Whats Up July? [PART 2]

*
Banyak hal menarik yang terjadi sepanjang bulan Mei dan banyak dari hal-hal tersebut melibatkan aktivitas fanboying gue. ㅋㅋㅋ Mungkin sampai sekarang istilah fanboying ini semacem belom terlalu eksis, tidak seperti fangirling ya. Hahaha Alasanya jelas mungkin karena ada lebih banyak jumlah populasi perempuan di dunia ini dibandingkan dengan laki-laki. 
*
Secara teori kan sebenarnya fanboying dan fangirling itu adalah istilah yang sama, yang membedakannya cuma jenis kelamin pelakunya saja. Jenis idolanya justru (seharusya) nggak dipermasalahkan. Sering kali banyak yang tanya sama gue di ask.fm, "Mau sampai kapan jadi fanboy?" Sebenarnya ini pertanyaan sih agak aneh ya. Semacem bertanya, "Ron, mau sampai kapan jadi cowok?" Jawabannya ya jelas akan jadi fanboy selamanya. Nggak mungkin kan di usia ke-35 misalnya tiba-tiba gue terbangun dan gue sudah punya dua melon bergelantungan di depan dada.

Beberapa orang mungkin mengartikannya berbeda. Semisal, fangirling adalah istilah untuk seorang fans perempuan ketika spazzing grup laki-laki dan fanboying hanya digunakan saat fans laki-laki spazzing grup perempuan. Dan seringkali arti ini yang digunakan makanya ketika gue spazzing EXO atau yang lainnya, orang-orang mungkin bertanya-tanya. Kenapa lebih milih boygroup daripada girlgroup

It's not like I don't have any girlgroup idol. Gue suka f(x) dan SNSD dan semisal grup lain T-Ara, KARA, tapi emang mereka lagi nggak banyak yang bisa dibahas (dan dinistakan ya) jadi gue sendiri semacem bingung. Ah, sebenarnya terlalu memikirkan ini pun jadinya kayak semacem nggak penting. Bukankah selama ini motto kehidupan gue sebagai fans adalah 'no one who care about me?' (tertawa kasual) Ya. Gue udah jarang peduli kata orang. Kalau orang mau dikasi respek, harusnya mereka ngasi respek dulu ke orang lain. Dan kalau gue menuntut respek disini gue rasa gue nggak salah. ㅋㅋㅋ

Kegiatan fanboying ini erat kaitannya dengan kegiatan gue sebagai master fansite S4. Gaya ya? Iya gaya banget. Sebelumnya gue mana pernah kepikiran bakalan begini -3- Definisi 'begini' disini ya banyak. Misalnya, nonton acara-acara musik di TV Indonesia yang bagi beberapa orang mungkin agak-agak tabu atau kasarnya alay, datang ke show-show mereka dimanapun mereka berada (selama bisa dan sempat) dan semua itu cuma buat dapet foto. Gue nggak ngerti sih sebenarnya sampai sekarang motivasi gue buat motret mereka itu apa. Tapi sampai sekarang nggak tahu kenapa, setiap kali dapet foto, gue semacem yang seneng banget. Rasanya tuh kayak lagi mules trus pas ke WC bisa keluar dengan lancar gitu. Semacem hasrat yang selama ini terpendam, tersampaikan dengan sempurna.

Seringnya gue dateng ke acara-acara yang ada S4-nya membuat beberapa orang mungkin kenal sama gue. Oke ini terdengar sangat kepedean, tapi harus gue akui, iya, gue mengenal beberapa orang karena kegiatan fanboying ini. Tidak hanya sesama fans S4, tapi juga S4-nya sendiri. Merasa bangga? Jawabannya bisa tidak dan bisa juga iya.
*
*
Ketika gue masuk ke fandom ini awalnya gue sama sekali yang blank dan nggak ngerti apa-apa. Ini adalah kali pertama gue masuk dalam lingkungan fandom grup Indonesia yang artinya gue nggak pernah tahu budaya mereka kayak gimana. Beda halnya dengan fandom Korea yang walaupun kita di Indonesia ini nggak dianggap official, tapi sedikit banyak gue tahu gimana lingkungannya. Gimana orang-orangnya.

Sebut saja fandom Super Junior. Sejak 2009 gue adalah bagian tidak resmi dari fandom ini, sampai sekarang (ya walaupun kadang-kadang gue terlihat seperti anti-fans dan beberapa orang menuduh gue anti-fans). Jadi sedikit banyak gue tahu bagaimana orang-orangnya. Bagaimana karakter masyarakatnya. Jadi gue berani ngomong kalau misalnya beberapa dari mereka memang ada yang lebay, over-ekspresif, dan sebagainya (uhuk petisi Henry-Zhoumi uhuk). Tapi nggak lain dan nggak bukan itu adalah loyalitas yang mereka tunjukkan ke fandom, walaupun di beberapa hal mungkin memang terkesan berlebihan tapi itulah cara mereka (walaupun gue masih nggak ngerti kenapa bisa ada yang nyempatin waktu buat fanwar karena masalah nggak penting--masih jaman aja). Nah beda hal dengan fandom S4 ini. Gue termasuk yang masih bayi banget.

Kalo kalian mikir, "Kok kayaknya Ron enak banget sih bisa ngobrol sama member S4, anjir dia beruntung banget," gue akan bilang, "No, I'm not that lucky fans." Seriusan.

Gue sendiri awalnya mikir sangat WAH sekali bisa ketemu sama Jeje di Gancy Maret lalu dan bisa foto bareng sama dia pas itu. Bisa tanya Gilang bagaimana ekspresi gue waktu bisa ketemu Jeje. LOL. Gilang sih orang yang maksa buat nekat aja. Dan emang Jeje-nya baik banget jadi akhirnya bisa foto. Seneng banget lah. Gimana sih rasanya ketemu sama idola lo. Biarpun kita sama-sama orang Indonesia dan mungkin beberapa orang mikir, "Jeje doang." tetep aja dia artis gue orang biasa.

Ada juga momen ketika gue sekali lagi merasa WAH ketika di backstage KCD dan gue jadi MC, Jeje justru ngenalin gue sebagai 'orang yang suka upload foto di twitter' sementara secara official gue nggak pernah memperkenalkan diri ke mereka dan itu adalah kali kedua gue ketemu mereka. Tapi, semakin kesini, gue semakin merasa bahwa sebenarnya momen-momen itu semuanya tidaklah seberuntung itu. Iya di beberapa sisi mungkin beruntung tapi jika dibandingkan dengan yang lain....

Siapa gue? Nggak ada apa-apanya.
*
*
Makanya tadi gue bilang, gue nggak pernah tahu sebenarnya budaya fandom S4 ini tuh kayak gimana. Gue nggak pernah tahu sebelumnya bahwa ada banyak sekali fans yang menunjukkan loyalitas mereka dengan selalu menghadiri setiap acara yang didatangi oleh S4, lebih dari gue. Gue mungkin boleh merasa sangat beruntung beberapa member S4 mengenali gue sebagai 'orang yang hasil jepretannya bagus-bagus' atau ketika Arthur bilang 'hasil foto kamu banyak di hape aku' tapi di saat yang sama, anak-anak S4 itu sebenarnya mengenali hampir semua fans yang sering datang ke acara yang ada mereka-nya. Kuncinya emang itu: sering datang.

Gue menyadari hal ini waktu gue sama beberapa admin fanbase Internasional-nya S4 dateng ke acara SCTV Music Awards beberapa waktu yang lalu. Itu bener-bener perjuangan banget karena pertama, gue nggak pernah sama sekali ke PRJ sebelumnya. Kedua, itu hari Kamis dan acaranya pasti akan selesai malam hari sementara Jumat gue masih harus kerja. Ketiga, gue lagi agak letih karena emang beberapa hari belakangan waktu itu agak sedikit demam. Jadi kerupuk kulitlah gue besoknya abis dari acara itu, pikir gue. Untungnya sih perjalanan ke PRJ-nya lancar dan gue masih punya cukup tenaga untuk berdiri sepanjang acara dan memotret. 

Nah back to topic, ternyata, para admin fanbase Internasional ini.... wow.... mereka adalah definisi fans beruntung sesungguhnya. Gue yang pas dateng kesitu kondisinya sama sekali nggak kenal sama mereka dan baru kenalan ditempat. Tapi ketika mendengar cerita mereka tentang pengalaman mereka dengan S4..... anjir..... siapa gue? HAHAHAHAHAHA

Itulah pertama kalinya gue merasa sangat minder. Gue masih sangat baru di fandom ini dan waktu itu ya baru sekitar sebulan-lah mulai ikut dateng ke acara yang ada S4-nya sementara mereka mungkin sudah lebih dari puluhan kali. Mereka kan fanbase.

Gue sempat yang ngerasa down banget (anjir). Hahahaha gimana sih ketika lo mendengarkan cerita orang yang udah pernah melakukan banyak hal dengan orang yang lo idolakan lo pasti akan iri banget kan? Iya sama gue juga waktu itu ngerasa kayak, "Ya Allah... ini bukan level aku Ya Allah. Siapa aku Ya Allah." Kalo di Mario Bros ini gue sih level masih lari-larian sebelum makan jamur sementara mereka level-nya udah di negeri api-api yang siap lawan naga dan menyelamatkan putri.

Hampir, banget, hampir, gue memutuskan untuk berhenti motret. Serius. Pikiran gue saat itu, "Oh jadi ini fandom sebenarnya udah besar banget dan gue hanyalah pendatang baru yang sok-sokan nge-share foto sementara sebenarnya udah ada banyak yang share sebelumnya. Yaudah deh cukup sampai disini," (banting pintu) HAHAHAHA Beneran, kepikiran buat ah sudahlah nggak usah nge-live lagi.

Tapi.....

Ternyata.....

Ngesfor itu candu. LOL

Walaupun jujur saja (pake nada lagu Mungkin) gue nggak hapal lirik lagu 'She Is My Girl', 'Driving Me Crazy' dan lupa lupa ingat lirik lagu 'Mungkin...', tapi nonton, nungguin mereka perform, nyelinap ke belakang panggung itu memang memberikan pengalaman tersendiri.

Ya sejauh ini gue nggak pernah memang jadi stalker artis Korea yang gue suka, tapi ketika kesempatan untuk jadi stalker artis Indonesia yang konsepnya Korea-Korea gini kenapa gak dijalanin aja. Dan beneran itu tuh semacem nagih gitu loh. Jadi gue beneran nggak bisa berenti. Kalau misalnya gue sempat dan bisa pasti gue dateng.

Bahkan gue pergi ke Bandung juga cuma buat liat mereka..............
*
*
Gue sama sekali nggak pernah ke Bandung seumur hidup gue walaupun orang-orang di sekitar sering bahas dan pernah diajak juga sama temen walaupun selalu batal. Dan momen pertama gue ke Bandung adalah waktu pengen nonton S4 di salah satu Mall di sana.

Pusing banget. Yang pertama karena gue nggak pernah kesana sebelumnya. Yang kedua karena gue naik travel artinya travel itu nggak mungkin lewat Mall tujuan gue karena emang jalurnya beda. Yang ketiga besar kemungkinan gue akan kesasar. Tapi toh pada akhirnya atas petunjuk seorang teman yang sangat bijaksana dan baik hati, gue berangkat juga.

Entah di kilometer berapa di jalan tol waktu itu gue terbangun dari tidur gue yang lumayan lama. Terus mikir. "Gila? Ini gue lagi dimana? Gue lagi mau kemana? Mau ngapain?" dan ketika jawabannya muncul. "Anjrit......... sampai segininya?"

Perjalanan ke Bandung untuk pertama kalinya itulah yang membuat gue kembali bertanya, sebenarnya apa sih yang bikin gue jadi ngefans sama S4 gini? Lagu juga baru ada 3. Setiap kali dateng ke live performance mereka juga yang dinyanyiin itu-itu mulu (sekalipun gue nggak pernah hapal lirik semua lagunya padahal sering denger langsung). Apa sih yang membuat mereka istimewa banget sampe-sampe gue mau ngejer mereka ke Bandung?

Gue awalnya nggak tahu jawabannya kenapa. Kadang kan orang kalo ngefans ya ngefans aja. Gue juga awalnya gitu. Ngefans ya ngefans aja. Nggak ada alasan spesifik. Masalahnya gini. Gue mau bilang S4 itu beda dari grup Indonesia lain, gue nggak bisa menjelaskan perbedaannya dimana karena gue sebelumnya nggak pernah sebegininya sama grup Indonesia. Kalo gue mau bilang, "Anak-anak S4 itu ramah-ramah banget nggak kayak grup lain." gue juga nggak bisa karena gue nggak pernah sebelumnya berinteraksi dengan grup lain.

Jadi kenapa gue ngefans S4?

Mungkin alasan yang paling masuk akal saat ini adalah karena gue melihat mereka bagus. Itu sih. Bukan berarti yang lain nggak bagus ya, tapi kan yang namanya selera orang bisa beda-beda. Alasan yang lain ya karena mereka konsepnya emang Korea banget sementara yang lain kan kadang-kadang pengen Korea tapi maksa. Nah, S4 tuh nggak gitu. Kesan maksanya nggak nampak gitu. Cocok-cocok aja. Itu kali ya?

Tapi kalau dibilang mereka ramah-ramah, iya banget mereka emang ramah. Tapi kalo dibandingkan dengan yang lain gue nggak bisa bilang yang lain tidak ramah karena gue tidak pernah beramah-tamah dengan yang lain.

Makanya, karena S4 sudah terbiasa ramah sama fans, kalau suatu saat mereka terkesan agak sombong gitu jadi berasa banget bedanya.

Beban banget gak sih akhirnya mereka? Pasti beban sih ya lo sebagai artis yang dikenal ramah suatu ketika lo keceplosan bete kan jadinya karena nila setitik rusak susu sebaskom gitu.

Yang jelas selama pengalaman gue ngejer S4 buat dapetin foto, walaupun bisa dibilang masih newbie, gue mendapat sambutan hangat dari hampir semua member ㅋㅋㅋ. Selama ini sih gue lebih banyak motret Jeje karena menurut gue yang paling gampang di-approach itu Jeje. Jeje orangnya rendah hati banget saking rendah hatinya sampai sering merendah gitu dan kadang-kadang bikin gue jadi mengerutkan kening. Soalnya merendahnya suka nggak cocok sama keadaan (dirinya).

Contoh, waktu gue nyelinap masuk ke backstage Little Miss Indonesia dan minta Jeje buat foto sendiri, dia bilang, "Serius mau foto? Aduh aku lagi kucel banget nih Ron." Jelas ini ngarang parah karena nggak mungkin orang baru selesai live wajahnya kucel. Kalau yang dimaksud kucel itu kaoskakinya, ya bisa jadi itu masuk akal, tapi gue kan mau foto mukanya bukan kaoskakinya.

Kedua, waktu gue nyelinap ke backstage salah satu gathering TV di Gancy, pas mau minta foto Jeje juga bilang, "Serius nih mau foto? Aduh aku lagi gak pede nih." Apalagi ini, ngarang banget. Gimana mungkin orang nggak pede tapi pas difoto gayanya totalitas banget?

Ketiga, waktu gue minta foto di backstage Final Gadis Sampul kemaren, Jeje bilang, "Mau foto? Aduh baju aku kebesaran nih, Ron." Ya terus kalo kebesaran emang kenapa, mau ganti baju dulu terus gue foto sempet nggak? HAHAHAHA Ngarang aja Jeje.

Ya walaupun sikap Jeje dan jawabannya itu bisa bermakna ganda, gue sih melihat dia tetep sebagai sosok yang emang rendah diri banget gitu. Walaupun sebenarnya gue sendiri ngerasa agak jahat sih maksa-maksa orang buat foto. Tapi kan... kalo misalnya gak dipaksa dikit... jadi sia-sia gitu ngapain gue susah-susah mengelabuhi satpam dengan bilang gue adalah staff mereka kalo gue nggak dapet hasil. HAHAHA coba bayangin kalo misalnya kejadiannya kayak gini:

Ron: "Jeje minta foto boleh?"

Jeje: "Waduh aku lagi kucel nih."

Ron: "Yaudah deh gajadi." (lalu pergi)

Jeje: "Errr... Oke?"

Kan gak lucu juga. Udah capek-capek bayar ongkos ke lokasi nggak dapet apa-apa. Ya sesuailah kan pengorbanan sama hasilnya. Bersyukur juga Jeje orangnya nggak pelit foto (Insya Allah). Gue jadi inget sama kata kak Dewi, "Nggak apa-apa di jutekin sedikit yang penting dapet foto." Ya. Jadi orang emang harus tahan banting dalam konteks ini.
*
*
Beda Jeje beda Arthur. Kalo Arthur sejauh ini sih nggak pernah menolak untuk difoto. Gue sih baru dua kali nyelinap masuk ke backstage dan minta foto Arthur sendiri dan yang paling berkesan itu yang pas Little Miss Indonesia.

Ron: "Boleh foto ya Arthur?"

Arthur: "OH BOLEH BOLEH BOLEH BANGET." (nggak pake alasan)

JEPRET!

Arthur: "Boleh liat?"

Ron: "OH BOLEH BANGET BOLEH BANGET!"

(Arthur liat)

Arthur: "Sekali lagi boleh ya? Ulang?"

Ron: "OOOOOOHHHH BOLEH BANGET BOLEH BANGET SEJUTA KALI AYOK."
*
*
Yah. Kepribadian orang-orang emang beda-beda. Termasuk juga Firly dan Alif. Jujur gue paling jarang dapet momen foto sama mereka. Suatu hari Firly buat akun instagram dan gue nge-tag foto-foto hasil jepretan gue ke dia yang SKSD banget lah pokoknya. Ya mogimana lagi, semua kontak lo sama orang yang pengen lo kenal pasti dimulai dari SKSD kan.

Gue nge-tag foto yang pas di Gancy ke Firly dan WAH nggak nyangka dibales gitu sama dia di komentarin di instagramnya. Kita lumayan ngobrol banyak disitu dan gue bilang, "Kapan-kapan kalo misalnya aku mau foto boleh ya! Soalnya jarang foto Firly sendiri." dan dia menyetujuinya. Dan dia nepatin janjinya walaupun nggak sampe gue harus nyelinap ke belakang panggung.

Waktu acara di Gancy bulan Juni kemaren, gue bikin fanboard "FIRLY LIAT KE KAMERA!" terus minta kak Nuri buat angkat itu fanboard. Yang liat sih sebenarnya Arthur karena Arthur entah bagaimana kalau udah nemu kamera gue langsung yang begaya banget gitu pokoknya semacem udah tau kalo mau difoto (bahkan di beberapa kesempatan gue yang ada di kejauhan dan minta dia buat senyum dia ngerti aja gitu). Nah setelah Arthur liat foto itu, dia nyamperin Firly dan akhirnya Firly nengok ke kamera gue dan JEPRET!

Abis itu gue tweet kan, "I keep my promise to take more pics of you. But I'm not really sure if you look into my camera or not because of your sunglasses." ke Firly. Eh dibales sama dia WAAHAHAHAHAH "But the sunglasses is so me."

Well. Oke. Yang penting sudah dituntaskan janjinya.
*
Nah, sejauh ini gue belum pernah dapet momen sama Alif. Nggak tahu kenapa ya. Walaupun katanya dia orang paling tengil dan narsis dan jahil tapi buat gue kok malah justru sulit mendekati orang yang kayaknya terlihat 'mudah' ini.

Gue jadi inget, sempat nggak enak juga sama Alif sebenarnya. Jadi waktu gathering acara TV yang akun twitternya suka ngeblock-ngeblock itu di Depok, kan gue sempat ketemu sama Arthur dan Alif di kamar mandi. Nah disitu gue sempat minta foto sama Arthur karena Alif lagi cuci tangan jadi nggak keliatan gue pikir dia udah pergi duluan (tempat cuci tangannya tutupan tembok). Eh pas gue kelar foto sama Arthur, gue baru liat ada Alif disitu.

Gue nggak enak aja. Kesannya kayak terlalu ngebias gitu loh. Wakakakak Makanya ini lagi nyari-nyari kesempatan buat Alif Focus karena paling jarang gue dapet foto yang bagus Alifnya. Padahal diantara semua member, dia yang paling pertama ngefollow CARES4US. Tapi malah gue paling jarang dapet foto dia yang bagus. Sedih. Oke next time deh wajib banget prioritas Alif.

Kalau ada yang bilang gue lucky fans, bisa jadi iya, tapi kalau kalian ngeliat bagaimana S4 memperlakukan fans-fans yang lain, bisa jadi nggak hahahaha Serius deh. S4 tuh baik banget sama semua orang. Sampe yang minta peluk berkali-kali dijabanin sama mereka. Pusing nggak lo.

Dapet foto sama tanda tangan aja udah paling total lah buat gue. Dikenal sebagai 'yang suka upload foto di twitter' aja udah seneng banget.

Kalo misal EXO semudah ini approach-nya mungkin udah ada sejuta fans Indonesia yang jadi master fansite kali ya. Gue nggak bisa bayangin sebagaimana perjuangan para fotografer fansite di Korea cuma buat ngedapetin foto EXO doang. Yang jelas. Nggak akan semudah ini. Mungkin juga nanti kalau S4 udah sebesar grup Korea, nggak akan semudah ini juga. Kita sama-sama doakan saja :")

Beberapa bulan belakangan ini gue memang menghabiskan waktu gue dengan fanboying. Nggak cuma grup K-Pop saja tapi juga S4. ㅋㅋㅋ Kedepannya pengen S.O.S juga sih tapi karena gue belom bisa nangkep lirik lagu mereka jadi gue masih pending dulu. Ahahahaha Semoga bisa.
*
*
Oh ada lagi fanboying lain yang lebih seru! Hehehe next post~


Share:

16 komentar