EXO 2015: EXODUS [Chapter 3] #CHANYEOL

*
Pernah nggak sih lo ngerasa sendiri? Maksud gue, berada dalam kondisi yang benar-benar terasa seperti: walaupun elo berada di keramaian, tapi lo tetap aja kesepian? Kadang-kadang gue merasakan hal seperti itu. Belakangan ini, malah bisa dibilang sering.

Beberapa orang yang gue tanya bilang kalau ini adalah efek nggak punya pacar. Tapi, masa sih?

Waktu SMA dulu, gue selalu merasa pelajaran Sejarah dan Matematika adalah yang paling sulit. Gue sama sekali enggak pernah suka pelajaran Sejarah karena (1) materinya kebanyakan, (2) membosankan, (3) harus dihapal nggak bisa dikarang seperti lo ngarang fanfiction atau cerita demi cerita teaser EXO dan gue adalah orang yang paling nggak bisa menghapal materi pelajaran.

Suruh gue hapalin apa yang terjadi sepanjang hari ini dan tulis itu semua maka gue akan tulis, suruh gue hapalin bagaimana wajah orang yang baru gue ajak ngobrol di busway hari ini maka gue akan jabarin. Tapi kalo hapalin materi Sejarah, yah, bunuh saja Tao di rawa-rawa.

Sementara Matematika sendiri butuh pemahaman mendalam dan latihan demi latihan mengerjakan soal supaya terbiasa.

Tapi setelah lulus SMA, ternyata sulitnya menghapal materi Sejarah dan mengerjakan soal Matematika masih lebih mending daripada menghadapi segala macam persoalan dalam hidup.

Mencari Integral ternyata lebih mudah dari mencoba untuk menebak-nebak jalan pikiran orang yang tiba-tiba sikapnya berubah sama lo, lebih mudah dari ketika lo berusaha menempatkan diri di antara orang yang lagi marah sama lo tapi lo nggak tahu dia marahnya kenapa.

Lebih mudah mengerjakan soal dengan rumus yang sudah pasti daripada memahami kenapa orang bertindak buruk sama lo padahal selama ini lo pikir lo sudah sangat baik terhadap dunia (tapi ternyata tidak cukup baik di mata orang), dan memahami kenapa kadang-kadang lo merasa kesepian padahal sedang ada di tengah keramaian.

Gue rasa itu lebih dari sekedar efek nggak punya pacar.

Tidak lagi disibukkan dengan mengerjakan soal-soal Matematika ternyata justru membuat kita disibukkan dengan hal-hal yang lebih ribet yang bernama Masalah Kehidupan. Dan kemudian tibalah kita ke masalah yang paling besar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara belakangan ini adalah: baper dan begal.

Apapun bisa bikin baper, termasuk juga teaser Chanyeol ini. Tapi Alhamdulillah di teaser ini dia nggak di begal, justru dia yang membegal hutan dengan membakarnya.

Biadab kau Park Chanyeol.
*

*

Chanyeol merasa hidupnya setelah keluar dari Maze sangat sangat sangat sulit. Kadang-kadang dia ingin menyanyikan lagu plagiat grup Bahar Bahar itu sambil bergaya centil "Aduh pusing pala barbie pala barbie ow ow ow~". Tapi apa daya dia bukan Tao yang suka sok-sok centil. Rasa pusing belakangan ini sudah seperti ditendang-tendang naga biadab. Apalagi sekarang dia harus jauh dari orang-orang yang sudah bersama-sama dengannya beberapa tahun terakhir.
"Baekhyun......"

"Kyungsoo................"

"WuyifASKGGADGHDQWHDHWKDHWKDGJWHWHHXHXXXXXXXXXXX
"

Tentu saja itu bukan hal yang mudah. Hari-hari berlalu di luar maze setelah gonjang-ganjing itu bukanlah hal yang mudah.

Dia bahkan berpikir, kalau boleh, dia lebih memilih untuk tetap tinggal di dalam maze saja. Soalnya, di sana kan dia bisa tetap bisa bersama Kr----ah.... AH! Kenapa sih, harus dibahas-bahas lagi si pengkhianat negara. Biarkan saja dia hidup bersama Kapak Naga Geni 212 di Praha sana!

Ya ngapain gitu mikirin orang yang bergabung dengan musuh demi sebuah Ilmu Hembusan Api Membelah Nusantara. Buang-buang waktu. Pft.... Ilmu Hembusan Api Membelah Nusantara pantat kuda!

Kadang-kadang Chanyeol merasa ingin membakar orang itu hidup-hidup. Tapi.... Ah.... Apalah artinya membakar masa lalu kalau toh sisa-sisa abunya masih juga melekat di hati. Terhirup hidung yang kemudian melekat di dinding-dinding hidung jadi upil. Nempel di paru-paru bikin kanker. Intinya masih ada aja sisanya.

Perpisahan memang bukanlah hal yang mudah. Semua orang bisa move on dari sesuatu tapi belum tentu mereka melupakan detail kisahnya. Perasaannya mungkin sudah hilang, tapi setiap detail yang terjadi besar kemungkinan masih tersimpan meski sudah dikubur dalam-dalam.
*
*
Chanyeol keluar maze dan tiba-tiba saja berada di Phoenix, Arizona. Sembilan temannya yang lain sepertinya sedang menyebar di seluruh penjuru dunia. Semua memutuskan berpisah di pintu maze yang berbeda. Mencoba untuk mengobati hati yang rasanya sedang terluka karena Mei dan Oktober satu tahun sebelumnya.

Ya... paling nggak dia tetap bisa merasa keren. Keluar pintu maze dia langsung ada di kota Phoenix. Pas dengan sosok lain yang ada dalam dirinya. Yang ngasih dia kekuatan untuk bisa nyemprot api di sana nyemprot api di sini. Phoenix, si burung penguasa api.

Ya tapi.... apalah artinya menguasai api jika hidup sendiri.

Sejak keluar dari maze, tidak pernah ada satu orangpun yang mengajaknya bicara. Kecuali mbak-mbak mini market ketika dia lagi beli obat diare. Atau mamang-mamang tukang parkir waktu dia misalnya nggak sengaja ngejatuhin recehan pas turun dari bis kota. Makanya dia beberapa bulan terakhir memutuskan untuk tinggal ajalah di hutan.

"Gue bisa lebih keren dari Edward Cullen," ujarnya dalam hati.

At least, dia masih tetap terlihat kece dengan pakaian ala mamang-mamang Korea gitu. Satu-satunya benda mahal pemberian seseorang di masa lalu yang bermanfaat kala kedinginan oleh angin semilir belantara. Hidup sendirian di hutan boleh aja, lari-lari jalan-jalan sendirian di tanah kosong boleh aja, tapi tetep harus stylish. Biar nanti di Instagram bisa pake hashtag OOTD (Outfit Of The Day). Atau lebih tepatnya OOELFPCY (Outfit Of Everyday Life For Park Chan Yeol). Karena dia cuma itu aja gak bisa ganti-ganti.

Eh tapi dia lupa dia nggak punya hape. Boro-boro mau selfie terus upload Instagram.
*
*
Hutan ini juga sebenarnya bukan tempat pilihannya. Tapi dia penasaran. Ada sesuatu yang narik dia buat datang ke hutan ini terus. Padahal di Phoenix banyak tempat lain yang lebih bergengsi. Tapi hutan ini kayaknya udah mentok aja gitu. Selain itu... dia suka sering ada yang bisikin buat dateng ke hutan ini.

"CCCCHHHHAAAAAAAAANNNYYYYEEEEOOOOOOLLLLLL~~~~~ GIGIIIII OOONNNTTTAAAAAA~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~DATANGGGLAAAAH KEMAAARRRRRIIIIIII~~~~~"

Jangan tanya dia itu suara siapa. Dia juga bingung. Tapi suara ini dateng terus. Tiap hari kedengeran terus. Sampai-sampai dia kalau malem enggak bisa tidur. Dia bingung sendiri sekarang sebenarnya dia itu jelmaan Phoenix atau Kelelawar. Soalnya malam-malam dia selalu melek kelayaban dari satu pohon ke pohon lain. Kalau siang malah tidur.

Mending gitu suaranya merdu. Ini suaranya serak-serak-becek-serem gitu.

"CCCCCCHHHHAAAANNNNNYYYEEEEEEOOOOOLLLLLLL~~~~ GIGIIIII OOOONNNTAAAAAAAA~~~~"

Mungkin dia adalah makhluk sejenis Tokek Koreng. Atau dia curiga itu sebenarnya Mulan Jameela lagi mabuk asmara.

Tapi anehnya, di suatu sore, sekitar pukul 17 lebih 12 menit, sesuatu mengganggu tidur siangnya. Suara itu tidak lagi memanggilnya dengan bisikan-bisikan nama Gigi Onta. Tapi bisikan-bisikan lain. Seperti sebuah pertanda. Ada sesuatu yang aneh akan terjadi. Ada sesuatu yang besar dan membuat gempar seluruh dunia.

Chanyeol mulai merasa bahwa bisikan itu ternyata tidak semenjijikan suaranya, ketika dia bangun dari bobok-bobok siangnya dan menemukan bahwa jam gantung keramatnya berhenti seketika. Itu pertama kalinya jam itu berhenti bergerak.
*
*
Tidak. Jam itu tidak pernah rusak sebelumnya. Selama berbulan-bulan setelah keluar dari maze, jam itu berfungsi dengan baik. Walaupun keliatan kuno, tapi jam itu berharga. Jika jam itu berhenti berfungsi maka itu berarti dua hal:

1. Bumi sedang gonjang-ganjing karena semua orang diare masal akibat kebanyakan makan Cabe Barbados,
2. Kekuatan si penguasa waktu sudah kembali. Iya. Dia yang memberikan jam itu sudah menemukan jalan untuk menguasai lagi kekuatannya.

Poin kedua mengantarkan Chanyeol pada fakta bahwa dia, si pria berambut pirang yang suka lari-lari cantik di Namsan Tower, sudah memutuskan untuk melupakan rekan bermanjanya dan move on. Sakit hati masih sih, tapi daripada terjebak dalam masa lalu dan membusuk tanpa ada arti hidup, kan lebih baik move on.

Bisikan itu datang lagi dan berusaha menjelaskan banyak hal.

Chanyeol pun berjalan mendaki gunung lewati lembah. Mengikuti apa yang dia dengar di dalam kepalanya. Menyadari bahwa dirinya benar-benar sendiri di dunia ini. Menyadari bahwa betapa dia merindukan 9 forces lain yang sudah berbulan-bulan tidak ditemuinya.
"Baekhyun......"

"Kyungsoo................"

"WuyifASKGGADGHDQWHDHWKDHWKDGJWHWHHXHXXXXXXXXXXX"

SIALAN! Yang di Praha yaudahlah dia kan sudah menemukan Somewhere Only He Knows, jadi gausah dipikirin.
*
*
Dalam perjalanan mendaki gunung lewati lembah naik ke atas reruntuhan bangunan kuno peninggalan raksasa itu, Chanyeol juga merasakan getaran-getaran yang makin kuat di nadinya. Darahnya memanas. Bukan karena efek dia berjemur seharian di bawah terik matahari, bukan. Tapi kekuatannya seperti membuncah.

Lagi birahi? Mungkin saja.

"5uD4H 5447ny4 k3mb4L1 k3 k0d1247mU s3b4641 p3Ju4n6. C412i t3m4n-t3m4nmu d4N b3RkuMpuL. P0h0n k3h1duP4n m3mbu7uhk4n c4b4n6-c4b4n6ny4 y4n6 h1Lan6. Ku4T d4n k3K4r. di4 bu7uh k4L14n uNtUk m3mbu47ny4 h1dup s3p31271 duLu. Lup4k4n y4n6 l4Lu d4n s4mBu7 h4Ri b4rU,"

Begitu kata bisikan itu di telinga Chanyeol. Lebih mudah dimengerti ketika didengar ketimbang dibaca 'kan? Iya. Udah Tokek, koreng, alay lagi.

Saat itulah dia yakin bahwa dirinya adalah si Phoenix penguasa api yang bertugas untuk melindungi dunia dari kedinginan. Menghangatkan hati manusia-manusia yang dikutuk Queen Elsa. Membantu ibu-ibu rumah tangga dalam memberikan pasokan api abadi untuk memasak tanpa gas tanpa listrik di saat harga Rupiah yang melemah ini.

Diapun kembali. Park Chanyeol. Si penguasa api berwujud Phoenix.

Tanpa sadar, saking eksaytid-nya kekuatan yang dimilikinya kembali dan bahkan makin kuat, dia membakar pohon-pohon di sekelilingnya. Siap-siap aja abis ini dipenjara Green Peace.

Perjalanan belum berakhir.
*
*
Teaser Kai yang kemaren lebih menonjolkan sisi misterius dengan gagak hitam dan mata bonyok ditonjok Ratu Elizabeth. Teaser Tao menonjolkan sisi manly dari si Hello Kitty pelupa yang dengan bodohnya meninggalkan ponsel termahal abad ini di meja kafe. Teaser Chanyeol menurut gue menonjolkan emosi tentang kesendirian.

(Putar lagu paling galau 2014: Time Boils The Rain by Wu Yi Fan-yang-tiba-tiba-suaranya-jadi-bagus-banget-di-lagu-ini)

Waktu pertama kali nonton teaser Chanyeol ini, gue yang kayak:

"ANJIR. KESEL. BANGKE PAUS BIRU! KENAPA INI BAGUS BANGET! AH TAPI GAK LEBIH BAGUS DARI SI CABE BARBADOS SIH TAPI YA INI BAGUS!"

Beruntung itu teaser dirilis pagi hari ketika gue belum berangkat kantor dan baru abis mandi. Tanpa handuk, terduduk di dekat kasur dan nonton teaser itu sambil mengumpat-ngumpat. Sempurna sekali pagi hari waktu itu walaupun kamar becek.

Memang, efek visual yang ditampilkan di videonya nggak sebagus atau se-dramatis teaser Tao. Oke jangan sebut gue memuji-muji Tao. Gue hanya memuji teasernya aja. Dia sih tetep aja----ya begitulah. Gue ulang, teaser Chanyeol ini efek visualnya nggak sebagus teaser sebelumnya, tapi emosinya maksimal banget.

Menurut gue. FYI, gue orangnya baperan dan super sensitif. Ingat? Gue keturunan test-pack.

Walaupun ada yang bilang syutingnya bukan di Arizona, BODO AMAT GUE GAK PEDULI MAU DI ARIZONA KEK, ARIANA GRANDE KEK, YANG PENTING INI KEREN. Cuma.... gue sempat diem sebentar dan berfikir, ini sebenarnya teaser comeback Chanyeol atau iklan susu Bebelac.
*
*
Adegan dimulai dengan terpejam ganteng, lalu Chanyeol tersadar dari tidur siangnya (karena sesuatu yang gue percayai sebagai bisikan-bisikan. Telepati. Atau apapun itu yang di dengarnya secara gaib. Berdoa saja itu bukan bisikan-bisikan dari Kuntilanak setempat).

Pertanyaan gue, kok bisa manusia ini enggak banjir keringet tertidur di bawah terik matahari (dan bangun di jam lima sore yang berarti dia sudah ada di situ sekitar jam satu dan itu kalo di Depok panasnya kayak neraka jahanam), dalam kostum tebal lapis tiga?

Itu harusnya dia bangun udah di nirwana karena mati kepanasan. Atau paling nggak jadi daging panggang. Bedaknya nggak luntur. Nggak ada tetesan keringet. Rambutnya tetep kering aja gitu. Terus mukanya tetep mengkilat.

HELLO~~~~~ YA MANA ADA ORANG BERJEMUR BERJAM-JAM DI BAWAH TERIK MATAHARI TAPI KULITNYA MASIH PUTIH MENGKILAT. KECUALI DIA MAYAT HIDUP KEBANYAKAN KOLAGEN BABI ATAU MANEKIN UNIQLO.
*
*
Yang gue suka dari video ini adalah bagaimana fokusnya tuh ke kesendirian Chanyeol. Mulai dari saat dia bangun tidur lalu berjalan sendirian berlatarkan gunung dan langit biru. Shot dari jauh yang menampilkan cuma ada satu orang yang lagi mencari entah apa (mungkin mencari hilal atau sahabatnya yang hilang di Praha) (lah tapi nyarinya di Arizona) (ya sampe kiamat gak ketemu).

Ditambah lagi ada banyak shot dari atas yang menampilkan sosok Chanyeol kecil banget. DUHHHHHHHH!!!!!!

Gila... ini udah emosional tingkat dewa. Gue aja sendirian di kosan udah kayak orang nggak waras karena nggak berkomunikasi verbal dengan setidaknya manusia lain (yang seringkali kemudian berujung dengan komunikasi verbal yang gue lakukan dengan tembok). Bagaimana rasanya hidup sendirian di tengah lembah dan hutan belantara?
*
*
Suka deh sama cara sutradara membuat video ini. Nggak butuh dialog atau apa itu namanya, sok-sok baca koran berbahasa asing di dalam kafe cuma buat terlihat keren. Cukup berjalan di hutan, shot-shot dari jauh, suara-suara alam yang terdengar seperti bisikan Tokek Koreng, semuanya dipadu menjadi satu dan sangat emosional.

Adegan yang paling gue suka sebenarnya bukan ketika Chanyeol mulai membakar hutan itu (yang adalah klimaks dari videonya). Karena jelas itu nggak real. Siapa coba yang percaya dia bakar hutan di negara orang. Tapi, adegan yang paling gue suka itu justru ketika dia mencoba untuk mencari-cari sesuatu di atas reruntuhan bangunan jaman pra-sejarah.
*
*
Forever alone banget.

Kayak yang elo kenal sama orang dan percaya sama orang tapi tiba-tiba dia pergi padahal elo sudah percaya sama dia. Sebelah hati lo bilang dia nggak salah sampai-sampai lo berhalusinasi kalau dia masih ada, tapi sebelah hati lo lagi lo terluka karena kenyataan bahwa dia memang salah. Akhirnya lo lari ke sana lari ke sini berusaha mencari pembenaran akan perasaan-perasaan lo, tapi enggak ketemu dan ujung-ujungnya lo sadar bahwa dia dia emang bertindak enggak benar.

Lalu lo marah dan lo membakar hutan saking emosinya.

Oh iya, di antara foto-foto teaser Chanyeol, ada satu foto yang menurut gue bener-bener dapet banget emosinya. Mukanya khawatir dunia akan hancur. Di belakangnya ada bulan jelang purnama dan EXO sama bulan itu kayak udah pasangan yang nggak bisa lepas banget. Ini shot fotonya bagus. Kayak bentar lagi mau berubah jadi manusia serigala dan dia merasa tidak tenang.
**
*
Sejauh ini, teaser Chanyeol adalah favorit gue. Nggak banyak main-main kode, tapi mainin perasaan banget. Sementara itu teaser Xiumin............................

KAMBING ALASKA KECENGKLAK! UMUR LO BERAPA SIH KIM MINSEOK?!?!??!

(Ahem)
*

Share:

20 komentar