: "Visualisasi dari liriknya terasa pas dan tidak berlebihan,"

Ya. Setuju sekali. Kadang-kadang ketika kita berurusan dengan hal serumit cinta, kita butuh sesuatu yang sederhana untuk sekedar lupa soal kerumitan itu. MV ini menggambarkan itu.

Dengan melihat Jonghyun dirantai dan ternyata rantai itu berasal dari sebuah laba-laba raksasa (OH JADI JONGHYUN INI JATUH CINTA SAMA TARANTULA BUKAN SAMA CEWEK ATAU SEBENARNYA CEWEK ITU SILUMAN TARANTULA DAN JONGHYUN GAK TAHU? TANTE TANTE TARANTULA--soalnya ceweknya keliatan tua sih), sudah bisa menjelaskan bagaimana cinta itu bener-bener mempengaruhi, mengubah bahkan mengatur tingkah laku orang.
*

*
Di antara semua shot-shot yang sudah gue sebutkan di atas, ada dua shot yang paling gue suka. Yaitu shot yang ini:
*
*
Yang di dalam liriknya Jonghyun menyebutkan kalau dia jatuh cinta pada sosok cewek yang licik. Fox-like-girl. Yeo-Gateun-Kijibe. BITCH gitu lah gampangnya.

"The funny thing is… the embarrassing thing is… that even you acting foxy is very attractive,"

Dan satu lagi ketika siluet cewek itu berubah jadi burung-burung yang berterbangan. Mengakhiri video ini seolah-olah pengen bilang: "Yasudahlah, mau bitch mau licik, namanya cinta ya cinta. Hilangkan saja pikiran-pikiran buruk soal cewek ini lah. Nikmati saja semuanya," dan keburukan si cewek pun terbang hilang (bersama dengan tangga paradoks-nya) bagai burung yang terbang meninggalkan sangkarnya.

Halah (2).
*
*
Yah kurang lebih begitu isi dari MV ini. Sisanya adalah Jonghyun yang berubah jadi eksibisionis dengan pamer badan.

Cewek-cewek pasti sih ber-kya! kya! kalo liat cowok setengah telanjang ya. Tapi tidakkah kalian mengerti bagaimana lelahnya buat bisa tampil setengah telanjang dan terlihat bagus. Kasian aja Jonghyun.

Nggak kasian sama badan sendiri (gue, maksudnya kalimat terakhir ini buat gue).

***

Untuk lagu-lagu di albumnya, rata-rata lagunya punya beat yang sama kayak 'Crazy (Guilty Pleasure)'. Nggak ada yang terlalu JEDAK JEDUK JEDAK JEDUK ala SHINee gitu. Kalem-lah gitu kira-kira kalau dideskripsikan dengan satu kata. Genre-nya juga asik dan ya sekali rilis album, Jonghyun sudah tahu dia mau nyanyi dengan jenis lagu macem apa.

Tapi gue cukup puas. Kalau di awal gue pengen album ini terdengar seperti album 'The SHINee World', ya, memang, sama-sama adiktif seperti album itu. Mendengarkan album ini mengalir aja gitu kayak pipis. Seru deh.

'Deja Boo' ada di track pertama dan punya feel yang sama dengan 'Ace'-nya Taemin karena sama-sama sebagai track pembuka kali ya. Tapi genre-nya bener-bener beda sih. Yang Jonghyun ini lebih jazzy asyik deh ngeselin susah ngejelasinnya.

'Hallelujah' ini sebenarnya asyik kalau saja lirik dan judulnya nggak terlalu relijius. Mungkin lain kali gue kalo mau nyanyiin lagu ini bagian 'Hallelujah'-nya gue ganti dengan 'Masya Allah' atau 'Subhanallah'.

'Love Belt' ngasi feel kayak lagi nongkrong di kafe-kafe klasik di New York. Walaupun sebenarnya gue nggak pernah sih nongkrong di kafe-kafe klasik di New York atau bahkan tahu apakah ada kafe-kafe klasik di New York.

'NEON' ini yang terasa SHINee banget sebenarnya. Di satu bagian gue bahkan kayak ngedenger suara Onew. Ah maaf bias lagi.

'MONO-Drama' bisa jadi lagu yang paling gue suka dari semua track yang ada di album ini. Sementara 'Beautiful Tonight' kembali mengingatkan gue untuk segera membeli kompor supaya bisa masak 'oseng oseng oseng' seperti lirik lagunya.

Ada track lain di album ini yang dikasih judul 'Fortune Cookies'. Kirain Jonghyun bakalan kolaborasi sama JKT48 tapi ternyata nggak. Lagunya juga asyik, paling jazzy dari semua track yang ada di album. Tapi nggak lagu yang terlalu gue suka. Walaupun sebenarnya melodinya asyik. Kembali membayangkan diri sedang nongkrong di kafe-kafe klasik di New York.

Bagaimana dengan kalian, gengs? Suka lagu yang mana dari semua lagu di album ini? Suka nggak sama MV-nya? Komen-komen biar gak penting juga komen aja deh biar rame :)))
*

Lyrics translation from lyrics.kashigasa.com

Share:

7 komentar