Whats Up July? [PART 3]: Infinite 'One Great Step' in Jakarta


Sudah masuk September dan gue melewatkan Agustus dengan hanya satu postingan saja. Agak menyesal sih tapi gue memang sedang berada dalam sebuah fase kehidupan dimana sulit untuk mengatur keinginan dan kewajiban. Disaat yang sama gue juga sedang sulit untuk melawan rasa mager dan buntu otak yang diakibatkan oleh terlalu banyaknya pikiran belakangan ini. Ahahahaha..... Gue butuh refreshing sejenak. Gue butuh keluar dari segala rutinitas melelahkan (termasuk salah satunya spazzing). Gue udah jarang update soal EXO lagi belakangan ini. Jenuh rasanya. Entahlah. Semoga ini nggak bertahan lama.

Oke seperti judulnya tentu saja semua sudah tahu kemana postingan ini akan berujung. Walaupun gue sendiri juga bertanya-tanya kenapa gue masih menggunakan judul 'Whats Up July?' sementara ini sudah September.... Mungkin karena Juli adalah momen dimana gue benar-benar memasuki kehidupan baru kali ya. Di tempat kerja yang baru. Suasana baru. Macem-macem. Tapi nggak tahu juga. Ada something di bulan Juli yang gue nggak tahu apa tapi membuat gue nggak bisa move on dari situ. 

So, Sabtu lalu gue berkesempatan untuk menghadiri konser Infinite di Jakarta. Ini adalah konser tunggal pertama mereka di Jakarta setelah sebelumnya mereka sempat datang di Music Bank Live World Tour, Maret lalu. Gue juga nonton pas Music Bank dan pernah gue tulis juga ceritanya disini. Boleh dibaca asal jangan diludahi. Kasian laptop/PC/Hape kalian kalo kalian ludahi.
*
Sebenarnya gue pribadi nggak pernah tahu Infinite jujur aja. Selama ini gue hanya denger-denger dari banyak orang tentang grup itu dan gue hanya tahu dua nama: L dan Hoya. Secara L adalah sepertinya member yang (katanya) paling ganteng di antara semuanya dan Hoya adalah member yang paling berkharisma (bohong) (tapi walaupun ini sebenarnya pendapat gue pribadi ketika pertama kali tahu yang mana Hoya), jadi dua member itu adalah yang paling gue hapal.

Karena gue nggak tahu Infinite otomatis gue nggak pernah kepikiran juga buat nonton konsernya. Beruntung, gue diberikan kesempatan untuk liputan konser itu di tempat kerja dan akhirnya ya gue nonton juga. Nggak cuma nonton sih sebelumnya juga liputan ke press conference juga dan benar-benar pengalaman yang luar biasa buat gue. Aduh maaf gue masih alay di dunia kerja ini jadi gue bener-bener ngeraba-ngeraba dan masih penyesuaian. 

Gue inget, waktu gue masih kuliah dulu gue sempat jadi kontributor di salah satu majalah yang segmen-nya Korean Wave juga. Saat itu gue sempat mau bikin profil L kalau nggak salah (walaupun akhirnya batal karena gue memutuskan untuk membuat profil Gikwang, L informasinya di Google terlalu sedikit entah kenapa gue nggak nemu mungkin gue salah keyword). Tapi karena alasan itu gue jadi nonton-nontonin MV Infinite dan ketika gue tahu lagu 'Before The Dawn', lagu itulah yang paling gue tunggu-tunggu ketika konser ini akhirnya dikonfirmasi akan digelar.

Di press conference mereka tanggal 30 Agustus kemaren (di JW Marriot Hotel), mereka hadir dengan menggunakan jas hitam-putih gitu. Lucunya, gue kan emang belom hapal nama-nama member yak, jadi pas di sana gue sempat khawatir juga apakah gue bisa hapal muka mereka satu-satu dengan cepat sementara gue butuh bikin laporan dan segala macem. Untungnya sih di meja mereka ada tulisan nama-nama mereka gitu jadinya lumayan memudahkan. 

Pas mereka semua masuk ke lokasi preskon, wihhh.... syabang-syabang, mengkilat, ini orang-orang nggak tahu lagi sebenarnya itu muka apa pantat penggorengan yang baru dan belum pernah dipake sama sekali. Bener-bener deh make-up nya totalitas banget. Ahahahaha Gue merhatiin satu-satu sekalian ngapalin mukanya. Tapi pandangan gue nggak jauh-jauh dari Hoya sama L. Mungkin karena memang mereka berdua yang udah gue hapal mukanya kali ya.

Sungjong duduk paling ujung kiri dan hari itu dia keliatan sangat..............................cantik. Nggak ngerti lagi sebenarnya ini salah siapa. Tapi dengan model rambut poni pirang lurus dan muka kecil kayak gitu dia bener-bener cantik loh ya pusing. Jadi inget Ryeowook. Di sebelah Sungjong, L duduk dengan muka ngantuk. Sepanjang acara yang paling diem kayaknya emang L. Well, Sungjong juga diem sih nggak terlalu banyak ngomong tapi aura-nya L itu udah aura ngantuk sementara Sungjong aura-nya kayak princess yang minta difoto gitulah kira-kira.

Sebelah L ada Sungyeol terus Hoya, Woohyun, Dongwoo dan Sunggyu paling kanan. PR banget ngapalin muka Dongwoo sama Woohyun karena di mata gue orang ini dua-duanya sama dan suka ketuker sejak itu.

Selama preskon, yang paling banyak berinteraksi dengan para hadirin hadirat sekalian adalah Woohyun sama Dongwoo. Keliatan siapa yang paling narsis di antara semuanya. Yang paling kiri Princess, yang sebelah Princess ngantuk, yang sebelah ngantuk hmmm... lumayan senyum banyak, yang sebelahnya lagi stay cool dan dua sebelahnya yang stay cool hiperaktif sementara leadernya adem ayem aja kayak lagi di sauna. 

Yang lucu waktu preskon itu sih pas Hoya-nya nggak berenti-berenti bilang "Saya senang!" setiap kali dia selesai ngomong Bahasa Korea. Sementara Woohyun mulai nyanyi 'Pelangi' yang kayaknya lirik lagunya baru dihapal semalam sebelum preskon. Walaupun cuma sebentar dan L cuma ngomong satu kalimat doang, lumayan banget bisa dateng ke acara ini.
*
*
Gue sampai di MEIS agak menjelang sore karena ketika gue sampai di Stasiun Pasar Minggu, orang-orang pada antri panjang banget di depan loket pembelian tiket. Gila ini sebenarnya ada apa? Apa karena weekend atau karena apa sih tumben banget sampe antri sepanjang itu? Gue akhirnya kepo-kepo dikit sama orang-orang, mencuri dengar. Ternyata pada ribet mengklaim uang jaminan kartu single trip apalah gue agak nggak ngerti juga. 

Seperti biasanya gue paling suka kalo kemana-mana emang naik angkutan umum. Hehehe... Selain bisa melihat banyak hal di jalan (seperti asap knalpot dan polusi udara), gue juga bisa memerhatikan orang-orang di kereta yang lagi tidur-tidur ayam, yang lagi pacaran, macem-macem. Seru aja buat gue. Semacem dunia ini indah banget :") 

Turun di stasiun kota perjalanan gue lanjutkan dengan angkot 15A menuju ancol. Hari itu macet banget di depan Mangga Dua Square. Seperti biasanya kayaknya. Sabtu memang selalu macet dan subhanallah yah Jakarta ini panasnya semacem dewa banget :") Setelah bayar Rp 4.000, turun depan pintu masuk Ancol. Ternyata sekarang bayar masuk Ancol naik juga............... Kalo nggak salah terakhir gue cuma bayar Rp 15.000,- tapi kemaren jadi Rp 17.500,-. Apakah ini karena efek SM C&C dan Woollim bergabung jadi satu makanya harga-harga naik?

Banyak Inspirit yang waktu itu naik Bus Wara Wiri bareng sama gue. Karena gue forever EXO fans dan emang hari itu nggak pake atribut Infinite sama sekali (karena emang nggak niat nonton), gue hanya memerhatikan kemeriahan mereka di atas bus. Gue juga kayaknya dulu pas Super Show 4 semeriah itu ya bawaannya. Sampe celana dalem buat ganti juga meriah banget gegara harus nginep di MEIS.

Suasana hari itu sangat jauh berbeda dengan konser Super Junior pas SS5 kemaren. Gue sempat dateng walaupun gue nggak nonton dan sekitaran MEIS rame banget sama jualan-jualan merchandise. Tapi kemaren sepi-sepi aja. Pas gue sampe di kawasan ABC-nya sendiri gue agak-agak heran kok suasana-nya nggak kayak ada konser.... Tapi biasa aja gitu loh yang kayak rame-rame biasa.

Tapi gue bisa bilang yang nonton Infinite kemaren sangat beruntug. Soalnya, waktu gue nonton Super Show 4, ngantri-nya seharian di pasir di bawah terik matahari. Tapi kemaren penonton antrinya di lantai 2 gedung ABC. Dulu pas jaman SS4 itu mah isinya semen sama debu. Sekarang udah rapi banget U,U Mana di dalemnya banyak poster artis-artis yang pernah konser disitu. Jadi kayak keren gitu loh. Kalo dulu kita mah menggelepar di atas pasir sekarang lantai mulus licin bisa sambil tiduran. Walaupun gerahnya minta ampun sih disitu.

MEIS sekarang udah banyak berubah..... Sama kayak hati ini.... 

Sebelum masuk ke venue gue sempat mikir,"Bakalan kayak apa ya konsernya?" Karena ini kan 'World Tour', pastinya akan ada sesuatu yang sangat WAH yang akan ditampilkan. Paling nggak lebih prepare-lah ketimbang showcase. Ini ketiga kalinya gue nonton konser yang artisnya sama sekali gue nggak tahu. Pertama Showcase B1A4, kedua konser 'One of a Kind'-nya GD dan ketiga 'One Great Step'. Pokoknya bener-bener penasaran sama kemasan 'One Great Step' ini. 

Waktu Showcase B1A4, gue yang sama sekali nggak tahu grup itu dan baru hapal nama-nama mereka malam itu bisa sangat menikmati konsernya. Kalau GD, gue nggak tahu kenapa ya mungkin karena memang hip hop rap ala YG Entertainment bukan gue banget jadi gue agak nggak bisa menikmati konsernya. Nah yang ini, Infinite? Pertama, gue jarang denger lagunya. Sejauh ini BTD sama Man In Love. Kedua, gue juga masih ngeraba-raba nama member. Apakah gue akan bisa menikmati konsernya?

Konser dimulai sekitar jam 8 malem dan kita semua kayaknya sudah masuk sejak 7:30 PM. Gue dapet kelas tribun yang depan panggung tapi agak ke atas. Nggak ngerti itu kelas apa persisnya tapi yang jelas jarak pandang ke panggung utama sekitar 10-15 meter. Dulu waktu gue nonton Siti Nurhaliza juga gue duduk disitu dengan jarak pandang yang sama. Kalo aja gue nggak bawa kamera digital mungkin 7 orang itu hanya terlihat seperti kadal hijau yang berdiri dengan dua kaki saking kecilnya.

Kurang lebih sama kayak pas liat Hyorin di MuBank Jakarta lah. Segede semut rang rang tapi besar. #Apanya.

Dan konserpun dimulai..............................................................................deg degan.

Seperti biasa, para member diperkenalkan lewat sebuah VCR yang durasinya cukup panjang. VCR di awal ini sebenarnya nyambung sampai VCR yang terakhir di putar. Jadi inti ceritanya tuh kayak ada di sebuah dunia dimana 'Music is Dead' trus 'Infinite is Dead' gitu. Dunia yang nggak boleh ada musik dan 'Infinite jadi Finite' (yang tak terbatas menjadi terbatas). Mungkin maksudnya disini kreativitas kali ya. Pemerintahannya melarang para pemuda-pemuda ini untuk berkreasi gitu. 

Banyak banget orang-orang pake baju hitam, figurannya banyak banget. Efek visualnya keren dan menarik. Terus dalam kondisi yang katanya 'Music is Dead' gitu, para member inilah yang berusaha buat menghidupkan kembali musiknya. HASEK. Mereka jadi pemberontak disini. Parah-parahnya, di setiap tempat itu ada kayak semacem detektor dimana kalo misalnya ada orang yang nyanyi atau memainkan musik, detektornya bunyi terus orang yang nyanyi ini digerebek sama petugas. 

Di VCR awal tiba-tiba pokoknya klimaks-nya itu si L-nya disandera karena ada adegan seorang kakek yang sedang menyanyikan nina bobo untuk cucunya di gerebek. Trus L ini nyelametin pake slayer dimulut buat nutupin sebagian wajahnya. Agak nggak keren ya harusnya pake kostum Spiderman gitu loh L. Tapi gak apa-apa. Nah intinya kayak gitu, nanti di ending konser, para member Infinite yang lain nyelametin L gitu terus yah dunia kembali bermusik.

Perform pertama itu 'Destiny'. Fancam gue isinya orang pada heboh saling teriak 'DUDUK DUDUK!' soalnya yang di depan gue pada berdiri semua ketika konser mulai. Bahkan ada yang paling depan banget berdiri di atas kursi. Gue nggak ngerti banget deh ini kita yang belakang ya udah paling sabar yang depan malah naik ke kursi. Kurang puas apa lagi hidupnya.

Kembang api meletus seiring dengan layar LED yang ada logo Infinite-nya terbelah dua terus di dalemnya para member Infinite sedang diborgol ala-ala penjara gitu. Lengkap sama jeruji besinya juga. Lampunya keren banget malem itu gue sampe nggak konsen antara mau perhatiin tata lampunya atau perhatiin membernya. Hahahaah.... Mereka melepaskan borgol dengan paksa dan ke tengah panggung melata-melata ngedance sebelum akhirnya musik 'Destiny' dimulai.

Mau nangis.... Soalnya itu musiknya Live. GD sih emang live waktu itu tapi......... sekali lagi karena gue nggak bisa menikmati musik GD jadi ini pas 'Destiny' gue yang antara gemeter mau teriak tapi nggak bisa karena takut fancam-nya gemeteran. Jadinya cuma yang mangap-mangap nggak jelas sambil megang kamera. Suara live musiknya mantap banget juara lah pokoknya.

Ngeliat Hoya dance live itu lebih berasa WAH-nya emang ya. Semua fancam gue kayaknya banyakan Hoya-nya sih walaupun nggak yang deket-deket banget. Mungkin bisa gue kasi judul fancam gue 'Mencari Hoya' soalnya itu kemana Hoya pergi diikutin kalo nggak ketemu baru deh fokus ke yang terdekat tapi kalo Hoya-nya udah ketemu di fokus ke Hoya lagi. Hahaha

Pokoknya antara 6 performances di awal  gue paling favorit sama 'Paradise'. Kenapa? Gara-gara ini:
*
*
Memang visualnya sangat sederhana, cuma modal matiin lampu sama LED warna merah. Tapi efeknya di mata dan di hati penonton yang tak kenal Infinite sama sekali seperti beta, ini menakjubkan. Oke lebay. Tapi jujur, gue emang paling suka kalo sesuatu yang berhubungan dengan siluet dari dulu banget. Makanya pas Wolf di awal ada siluet kaktus raksasa gue sempat yang heboh. Dan ini merupakan pembukaan lagu 'Paradise' yang paling oke sepanjang gue nonton Infinite.

Well.... oke.... emang ini penampilan pertama 'Paradise' yang gue tonton sih. HAHAHAHAHA

Gue mulai collapse pas bagian reff udah mulai dinyanyiin. Gue teriak kayak orang gila pas bagian reff. Sumpah itu keren banget aduh....... Itu... Ah... gimana sih ya ngejelasinnya. Gue kan emang nggak pernah denger lagu ini sebelumnya tapi sekalinya denger tuh langsung yang WWWWAAAAAAAAAAAAA! (apa coba) terus secara tidak sengaja mengungkit kisah masa lalu. Hasek. Pokoknya keren lah! Di antara 3 lagu opening konser semalem, 'Destiny' sama 'Paradise' yang gue paling suka.

Yang seru dari konser ini adalah usaha mereka untuk bisa tetap berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Memang di beberapa kalimat ada yang nggak kedengeran dengan jelas entah mereka ngomong apa tepatnya, tapi, lumayan lah. Judulnya kan 'World Tour', jadi wajar kalau mereka make bahasa yang emang diakui secara global untuk berkomunikasi. Lumayan juga buat ngurangin ongkos translator. Mending kayak gitu sih menurut gue. Ketimbang kalo misalnya mereka pake translator tapi nge-translate-nya nggak detail tapi kayak ngerangkum pembicaraan itu tambah gak asik. Usaha ngomong Inggris mereka patut dihargai walaupun sebenarnya itu nyontek di layar.

Pas mereka ngomong Bahasa Indonesia, nggak banyak kepleset. Bagus aja gitu penyebutannya. Di awal-awal ment session, Sunggyu bilang "Sudah lama tidak bertemu!" terus Woohyun ngomong "Anda tidak berubah (koma) sama sekali masih cantik!" nah itu gue pusing bagian pemenggalan kalimatnya agak aneh. Hahahaha Hoya paling banyak ngomong pokoknya pake Bahasa Inggris. Walaupun bener-bener nggak terlalu jelas ngomong apa tapi yah.... okelah.... Sungjong juga ngomong Inggrisnya kocak. Wkwkwkwkwk....

Performance solo member yang paling bisa gue nikmatin itu cuma Sunggyu. Mungkin karena faktor gue udah tahu lagunya sedikit-sedikit. Aransemennya agak beda sih sama yang di MV cuma tetep bagus. Yang lain agak nggak ngerti tapi pas Infinite-H lumayan karena ada Hoya-nya. Hahahaha... Yang pas L main gitar juga gue nggak ngefancam dari awal sampai abis soalnya agak boring (dan gue juga harus nyatet beberapa hal yang penting buat laporan biar nggak lupa pas itu ahahah).

Karena duduk di tribun, gue jadi agak nggak bisa merasakan aura-aura fanservice yang mereka lakukan. Maksudnya karena nggak berada di tengah-tengah kerumunan fans di festival, jadi cuma bisa mengamati dari jauh doang. Cuma, gue perhatiin lumayan banyak fanservice sih mereka. Dongwoo, Woohyun, Hoya, L yang paling sering jongkok di depan fans sepanjang konser (yang berhasil tertangkap mata gue). Sunggyu ramah. Kalo Sungjong agak pemalu gak sih awkward gitu suasananya setiap dia ngomong. 

Beberapa lagu yang nggak dance juga ditampilin kayak misalnya salah satu yang paling gue inget itu ballad 'Mom'. Gue pernah denger lagu ini sekali pas pertama dirilis dan nggak nyangka pas live-nya bisa sebagus itu. Visualnya menarik dan suasananya jadi haru gitu. Dari awal kan udah diajak yang teriak-teriak jingkrak-jingkrak pas giliran lagu 'Mom' jadi agak kalem.

Di antara semua penampilan dari awal sampai akhir konser, 'Before The Dawn' adalah yang paling bikin gue merinding. Gue berdiri ngerekam sekalian lewat kamera itu gue bisa melihat lebih dekat muka-muka mereka soalnya karena zoom-nya 21x, gemeteran. Mulai dari awal pas musiknya masuk trus lirik "Because I listen to my heart beat one by one," itu langsung yang........................ OH TUHAN.

Penampilan paling epic sepanjang konser ya di lagu itu. Klimaks! Pas ditaruh di lagu-lagu terakhir. Udah nggak bisa bilang apa-apa lagi selain keren. Setelah itu lanjut ke 'Man In Love' dan terakhir 'The Chaser'. Dua-duanya juga klimaks walaupun genre lagunya beda tapi paaaas banget buat di akhir. Tiga lagu encore juga lumayan siiihhhh tapi sekali lagi karena gue nggak tahu lagunya jadi yah sekedar lewat. 

Di akhir konser, sempat ngerayain ulang tahun Sungyeol sama Sungjong juga. Jadi masing-masing mereka di kasi kue ulang tahun gitu terus ada acara tiup lilin juga. Nggak usah tanya abis itu ngapain. Semuanya pada saling berebut buat menodai wajah para member dengan kue. Sungjong aja pas terakhir, pas udah yang mau say goodbye mukanya penuh cokelat gitu kayak merata kayak dipakein masker. Mereka juga siram-siraman biasalah siram-siraman. 

Sebelum itu juga diputerin video yang isinya teriakan-teriakan dari fans yang dibuat langsung di venue. Gue sempat liat proses syutingnya sih beberapa saat waktu baru dateng dan ditayangin di layar besar itu ditonton langsung sama Infinite-nya. Nangis-nangisan? Ada. Pasti ada sesinya. Nggak seru kalo konser nggak ada nangis-nangisan. Nggak ada yang bisa diceritain di Twitter kalo nggak ada hahahahha....

Jelang akhir konser, Sunggyu ngomong, "Saya sangat sedih. Semalam saya tidak bisa tidur. Deg-degan..." 

Masing-masing member juga ngomong kata-kata perpisahan.

Sunggyu bilang "I will sing for you forever, Inspirit!"

Sungyeol bilang, "Aku cinta kamu (dalam Bahasa Indonesia). Ini konser dunia pertama kami, terima kasih (yang sudah datang) (dalam Bahasa Inggris).

Hoya bilang, "Jakarta will always a place that we will remember. Our hearts are always be with you,"

Dongwoo bilang, "First concert in Jakarta. Saya sangat sedih. Happy that we can spend time together, Infinite and Jakarta Inspirit. Thank you so much see you again in next stage," di kata 'stage' lidahnya kepeleset jadi 'seteji'.

Woohyun bilang, "Happy to see fans in Jakarta again. I will comeback again. Thank you for coming tonight. Jakarta I love you,"

Sungjong bilang, "To my girlfriend, Inspirit (maaf fanboy disini nggak dianggep, selalu nggak dianggep), I want to thank you, family, and friends. Inspirit are my everything. Thank you!"

L bilang, "We will comeback again to Jakarta,"

Yah kurang lebih kayak gitu.

Konsernya sangat sangat sangat bagus menurut gue dan nggak nyesel banget buat yang nonton. Yang nggak ngefans aja (gue) bisa menikmati konser ini, gimana yang ngefans ya? Tapi biasanya yang ngefans akan lebih perfeksionis sih tapi dari sisi penonton netral, gue sangat bisa menikmati setiap penampilan mereka. Keren banget!


Share:

16 komentar