First Impression: BoA 'Who Are You' & 'Kiss My Lips'

*
Setelah sekian lama BoA nggak muncul di blog ini, akhirnya sekarang melata lagi. Hehehe. Walaupun beberapa kali BoA ngerilis lagu Jepang sepanjang 2014 sampai awal 2015 kemaren, tapi gue seperti nggak tertarik untuk ngebahas lagu Jepangnya.

Nggak tahu juga sih. Mungkin memang gue lebih nyaman menulis esuatu yang sudah sedih gue dengar. Dalam hal ini Bahasa Korea. Dan ditambah juga gue nggak terlalu ngikutin lagu-lagu Jepang artis SM sih.

Gue pribadi merasa agak kesulitan dan makan waktu untuk menyesuaikan pendengaran gue dengan lirik berbahasa Jepang. Apalagi kalau sebelumnya lagu itu sudah dirilis dalam bahasa Korea. Pasti jadi aneh aja dikuping. Satu-satunya lagu Jepang artis SM yang sudah dirilis dalam bahasa Korea yang gue suka mungkin cuma 'Bonamana'. Sementara yang lain, hmmmm, kemaren nggak sengaja denger (yang bener-bener denger) 'Divine'-nya SNSD. Ternyata bagus juga.

‘Time Machine’ juga bagus.

‘All My Love Is For You’ juga bagus.

Lah oke gue ternyata denger banyak lagu Jepang-nya SM. HAHAHAHAHAHA.

Padahal secara teknis(?), pencipta lagunya tuh sama aja. Itu lagi itu lagi. Tapi karena bahasanya nggak terlalu familiar di kuping, makanya nggak terlalu mendengarkan lagu-lagu berbahasa Jepang. Lagian, di kuping gue, kalo udah Jepang, rasanya pengen yang....

“PON PON WAY WAY WAY PON PON PON WAY WAY PON PON”

Ini semua salah Afif. Dia karoke nyanyi lagu itu terus sampai benyek.

Sebelumnya gue pernah ngebahas beberapa MV-nya BoA di blog ini. Kalau nggak salah inget, itu pas 'Only One', 'The Shadow' sama 'Disturbance'. Nah, melanjutkan riwayat penulisan BoA di kaoskakibau, gue pun akhirnya tergelitik untuk kembali membahas dua video klip terbaru BoA yang dirilis kemaren-kemaren ini.

Jadi buat album ke-8 ini, BoA milih untuk ngambil jalur yang beda dengan apa yang pernah dia lakukan sebelumnya. Di album ke-7 kemaren masih ada lagu-lagu yang diciptakan sama komposer luar negeri. Nah kali ini—walaupun tetep ada sih sebenarnya—BoA lebih banyak turun tangan.

Hasilnya, konsep dan feel dari album ini jadi ngikutin kemauan dia. Ngikutin idealisme-nya dia. Yang berujung pada kebingungan di kepala gue ketika pertama kali dengern satu album 'KISS MY LIPS'. "Masa sih ini beneran BoA?"

Pertama kali nge-loop album ini, gue kayak yang nggak nemuin hook gitu di lagu-lagunya. KEMANA LAGU-LAGU BOA YANG SEBELUMNYA SELALU NYANTOL DI KUPING SEGERA SETELAH MENDENGARKANNYA PERTAMA KALI KAYAK 'HURRICANE VENUS'?!?!?!?!?!

Memang sih, dalam satu album biasanya nggak semua lagu yang nempel dengan hook-nya di kuping. Tapi paling enggak ada lah dua atau tiga yang bikin keracunan saat mendengarkannya. Kayak di album 'Only One' misalnya, gue suka banget sama 'Only One', 'The Shadow' sama 'The Top'.

Kalau dipikir-pikir kan memang hampir semua lagu-lagu SM kayak gitu. Di satu album kadang ada yang enak ada yang nggak enak (TAPI LAGU-LAGU DI ALBUM 'LUCIFER' ENAK SEMUA BENERAN DEH TOLONG AKUI SAJA GENGS). Mungkin kenapa BoA sekarang kedengeran berbeda karena efek di 2015 ini, kita sudah disodorkan lagu-lagu kayak:

1. Shake That Brass

2. Ice Cream Cake

3. Call Me Baby

Mungkin? Soalnya semua lagunya dibuat sama komposer luar. Semua lagu itu tuh (baca dengan nada) comes so natural and it just comes automatic (hentikan nadanya) ke kepala gitu ketika sudah keputer secara random di mini market misalnya.

Dengan perumpamaan yang sama, kalau misalnya title track di album BoA kali ini 'Kiss My Lips' diputer di mini market, mungkin mikir dulu sejenak sebelum berteriak, "OH INI BOA!"

Begitu....

Gue kehilangan ‘Electronic Manic Supersonic Bionic Energy’ pas ‘Hurricane Venus’ jaman dulu. Sedih aja...
*

*
Oke. Sebut saja gue kayak fans EXO kebanyakan. Yang menunggu MV ini dirilis hanya karena ada Sehun-nya. Tentu saja. Siapa peduli sama BoA sunbaenim kalo hoobae-nya lebih bening kan. Wakakakakaka Tapi niatan itu berujung pada gue akhirnya malah suka sama lagu ini.

Bahkan gue lebih suka sama lagu 'Who Are You' daripada 'Kiss My Lips'. Kenapa? Karena video musiknya bagus.

Kayaknya emang deh, efek kalo dengerin lagu sambil nonton MV dan MV-nya menarik perhatian, secara nggak sadar lo akan suka sama lagunya. Kayak misalnya nih, kemaren gue nonton 'Loser'-nya Bigbang. Gue nggak pernah suka sama lagu-lagunya Bigbang karena bukan genre musik favorit gue. Tapi karena videonya bagus, kok gue juga jadi demen.

Perkara MV lagu 'Who Are You' ini lebih bagus dari 'Kiss My Lips', gue pun jadi lebih suka lagunya. Padahal kan sebenarnya lagu ini tuh kayak 'Disturbance' banget. Versi lebih cepet sedikit temponya. Versi lebih ceria. Versi ada Gaeko-nya aja.

Kayak kalo lo nyanyiin 'Disturbance' pake musik 'Who Are You' tuh masih bisa gitu. Ya nggak heran sih kenapa mirip. Soalnya BoA bilang dia nyiptain lagu 'Who Are You' ini sekitar dua atau tiga tahun yang lalu gitu. Yang artinya di masa-masa yang sama ketika dia juga nulis 'Disturbance'.

Kesamaan yang nggak diniatin.

Terlepas dari kesamaan itu, MV-nya menurut gue sangat menarik. Dan yang lebih penting lagi adalah MV-nya menyenangkan.

Oke gue akui gue memang lemah sama MV yang ada drama-dramanya kayak gini. Hampir semua Mv yang pake konsep drama selalu gue berikan pujian. Kenapa ya? Hmmm... Mungkin karena memang dari segi produksinya lebih ribet daripada MV yang sekedar melata-melata di depan tembok doang.

MV yang konsep drama lebih patut dihargai aja gitu menurut gue.

Kim Hyeon Ji—nama cewek yang jadi pemeran utama di MV ini—entah kenapa sangat mirip BoA dari beberapa angle. Beberapa kali gue berantem sama diri gue sendiri soal identitas si cewek.

"INI TUH BOA!"

"NGGAK RON INI BUKAN BOA!"

"KALO BUKAN BOA TERUS SIAPA?!"

"YA MODEL CEWEK LAH SIAPA GITU,"

"TAPI KOK MIRIP SIH?!"

"YA MENURUT LO BOA NGGAK MIRIP SAMA LEE YEON HEE, JESSICA, GO ARA, TAEYEON, TIFFANY, IRENE, SEULGI?! SEMUA ARTIS SM KAN MIRIP SEMUA. SATU CETAKAN."

"OH IYA YA. PANTESAN KYUNGSOO MIRIP MORGAN,"

Gue puas sih Hyeon Ji jadi modelnya karena emang mirip banget BoA. Dan karena BoA bukan pemeran utama di MV in jadi casting-nya dipake yang mirip sama dia. Tapi Hyeon Ji ini bukan artis SM sih. Manajemennya kayak baru gitu. Manajemen kecil kayaknya. (sok)

Plot cerita di video ini sih blind date. Dan tetu saja, kali ini kita disponsori oleh LINE! Hahaha nggak heran sama sekali kenapa videonya jadi lebih niat dari video-video yang dibuat SM Entertainment sebelumnya. Feel-nya malah kayak video remake 'EXO 90:2014' gitu. Oh iya tentu saja lagi selain LINE kita punya Samsung sebagai sponsor lain. Buat hape sama buat headphone mahal itu.
*
*
Dari awal gue sudah menemukan banyak hal yang menyenangkan dari video ini. Lupakan iklan Samsung yang labil yang kadang disensor tapi seringan enggak itu. Tapi fokus aja ke efek-efek berlebihan yang menyenangkan yang ada.

Ada kesan fresh gitu pas nonton video ini. Gue bilang begini bukan karena efek bunga-bunga yang muncul dari baju Hyeon Ji pas dia lagi muter-muter di depan kaca yang mengingatkan gue pada iklan pewangi pakaian.

Sama sekali bukan.

Tapi ada sesuatu deh gitu yang bikin fresh(TABOK GUE PLEASE). Mungkin karena video ini dirilis setelah kita semua (GUE AJA) tertekan oleh teaser-teaser 'EXODUS' yang keren parah, tapi nggak ada maknanya itu. Jadi ini semacem angin segar. Semacam perasaan bahagia ketika lo melihat orang lain bahagia.

Ya semacem itu.

*
*
Gue juga suka bagaimana sutradara MV ini menggambarkan kebahagiaan si cewek ketika dia mendapatkan orang yang mau kencan buta sama dia. Terlepas dari dia nggak tahu bagaimana wajah orang itu sebenarnya.

Adegan pas Hyeon Ji pake headphone--terlepas dari ini product placement-nya Samsung--kemudian nyanyi-nyanyi sendiri lalu joget-joget sendiri di tengah jalan ini juga jadi favorit gue. Karena gue kadang juga melakukannyahHEHEEHEHEHEHEHEHEHEHh.

Nggak ada hal sederhana yang lebih bahagia dari dengerin lagu sambil jalan kaki dan kemudian kalo lagu yang lo suka keputer secara random, terus lo gerak-gerak sendiri tanpa sadar. HAPPINESS! WKWKWKKW

Adegan awan yang kemudian berubah jadi es krim, lalu adegan ketika gedung-gedung yang ada di sekeliling si cewek jadi ikutan berdebar seperti hatinya itu juga asyik banget. Lalu muncul pelangi yang menggambarkan warna-warni di hatinya yang mau kencan sama orang yang dia nggak kenal sama sekali.

Lucu aja adegan kayak gini bisa ada di MV-nya SM sekarang-sekarang.

Keseruan di MV ini masih berlanjut ketika si cowok, pasangan kencan butanya itu, ternyata nggak sesuai sama harapan.

Tapi di sini sih gue agak-agak yang "WHAAAAAAAT???? WHYYYYYY????" gitu sama orang Korea ini. Karena mereka selalu membuat standar kegantengan buat cowok-cowok pribumi mereka. Kayak nggak realistis gitu. Nggak semua orang di dunia ini kan mukanya kayak Oh Sehun.
*
*
Kadang-kadang kan lo bakalan nemu orang yang pake kacamata, suka nyengir aneh, rambutnya kadang klimis kadang berantakan, giginya besar-besar dan nggak rata, banyak omong, kalo di Twitter suka asyik sendiri, terus suka di-bash.... Ya gitu deh pokoknya.

Hyeon Ji juga terlihat terlalu memandang rendah ke cowok jelek ini sih. Jadi semakin memunculkan kesan bahwa "Oh... cewek Korea yang ngerasa cantik kayak gini tuh nggak suka sama cowok yang jelek kayak gitu."

Tapi di tengah-tengah stereotip menyebalkan itu, waktu adegan si cowok mendekat ke meja dan Hyeon Ji pake sabuk pengaman terus muncul roller coaster itu juga brilian sih. Persis perasaan deg-degan yang naik turun nggak jelas ketika gue nunggu orang yang—gue suka—selama ini cuma lo kontak lewat Twitter aja, kemudian ketemu secara langsung di sebuah Mall.

I can relate to this scene. VERY MUCH.
*
*
Tapi cewek ini tetep jahat. Bukan berarti lo bisa ninggalin cowok jelek begitu saja dong! DIA JUGA PUNYA HATI! LO JUGA KAN MANUSIA YANG PUNYA HATI, BUKAN KUDA MELATA!

Setereotip cewek cuma suka sama cowok ganteng tuh berasa banget sih di video ini. Koreans.... why....

Buktinya, waktu dia dapet LINE dari Sehun, dia sampe bisa terbang. WAKAKAKAKAKAKKA TAPI GUE SUKA JUGA SIH ADEGAN INI. HAHAHAHAHAHA DUH GIMANA YA INI TUH MV PALING BAGUS SM SEPANJANG TAHUN!! MAKASIH LINE!

Lupain dulu deh dia kasar sama cowok yang mukanya jelek menurut standar dia itu, tapi adegan dia terbang tinggi loncat sampai hampir nabrak (gak nabrak juga sih) pesawat ini bener-bener menunjukkan bahwa lo akan melakukan apapun buat ketemu sama orang yang lo suka.

Bahkan terbang sekalipun.

Kalo lo bisa.

Kemudian melintasi rintangan demi rintangan.

Adegannya dibuat komikal dan dapet banget lucunya. Walaupun ekspresi Hyeon Ji kurang lebay sih sebenarnya. Nah di balik adegan komikal itu, setiap adegan di MV ini sebenarnya punya makna. Salah satunya ya itu tadi yang loncat tinggi.

Kayak yang lo mau ketemuan sama orang di Blok M dan lo tinggal di Warung Buncit dan yang akan lo alami ketika lo janjian jam 7 malam tapi berangkat jam 5 sore adalah macet kayak sampah di Tendean dan lo baru sampe sana setengah 8.
*
*
Kemudian ketika bertemu Sehun dia kembali berbunga-bunga. Kembali lagi menunjukkan bahwa si cewek memang punya standar yang tinggi buat hidupnya. Khas drama-drama Korea sih sebenarnya ya gak bisa disalahin juga. Mungkin sudah mendarah daging.

Walaupun pada akhirnya dunia ini hanya untuk cowok-cowok ganteng dan cewek-cewek cantik, yah, tapi kalo nggak bisa jadi cowok ganteng, at least masih bisa jadi cowok yang taat beragama.

#EA

Lalu bagaimana dengan ‘Kiss My Lips’?
*
*
Oke, yang ini sebenarnya another 그냥 뭐 MV dari SM Entertainment. Gue pun agak kecewa kenapa BoA nggak kerja sama lagi sama Metaoloz dalam pembuatan videonya kali ini. Soalnya kan sebelum-sebelumnya mereka kerja sama terus. (FYI, Metaoloz ini rumah produksi yang suka bikin MV dan bos-nya adalah kakak cowoknya BoA).

Ketika gue bilang another 그냥 뭐 MV dari SM Entertainment, itu berarti pola isi dalam videonya adalah dance-solo shot-dance-solo shot-dan seterusnya sampai kiamat. WHICH IS BORING. Heran aja sama SM. Kenapa untuk ukuran artis yang sudah 15 tahun berkarier di manajemen ini, SM enggak mau berkorban untuk bikin sesuatu yang lebih istimewa? Mana lagi katanya 'KISS MY LIPS' ini album buat perayaan ulang tahun debut BoA yang ke-15. LAH KECEWA!

Tapi kalo dilihat dari sudut pandang bahwa BoA adalah solois yang selalu nempel sama dance performance-nya, video klip ini jadi termaafkan. Ya.... soalnya gimana sih... huhuhu sebelumnya SM juga bikin video 'Valenti', 'Girl's On Top', 'My Name' juga kayak gitu. BoA cuma dapet yang begitu.

Karena poin dari penampilannya di MV adalah koreografi.

Dan bener sih, koreografi dari lagu ‘Kiss My Lips’ ini memang terbilang nggak biasa.

Memang, nggak ada Eunhyuk, nggak ada Yunho, nggak ada Sehun atau *uhuk* Luhan *uhuk* yang nemenin dia nge-dance kayak di 'Only One'. Tapi teteh-teteh yang bawa kipas bulu-bulu di MV ini faktor yang sangat luar biasa sekali. Perannya penting untuk membuat penampilan BoA di MV ini makin sempurna.

Sebelum-sebelumnya memang BoA sudah akrab sama penari-penari latar di video klipnya sih. Tapi kali ini lebih cetar (astaga akhirnya gue pake juga kata itu) aja. Teteh-teteh berbulu ini nggak bisa lo liat setiap hari di MV SM Entertainment. Gue jadi bertanya-tanya, apakah mereka dancer yang sama dengan mbak-mbak kepala buah-buahan di performance 'Moonlight' di TLP?

Eh itu buah apa karangan bunga kematian deh. Lupa.

Yang lainnya nggak ada yang istimewa selain efek lampu-lampu laser sepanjang video. ‘Red Light’ pernah melakukannya, ‘Crazy (Guilty Pleasure)’ juga pernah melakukannya. Oh ada deng, itu apa air mancur yang kemudian membentuk muka BoA lagi nyanyi. Lumayan itu belom pernah dilakukan di video-video Korea SM selama tiga tahun terakhir.

Ya mungkin di video selanjutnya akan diulang kalo udah mentok ide.
*
*
Dan untuk albumnya sendiri, mungkin lagu-lagu di ‘KISS MY LIPS’ ini sangat personal buat BoA. Saking personal-nya, gue yang biasa menikmati lagu-lagu racun dari SM jadi kurang mengerti dan kurang dapet feel-nya. Gue yang biasanya suka lagu-lagu kayak ‘Dangerous’ atau ‘Copy and Paste’ jadi ngerasa kehilangan.

Jelas sih, di album ini BoA ingin menunjukkan bahwa dia sudah lebih dewasa dalam bermusik. Makanya jadi lebih idealis dan “Ya, gue mau yang begini, soalnya kalo yang kayak dulu-dulu udah nggak cocok,” yang akhirnya membuatnya berubah total.

Bisa kita liat juga sih penampilannya di MV ‘Kiss My Lips’ juga nggak kayak di ‘Hurricane Venus’. Nggak ada make up yang terlalu berat dan malah sekarang pake rok. Iya dia sendiri ngaku bahwa ini pertama kalinya dia pake rok (dan high heels). Menunjukkan sebuah perubahan yang memang sudah seharusnya sih dilakukan.

Tapi yang kayak gini-gini, perubahan-perubahan yang kayak gini-gini, bikin kita yang sudah biasa dengan BoA, jadi merasa aneh. Sama aja kayak misalnya dulu EXO 12 sekarang sisa 9.

Eh 10.

Buat yang belom terbiasa pasti merasa berbeda. Tapi buat yang biasa aja yaudah. Dinikmati.

Idealisme BoA di album ini gue rasa sama kayak pas Jonghyun solo di ‘BASE’ kemaren. Mungkin orang-orang yang nggak terbiasa dengan lagu ciptaan Jonghyun bakalan naikin sebelah alis setinggi monas kali. Tapi kalo pernah denger satu atau dua, baru yang, “Oh, iyaaaa iyaaaa ini sih emang Jonghyun...”

Waktu dulu gue dengerin lagu ‘Gloomy Clock’ yang dia ciptain (dan nyanyiin) sama IU, gue juga mikir ini sebenarnya lagu apa kok aneh? Tapi pas dengerin satu album ‘BASE’ itu gue baru ngerti. Ternyata emang musiknya Jonghyun itu rada-rada mabok. Kayak ‘Playboy’-nya EXO itu deh misalnya. Udah paling mabok. Dan lebih mabok lagi karena EXO yang nyanyiin. Nggak terlalu pas.

Lagu ‘Playboy’ itu seharusnya memang cuma boleh dinyanyiin sama Jonghyun.

Butuh berkali-kali dengerin album ‘KISS MY LIPS’ sebelum akhirnya menemukan lagu mana yang enak dan lebih enak dari title track-nya. Karena to be very honest gue gak suka ‘Kiss My Lips’. Gue lebih suka ‘Who Are You’ sebenarnya. Tapi gue butuh lagu lain yang sama bagusnya dengan lagu-lagu lama BoA yang hits sampai sekarang.

Lagu ‘Clockwork’ di album ini gue bilang pantes buat jadi title track. Lagunya nggak seelektronik lagu-lagu lama BoA yang gue sebutkan di atas, tapi lagu ini enak. Banyak suara instrumennya. Rame. Feelnya juga beda sama lagu-lagu lain yang ada di album ini. Yang paling penting sih, hanya dengan mendengarkannya saja gue bisa membayangkan kalau BoA perform lagu ini pasti bagus.

Liriknya juga sih baper. He. He.

But yeah, the more you listen to it, the more you love it. Sekarang mungkin enggak suka, tapi suatu saat nanti, diniatin atau nggak, pasti ada momennya buat suka.

Share:

10 komentar