Whats Up July? [PART 1]

Thanks Rizkyrose for this :)
*
Sudah bulan Juli aja. Bener-bener nggak berasa banget waktu berlalu begitu cepat, eh? Beberapa bulan belakangan ini gue juga jadi jarang update blog, kalo nggak karena EXO comeback dan komitmen untuk bikin review hahaha itupun di review terakhir juga buntu setengah mati karena MV-nya yang polos-polos aja. Alhasil berujung dengan banding-bandingin MAMA dan WOLF (but it works, I guess).

Seiring dengan memasuki tengah tahun, gue jadi ingin menceritakan apa-apa yang terlewatkan selama beberapa bulan terakhir. Hmmm banyak. Banyak banget yang terlewatkan dan terlalu indah untuk ditulis. Hehe Part 1 ini mungkin akan lebih banyak bercerita tentang..... Ah.

Mei terlewati begitu saja tanpa cerita tertulis. Biasanya kalau sudah masuk bulan Mei, gue akan sangat sibuk memikirkan hal-hal seperti apa yang akan gue lakukan setelah tanggal 3, bagaimana hidup gue setelah tanggal 3, target apa yang ingin gue capai setelah tanggal 3, apa yang sudah tercapai selama setahun terakhir dan apa yang belum tercapai. Ya biasanya seperti itu. Dan 3 Mei terlewati begitu saja tanpa menulis sedikitpun tentang harapan dan pencapaian.

Bosan?

Sebenarnya nggak juga. Kalau misalnya gue bosan menulis, itu artinya gue akan keluar dari pekerjaan gue sekarang dan berhenti ngetweet untuk selama-lamanya.

Bukan kebosanan yang membuat gue berhenti menulis resolusi seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Mungkin lebih kepada.... mager? Permasalahan terbesar gue adalah itu. Setelah negara api menyerang dan Chanyeol muncul dengan rambut pendek dan Kris semakin kece gue jadi mager. Trus jadi nyalahin orang.
Beberapa tahun terakhir gue selalu menulis di hari ulang tahun gue. Kadang dulu waktu masih SMP dan SMA, bela-belain melewati pergantian usia (yang katanya sih selalu jam 00:00 padahal belum tentu juga. Gue lahir subuh sekitar jam 5 berarti idealnya ulang tahun gue rayakan seharusnya bukan jam 00:00. Tapi karena budaya barat kurang ajar itu telah merasuki segala sendi kehidupan jadi yasudah dimaafin). Gue ulang, dulu waktu SMP dan SMA gue selalu berusaha melewati detik-detik pergantian usia dengan begadang.

Ya. Sebocah itu loh. Nunggu jam 00:00 cuma buat merasakan bagaimana sensasi berubah dari usia X ke usia Y. Padahal sebenarnya nggak ada sensasi apa-apa. Dulu gue pernah nonton film Disney, versi manusia dari Little Mermaid yang walaupun agak failed gue tetep nonton juga. Ceritanya simpel, ketika usia pemeran utama 13 tahun maka dia akan berubah menjadi ikan duyung. Mulai muncul sirip, tangannya lengket, bisa mengalirkan listrik dan sebagainya.

Oke mungkin gue nggak berubah jadi ikan duyung tetapi momen pergantian usia di film itu bener-bener terasa. Sementara 23:59:00 di tanggal 2 Mei dan 00:00:01 di tanggal 3 Mei rasanya sama saja. Nggak ada sirip yang muncul. Nggak ada listrik yang tiba-tiba terpancar. Nggak ada apa-apa yang lengket di tangan. Yang ada ngantuk gak ketulungan.

Tapi momen pergantian usia yang selalu gue tungguin saat SMP dan SMA berlangsung cukup seru. Gue bisa menulis semalaman tentang apa yang gue inginkan di usia yang semakin bertambah. Gue bisa meronta-ronta kepada Tuhan kenapa gue begini dan kenapa gue begitu. Gue bisa curhat habis-habisan sama buku harian dan komputer. Bahkan, hal yang paling konyol adalah menunggu ucapan selamat ulang tahun dari orang yang bener-bener di harapkan (walaupun pada akhirnya dia baru ngucapin sekitar 23:59 keesokan harinya).

Gue iri sama diri gue yang dulu. Bagaimana gue begitu rajin mengkhayal. Begitu rajin baca buku. Begitu rajin menuliskan apapun yang gue rasakan sementara sekarang rasanya begitu mager. Lagi-lagi kata itu muncul.

Di usia yang ke-22 tahun ini, rasanya terlalu kekanak-kanakan kalau menunggu ucapan selamat dari orang lain. Kadang bener kata orang, semakin dewasa kita semakin tidak peduli kita tentang bagaimana orang lain melupakan ulang tahun kita. Bener gak sih? Atau itu cuma gue aja?

Well, sebenarnya gue peduli. Sebenarnya gue menunggu ucapan selamat itu. Tapi apakah gue harus meronta-ronta lagi kepada Tuhan kalau misalnya orang lain lupa sama ulang tahun gue? Kan nggak bisa juga. Dalam pikiran orang lain ada banyak masalah dan hal yang lebih urgent dari sekedar ucapan selamat ulang tahun. Karena gue sendiri terkadang lupa sama ulang tahun temen gue, jadi ketika mereka melupakan ulang tahun gue bukankah itu jadi hal yang wajar? Kita kan nggak bisa menuntut orang lain untuk sempurna sebelum kita sendiri menyadari kekurangan kita dan berusaha memperbaikinya. Walaupun gak bisa juga jadi yang sempurna.

Tapi gue bersyukur. Di tengah segala hal yang begitu membuat gue terhanyut dalam dunia ini (apa banget), di tengah segala hal yang rasanya menekan dan membuat stres, masih ada banyak orang yang peduli. Masih ada banyak orang yang ternyata inget ulang tahun gue. Masih ada banyak orang yang mau dan berkenan mengucapkan selamat ulang tahun, memberikan doa restu, memberikan harapan ke gue. Sementara yang gue berikan ke mereka selama ini hanyalah tweet berisi caci maki ke EXO. Tuhan sangat sayang gue. Inilah kenapa gue selalu menyesal setiap kali gue berbuat salah.

Bertambahnya usia sebenarnya bukanlah sebuah hal yang perlu dibesar-besarkan. Beberapa orang justru tidak ingin disebut berusia sekian sekian. Banyak orang justru menyembunyikan usianya. Terkadang mungkin gue meraung-raung "Udah umur berapa lo Ron? Masih begini aja kelakuan?" tapi sebenarnya gue nggak pernah terlalu memikirkan hal itu. Buat gue, usia hanyalah sekedar angka. Gue nggak mau dengan bertambahnya usia gue kemudian gue merasa terbatas. Maksudnya, mentang-mentang usia gue udah 22 gitu ya trus gue udah harus fokus memikirkan misalnya bagaimana gue akan hidup, pekerjaan apa yang gue harus lakukan, target menikah dan sebagainya. Nggak. Masih terlalu dini? IYA HAHAHAHAHHA

Gue tahu 22 tahun memang bukan usia ABG lagi tapi gue nggak mau dengan usia gue yang 'baru' 22 ini gue malah jadi kayak semacam terbebani buat merangkai masa depan. Well, masa depan itu akan datang apapun yang terjadi. Toh gue pikir, gue nggak pernah menyia-nyiakan waktu gue untuk hal-hal yang tidak bermanfaat-bermanfaat banget. Gue tetap memikirkan gue akan hidup dengan apa, pekerjaan gue apa, darimana gue bisa dapat uang, dan sebagainya. Gue masih memikirkan itu. Kecuali target menikah sih. Entah kenapa hal ini jadi semacem, "Oh well, let God do the rest. Let me just fanboying over my idol."

Gue sebenarnya udah curiga sama diri gue sendiri. Gue merasa diri gue telat gaul. Telat puber. Telat merasakan kenikmatan jadi ABG. Telah spazzing. Telat heboh. Telat segalanya asal nggak telat datang bulan.

17 tahun hidup di Mataram tanpa fasilitas semudah hidup di Jakarta membuat gue jadi semacem, lagi-lagi, mager. Basically, yang salah bukan Mataram, yang salah sebenarnya gue. Oke, fix. Gue sih nggak menyalahkan diri sendiri, nggak menyesali juga keadaan saat gue menjalani masa SMA. Nggak. Gue cuma semacem merasa bodoh. Kenapa dulu gue nggak bisa melakukan hal yang lebih banyak? Kenapa baru sekarang ketika kewajiban untuk hidup mandiri sudah datang dan sudah berkurang banget waktu buat happy-happy.

Kepribadian gue yang tertutup dan nggak punya banyak temen di jaman SMA membuat gue agak susah bergaul sekarang. Bersembunyi di balik akun twitter adalah hal yang paling nyata membuktikan bahwa gue sebenarnya bukan orang yang begitu punya banyak teman di dunia nyata dulunya. HAHAHAHA. Terlebih sekarang, saat semua temen-temen kuliah sudah pada sibuk dengan pekerjaannya, geu sibuk dengan pekerjaan gue (tapi tetep spazzing di twitter), semuanya terasa sangat sangat sangat sangat berbeda. Sedih aja.

Kekurangan pengalaman dalam menjalin pertemanan (kasian banget kesannya ya kayak nggak punya temen banget) membuat segala sesuatu menjadi sangat awkward jika sudah berhubungan dengan masalah itu. Beberapa kali mungkin gue berhasil mengatasinya tapi seringkali tidak. Seringkali gue masih merasa benar-benar tidak mengerti bagaimana harus bersikap, harus bagaimana kalau begini dan harus bagaimana kalau kondisinya begitu. Seringkali gue sekosong itu. Sebingung itu harus melakukan apa. Ya gue masih belajar soal itu. Semoga masalah ini cepat selesai dan gue bisa hidup normal (kesannya).

Tapi entah bagaimana awal Januari apa pertengahan gitu, gue kenal sama seseorang yang gue pikir adalah orang paling unik sedunia. Mungkin karena memang kepribadian kita yang mirip dan kelakuan kita yang 11-12 yang membuat gue akhirnya jadi lumayan gampang terbuka sama dia. Maksudnya bukan buka-buka aurat. Lebih ke kayak mau berbagi, cerita yang gitu-gitu. Walaupun tempat ketemuan kita agak tabu sih: tempat karaoke. Kesannya kayak gue gila party banget trus dia dateng sambil mabuk trus kita kenalan trus----drama. Ya pokoknya intinya gue punya temen baru gitu.

Jarang ketemu sih emang sama ini orang tapi kita sering banget ngobrol di twitter. Karena pas ketemu sama dia gue juga lagi sama temen-temen gue, akhirnya dia juga deket sama temen-temen gue. Karena kita semua adalah kumpulan orang-orang yang kalo udah megang microphone NAV berubah wujud jadi biduan dangdut semua, akhirnya kita jadi dekat satu sama lain.

Suatu hari di bulan Mei ketika gue sudah membeli tiket konser Super Show 5 dan siap menonton di awal bulan Juni, gue merasa sangat merindukan rumah. Ketika lo merantau selama beberapa tahun, akan ada satu momen dimana lo sangat merindukan rumah dan ingin pulang. Ya dan secara random momen itu datang ke gue ketika gue sedang menggunakan baju merah dan berada di tengah-tengah euforia grup lain yang sedang merayakan kemenangan dalam sebuah event. Gue merasa kangen rumah. Gue pengen pulang. Gue pengen ke Lombok. Buat sehari atau dua hari aja.

Susahnya punya rumah jauh sebenarnya karena berat diongkos.

Tapi ketika kata-kata, "Gue pengen pulang deh." keluar dari mulut gue. Seketika itu juga kata-kata lain ikut keluar, "Duit gue udah abis nih buat beli tiket Super Junior. Gimana ya? gue takut nggak bisa pulang kalau misalnya udah pindah kerja nanti. Gue takut nggak ada kesempatan karena gue yakin kerjaan di kantor yang baru nggak akan seleluasa dikantor yang lama,"

Dan saat itulah dia bilang ke gue, "Kalo lo udah mikir pengen pulang lo pulang aja. Masa lo rela beli tiket jutaan buat Suju tapi buat ketemu nyokap lo masih mikir?"

ANJIR.

YA ALLAH.

SELAMA INI GUE SUDAH MENGORBANKAN BANYAK HAL UNTUK----SUJU? GUE SE-PURE ELF ITU?
*
*
Gue jadi inget bagaimana gue sangat galau nggak bisa nonton Super Show 3 dulu karena bertepatan dengan hari libur dan itu juga nggak ada di Indonesia tapi adanya di Singapur. Buset. Gaya banget gue mau nonton ke Singapur? Sok banget sih Ron? Ngerasa orang kaya banget?

Gue jadi inget bagaimana pengorbanan gue mengumpulkan sepeser dua peser uang hanya untuk selembar tiket Super Show 4 dan akhirnya bisa nonton berkat dapet beasiswa hahahahha tapi kemudian setelah semuanya Alhamdulillah jadi mudah, kenapa gue tiba-tiba jadi takabur?

Dulu gue inget gue pernah bilang sama seseorang, "Gue pengen nonton Super Junior dengan beli tiket mahal, tentu saja. Tapi gue jadi beban sendiri. Ketika keluarga gue cari duit susah-susah masa gue mau leha-leha nonton konser?"

Dan gue menyesal kenapa pikiran itu nggak menetap di otak gue sampai sekarang.

Tapi toh nggak ada yang perlu di sesali. Gue nggak nyesel sama sekali nonton SS4 kemaren, ataupun SMTOWN. Paling tidak, gue tahu rasanya. Trus udah. Kalau ada rejeki lagi baru nonton. Paling tidak, uang buat tiketnya bukan minta dari mamah. Udah. Yang penting nggak ngerepotin mamah. Itu aja dalam otak gue.

Lalu kemudian........................ "Menurut lo gue harus pulang gak?" kembali ke topik pulang di bulan Mei.

"Iyalah pulang aja Ron. Kalo emang mau pulang jangan ditahan-tahan."

Nggak tahu kenapa keyakinan mulai tumbuh gitu dalam diri gue dan gue yakin gue harus pulang. Itulah kenapa akhirnya gue memutuskan untuk tidak menonton Super Show 5 sementara tiket sudah ditangan. Akhirnya gue jual tiket itu dan duitnya langsung gue pake buat pulang kampung.

Secepat itu.

Gue nggak pernah memutuskan apapun secepat itu sebelumnya.

Ini toh rasanya punya temen? (HAHAHAHHAA KESANNYA)

Dan dibeberapa hari libur di awal Mei akhirnya gue pulang dengan ijin bolos beberapa hari dari kantor. Ya. Gue beli tiket terbang pagi dan mendarat di Lombok agak siang-siang gitu. Gue nggak ngasih tahu siapapun kalau gue pulang termasuk orang rumah. Karena lokasi turun damri deket banget sama rumah (sekitar 3 kiloan kali ya?) dan karena memang males nelpon buat minta jemput (yang pastinya bakalan bikin heboh) gue akhirnya memutuskan untuk jalan kaki saja.

Sampai rumah semuanya heboh. Jelas. Gue adalah orang yang paling ditunggu-tunggu di rumah karena kalo nggak ada gue rumah pasti sepi. Sama halnya dengan kalo nggak ada Baekhyun, Chanyeol, Chen, EXO akan jadi grup dengan kerutan di jidat yang disponsori oleh Kris. Sesimpel itu akhirnya gue menghabiskan beberapa hari di rumah dengan suka cita. Bertemu dengan keluarga. Bertemu dengan mamah. Bertemu dengan kakak kakak dan keponakan. Bertemu dengan sepupu dan kakek nenek sanak saudara. Seneng banget. Dan diakhir, bertemu dengan masalah. HAHAHAHAHA Ah.
*
*
Setiap bulan Mei di tiap tahunnya memang punya kenangan sendiri-sendiri. Ketika sama sekali nggak ada orang yang mengucapkan selamat ulang tahun dan ketika banyak orang yang memberi doa itu sensasinya beda. Mungkin bener, ya, sampai sekarang jumlah teman di dunia nyata dengan teman di dunia maya gue lebih banyak teman di dunia maya. Tapi ketika teman-teman yang tak terlihat ini bisa mengisi kekosangan banget, kenapa harus menye-menye minta lebih? :) Walaupun terdengar ngeles dan sangat jujur bahwa jumlah teman di dunia nyata gue sangat sedikit, tapi kenyataan adalah kenyataan. (Tapi nggak berarti juga gue beneran gak punya temen di dunia nyata loh ya, kesannya kok kayak forever alone banget hahahaha ada kok ada beberapa malah ada yang udah kenal baik sampe sampe tau kawat giginya berubah warna setiap bulan apa dan warnanya apa. Ada kok.)

Mungkin salah gue yang kurang bisa bergaul dan inilah yang sedang gue coba untuk perbaiki dalam beberapa bulan kedepan. Kalau memang Tuhan berkenan. Insya Allah.
*
Yang jelas, apapun itu, pertambahan usia di tahun 2013 ini pantaslah disyukuri. Bagaimana nggak? Ada banyak orang yang ngasi ucapan selamat. Ada banyak orang yang bahkan rela meluangkan waktunya hanya untuk membuat ucapan selamat ulang tahun dengan cara yang istimewa. Ada banyak orang yang bahkan meluangkan waktunya untuk mention di twitter dan ngucapin selamat ulang tahun. Bukankah itu sebuah berkah juga? Coba dipikir. Disaat lo sepertinya sangat cuek dengan dunia tapi orang-orang baik banget sama lo. Astagfirullah, tobat Ron tobat.
 *
Bahagia yang jelas banyak yang doain. Semoga semuanya yang mendoakan, kebaikan selalu menyelimuti kalian. Dan buat yang udah bikin ucapan selamat pake foto dan gambar :") Aku gak bisa bales apa apa karena aku gak bisa gambar, biasanya bikin heboh? Hehehe. 

Bulan Mei dijalani dengan penuh suka cita dan perubahan ritme hidup yang benar-benar menyenangkan dari beberapa sisi dan agak berat di sisi lainnya tapi tetap dijalani dengan Insya Allah sentosa. Apa yang lebih seru dari punya banyak teman dan sosok adik(2) baru? :")
 
Ketika bulan Mei ditutup dengan comeback EXO, Juni menjelang dan dunia baru datang... Dan gue baru inget kalau ada banyak hal yang terlewatkan yang belum gue ceritakan dan itu berkaitan dengan kelabilan sebagai ABG yang datangnya telat.

Next post!


Share:

24 komentar