I'm Growling for 'Growl'!

*
Waktu EXO selesai mempromosikan album 'XOXO (Kiss & Hug)' dan selesai mengaum di atas panggung dengan 'Wolf', rumor tentang album repackaged langsung merebak. Yang pertama kali terlintas di kepala, "Gilak. Ini dapet uang dari mana buat beli CD?"

Walaupun sebenarnya bukanlah sebuah kewajiban untuk membeli CD EXO, tapi, nggak tahu kenapa dari awal ngefans sama grup ini udah janji bakalan ngikutin terus perkembangannya (sampai dibubarkan suatu saat nanti) dan bakalan beli terus CD-nya. Semacem janji sama diri sendiri gitu. Gue kemaren sudah beli 4 CD 'XOXO (Kiss & Hug)', dua buat gue dan dua buat giveaway. Dan ketika 'Growl' dikonfirmasi akan rilis, kondisi keuangan gue sedang sangat mendesak sekali.........

Gue sedang ada di rumah untuk merayakan Lebaran ketika 'XOXO (Kisses & Hugs)' resmi akan dijual ke pasaran berikut dengan harga-harga dan juga album fotonya. Awalnya gue emang nggak pengen beli karena gue pikir, "Ah ini mah sama aja buang-buang uang nih!" tapi kemudian diam sebentar dan mikir, "Bukankah memang K-Pop diciptakan untuk supaya kita buang-buang uang?"

Ya. Benar saja. Gue akhirnya pesen 'Growl' dan gue pesan dua, versi Kisses dan Hugs. Dan hey! Bersamaan dengan itu gue juga udah pesan 'Pink Tape' punya f(x). Gue nggak ngerti lagi kenapa gue bisa sebegininya beli CD-CD yang pada akhirnya hanya berujung di laci dan tersimpan rapi tak digunakan.

Gue jadi inget jaman-jaman gue ngefans banget sama Super Junior. Sebut saja gue ngefans-nya terlambat. Dalam artian, gue udah ngikutin mereka dari tahun 2008 tapi sama sekali nggak pernah terbersit di pikiran gue buat beli CD mereka. Karena gue pikir, ah donlot juga toh isinya sama. Tapi someday, mereka ngeluarin album 'Mr. Simple' dan rumor yang beredar itu akan jadi album terakhir mereka, gue kok berasa sedih, akhirnya dengan segala macam tabungan yang gue simpan gue beli CD Versi A dan Versi B. Ketika Versi C yang 'A Cha' keluar, gue agak sedikit sadar, "Kenapa harus beli semua CD ini sih?" dan kemudian ingat "Oh iya ini album terakhir Super Junior. Oke gapapa buat apresiasi selama ini ngefans." Tapi ketika mereka mengumumkan album 'Sexy Free & Single', "Oke bye. No more SJ. I really thought they will disbanded on 5th album, that's why I bought their album," sambil meringis.

Dan ketika itulah gue udah mulai nggak pernah terlalu update dan spazzing soal SJ lagi. Bebas aja sih gue mau bilang gue ELF atau bukan, soalnya deskripsi ELF menurut gue bukan hanya sekedar bacot lo ngefans member mana dan suka lagu apa, tapi menurut gue, yang gue yakini, deskripsi ELF itu adalah yang beli album secara legal dan paling nggak ngasi makan mereka lewat penjualan album itu sendiri (ditambah nonton konser termasuk lah). Gue cuma punya 2 CD dan itu tidak menjadikan gue ELF (gue rasa). Tapi gue nggak mempermasalahkan itu sih. Gue tetep ngefans mereka.

Anyway, kembali ke EXO. Ya. Mereka butuh satu tahun untuk kembali dengan 'Wolf' tapi hanya butuh satu bulan lebih untuk nge-'Growl'. Nggak heran sih kenapa hiatusnya waktu itu lama karena persiapan mereka untuk album pertama ini memang abis-abisan banget. Bisa kita lihat buktinya di badan Xiumin. Nggak mungkin bisa itu badan kurus cuma karena latihan 'Growl' satu bulan (menurut pengakuannya dalam sebuah wawancara radio dan gue inget pernah bikin artikelnya). Jelas karena latihan setahun penuh untuk persiapan comeback.

Repackaged memang sebuah keniscayaan. Buat yang nge-stan artis-artis SM tentu saja sudah familiar dengan trik ini. Kecuali mungkin ketika SNSD merilis 'I Got A Boy' Januari lalu. Nggak ada repackaged dikarenakan mereka mungkin lebih berfokus ke proyek yang lain.

Alasan EXO punya album kemas ulang tentu salah satunya karena penjualan 'XOXO (Kiss & Hug)' yang benar-benar meroket di pasaran. Lebih dari 500 ribu kopi itu udah angka yang menakjubkan banget. Thanks to K-Fans yang tentu saja katanya sekali beli bisa sepuluh CD buat diri sendiri. Mungkin bisa lebih demi buat dapet photocard yang berbeda-beda. Oke, jelas karena harga CD di negara mereka lebih murah dibandingkan kita yang ada di Indonesia yang harus ditambah ongkos kirim dan harganya melonjak. Kalau misalnya versi Indonesia-nya sama persis dengan versi Korea-nya cuma beda lokasi cetak, mungkin gue juga akan beli sama banyaknya dengan yang mereka beli.
*
*
Tapi tentu saja penjualan 500 ribu keping itu nggak cuma karena loyalitas K-Fans. Kita yang international fans ini tentu juga berperan besar. Tentu saja. Bahkan kalau mau dipikir-pikir, kita yang lebih banyak mengeluarkan uang karena itu tadi, biaya kirimnya membuat harga CD-nya melonjak. Jadi sama-sama berjasa lah. Cuma perihal itu artis dari negara mereka aja makanya kesannya mereka lebih istimewa dan (berhak) songong. Tapi kadang gue agak kesel loh kalo mereka udah mulai ngebacot soal international fans. No offense.

Di review-review soal XOXO sebelumnya mungkin gue belom pernah membicarakan soal lagu-lagu yang ada di album 'XOXO (Kiss & Hug)' dan di kesempatan kali ini paling nggak akan dibahas sedikit-sedikit lah.

Kalau dibandingkan dengan 6 lagu di album 'MAMA', 11 lagu di album 'XOXO (Kiss & Hug)' bisa dibilang EXO sedang mendefinisi ulang musik mereka. Lagu-lagu di 'MAMA', sekian lama kita dengerin, sekian bulan, pasti kalo sekarang di dengerin lagu, akan benar-benar membuat kita langsung bilang "GILA INI EXO BANGET!" tapi kalau misalnya baru denger lagu-lagu di 'XOXO (Kiss & Hug)' beberapa mungkin akan mikir dulu.

Ketika memutar lagu-lagu di 'XOXO (Kiss & Hug)', iya gue akuin gue sedikit berpikir, EXO yang dulu benar-benar beda sama EXO yang ada di album ini. Musiknya jadi lebih terarah. Karena ketika pertama kali gue denger semua lagu di albumnya, semuanya kayak setipe, secorak, satu gaya, dan mungkin bisa jadi itu yang ingin EXO tekankan ke kita bahwa inilah gaya bermusik mereka.

Fakta bahwa memang lebih banyak lagu-lagu medium-beat ballad dan satu lagu slow di album ini semakin menyenangkan. 'Don't Go', 'Heart Attack', 'Baby' dan 'Peterpan' menurut gue adalah lagu-lagu yang di album ini pengen ngebuat SM bikin kita bisa bilang "EXO BANGET!" setara dengan 'What is Love' atau 'Angel' di album 'MAMA'. Menyusul, 'Baby Don't Cry' dan 'My Lady' yang karena jadi backsound teaser, kita jadi sudah snagat familiar dengan lagu-lagu tersebut dan emang 'EXO BANGET!'.

Sementara 'Black Pearl' bisa kita sejajarkan dengan 'MAMA' soalnya musiknya terdengar dark-dark ala penyihir masa lalu yang muncul di masa depan dan membalas dendam gitu. Menurut gue ini sekuel 'MAMA' sih kalo mau dibikinin MV ala-ala 'MAMA' gitu cocok.

'Let Out The Beast' adalah lagu yang paling gue suka di antara yang lain, tapi karena lagu ini udah pernah dipublikasi dalam versi bahasa lain (kalo nggak salah Thailand), gue pribadi nggak bisa bilang ini lagu ciri khas-nya EXO. Sayang padahal lagunya asik banget. Begitu juga dengan lagu '3.6.5' yang tipikal.

Bagaimana dengan 3 lagu baru di album 'Growl'?
*
*
Sama kayak 'Don't Go', 'Heart Attack', 'Baby' dan 'Peterpan', lagu-lagu baru di album kemas ulang ini persis gaya-gayanya setipe. 'XOXO' sama 'Lucky' itu lagunya entah kenapa kayak hybrid Pop-RnB barat yang dibahasa Korea-in gitu aja. Sama kayak 'Growl'. Pas pertama kali dengerin 'Growl', nggak kepikir kalau itu EXO yang nyanyi tapi kayak grup barat gitu. Tapi seneng karena nggak nge-dubstep lagi lah.

Beberapa mungkin ada yang ngerasa lagu 'Growl', 'XOXO' dan 'Lucky' agak bergaya kayak Super Junior di salah satu album versi C mereka? Hahahaha iya. Gue ngerasa kayak gitu. Lagu-lagunya kayak pernah denger antara di album 'Sorry Sorry versi C' atau di 'Don't Don versi B' gitu. Cuma terlepas dari itu, lagunya emang asik sih. Makin jauh dari 'MAMA' yang jelas, tapi masih searah dengan lagu-lagu di 'XOXO (Kiss & Hug)'.

Tapi dua lagu ini ('XOXO' dan 'Lucky' maksudnya) cocok banget dibawain pas konser, suasananya dapet banget kalo ngebayangin mereka ber-12 lelarian di atas panggung sambil dadah-dadah, fanservice, ketawa-ketawa, seru-seruan gitu. Dan sampai di sini gue benar-benar yakin kalau EXO adalah kopiannya Super Junior. Ditambah dengan sejumlah variety show yang mereka bintangi itu..... all around entertainer di student card itu..... well....

Tapi harapan gue kalo konser sih cuma satu, lagunya jangan bi-lingual. Pusing dengernya. Pengennya kayak SJ kalo konser di Jepang, banyakan lagu Jepangnya. Nah kalo EXO konser nyanyi lagu China, ya kalo di China aja. Kalo di luar Korea dan China, bawa lagu Korea aja. Jangan kayak pas di Hong Kong ya waktu '3.6.5' itu? HAHAHAHA preferensi pribadi sih ini. Bukan apa-apa.

Lagu favorit gue di antara tiga lagu baru ini, 'Lucky', ngedengernya aja udah bikin bahagia gitu. Walaupun lagunya sebenarnya one-sided love. AHHHHHHH.
*
*
Ngebahas album repackaged, tentu saja kita akan masuk ke pembahasan soal video musik.

Seharusnya, kalau SM ngeluarin video musik baru atau apapun video yang ada di YouTube SMTOWN itu, gue nggak usah yang terlalu berharap lebih. Ya. Karena ini SM jadi nggak akan ada hal lebih yang dikasi ke fans lewat video musik artis-artisnya. Terutama untuk promosi di Korea. Karena kalau membandingkan dengan video musik Jepang terlihat lebih mewahlah.

Tapi.... Karena ini EXO yang sejak awal katanya (maaf ini lagi-lagi harus gue bahas) 'mega project', gue butuh sesuatu yang lebih WOW gue butuh sesuatu yang lebih CETAR MEMBAHANA BADAI TORNADO TOPAN. Nggak cuma sekedar dinding kosong berornamen seadanya terus bocah-bocah itu disuruh dance di depan kamera.

Dan ya....... itu yang akhirnya lagi-lagi kita dapatkan. Pada akhirnya alokasi dana 'mega project'-nya bukan untuk bikin MV. Tapi buat bikin kios baju.

Ketika MV 'Growl' rilis jam 12 malem waktu Korea, banyak orang nunggu-nunggu kira-kira apa nih yang baru. Gimana nih konsep 'one take' yang diagung-agungkan itu. Gimana nih 'dance film' yang katanya bakalan keren itu. Tapi ujung-ujungnya jatohnya jadi sama aja.

Ketika nonton MV-nya, berasa nggak ada bedanya sama live performance karena toh di MV itu mereka lipsync dan live performance terkadang juga lipsync. Dance sama bagusnya dan sama niatnya. Lalu apa yang istimewa?

Gue mikir mikir dan mikir. Nontonin nontonin dan nontonin. Kira-kira bagian mana dari MV 'Growl' ini yang istimewa. Yang pantas ditunggu-tunggu. Yang menarik buat di bahas. Yang kalau dilihat bener-bener bikin berdecak kagum gitu. Mungkin inilah alasan kenapa gue menunda review-nya? Bisa jadi. Walaupun gue juga nggak yakin apakah emang karena ini atau karena gue sendiri udah males.

Gue nontonin semua live performance 'Growl' dan nggak ada bedanya sama MV. Di beberapa penampilan bahkan lebih keren. Lalu apa istimewanya MV ini? Waktu comeback pertama di Mnet bahkan mereka nyediain set yang menurut gue lebih niat daripada MV-nya yang hanya mengandalkan gudang kosong dan lampu neon yang kedap kedip (Baekhyun....), terus di Inkigayo mereka juga pake helicam dan justru itu terlihat jauh lebih bagus daripada MV-nya.

Lalu kemudian SM merilis dance version yang cuma direkam pake handycam. Gue liat sama aja. Perkara beda lokasi syuting sama tata lampu. Terus gimana dong? Mereka dance udah jago, udah nggak perlu lah dipermasalahkan. Lalu?

Gue mikir lagi. Gue nontonin lagi......... Kira-kira gue bisa nemu apa nih yang menarik dari video musik 'Growl' ini.... Gue coba liat-liat, oh ada yang kakinya keinjek,
*
*
oke udah banyak yang tahu.
Oh ada yang topinya jatuh,
*
*
oke udah banyak juga yang perhatiin, dan OH ADA PENAMPAKAN!!
*
*
oke sip itu karena ini MV 'one take' jadi nggak bisa menghindar dari kesalahan-kesalahan tak terduga macam ini dan selain itu?

Diem lagi.

Apa yaaaaaa.......................... mungkin beberapa hal ini?

Dance yang lebih kompak?

Nggak bisa bohong kalo di lagu ini dance anak-anak EXO lebih padu dan lebih kompak dibandingkan dengan lagu-lagu yang pake dance sebelumnya. Gerakan dance-nya cepat, detail, terus kayaknya ini juga susah kalau mau improvisasi gitu kali ya. Jadi udah pakem banget gerakannya dan they did a very great job.

Seperti yang sudah gue tulis di paragraf sebelumnya, mereka udah jago dance, pada akhirnya lokasi syuting MV-nya nggak jadi hal yang istimewa karena yang dijual sebenarnya bukan itu. Bukan seberapa WOW set-nya atau seberapa WAH tampak MV-nya, tapi yang dijual adalah dance-nya. Dan membahas soal set, yang pasti set ini diusahakan supaya nyambung sama 'Wolf' versi drama. Inget adegan berkelahi? Ya, jadi nanti ketika MV drama part 2 dirilis, kita masih bisa merasakan feel gangster bonyok-nya dengan set yang serupa.

Bisa jadi begitu.
*
Salah satu gerakan favorit gue di MV ini. Thanks to Suho awkward dance move! Hahahaha keliatannya jadi lucu~ Please ignore Chanyeol's expression.
*
Ketika SM bilang MV ini akan jadi 'one take' MV, gue mikirnya ternyata kejauhan. Gue membandingkan MV ini dengan 'Its You'-nya Super Junior yang versi drama. Ternyata nggak. Jauh lebih bagus Super Junior. Jelas karena beda versi. Ini kan dance.

Meskipun demikian, 'one take' disini memang lebih membuat video musiknya jadi dinamis karena kameranya berputar 360 derajat jadi kita yang nonton diajak seolah-olah ikut bergerak. Beda rasanya kalau hanya menonton dengan kamera yang stabil dan diem. Yah ala-ala acara musik TV lah.

Nggak cuma kameranya, tapi 12 orang itu juga nge-dance mengikuti kamera yang berputar itu. Nah kalo yang ini gue beneran kebayang pasti sulit menyesuaikan posisi berdiri sambil melakukan koreografi sekaligus berputar sesuai dengan kamera. Perhatiin kan kalau posisi mereka nggak pernah membelakangi kamera di MV ini? Ya kecuali waktu adegan melingkar yang terakhir dan formasi di mana mereka memang diharuskan memperlihatkan punggung mereka. Tapi ketika kamera bergerak mengikuti gerakan mereka, wajah mereka tetap ke arah kita.

Yang menarik lagi, waktu bagian Suho sama Sehun seolah-olah menggeser kamera dengan tangan mereka di 01:27 dan 01:30. Seru aja gitu menurut gue ya. 

Nggak cuma itu, video ini dibuat lebih interaktif. Kalau biasanya kita disuguhkan wajah para member dengan solo shot tanpa interaksi, kali ini beda, mereka dibuat seolah-olah bicara dengan penonton, mendekatkan wajah ke kamera, memegang kamera sehingga efeknya jadi KYA KYA KYA ke penonton. Nah mungkin disitu nilai lebih lainnya.
*
*
Walaupun 'one take'-nya diluar harapan nusa dan bangsa, tapi mari berterima kasih pada Director of Photography video ini yang telah membuatnya jadi sangat keren terlepas dari kepolosan apapun yang ada di belakang para member.

Mungkin gue tadi sempat mencibir soal efek lampu neon yang kedap-kedip di MV ini tapi disamping kekosongan set, nggak bisa dielakan kalo efek sederhana inilah yang membuat MV-nya jadi 'hidup'.

Efek sederhana ini menciptakan bayangan-bayangan para member di dinding yang ada di belakang mereka, memberikan efek siluet di beberapa adegan (seperti yang pernah muncul di awal MV Wolf waktu adegan pohon) dan memberikan kesan misterius (seperti halnya yang ditunjukkan di MV Wolf versi drama part 1).

Tentu saja karena tidak ada NG alias 'Not Good' dalam video ini, kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja tidak akan bisa dihindari. Kita sudah menyebutkan contohnya seperti kaki terinjak dan topi terjatuh dan penampakan yang ada di belakang kaca (yang gue curigai sebagai operator lampu neon tukang mati nyala mati nyala), tapi ada hal lain yang sebenarnya kalau nggak diperhatikan nggak akan apa-apa tapi kalo diperhatikan lama-lama ganggu juga.

Walaupun... sebenarnya ini memberikan efek tambahan untuk video ini.

Tadi kita bahas soal bayangan-bayangan kan? Ya, efek bayangan-bayangan di dinding ini memang sederhana, terjadipun secara alamiah karena ada lampu sebagai sumber cahaya dan ada objek yang menggeliat-geliat di depan kamera, tapi jadi tidak keren ketika bayangan yang muncul bukan bayangan para member.

Di menit 01:40, sepersekian detik di dinding di belakang Chanyeol kita bisa melihat bentuk bayangan dua orang yang terlihat sangat aneh. Tidak sedang berpose sesuai koreografi seperti halnya para member yang lain, tapi bayangan itu tegap berdiri dan kaku. Bayangan ini tak lain dan tak bukan adalah kamera person bersama kru dengan steadycam-nya.
*
 *
Yang di garis merah adalah bayangan kru dan biru adalah bayangan member. Posisi bayangan sama posisi member (yang digaris biru) keliatan jelas sama kan? Sementara yang di garis merah berdiri tegak.

Tak cuma itu, di detik selanjutnya, 01:44, ketika para member di depan kamera melakukan koreografi duduk, bayangan yang muncul dinding malah berdiri. Kita asumsikan bahwa semua member baik yang sedang on cam maupun off cam (yang tidak disyuting) sedang melakukan koreografi yang sama, yaitu duduk. Jadi siapa yang berdiri? Ya camera person dan staff DOP-nya.
*
 *
Di menit 02:23 gue agak sedikit nggak yakin kalau bilang itu bayangan staff. Soalnya bentuknya kayak semak semak gitu.
*
 *
Di menit 02:58 kita bisa melihat ada bayangan yang melangkah dengan santai ke arah kiri dan berjalan perlahan dan jelas itu bukan bayangan para member karena saat itu member sedang fokus nge-dance menghadap ke kamera dan mereka bahkan nggak melangkah selebar langkah yang dilakukan bayangan yang ada di detik tersebut. Perhatikan langkahnya beberapa detik sesudahnya. Persis ada di belakang D.O.
*
*
Yang lain? Hampir nggak ada. Bukan karena videonya terlalu perfect tapi lebih karena terlalu sederhana. Well, SM menjanjikan beberapa versi dari video musik ini jadi kita tunggu saja versi selanjutnya. Terlebih yang ditunjukkan di teaser video juga versi yang berbeda. Ada lebih banyak pergantian background termasuk tembok yang ada graffity itu. Apakah masih ada harapan?

Sebenarnya MV yang paling gue tunggu-tunggu itu lanjutan drama version karena seperti yang sudah kita bahas dari tadi bahwa dance anak-anak EXO udah oke banget lah gak usah dipermasalahkan. Kita butuh yang beda, yang WOW, yang CETAR, yang memabukkan gitu, dan salah satunya adalah drama version.

Kapan?

Nggak tahu. Yang jelas sebelum EXO mengakhiri masa promosi albumnya dan sebelum TVXQ comeback tahun ini semuanya sudah harus selesai. Kalau f(x) ada repackaged, berarti sebelum itu dirilis.

Sejujurnya gue nggak puas dengan review ini karena kurang bisa mengeksplor gitu. Hahaha mungkin gue sudah mencapai di titik jenuh. Walaupun sudah bukan jamannya menghitung jumlah dasi yang panjang dan dasi kupu-kupu seperti halnya yang sering gue lakukan di review-review terdahulu, tapi.... yah.... mungkin emang lagi limit aja.

Gue memutuskan untuk tidak me-review 'Rum Pum Pum Pum' by the way karena video musiknya tidak semenarik lagunya. Dan semoga di video musik EXO yang dirilis berikutnya, gue lebih bisa mengeksplor lagi ke-sotoy-an gue. Terima kasih atas segala dukungannya! Salam tempel! #TEMPELTOKEK #NEMPELSELAMANYA #HIIII
*

Share:

32 komentar