EXO 2015: EXODUS [Chapter 7] #CHEN

*
Pernah nggak lo merasa hidup lo nggak seimbang?

Mungkin selama ini lo terlalu banyak main-main dan terlalu sedikit belajar. Terlalu sering mikir negatif ketimbang positif. Terlalu sering berandai-andai dan 'coba kalo' 'coba kalo' daripada bergerak dan melakukan apa yang bisa dilakukan. Terlalu sering mengeluh ketimbang tertawa dan tersenyum.

Terlalu banyak menghabiskan waktu membaca hal-hal yang nggak penting seperti blog fanboy kuper yang beraninya ngejek-ngejek grup KPop yang dua suka ketimbang ngebaca buku yang membuka wawasan lo tentang dunia.

Atau mungkin terlalu banyak menghabiskan uang untuk hal-hal yang nggak penting sementara cuek sama hal-hal penting yang membutuhkan uang. Terlalu cuek dengan keluarga tetapi perhatian banget sama orang yang bukan keluarga yang secara random lo temui di jalan dan kemudian jadi deket sama lo karena lo anggap nyambung.

Mungkin selama ini lo ngerasa terlalu sering begadang untuk sesuatu yang tidak banyak menghasilkan hal positif di dalam hidup lo daripada bangun lebih pagi dan berolahraga. Mungkin juga selama ini lo terlalu banyak memberi, memberi dan memberi tapi merasa menerima kembali dalam jumlah yang sangat sedikit.

Mungkin juga selama ini lo terlalu banyak memberi cinta tapi sedikit menerima cinta. Atau mungkin... selama ini lo terlalu sibuk sama dunia, sampai-sampai lo lupa sama akhirat.

Hmmm...

Gue merasa belakangan ini hidup gue nggak seimbang di bagian kalimat terakhir di paragraf di atas sebelum 'Hmmm...'. Gue masih nggak bisa mengatur apa yang paling penting dari yang terpenting. Mana yang prioritas, mana yang nggak.

Mungkin benar kalau dibilang gue terlalu banyak main-mainnya ketimbang belajarnya. Benar juga kalau dibilang gue terlalu banyak menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Tapi yang paling gue sesali sebenarnya kenapa hidup gue sampai sekarang nggak bisa seimbang antara dunia dan akhirat. Itu sih yang paling bikin kepikiran. Mau sampai kapan mikirin dunia terus dan lupa bahwa sebenarnya kita bisa saja mati di saat yang kita sendiri nggak tahu dan nggak duga?

UHUK.

Tapi tentu saja semuanya butuh proses. Nggak instan. Butuh waktu panjang untuk bisa benar-benar jadi orang yang setidaknya ideal dari sudut pandang diri sendiri. Tapi, perlu diingat bahwa manusia nggak akan bisa jadi sempurna sekeras apapun lo mencoba. Kalau sudah sampai batas lo nggak bisa melakukannya lagi, maka berserah dirilah pada Tuhan.

Perlu juga diingat apapun yang lo jalani dalam hidup mau itu pemborosan ataupun misalnya hal-hal yang tidak seimbang tadi, semua pada akhirnya memberikan pembelajaran buat lo sendiri. Kalau lo mau merenung sejenak dan memikirkannya.

Keseimbangan dalam hidup itu yang ternyata ingin dicari oleh Chen di Almaty, Kazakhstan.

#EAAAAA
*

*
Siapa sangka hidup jadi manusia biasa ternyata menyenangkan?

Itulah yang selama berbulan-bulan terakhir dirasakan oleh Chen. Yes! Dia sekarang udah ngerasa seperti manusia seutuhnya. Bukan lagi alien dari exoplanet yang selama ini mengarungi bumi dalam kepalsuan. Hidup yang dirasakan Chen selama ini selalu dirasa aneh dan fake. Sekarang dia merasa tanpa beban. Hatinya juga lebih damai.

Enaknya jadi manusia biasa itu, dia tidak perlu lagi sok-sok mengkhawatirkan kedamaian dunia. Memangnya dia Super Man?! Dia sekarang hanya harus fokus ke kehidupannya sendiri. Mereboisasi hati yang kering. Mencangkok bagian hati yang patah karena tersakiti.

Tidak harus memikirkan apapun ternyata membuatnya lebih hidup. Membuatnya lebih bahagia. Dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir misalnya, bulan-bulan yang dia habiskan di Almaty, Kazakhstan bisa dikatakan yang paling sehat dan bahagia sepanjang empat belas juta tahun hidupnya sebagai alien.

Dia benar-benar bahagia sekarang.

Rutinitas selama beberapa tahun terakhir kalau dipikir-pikir membuatnya lelah juga. Mendadak jadi terkenal, harus tersenyum selama seharian walaupun hati sebenarnya tidak ingin tersenyum, diikuti penguntit-penguntit freak yang menyebut diri mereka sasaeng.

Wah... hidup udah kayak nggak punya kebebasan.

Padahal kan sebenarnya tujuan dia dan para penjaga Pohon Kehidupan ke dunia manusia bukan untuk jadi terkenal. Apalagi jadi boyband yang bb cream-nya bisa bersenti-senti, padahal cuma mau ke Indomaret beli Yakult. Padahal kan... tujuan Pohon Kehidupan menyatukan mereka dari keterasingan dan menempatkan mereka di bumi bukan untuk itu.

Chen tiba-tiba kangen sama Pohon Kehidupan itu. Apa kabar ya dia sekarang?
*
*
Berhasil keluar dari maze membuat Chen banyak berubah. Dia sekarang sudah jadi sosok yang baru. Chen sudah bukan lagi sosok pengontrol Guntur dan Petir. Kekuatan magisnya sudah lama menghilang. Tepatnya sekitar enam bulan yang lalu.

Jadi ceritanya waktu itu jalan-jalan di kota Almaty sedang dipasangi sistem penerangan baru. Lampu-lampu jalan berteknologi tinggi dipasang. Lampu-lampu ini cerdas. Kalau matahari lagi cerah dia mati secara otomatis. Kalau lagi mendung dia bisa nyala sendiri. Kalau yang berdiri lagi laper, dia bisa langsung nelpon 14045. Kalau yang berdiri lagi butuh kasih sayang, dia kasi free puk-puk. Kalau yang berdiri lagi galau, biasanya dia kasih efek air-air hujan gitu.

Nah waktu lagi pemasangan itu, melintaslah si Chen dengan rambut disisir klimis kebanyakan pomade. Nggak sengaja, satu kabel yang harusnya terpasang malah jatuh menggelantung gitu pas di atas kepala Chen saat dia melintas. Mungkin itu efek pomade yang kebanyakan, akhirnya kabel yang listriknya on itu bereaksi aneh dengan rambut Chen.

Rambutnya ketarik semua keatas. Chen berusaha mengontrol listrik itu tapi anehnya nggak bisa. Dia sampe lemes energinya habis karena kesetrum. Kekuatannya ternyata kesedot semua juga dan hilang. Dia selamat atas pertolongan orang-orang yang heboh melihatnya menggelinjang-menggelinjang aneh di trotoar.

Sejak saat itu rambutnya jadi kebelah terus kayak Laut Merah abis ditancepin tongkat Nabi Musa. Sejak saat itu dia nggak pernah lagi mau pake pomade. Sejak saat itu kekuatannya menghilang.
*
*
Kadang-kadang Chen merindukan kekuatannya. Merindukan saat-saat dia bisa memasok listrik pribadi di rumahnya tanpa harus bayar bulanan ke PLN. Kadang-kadang dia juga kangen saat-saat dia bisa melindungi dirinya dari begal genit yang suka colak-colek di gang sebelah apartemennya. Tinggal setrum, masalah selesai. Pulang malam pun nggak usah khawatir. Nggak ada begal yang berani.

Dulu waktu masih punya kekuatan super, dia juga sering dimintai tolong oleh rumah sakit tempat dia sering melakukan kegiatan amal. Kalau ada orang yang tiba-tiba detak jantungnya hilang, dia suka bantuin ngasih setrum kayak yang di sinetron-sinetron itu.

Walaupun dia sebenarnya geli kalo harus megang-megang dada orang. Apalagi orang-orang di sana banyak yang berbulu dada kayak Raja Dangdut. Tapi demi kemanusiaan, dia harus melakukannya.

Kemanusiaan ya, padahal kan dia bukan manusia.

Kesetrum lampu jalan itu adalah titik balik dari hidupnya juga. Sekarang dia benar-benar punya sisi kemanusiaan yang lebih baik. Untuk membuat hidupnya sebagai manusia lebih seimbang, Chen berusaha untuk memperdalam agama. Dia mulai belajar bagaimana menyeimbangkan antara dunia dan akhirat.
*
*
Chen awalnya nggak ngerti apa itu akhirat. Dia nggak percaya dengan kehidupan setelah mati. Yang dia tahu, manusia mati, dikubur, lalu dimakan cacing. Tapi sekarang konsep akhirat diketahuinya dengan jelas.

Sejak saat itu dia juga belajar soal keberadaan Tuhan. Cita-citanya pun berubah dari seorang eksportir Yakult paling sukses di Kazakhstan jadi seorang habib dan alim ulama. Biar makin total, namanya pun siap dia ganti jadi Ahmed Raffa Al Farooq Hazeel El Musa. Nama terakhir terinspirasi dari belahan rambutnya akibat kesetrum pomade.

Tidak mau jadi habib dan alim ulama yang biasa-biasa saja, Chen sadar dia harus punya ilmu yang dalam dan kecerdasan secara spiritual. Dia sekarang tecatat sebagai mahasiswa di Al-Farabi Kazakh National University, universitas utama dan terbesar di Almaty. Fakultas Ilmu Bahasa dipilihnya karena dia suka sekali bikin fanfiction Sailor Moon sama Cardcaptor Sakura.

Di kampus, berbagai komunitas agama dia ikuti. Salah satunya adalah komunitas Fanfiction Alim Ulama Anti-NC. Di sini berisi orang-orang yang suka menulis dan berkhayal dan suka membuat kisah fiksi yang jauh dari hal-hal porno, melainkan diisi dengan kisah-kisah fiksi agamis penuh makna khas alim ulama. Dia baru-baru ini ditunjuk jadi ketuanya.

Forum-forum keagamaan juga dia ikuti di kampus. Pokoknya apapun yang pembahasannya soal agama mulai dari dosa-dosa sampai keberadaan Tuhan dia akan hadir. Dia juga aktif menyuarakan kesejahteraan bagi rakyat miskin di seluruh dunia. Keadilan bagi mereka yang terdiskriminasi. Membantu juga pasokan Yakult ke negara-negara yang tidak bisa menikmati Yakult.

Selain itu, dia rutin ikut kerja bakti bulanan di RT sekitar apartemennya. Kadang-kadang kalau tetangganya sedang mengalami kebocoran pipa atau WC penuh, dia dengan tabah membantu menyedotnya.

Dengan alat sedot khusus tentu saja, bukan dengan mulut sendiri. Apalagi hidung.
*
*
Melakukan segala hal layaknya manusia yang rajin menimba ilmu agama membuat Chen benar-benar tidak pernah tahu apa yang terjadi di dunia luar. Berbulan-bulan sudah dia tidak punya ponsel. Tapi rasanya lebih tenang.

Selama ini dia memang sering keganggu sama SMS dari operator telepon seluler yang kerjaannya promosi RBT lagu Duo Serigala terus. Sehari bisa empat belas kali. Dua jam sekali hapenya geter-geter bunyi pas dibuka cuma operator doang. Kan bete.

Suatu hari dia ditanya oleh temannya di klub Fanfiction Alim Ulama Anti-NC.

"Ya habibi, kenapa ente nggak punya hape?"

"Begini, saudaraku, alasan ane tidak punya hape sebenarnya sederhana saja. Ane merasa damai dan sentausa hidup tanpa melihat hape sehari saja. Coba deh, sodaraku lakukan juga. Ibadah ente bakal lebih fokus, membaca kitab pun jadi lebih tenang tanpa perlu melirik-lirik ponsel atau setiap nemu kata-kata bagus di tweet atau distatusin dulu di Facebook," katanya.

"Lalu bagaimana ane bisa hubungin ente?"

"Kirimkan saja pakai merpati," kata Chen sambil berlalu.

Dia tidak mendengar ketika temannya itu mengumpat dengan keras, "DASAR KECOAK KURAP! MAU NYARI MERPATI GIMANA PR BANGET!"

Temannya pikir Chen tidak mendengarnya tapi ternyata dia dengar. "Astagfirullah, jangan mengumpat seperti itu. Sesungguhnya Tu----"

"Ok bye,"

"Walaikumsalam..." kata Chen sambil memegang dada.

Fokusnya ke mengejar akhirat membuat Chen juga tidak pernah tahu apa yang terjadi pada 9 forces yang lain. Apakah mereka masih jadi domba-domba tersesat? Masih bingung menemukan jalan menuju kehidupan abadi di akhirat? Apakah mereka masih hidup bergelimangan iPhone dari fansite-fansite kaya raya?

Chen tiba-tiba kangen. Tapi dia yakin, mereka semua hidup layak. Nggak mungkin ada yang hidup di hutan dan kekurangan air. Nggak mungkin juga ada yang hidup dengan hanya punya satu baju apalagi baju itu ala-ala Goo Jun Pyo.

"Yang penting mereka tidak berkhianat seperti Naga dan Lintah," bisiknya dalam hati. Sebelum akhirnya, "Astagfirullah. Nggak boleh ngomongin orang yang jelek-jelek," dan dia menampar-nampar dirinya pake sikat kawat.

Untuk membantu menyambung hidup, Chen membuka usaha laundry spesialis pemutih seprai. Setiap hari dia menerima banyak sekali cucian seprai dari rumah bordil sebelah apartemennya. Setiap hari kerjaannya nyuci seprai bekas orang-orang melakukan tindakan tidak senonoh.

Astagfirullah.

Tapi nggak apa-apa yang penting bisa untuk hidup.

Tidak ada manusia yang sempurna.
*
*
Hobi Chen pun sekarang nggak jauh-jauh dari baca buku dan kitab-kitab agama. Sambil nunggu cuciannya kering kalau dia lagi nggak ada kegiatan di kampus, dia biasanya baca buku-buku agama. Salah satunya berjudul 'Overdose'. Buku soal bagaimana cara menghindar dari narkoba dengan cara-cara yang sesuai dengan tuntunan agama.

Dia paling suka membaca buku di pojokan menara lonceng deket apartemennya. Kebetulan gedung menara lonceng itu di bawahnya punya perpustakaan. Di atas kosong jadi dia bisa manfaatkan sebagai tempat menjemur laundry seprai-nya. Sekaligus tempat nongkrong dan ngopi-ngopi sore ditemani lagu-lagu dangdut dari radio.

Kadang-kadang dia dan temen-temen dari klub Fanfiction Alim Ulama Anti-NC juga suka ngadain nulis FF bareng di tempat itu. Dia juga sering memberikan kuliah-kuliah agama buat junior-juniornya di kampus.

Dia merasa kehidupannya sekarang udah bener-bener enak banget. Bener-bener tenang dan bahagia sentausa banget.
*
*
Sampai pada suatu hari sekitar jam 20:01 malam waktu Almaty, ketika dia lagi baca-baca lucu di atas menara lonceng, langit mendadak diliputi kegelapan. Dia tiba-tiba saja merinding. Ada sesuatu yang seperti masuk ke dalam tubuhnya pelan-pelan. Dari ujung kaki sampai ujung kepala dia merasa seperti disengat listrik. Dia bisa stabil berdiri tegak karena selama itu terjadi dia mengamalkan ayat-ayat suci.

Nggak lama setelah itu, dia gerhana matahari terjadi dengan sangat cepat. Dia syok. Sengatan-sengatan itu makin menjadi-jadi di dalam tubuhnya. Dia tiba-tiba teringat masa lalu. Dia seperti deja vu. Dulu dia pernah mengalami hal ini. Dia pernah melihat gerhana matahari yang terjadi secara tiba-tiba.

Ada tiga orang di ruangan itu termasuk dirinya. Satu lagi adalah seekor anjing berbulu putih.
*
*
Buku 'Overdose' yang dibacanya terjatuh ketika dia menyadari bahwa sengatan listrik di dalam tubuhnya itu diikuti oleh suara-suara bisikan. Bisikan yang memintanya untuk mencari 9 forces yang lain. Bersatu lagi. Menemui Pohon Kehidupan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi selama ini.

Kekuatannya kembali.

Dia harus segera mencari yang lain.

Seketika petir pun menyambar langit Almaty. Hujan segera turun.

Chen harus segera mengangkat jemurannya. Pelanggan rumah bordil sebelah sudah antre.
*
*
Menurut gue nggak ada yang istimewa dari teaser-nya Chen ini. Persis sama seperti teasernya Suho. Tapi yang menarik adalah, perubahan image Chen dari sosok yang kayaknya petakilan jadi orang baik-baik sekali selama satu menit empat belas detik di video itu.

Chen jadi punya aura kakak-kakak baik hati yang akan membantu kalian mengerjakan PR matematika ketika kalian kesulitan. Atau sosok mamang-mamang yang akan meminjamkan kalian sajadah dan sendal jepit ketika berkunjung ke sebuah masjid di atas gunung.

Yang istimewa dari video ini menurut gue selain lokasinya--YANG WHAT THE HELL KOK BISA LO KEPIKIRAN BUAT MILIH KAZAKHSTAN BUAT JADI LOKASI SYUTING--adalah belahan rambut Chen. Jujur saja belahan rambut itu cukup mengalihkan fokus gue dari awal sampai akhir video.

Rambut Belah Tengah Laut Merah.
*
*
Ngomong-ngomong soal Kazakhstan, sebenarnya ini juga jadi salah satu strategi promosi SM Global Audition sih. Karena tahun ini mereka juga akan menggelar audisi di sana. Jadi supaya engagement-nya sama masyarakat lokal jadi lebih ngena gitu.

Kecewa kenapa lokasi MV-nya nggak ada di Indonesia padahal kan Indonesia udah dua tahun berturut-turut ada SM Global Audition! Gue juga kemaren ikut terus nyanyi lagu Afgan. Spesial untuk audisi ini bahkan gue bela-belain cukur kumis setiap hari supaya mulus kayak muka Chen.

Ya tapi apalah arti orang yang mukanya biasa-biasa aja. Cuma bisa jadi fans. Nggak bisa jadi artisnya.

Nggak ada juga niatan jadi artis HAHAHAHAHAHAHHAHA isinya dunia entertainment ini semua hanyalah fana belaka.

Sama seperti teasernya Suho, punya Chen juga kurang memberikan impact dan trauma berkepanjangan. Jangankan trauma yang berkepanjangan, kayaknya ini teaser yang paling membosankan deh dari semua yang sudah dirilis sejauh ini. Iya teaser Suho itu sebenarnya bosen, tapi karena udah bosen disambut bosen, yang bosen kedua jadi makin bosen.

Mungkin SM mau save the best for the last? Mungkin nanti puncaknya adalah di teaser terakhir? Akan lebih baik jika di teaser terakhir kemudian mereka semua bersatu dan bertemu lagi lalu bersama-sama melawan meteor yang jatoh itu sebelum akhirnya MV dirilis.

Karena kayaknya MV-nya pasti nggak akan ada hubungannya sama teaser-teaser ini. Tapi kita positive thinking aja kalo SM bakalan merilis dua MV seperti halnya Red Velvet. MV pertama berisi lanjutan cerita dari teaser yang berarti akan punya prolog narasi lagi seperti 'MAMA' dan menutup kisah perjalanan panjang mereka di seluruh belahan dunia.

Nah nanti MV kedua baru deh itu MV dance-dance pake jas ala 'Swing', bebas aja. Yang jelas, GUE MAU INI TEASER DI SELESAIKAN KISAHNYA DI SEBUAH VIDEO YANG LEBIH PANJANG. Soalnya kebiasaan sih SM bikin teaser bagus tapi MV gak sesuai harapan.

Sekali lagi bolehlah positive thinking aja tapi jangan berharap. Semakin banyak berharap, semakin rentang sakit hati. Jadi, positive thinking aja.

Seperti Kai, Sehun, Tao, Xiumin, Chen kelihatan sangat menikmati kehidupannya di teaser. Kayaknya makmur dan sentausa sekali. Tenang dan damai. Apakah ini efek dari mendalami agama? Berbeda dengan Suho yang menderita dan Chanyeol yang kebingungan dengan kondisi kehidupannya sendiri.

Oke, Xiumin mungkin not that sentausa karena dia harus kerja di klub striptis (ngarang) (iya itu kan yang dari karangan gue kemaren) (oh iya gue lupa Ron, sori sori) (iya Ron gapapa). Chen terlihat sangat menikmati hidupnya tanpa kekuatan dan sekarang jadi stylish banget. Nggak bisa bohong juga sih, Chen image-nya jadi agak-agak dewasa juga sekarang.

Overall videonya kurang asik dan biasa aja. Bahkan ketika SM nggak menampilkan iklan Samsung di video ini, malah jadi nggak asik. Apa jangan-jangan memang video-video yang asik harus ada iklannya ya?

Ah nggak sih, Suho juga ada iklannya tetep aja nggak asik. Tao yang iklannya nggak diekspos malah paling bagus.

Ehem. Just saying. Nggak muji-muji banget sampe nyembah-nyembah kok, nggak.

Dalam satu paragraf, teaser Chen ini berisi tentang:

Seorang anak muda dengan rambut dibelah pantat yang nampak seperti orang yang baru saja bertaubat dari hal-hal buruk yang dilakukannya dalam hidup sehingga dia sekarang jadi rajin menimba ilmu agama serta membaca kitab sekaligus menjalani bisnis laundry kecil-kecilan spesialis pencuci seprai yang terpana ketika melihat gerhama matahari yang terjadi di jam delapan malam ketika dia sedang menunggu cuciannya kering di atas atap sebuah gedung.

So boring.

Tapi Alhamdulillah penuh makna hidupnya. Daripada pasrah duduk di tengah kolam dan mati terendam air.
*

Share:

13 komentar