BoA "Only One" Music Video: Review Saya!

*
Gadis itu menatap cincin yang sudah satu jam terakhir ada di tangannya hari ini. Bukan terpasang di jarinya, tapi diantara telunjuk dan ibu jarinya. Bingung. Apa yang harus dia lakukan pada cincin itu? Dia juga tidak tahu. Rasanya beberapa hari ini dia tidak enak makan. Tidak enak tidur. Penyebabnya adalah cincin itu. Atau... orang yang memberikan cincin itu lebih tepatnya. Apa rasanya mencintai tetapi tidak pernah bahagia bahkan sedikitpun? Oh tidak. Dia pernah bahagia. Dulu sekali (sebelum sebuah jarak akhirnya menghalangi mereka). Sampai-sampai dia lupa bagaimana rasanya. Banyak sekali keraguan yang menghantui pikirannya belakangan ini dan sepertinya semua itu juga berasal dari benda yang sama: cincin yang ditatapnya itu. Sebuah simbol komitmen yang sebenarnya telah lama pupus. Sudah lama tidak berarti lagi. Dan hari ini gadis itu sudah memutuskan untuk menghentikan semua omong kosong dan kebodohan ini. Sudah saatnya untuk berkata pada laki-laki itu bahwa dia sudah tidak ingin lagi menjalani apapun dengannya. Tapi... apakah dia akan sanggup? Laki-laki itu sudah seperti satu-satunya orang yang mengisi ruang hatinya selama beberapa tahun belakangan ini. Laki-laki itu sudah seperti sumber mata air yang bisa menyegarkan setiap kali dia merasa gerah dan kehausan. Laki-laki itu sudah seperti acara komedi di televisi yang selalu membuatnya tertawa (walaupun tidak bisa dipungkiri juga pada saat yang sama laki-laki itu juga selalu membuatnya menangis diam-diam beberapa waktu terakhir ini). Tapi ya... laki-laki itu adalah satu-satunya laki-laki yang dicintainya. Bagaimana mungkin dia akan meminta putus? Sanggupkah? Hanya saja rasa sakit ini sudah tidak bisa ditahan lagi... Bodoh rasanya jika terus dipertahankan.

Sudah waktunya untuk memutuskan. Pikirnya.

Gadis itu memasang kembali cincin itu ke jari manis sebelah kirinya. Semuanya masih bisa berubah. Dia berpikir begitu. Sebelum dia mengucapkan kata-kata perpisahan itu langsung dari mulutnya di depan laki-laki itu (yang kemungkinan sepuluh atau lima belas menit lagi akan ditemuinya) semuanya bisa saja berubah. Gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sebuah tempat makan yang sepertinya sudah menjadi tempat yang wajib didatanginya dengan laki-laki itu. Tempat itu terlalu banyak kenangan. Dan sekarang apakah dia harus menuliskan catatan lain yang jujur saja menyakitkan di tempat yang menjadi favoritnya sepanjang masa? Apakah dia bisa melakukan itu?

Dalam otaknya sekarang dia sudah bisa membayangkan bagaimana suasana ketika dia membuka pintu dan melihat laki-laki itu duduk di sebuah meja menunggunya. Sudah berapa lama mereka tidak bertemu sejak laki-laki itu memutuskan pergi dulu? Dua tahun? Tiga tahun? Entahlah... Menghitung semua waktu yang berlalu sama saja mengurai satu per satu rasa sakit itu lagi. Tapi, dalam pikirannya, laki-laki itu menyambutnya, tersenyum rikuh dan menyambutnya dengan segelas kopi hangat favorit mereka berdua.

Gadis dan laki-laki itu kini duduk berhadapan. Hening sepersekian detik sebelum akhirnya laki-laki itu bertanya "Apa kabar?" dan gadis itu menjawab "Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?" kemudian laki-laki itu menjawab lagi "Aku juga baik-baik saja." lalu kemudian hening kembali. Biasanya gadis itu bukanlah tipe orang yang menanti seseorang untuk mengajaknya berbicara atau menunggu seseorang melontarkan sebuah topik pembicaraan yang menarik. Dialah yang biasanya memiliki ide dan sesuatu untuk dibicarakan. Tetapi kali ini rasanya dia tidak mau. Dia memaksa otaknya untuk meminta bibirnya agar tidak bicara satu patah katapun. Dia ingin melihat sebesar apa keinginan laki-laki itu untuk mempertahankan hubungan ini. Dia ingin tahu bagaimana perasaan laki-laki itu terhadapnya kini.

Hening cukup lama. Kalau saja ponsel laki-laki itu tidak berdering saat itu suasana akan tetap rikuh (meskipun suara dering ponsel itu tidak mencairkan suasana sama sekali tetapi semakin membuat gadis itu kesal). Gadis itu tidak membahas apapun soal ponsel ataupun meminta laki-laki itu untuk menjawab teleponnya kalau memang itu telepon ataupun membalas pesan singkatnya kalau memang itu pesan singkat. Dia benar-benar tidak mau bicara sepatah katapun. Dia sudah lelah memulai. Dua atau tiga tahun belakangan ini sepertinya semua yang ingin dimulainya kembali seperti diabaikan. Kini giliran laki-laki itu untuk memulai apapun yang terjadi. Atau paling tidak kalau dia mau mengakhirinya saat ini juga, dia seharusnya mengatakan itu daripada harus menggantung seperti ini karena gadis itu sudah siap apapun yang terjadi pada hubungan akhir mereka ini.

Cangkir kopi itu disentuhnya meskipun tidak ada sedikitpun keinginan untuk menyesap isinya walaupun itu adalah minuman kesukaannya. Dia bersumpah, lebih lama lagi dia duduk di tempat itu dia akan menangis lalu pergi dari tempat itu berurai air mata. Tapi pentingkah? Sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Jadi ayolah, hey laki-laki di depanku! Katakan sesuatu... Ataukah aku yang harus mengatakannya terlebih dahulu? Kalau begitu baiklah...

Dia baru saja akan mengatakan sesuatu, gadis itu, ketika semua memori tentang kebersamaan mereka menyerbu pikirannya seperti ribuan semut yang menyerang sebongkah black forest yang ditinggalkan begitu saja di atas meja makan. Tawa itu, bahagia itu, pelukan itu, genggaman tangan itu, semuanya tiba-tiba saja melayang-layang di depan matanya bagaikan ribuan gelembung-gelembung sabun ajaib yang entah bagaimana berubah fungsi menjadi proyektor dan menampilkan semua kenangan masa lalu itu.

Jika dia mengatakannya saat ini, untuk menyudahi hubungan ini, lalu bagaimana dia? Bagaimana dia bisa menghapus semua kenangan yang baru saja kembali di bawa oleh gelembung sabun khayalannya sendiri yang sialan itu? Bagaimana bisa dia melupakan laki-laki ini? Butuh berapa lama dia untuk bisa menghapus semuanya? Satu tahun? Dua tahun? Selamanya? Dia yakin akan sulit. Walaupun... ponsel yang berdering tadi itu sudah bisa jadi bukti jelas bahwa laki-laki itu akan melupakannya sedetik setelah dia mengatakan kata-kata 'ajaib'-nya nanti.

"Sudah cukup. Kita sebaiknya sudahi semua ini."

Kurang lebih begitukah? Atau kalimat itu terlalu sederhana? Sederhana, mungkin, tapi mengucapkannya seperti menelan ratusan pil sakit kepala dalam satu waktu. Sulit.

Entah dia sadar atau tidak tapi baru saja dia mengucapkan kalimat itu (OH TUHAN BAGAIMANA MUNGKIN DIA BISA?) dan... tak ada kalimat lain lagi yang meluncur dari bibirnya ataupun laki-laki itu. Itu artinya dia berhasil? Semua ini sudah berakhir? Hanya begitu sajakah?

Otaknya memerintahkan tubuhnya untuk bangkit dan tangan kanannya terjulur ke arah laki-laki itu. Menawarkan sebuah jabatan tangan. Untuk apa? Tanda persahabatan? Ataukah sebuah persetujuan? Tapi laki-laki itu menjabatnya dalam diam dan gadis itu melangkah pergi sebelum akhirnya semuanya buyar dan dia sadar dia berada di depan sebuah pintu yang butuh dibuka untuk dapat masuk. Dia melihat laki-laki itu menunggu di dalam, duduk di depan sebuah meja dengan dua cangkir kopi panas yang tersedia di atasnya. Ketika gadis itu masuk, laki-laki itu menyambutnya dengan tersenyum. Gadis itu bisa bernapas lega sekarang dan berharap semua isi kepalanya tadi tidak akan pernah menjadi sebuah kenyataan. Dia hanya mencintai laki-laki itu. Hanya dia. Satu-satunya.
Hihihi... jarang-jarang nih gue memulai review dengan cara seperti ini, tapi dua hari menonton MV terbaru BoA yang diambil dari album barunya yang berjudul "Only One" versi drama-nya tiba-tiba aja jadi mikir, sebenarnya cerita yang mau dikasi di MV itu kayak gimana sih? Dan dalam bayangan gue begitulah. Sebenarnya ceritanya nggak selesai karena di MV-nya sendiri juga endingnya sangat menggantung (atau ini cuma perasaan gue doang?). Tapi kayaknya nggak, emang menggantung.

Oh hai! Apa kabar? Bahahaha... terakhir kita ketemu gue lagi bahas om-om jablay galau jodoh ya? Oh nggak... C-Clown deng. Walaupun cuma profil singkat doang. Nah sekarang kita kembali ke basic yuk! Kembali ke SMTOWN yang kayaknya selama tahun 2012 ini memang sangat panen sekali ya. SM Entertainment udah pantes berubah nama jadi SM Enterpanenment dan singkatan Star Museum diganti aja jadi Sumber Money gitu kan. Berlebihan tapi terserah gue dong. Biar kece mece bleketepe gitu kan.

Kalau kemaren SM membeli lagu komposer luar negeri untuk Electric Shock (Belanda--Om kita tersayang William Laseroms yang sudah berbaik hati untuk AHEM hahaha still a secret ya besok kalo udah fix gue kasi tau) dan Sexy Free & Single sekarang BoA kembali dengan hits title ciptaannya sendiri. Untuk MV sendiri seperti biasa sih SM merilis teaser MV dulu dan kemaren teaser MV yang keluar punya judul "DRAMA VERSION" sedangkan pas MV-nya dirilis yang muncul malah "DANCE VERSION". Beberapa temen-temen pembaca seksi udah nyuruh review sejak Dance Version rilis tapi gue tetep nunggu Drama Version-nya soalnya gue rasa lebih seru gitu kalau nge-review yang drama version kan. Dan bener aja, nggak lewat dari dua hari langsung rilis drama version dan kemaren baru sempat download sekalian siaran.
*

*
Dance Version-nya seru. BoA seperti biasa menyajikan performa terbaiknya dalam setiap penampilan dan energi-nya bener-bener berasa banget di dance version MV ini. Koreografernya adalah team ‘NappyTabs,’ yang juga terkenal di Hollywood karena udah sering kerja sama dengan Madonna, Aguilera dan J-Lo. Oh iya, nanti BoA juga bakalan maen film dance gitu dan akan diproduksi di Hollywood. Judulnya COBU. Ngeliat MV ini aja udah seru banget ya kayak lagi joget sama ular gitu saking serunya dance-nya BoA apalagi kalau nanti dia muncul di film? Nggak cuma sama uler lagi kayaknya, anakonda. Tapi di dancer-dancer nya jadi ganti nih :( Semuanya bule dan kayaknya sih ada yang Asia tapi yang jelas bukan dancer BoA yang biasanya mendampingi dia di MV sebelumnya (Hurricane Venus & Copy & Paste). Ah gue merindukan mas-mas berdada besar itu padahal. Anyway, gue kemaren coba-coba niru dance-nya BoA di MV ini dan langsung kejang otot dan kram otak. MV ini disutradari oleh kakak cowoknya BoA sendiri: Kwon SoonWook. Syutingnya di studio punya SM (kayaknya--atau memang?) yang juga gue curigai sebagai studio tempat syuting MV Happiness, Its You Drama Version, Hot Summer, Hello dan Paparazzi. Konsep kompleks-kompleks rumah dan blok-blok bangunannya mengingatkan gue dengan semua MV itu. Dan hey! Biasanya nih SM kan suka kerasukan kalau bikin MV dengan gaya A pasti MV berikutnya juga ikutan gaya A. Bisa jadi ini besok SNSD kalau comeback bakalan menggunakan konsep studio yang sama juga. Ya kayak Paparazzi juga.
*
Gue lumayan agak kecewa sih sama SM, karena semakin ke sini semakin terkesan bener-bener kejar setoran. Nggak tau setoran apa. Setoran cicilan buat gedung baru kali. Entahlah. Track List ALBUM KETUJUH (pake huruf besar tuh) ini kenapa malah cuma kayak mini-album doang kesannya? Dibandingkan dengan album BoA yang ke-6 kemaren track-tracknya asik-asik dan fresh tentu saja. Tapi yang ini gue nggak tau ya, kenapa juga SM harus menyebutnya sebagai ALBUM bukan MINI ALBUM. Apakah karena BoA sudah sebesar itu dan karena sebesar itu jadi nggak ada istilah MINI ALBUM? Tapi ini pemborosan nih. Track-tracknya sedikit dan terkesan miskin. Sejauh ini gue hanya jatuh cinta sama main title-nya "Only One" sama satu lagu yang judulnya "The Top". Ini list lengkap track di album ini:
      1. Only One
      2. The Shadow
      3. 네모난 바퀴 (Hope)
      4. Not Over You
      5. The Top
      6. Mayday! Mayday! (너에게 닿기를 간절히 외치다)
      7. One Dream (ft Henry Super Junior-M)
      8. Only One (Inst.)
      9. The Shadow (Inst.)
Agak kecewa kenapa harus ada lagu One Dream disitu karena itu kan lagu udah rilis tahun awal tahun ini sebagai soundtrack dari K-Pop Star. Harusnya kan beli satu lagi aja gitu dari komposer mana lagi buat memperkaya isi albumnya. Dan gue rasa nggak perlu deh ada dua track instrumental. Beneran, lebih mending nambah dua lagu lain walaupun mungkin nggak begitu oke ataupun nggak begitu boom! daripada instrumental. Agak kecewa tapi yasudahlah... It's BoA anyway. Walaupun agak iri (tumben) sama Super Junior yang kemaren full album-nya track-nya 10. Dan itu pun bakalan ada repackaged dalam waktu depan. Sementara kayaknya kali ini BoA nggak akan ada repackaged deh... Tapi semoga ada ya. Mari kita tunggu.

Promosi album ini menurut Facebook SM sih katanya unik. Karena setiap jam ada semacem reminder gitu kayak reminder waktu solat di SBS dan di SBS juga nanti bakalan tayang special TV Show nya untuk promo album ini "BoA4354" yang akan tayang 28 Juli 2012.

Oh iya, kalo dari pertama denger, gue langsung suka sama Only One. Mungkin karena BoA menulisnya dengan sepenuh jiwa raga sampai berdarah-darah kali ya jadi perasaannya sampe gitu. Dan pas baca lirik inggrisnya juga langsung yang nyeh banget gitu walaupun itu sebenarnya lagu cewek. Cuma ya tetep aja feelingnya dapet banget. Mana BoA juga nyanyinya asik walaupun nggak banyak bagian yang teriak-teriak dan pamer nada tinggi. The Shadow nggak tahu kenapa kedengeran masih kayak Hurricane Venus tapi yang ini temponya lebih agak kebawah sedikit dibandingkan Hurricane Venus. Lumayan asik sih lagu itu. Hope sangat Amerika sekali. Kayak lagi ngedengerin penyanyi-penyanyi macem Demi Lovato (maap gak tau penyanyi pop lain aduh gue gak gaul) gitu. Not Over You juga ballad lumayan asik tapi tetep ada nuansa Amerika juga dan The Top yang jadi favorite gue karena lagunya lumayan dangdut. Mayday Mayday mayan galau :p Dan sejak dirilisnya album ini via situs musik Korea, langsung 'membunuh semua' (all-kill) maksudnya. BoA akan comeback minggu depan nih. Udah nggak sabar liat dia perform di TV lagi.

Sebelum lanjut ke review MV, silahkan cek dulu Drama Versionnya:
*


Drama version ini kurang lebih  menceritakan lirik lagunya dan kurang lebih itu jalan ceritanya versi gue yang kayak di opening tadi. Cowoknya ini YooAIn kalau gue nggak salah informasi dari google sih dia juga yang main di Fashion King sama Yuri SNSD. Nggak banyak akting yang gimana-gimana di drama version, cuma maenan ekspresi sama megang-megang leher doang. Tapi entah kenapa penampilan couple ini kok ya lucu :D

Nah beberapa hal menarik yang gue temukan di MV Only One baik Drama Version atau Dance Version adalah sebagai berikut:

#1 MV ini dibuat oleh Metaoloz Creative Group Co.,ltd yang juga membuat MV "Game" BoA di comeback-nya dua tahun yang lalu. Salah satu alasan yang bisa dimengerti kenapa akhirnya konsep dance versionnya nggak cuma sekedar kayak MV dari SM yang lain karena kemungkinan ini dikerjakan oleh production house luar bukan production house SM (walaupun studio mungkin punya SM). Metaoloz Creative Group ini tidak lain dan tidak bukan pemiliknya adalah kakak laki-laki BoA sendiri yaitu Kwon SoonWook lulusan HongIk University. Keren ya? Nggak cuma MV BoA doang yang dipegang sama kakaknya, tapi Metaoloz juga membuat MV dari Block B (WannaB dan 그대로 멈춰라) dan juga MV Girl's Day ('한번만 안아줘' dan '반짝반짝'). Metaoloz juga mengerjakan banyak TVC. Menurut gue kenyataan bahwa BoA di dua MV terbarunya memilih untuk dikerjakan oleh production house luar bukan dari dalam SM adalah menarik :p Sekarang BoA udah punya saham yang lumayan gede di SM dan entah kenapa gue berpikir itu jadi bikin dia jadi lebih bisa ngambil keputusan sendiri. Silahkan add Kwon SoonWook di Facebook-nya atau follow twitter-nya.

#2 Di drama version, MV dibuka oleh BoA yang sedang bingung harus melakukan apa dengan cincin yang ada di tangannya itu. Kalau mengacu pada cerita gue ya kayak sebenarnya dia emang masih sayang banget sama orangnya tapi ragu-ragu juga untuk mempertahankan hubungannya. Walaupun pada akhirnya dia tetep menggunakan cincin itu juga untuk menemui cowok itu dengan harapan (menurut gue) supaya itu cowok liat kalau sebenarnya dia masih mau loh jalanin hubungan ini.
*
*
Cincin ini kembali ditunjukkan di menit 02:48 ketika suasana semakin membosankan bagi BoA, dia jadi kayak bete gitu kenapa sih ini cowok malah menyebalkan, nggak ngomong apa-apa, nggak liat apa ini cincin udah gue pake lagi, goblok! Kayak gitu. Jadi semacam BoA nya kesel karena si cowok nggak ngomong apapun sampe remes-remes ujung bajunya. Walaupun pada awalnya gue curiga sebenarnya itu BoA kebelet pipis. Adegan berikutnya dia pergi kan? Nah itu mau ke toilet. Ngarang.
*
Tapi yang unik adalah sebenarnya semua kejadian di drama version adalah bahwa semua kejadian setelah BoA membuka pintu hanyalah khayalannya dia. Ini analisis gue:
*
Di awal kan BoA-nya ragu-ragu apakah itu cincin harus dia pake atau nggak, tapi toh dia pake juga. Nah dalam perjalanan ke kafe itu perasaannya bergejolak, kayak gimana sih nanti ini pertemuan gue sama cowok gue (yang menurut gue kenapa akhirnya jadi awkward adalah karena mereka kayak udah lama nggak ketemu trus hubungannya jadi gantung dan alot banget) apakah gue masih bisa ketawa-ketawa kayak dulu lagi atau gimana. Udah lama nggak ketemu soalnya. Ini ceritanya BoA yang ngomong.
*
*
Nah jadi itu sepanjang perjalanan BoA-nya mikir. Mikirnya tapi mikir jelek. "Aduh gimana ya kalo misalnya bener-bener hubungan kita gak bisa diselametin lagi. Aduh gimana dong kalo misalnya gue harus putus sama dia? Tapi kalo gue gak putus gimana dong ini lagu judulnya Only One udah gue tulis dan ceritanya kita putus gitu. Kalau kita gak jadi putus, lagunya sia-sia dong." Dan ya kenyataan, lirik lagunya sama ending MV-nya jadi nggak sinkron. Cuma sinkron-nya sama pas khayalannya BoA doang.

Kenapa gue bilang itu khayalannya? Coba deh kalian cek menit setelah BoA berdiri dan kamera nge-zoom ke mata-nya BoA (03:59-04:01) dan kemudian kamera berputar 360 derajat dan kembali ke adegan BoA lagi buka pintu di menit 04:05 seperti halnya dia membuka pintu di awal (00:48). Nah sebenarnya di menit terakhir dia buka pintu (seolah-olah) lagi itu adalah awal dari cerita di MV ini sementara yang sebelumnya itu cuma khayalannya dia doang. Liat bagian ini:
*
*
(FYI AJA ITU EFEKNYA KEREN BANGET DAN GUE SUKA) Awalnya gue berpikir "Oh di bagian ini BoA-nya dicabut nyawanya trus dia berubah wujud/reinkarnasi jadi busa sabun!" "Waduh gak penting banget reinkarnasinya jadi busa sabun. Umurnya dikehidupan kedua cuma sedetik terus pecah dong, Ron." "Udah lo iyain aja kenapa sih." kayak gitu. Ceritanya itu gue berantem sama alter-ego gue. Tapi kalau menurut gue ini adalah sebuah visualisasi kalau akhirnya di BoA ini sadar dari lamunannya. Gampangnya sih kayak visual dari buyarnya semua keparnoan yang ada di kepalanya tadi. Makanya kemudian muncul semua kenangan-kenangan mereka berdua di kafe itu yang tergambar di busa-busa sabun itu kayak yang ada di gambar ini:
*
*
Sekalian itu busa sabun mau ngingetin si BoA kalau masih ada harapan. Kayak yang gue tulis di cerita dia atas, masih bisa berubah sampai akhirnya mereka ketemu. Nah tadi kan mereka belom ketemu karena BoA pas buka pintu langsung mengkhayal. Gitu... Coba deh ditonton lagi MV nya :D Dan hey, walaupun ini Metaoloz, tapi tetep aja ya ada unsur Illuminati satu-mata nya :p Adegan yang mana? Udah jelas laaah yang itu.... kkk~ Nah kembali lagi ke ceritanya, menurut lo, happy ending gak? Apakah akan berlanjut? Hmmm.... Kalo dari senyum-senyumnya di akhir MV sih gue mikirnya mereka happy ending. Liriknya kan bilang, "Walaupun gue sakit dan bodoh, tapi lo tetep satu-satunya yang gue cintai dan nggak mungkin gue lupakan..." jadi kayaknya si BoA tetep bakalan sama si cowok deh.

Dan ini jadi ngegosipin hubungan orang.

Padahal cuma hubungan di MV.

Udah gila.

#3 Di drama version, BoA menggunakan sepatu hak tinggi jaring-jaring yang nggak tau kenapa kok gue ngeliat warnanya berubah-berubah walaupun nggak berubah drastis dari merah ke putih atau dari hitam ke pink misalnya. Hehehe... di detik 00:06 mata gue mengenali warna sepatu BoA sebagai warna abu-abu kayak warna jeans atau celana anak SMA gitu.
*
*
Tapi tiba-tiba mata gue katarak dan di adegan berikutnya gue melihat sepatu BoA bewarna biru seperti warna jeans-nya.
*
*
Dan entah kenapa tiba-tiba beberapa detik setelah itu (00:34) kataraknya membaik dan warna sepatunya kembali jadi abu-abu seperti sedia kala. Walaupun pas di close up di menit ke 02:41 warnanya jadi galau. Sebenarnya itu biru atau abu-abu sih? Atau abu-abu kebiru-biruan? Hahaha... Efek pencahayaan membuat warnanya kadang-kadang tajem kadang-kadang pudar. Mata gue salah nih kayaknya perlu di operasi lasik.
*
*
#4 Anting BoA di drama version logonya sama kayak bajunya di dance version. Peace sign. Sounds like what guys? Hmmm... hahaha silahkan googling sendiri apa dan bagaimana dan kontroversi apa yang ada di balik simbol peace ini.
*
*
#5 Di MV Drama Version, ada dua cangkir kopi di atas meja. Ketika awal MV dan BoA mulai duduk, itu kopi udah tersedia diatas meja. Kemungkinan sudah dipesan duluan sama cowoknya karena cowoknya tau BoA suka ngopi kayak tukang becak aja kopinya kopi item. Tapi yang agak menggelitik, setiap adegan mereka berdua, itu kopi nggak ada asepnya sama sekali yang menunjukkan kalo itu kopi masih anget. Sedangkan waktu kopinya di close-up di menit tengah-tengah (01:08) kopinya masih berasep... Kemana asepnya? Apakah karena jarak kamera yang terlalu jauh jadi asepnya nggak keliatan? Atau asepnya udah disedot masuk ke lubang idung cowok itu semua?
*
*
#6 Kalo poin yang ini kalian harus nonton MV-nya deh, di menit 01:36 ada bayangan-bayangan aneh di kaca pintu toilet yang ada di sebelah kanan tempat BoA duduk dan di kaca etalase yang ada di sebelah kiri YooAIn duduk. Beneran dan itu bayangan geraknya sesuai sama beat lagu. Hahaha... Setting MV Drama Version memang banyak kaca dan itu yang bikin gue kagum. Gimana bisa kamera dan kru gak bocor sama sekali di kaca-kaca itu? Tapi kayaknya itu yang di pintu toilet bocor dama etalase deh kru-nya :p Beneran lucu loh kayak gerakan orang lagi nge-dance.
*
*
"Loh Ron bisa aja kan itu pelayan kafe atau pemilik kafenya!" Iya gue juga awalnya mikir gitu kok. Tapi since itu kafe dari awal BoA masuk nggak ada orang sama sekali dan BoA-nya juga bebas-bebas aja keliling-keliling kafe itu sesuka dia, jadi gue simpulkan kalau di kafe itu hanya ada mereka berdua saja dan nggak ada orang lain. Tapi iya juga sih aneh, kenapa bisa kafe gak ada pelayannya yang keliaran atau berdiri di deket mesin kopi? Trus itu kopi siapa yang bikin? Masa si cowok bikin sendiri. Atau itu sebenarnya kafe-nya dia? Iya sih bisa jadi. Udahlah ribet.

#7 Kalau kalian perhatiin, di setiap adegan di MV ini pasti ada gambar botol ini:
*
*
Kalau sekilas diliat kok kayaknya itu botol ada dimana-mana dan kesannya banyak ya padahal sebenarnya cuma ada di meja itu doang dan mejanya memang pindah-pindah. Karena kalo diliat dari jarak terjauh kamera di set kafe-nya botol dan meja itu cuma ada satu ya posisinya disitu. Kecuali pas adegan BoA duduk di kursi pijet misalnya ada juga kan itu botol di belakangnya, mungkin mejanya dipindah atau kursi pijetnya yang ditaruh di tengah-tengah set karena kembali lagi dari jarak terjauh kamera ke set kafe nggak ada satupun kursi pijet disitu. (Maksudnya kursi pijet itu kursi yang di menit 01:20)
*
Shot jarak terjauh kamera ke set kafe, nggak ada kursi pijet dan botol cuma ada di belakang BoA
sdd*
Dan masih masalah si botol hehehe, perhatiin deh di detik 00:55, jarak meja botol yang sama dengan BoA terkesan kayak deket banget kayak nempel sama punggung BoA tapi pas shot berubah di 00:56 jaraknya jadi lumayan jauh sama BoA-nya dan nggak ada kesan memunggungi botol itu (mungkin masalah angle kamera yang berbeda). Dan di menit yang lain, jarak meja botol dengan kursi yang ada di sebelahnya sangat dekat sekali (01:04) sementara di detik 01:39 jarak meja botol dengan kursi yang di sebelahnya jadi jauhhhhhhh....
*
*
#8 Mau iseng lagi? Detik 02:55 ada lemari isinya cangkir-cangkir. Gue udah itungin itu jumlahnya ada 50 cangkir, nah tugas kalian adalah menghitung ada berapa banyak tatakan cangkirnya? HAHAHAHA... Nah tadi sempat ngebahas bocor di poin ke 6, di adegan BoA lagi jalan depan lemari cangkir ini bisa dibilang kamera berhadapan langsung dengan kaca lemari tapi nggak bocor sama sekali xD Gue suka banget sama adegan kaca-kaca kayak gini... Gak tau kenapa. Suka aja.
*
*
#9 Ada efek Edward Cullen bejemur di terik matahari yang timbul tenggelam hilang muncul mulai 03:13 sampai 03:33. Setiap ganti angle kamera pasti efeknya hilang dan pas ganti lagi muncul lagi. Dapet ide dari mana sih pake efek-efek vampir bejemur giniiii yawloh aku jadi pengen juga bisa ngedit video begini yawloh.
*
*
#10 Balik ke awal banget pas adegan BoA buka pintu, hahaha ini yang lucu yang harusnya gue tulis duluan tapi jadi lupa... Perhatiin gak sebenarnya pintu kafe itu ada dua, yang BoA buka itu adalah pintu keduanya. Perhatiin gambar pertama ada engsel pintu di bagian atas kiri dan itu pintunya sedang terbuka. Dan ketika pindah posisi kamera pas disyut dari dalem, pas BoA buka pintu, pintu yang ada di belakangnya malah ketutup :p Liat engsel pintunya dan kaca pintunya juga keliatan lagi ketutup sementara sebelumnya kaca pintunya gak keliatan karena pintunya kebuka :D Gak tau kenapa gue paling suka bagian yang ini hahahaha
*
*
#11 Ada sebuah tulisan yang gue gak tau apa tapi kebaca beberapa huruf di menit 03:32 di jendela bagian belakang BoA. Kira-kira dari mana ya? Dinding? Ada truk lewat? Hmmmm...
*
*
#12 Ada banyak sekali judul lagu BoA yang ada kata/angka "ONE" nya. Selain ONLY ONE, di album ini ada ONE DREAM. BoA juga punya lagu terkenal NUMBER ONE dan lagu yang lain ada BE THE ONE, 완전한 날개 (One Wings - Embracing Each Other), dan Revolution-code:1986-1105 feat.RAH-D. BoA kayaknya suka angka satu.
*
#13 Perhatiin pas BoA jalan menuju kafe di 00:26, disitu telinganya kanannya keliatan karena rambutnya dibawa ke belakang telinga, tapi pas masih adegan jalan di detik berikutnya (00:32) rambutnya yang dibawa ke belakang telinga udah nutupin telinganya, dan hahahaha setelah itu balik lagi ke belakang telinga di 00:35. Dan ngerasa gak sih di MV ini telinga BoA yang keliatan cuma yang kanan! Yang kiri jangan-jangan dimakan Snorkack Tanduk Kisut.
*
*
#14 Masih ada loh! HAHAHA Aduh ini dia yang gue suka dari review drama version :p Di menit 02:27 sama 02:31. Di 02:27, pintu kamar menuju kamar mandi yang ada di ujung (tempat ada bayangan di poin sebelumnya) itu kan ketutup. Nah di 02:31 tiba-tiba aja kebuka. Kkkk~~~ Ternyata memang kamar mandi itu berhantu.
*
*
#15 Kita ke Dance Version. Okay, di 00:32 itu posisi sepedanya lumayan jauh dari tempelan di dinding di deket sepeda tapi di 00:34 tiba-tiba saja sodara sodara sepedanya berpindah dan tadaaaa sudah ada di depan tempelan di dinding... hihihihi... dan di 00:46 dia menjauh lagi dan begitu seterusnya. Dan di menit-menit berikutnya justru tambah parah itu malah posisi sepedanya jadi berubah, hihihi kalo digambar di bawah ini kan ban  belakangnya mengarah ke kiri kamera, nah di adegan-adegan belakang (cek 02:51) ban belakangnya jadi  mengarah ke kanan kamera. Tapi itu karena udah ganti jam sih kayaknya. Pas adegan awal langitnya masih oranye, pas pindah arah itu udah malem. Jadi mungkin begitu logikanya walaupun gue gak ngerti.
*
*
#16 Sama halnya dengan mobil yang ada di sana pas siang kepalanya ngadep ke depan kamera (00:20) dan pas malem udah ngadep ke arah lain (03:22). Dan lucunya itu pas di 00:20 mobilnya parkir berseberangan dengan tulisan dilarang paskir. Kayak pas Chanyeol di MAMA gak boleh belok kanan, dia jalan ke kiri. Abaikan kalo gak ngerti. Atau baca review MAMA Part 2.
*
*
Gimana gimana gimana? Dance Version-nya kurang banyak ya? Hmmm... Iya nih kalo kebanyakan takut bosen kan. Jadi mending kalo misalnya kalian niat nontonin, trus nemu ada sesuatu, silahkan komen di bawah ini ya! Oh dan ini pekerjaan tengah malem jadi pasti akan ada typo atau mungkin gue salah liat di MV. Jadi kalo gue salah harap di koreksi. Komen boleh, mensyen juga boleh. Okesip. Bye bye~~~

Pesan terakhir gue adalah, "Baekhyun itu orang baik, jadi mari kita ngefans sama Baekhyun! Dan hey! Jangan lupa ikutan giveaway yaaa! Cek favorite twitter gue :D"

Makasiii selamat makan sahur!




Share:

24 komentar