Maafin... Saya Alay di 'THE EXO'luXion' Singapura [PART 2]

Semuanya berasa kayak deja vu.

Semua memori yang terjadi di 7 September 2014 itu muncul lagi di kepala gue waktu gue, Sam, Marcel dan Bunga duduk di barisan terdepan di Standing Pen C. Ini tiket yang kami dapet memang ajaib banget. Ajaib banget sampai-sampai kita sendiri speechless. Mungkin kalau dijual, gue bisa beli tiket buat nonton yang di Jakarta kali. Tapi boro-boro kepikiran buat ngejual itu tiket. Udah nggak sabar buat masuk ke Singapore Indoor Stadium!

Berada di antrean terdepan tanpa perjuangan menginap semalaman seperti yang terjadi di Lapangan D Senayan dua tahun yang lalu ini rasanya bener-bener aneh. Rasanya kayak nggak perlu khawatir sama apapun. Hectic-nya nonton konser sama sekali nggak berasa. Gue emang sih, enggak pernah beli tiket yang langsung pake nomor antrean di konser di Jakarta. Tapi gue bisa ngebayangin akan kayak apa dari pengalaman di Singapura ini.

Gue adalah orang pertama yang berhadapan dengan petugas yang melakukan pemeriksaan tas. Tapi nggak dimacem-macemin, setelah itu gue buru-buru masuk ke venue. Kembali deja vu. Astaga... ini persis dua tahun yang lalu. Masuk ke lokasi konser, berlari-lari kecil menuju depan panggung, sementara suasana di sekitar masih kosong melompong. Bedanya, nggak ada adegan teriak-teriak nyari temen dan memastikan bahwa mereka sudah dapat posisi terbaik. Nggak ada adegan ngangkang-ngangkang di depan panggung demi nge-tag tempat buat mereka.

Kali ini lebih kasual... Sementara di 2014 tuh kayak...
Dito sudah ngangkang-ngangkang di depan pagar demi buat ngetag-in tempat untuk kami. Gue menyusul dan akhirnya kita ngangkang bareng.

Masih jelas banget di kepala gue gimana rasanya ngeliat panggung pertama kali dari depan. Gimana suasana Lapangan D Senayan yang akhirnya hanya tinggal beberapa jam lagi akan diisi oleh teriakan dan lighstick silver.

Masih jelas di kepala gue gimana sore itu semua orang pada fight demi posisi yang paling enak. Gimana gue ngangkang nggak karuan. Gimana gue hectic nyariin temen-temen gue.

"MBAK DEA MANA MBAK DEA! KAK DEWI KEI MANA KAK DEWI KEI!" gue teriak kayak udah stres banget. Sambil ngangkang.

Nggak ada yang jawab sama sekali orang nggak ada yang kenal siapa itu mbak Dea, Kak Dewi sama Kei kecuali gue sama Dito. Dito pun yang udah kayak menbung jadi nggak peduli siapa ngomong apa juga udah dicuekin.

Sekitar enam atau tujuh menit baru deh mbak Dea, Kak Dewi sama Kei masuk dan gue bisa berhenti ngangkang. Kak Tari kemudian menyusul masuk dan ambil tempat di sebelah gue sama salah satu temennya. Kak Ashya sama Dito dan kak Icha. Semua temen yang antre bareng sejak semalem udah berada di tempat terbaiknya di depan pagar. (Selengkapnya di sini)



Hal lain yang bikin perasaan nonton 'THE EXO'luXion' di Singapura kemaren persis kayak 'The Lost Planet' waktu di Jakarta dulu juga karena baju yang gue pake hari itu adalah baju yang sama dengan yang gue pake dia tahun lalu. Baju 'Overdose' merah pemberian Pink Red Project. Rambut gue lagi nggak pirang, omong-omong, karena Suho juga sedang nggak pirang. YA KARENA NGGAK ADA WAKTU JUGA BUAT WARNAIN RAMBUT. Tapi rambut Suho sejak 'Sing For You' superbagus. Nggak paham. Selain itu, gue juga membawa fanboard yang sama yang gue bawa dua tahun lalu.

SURENE.

Tahun 2014, photo by Guntur Rustiana (DIA ULANG TAHUN HARI INI! HAPPY BIRTHDAY!!!!)

Makanya kemaren ada feel kayak nostalgia banget.

A photo posted by RON (@ronzstagram) on


Gue sudah ada di dalam venue, di depan pagar Standing Pen C, persis di depan panggung utama, sekitar jam 16:45-an. Konser baru dimulai jam 18:00-an. Yah, yang namanya barisan terdepan kan selalu jadi inceran orang banyak ya. Mungkin karena memang lokasi itu juga strategis, karena kan semua member akan berdiri di panggung tengah di semua sesi Ment.

Gue sendiri sebenarnya nggak pernah kepikiran sama sesi Ment ini. Yang paling penting adalah, bagaimana caranya gue bisa bertahan selama kurang lebih tiga jam, berdiri di atas sepatu dengan insoles setinggi nyaris 5 cm. Belum lagi harus berhadapan dengan pagar yang keras, dan berpunggungan(?) dengan orang-orang di belakang yang nggak akan segan-segan dorong-dorongan. Dada udah sakit kena pager, belum lagi pundak yang sakit karena gendong ransel seharian. Gue juga harus dihadapkan dengan migrain ringan akibat pegal pundak itu.

Ah! Satu lagi sih yang harus ditanggulangi: bagaimana caranya fansite yang ada di belakang gue nggak resek.

Gue memilih untuk berdiri di tengah-tengah, sementara Sam, Marcel dan Bunga memilih untuk berdiri di bagian kanan. Akhirnya kita kepisah karena gue memang dari awal ngincer banget tempat ini. Karena kita kepisah, akhirnya slot di antara gue dan Sam diisi oleh orang asing. Kayaknya fans Jepang apa fans Tiongkok gitu. Tapi dia udah izin sama gue sama Sam, jadi nggak masalah. Nah di sebelah kiri gue ada fans-nya Chanyeol (HAHAHAHAHAHAHA TADINYA MAU NGUMPAT-NGUMPAT CHANYEOL SEPANJANG KONSER JADI GABISA DEH) yang tiba-tiba bisik-bisik ke gue.

"Kayaknya ini mbak-mbak yang di belakang mau mencoba buat nyerobot deh," katanya.

"Iya gue juga mikirnya kayak gitu. Soalnya berasa banget," jawab gue.

Kita sama sekali nggak kenal tapi udah ghibahin orang. Hebat sekali memang hubungan pertemanan di fandom ini. Gue dari awal sudah feeling kalau yang di belakang gue ini fansite. Mereka bergerombol tiga atau empat orang. Tapi gue nggak tahu fansite siapa. Yang jelas mereka ngomong Bahasa Korea.

"Trus kita gimana nih enaknya?" kata gue ke si cewek berambut panjang yang ngefans sama Chanyeol itu.

"Yaudah lo kalo mau mepet ke tempat gue nggak masalah. Kita mepet-mepet aja supaya dia nggak bisa maju," katanya.

Wah diajak mepet-mepet sama cewek nih.

"OKE!" kata gue sambil manggut-manggut.

Posisi gue udah bener-bener nyaman setelah beberapa menit menyesuaikan diri dengan keramaian. Posisi coat hitam punya Dito udah kayak jemuran di pager. Hape gue posisinya sudah dicas dengan power bank dan beristirahat di kantong kiri dan kanan coat itu. Tas gue udah ada di sisi lain pager, di bagian tangga pager yang biasanya dipake security kalau mau nyenter-nyenter yang bawa kamera. Semua sudah aman dan terkendali.


Sayangnya migrain gue makin parah. Gue lupa banget beli Panadol padahal di deket lokasi konser itu ada Mall yang ada supermarketnya. Bener-bener nggak kepikiran. Sejak awal dateng yang ada di kepala tuh cuma gimana caranya buat ngumpetin kamera. Padahal ujung-ujungnya kamera juga nggak bisa gue pake karena muka gue sama muka security depan-depanan dari awal sampai akhir konser. Sebagai pengalih perhatian dari rasa sakit ini, gue ngetik berita di hape. Sambil perhatiin ternyata fans yang ada di tribun udan mulai masuk. Di situlah gue juga baru perhatian sama panggung 'THE EXO'luXion' ini.

Kalau dibandingkan dengan 'The Lost Planet', panggung 'THE EXO'luXion' jauh lebih kecil dan kelewat biasa! Nggak ada pohon-pohon yang membingkai di panggung kiri dan kanan. Rasanya bener-bener kayak... yaudah... panggung konser biasa aja. Nggak ada panggung melingker kayak dulu yang membuat fans akhirnya bisa dengan leluasa melihat EXO seutuhnya dari berbagai sisi. Nggak ada jarak yang terlalu gimana-gimana banget walaupun hanya satu atau dua member yang ada di sana dan kebetulan lewat.

Panggung 'THE EXO'luXion' mentok di bagian tempat gue berdiri, dan di kiri - kanan tempat Sehun dan Kai basah-basahan pas 'Baby Don't Cry'. Terasa kurang megah aja kalau misalnya dibandingkan sama 'The Lost Planet'. Nggak main box-box lagi soalnya. Mungkin modal buat tur ini lebih sedikit dari 'The Lost Planet' mengingat negara tujuannya yang lebih banyak? Enggak tahu juga. Tapi Tony Testa pun udah nggak lagi jadi pengarah konsernya.


Lama menunggu konser mulai, gue mulai berasa laper. Padahal siangnya gue sempat makan ayam opor sama nasi putih banyak banget di restauran halal dekat hostel. Tapi gue biasalah nahen laper. Kalau haus nih kadang-kadang nggak bisa kekontrol. Tapi bersyukur, lagi-lagi bersyukur, ada salah satu staf konser yang ninggalin botol air minum setengah penuh di tempat gue naruh tas di pager. Karena nggak ada yang liat, gue umpetin aja itu di belakang tas gue, untuk gue minum nanti.

Terus si cewek yang nge-fans sama Chanyeol ini juga sempat ngobrol sama security soal air minum. Mereka kayak tawar-menawar gitu, kalau nanti misalnya mereka haus, boleh nggak minta air minum punya staf buat mereka minum.

"Yaudah, nanti kalo kalian haus, siapa yang haus, gue kasih air minum," kata security-nya. SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Gue cuma senyum-senyum sendiri. Meanwhile pas 'The Lost Planet' di Jakarta tahun lalu, banyak yang pingsan karena dehidrasi.

Tiga LED di depan panggung sudah nyala sejak kita belum masuk. Perasaan ketika melihatnya setelah ada di depan panggung tengah dengan posisi dada menempel di pagar itu bener-bener begajulan! Campur aduk! Gue masih nggak nyangka kalo perjalanan mendadak gue ke Singapura ini jadi oke banget. Bisa nonton EXO lagi, gratis pula! Dapet tempat di depan pagar pula! Aduh... mau teriak tapi malu. Mungkin karena itu gue migrain karena terlalu banyak memendam rasa.

MUAHAHAHAHAHAHAHAHA

Tapi migrain itu kayaknya sih ada hikmahnya juga. Soalnya kalau terlanjur kebawa perasaan, mungkin gue bisa nangis kali. Kalau dipikir-pikir, di tengah kejamnya dunia yang mengharuskan kita bekerja berjam-jam untuk gaji yang cuma habis sampai tengah bulan doang, masih ada gitu orang baik hati yang mau ngasih tiket konser seharga nyaris Rp 4 juta buat orang asing yang abru dia kenal. Bener-bener mengembalikan harapan banget dan bikin gue mikir kalau di dunia ini memang masih banyak orang baik. Di dunia ini nggak cuma ada orang yang pernah nusuk lo dari belakang, nyakitin lo, atau ngomongin lo di chat sama teman-temannya yang lain tapi di depan lo malah sok-sok malaikat.

MUAHAHAHAHAHAHAHHA KENAPA SINETRON BANGET.

Selama satu setengah jam sebelum konser dimulai itu, lagu-lagu EXO diputar random. Nggak ada yang terlalu histeris ketika lagunya disetel. Beda banget sama pas di Jakarta dua tahun lalu. Tiap ada lagu apa, heboh! Tiap ada lagu apa, nyanyi! Teriak! Ya pantesan aja setengah konser langsung pingsan. Udah capek duluan. Tapi ini akibat nggak boleh bawa air minum juga sih! Ayolah, promotor! Kan cuma air minum!

Berdiri terpisah dari Sam, Marcel dan Bunga bikin perhatian gue terpusat ke lagu-lagu EXO yang sedang keputer. Gue jadi menikmatinya. Secara nggak sengaja malah nyanyi 'What If..." dengan suara yang cukup kenceng kayaknya. Ketika 'Thunder' diputer, gue tiba-tiba ngomong ke si cewek fans Chanyeol, kayak yang random banget. "This is my favorite song from the album!" padahal kenalan juga belom. Dia kemudian sempat tanya siapa bias gue di EXO dan gue bilang aja Suho.

"Ini pertama kalinya lo nonton?"

"Nggak, ini kedua kalinya. Gue pernah nonton pas mereka ke Indonesia,"

"Dan lo ke sini cuma buat nonton EXO? Lihat Suho?"

"Ya gitu deh,"

"Wah cool."

Hening sejenak, gue kembali fokus melihat ke sekeliling venue. Ternyata dalamnya Singapore Indoor Stadium ini nggak jauh beda sama Istora Senayan. Mungkin yang bikin beda kayak bentuknya agak melingkar gitu. Dari luar, lokasi ini kayaknya kecil banget. Tapi pas masuk ternyata lumayan juga kalo nyapu sendiri mungkin pegel banget.

Gue nggak pernah ngerti deh, kenapa SM Entertainment tuh nggak pernah mau bikin konser di Istora Senayan? Padahal kalo diliat, kapasitasnya nggak terlalu jauh beda sama Singapore Indoor Stadium. Gue baca di Wikipedia, Istora Senayan bisa nampung sampai 15 ribu orang. Tapi kalo untuk konser biasanya maksimal 8.000. Nah, Singapore Indoor Stadium tuh menurut Wikipedia bisa menampung 7.306 sampai 7.968 orang di event konser. Kan nggak jauh banget bedanya.

Hmm... mungkin ada pertimbangan lain dari manajemen kali ya, kan nggak tahu juga. Walaupun Singapore Indoor Stadium ini sama besarnya kayak Istora Senayan, mungkin ada sesuatu yang dinilai manajemen sangat nyaman. Mungkin lokasi, mungkin teknoloi, mungkin juga backstage-nya, kan nggak tahu. Toh kalo dipikir-pikir, 'THE EXO'luXion' juga panggungnya nggak terlalu gede yang gimana-gimana. Sebenarnya kalo mau (maksa) di Istora Senayan kan oke aja. At least gak usah jauh-jauh ke ICE maksud gue. PR banget.


Mendadak sebel karena konsernya belum juga mulai. Kenapa sih waktu berjalan sangat lambat. Gue random banget lagi baru sadar kalau pandangan gue ke panggung terhalang oleh salah satu tembakan konfeti yang ada di atas panggung. Ah... tapi gue juga nggak bisa geser-geser lagi. Udah bener-bener sesak kondisinya.

"Salah sih tadi berdiri nggak perhatian sama panggungnya dulu!" kata gue dalam hati.

Tapi kemudian,

"Ah elah, yaudahlah, udah di depan panggung juga, ini juga posisi lo udah lebih enak dari yang ada di belakang-belakang. Nggak bersyukur banget deh!"

Kemudian berantem sama diri sendiri. Di saat itulah gue baru sadar kalau panggung Singapore Indoor Stadium ini nggak tinggi-tinggi banget. Jadi kita juga nggak capek buat dongak. Enak banget deh pokoknya pandangannya juga.

Sekitar jam enam lima belas, lampu di panggung utama tiba-tiba menyala. Seluruh stadium mendadak gelap.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriakan dari seluruh penjuru terdengar bener-bener bikin budeg. Sementara gue loncat-loncat kecil, nggak sabar. Mau teriak masih malu. Soalnya Sam dan yang lain nggak deket sama gue jadi nggak bisa teriak kalo nggak ada yang dikenal. Tapi pas VCR pertama dimulai. Gila... rasanya kayak mau nangis.

Gue akhirnya teriak kenceng-kenceng. "WHOOOOOOO!!!!!!!" tepuk tangan kenceng-kenceng "PRAK PROK PRAK PROK!" air mata rasanya udah mau jatuh nih! Tapi kan katanya kalo cowok tuh gak boleh nangis. Apalagi nangisin boyband. Masha Allah no future banget nih. Kenapa sih hidup begini banget stereotipnya. Yaudahlah, tepuk tangan aja sampai pegel.

Nonton VCR opening 'THE EXO'luXion' itu bener-bener mengingatkan gue sama opening-nya MV 'MAMA'. Feel yang ditawarkan bener-bener sama. Ada kesan misterius, gelap dan menegangkan. Yang bawain narasi juga serem banget suaranya kayak besok mau kiamat. Bisa dibilang VCR 'THE EXO'luXion' ini lebih bagus dari 'The Lost Planet'. Dan bisa dibilang juga lebih natural make up-nya tanpa tato dan tanpa eyeliner berlebihan (buat Baekhyun).

Kalau di 'The Lost Planet' mereka lari-larian di tebing dan menghancurkan batu-batu tanpa alasan yang jelas, kali ini EXO-nya lebih kalem. Yang nggak kalem sebenarnya teori yang mengantarkan kita ke penampilan member-member ini. Tapi kalo gue bilang, VCR 'THE EXO'luXion' ini lebih EXO banget.

Sebenarnya video ini juga udah ada sih di YouTube. Tapi secara singkat akan gue ceritakan deh. Intinya, EXO adalah objek (yang kalo di subtitle layar disebutnya 'elemen') misterius yang datang dari exoplanet yang juga misterius. Mereka ini punya kekuatan super. Kalau lo inget sama teaser 'Coming Soon 2015', nah ini VCR adalah lanjutannya. Karena ada... apa sih nyebutnya... batuan dari bulan? WAKAKAKAK Iya itulah pokoknya, yang berubah bentuk jadi kayak kristal warna hitam gitu. Benda itu muncul lagi dan berkelana dari planet ke planet, sampai akhirnya terdampar di salah satu sisi bulan.

Di sini dijelasin juga kenapa konsernya namanya jadi 'THE EXO'luXion'. Secara singkat, elemen-elemen yang jumlahnya 9 ini (pas Tao masih ada jumlahnya 10 di konser Seoul WKWKKWKW) dikasi nama EVOLUTION M-9. Nah karena elemen ini berasal dari exoplanet, jadilah EVOLUTION-nya dipelesetin jadi EXOLUXION. Gitu....

Setelah itu, muncul deh tuh masing-masing member pamer kekuatan. Dimulai dari Baekhyun (YANG LANGSUNG DISAMBUT TERIAKAN ORANG-ORANG KAYAK... YA ALLAH.... DI SINI BANYAK BANGET YA FANS BAEKHYUN PANTESAN DIA HAPPY BANGET HAAAAAAAAA) yang melakukan gerakan-gerakan aneh memainkan cahaya. Berlanjut ke member lainnya dengan kekuatan masing-masing. Ya sekali lagi bagian ini sebenarnya bisa dilihat di YouTube.

Nah, dari semuanya itu yang paling keren menurut gue sih Chen. Yang paling nggak nyambung sama semuanya sebenarnya Kai. Tapi dia yang paling dijagokan SM dari awal EXO debut jadi dia ditaruh paling akhir dan seolah-olah jadi kayak master of everything. Well, gue sekarang udah tidak se-nggak suka itu sama Kai jadi oke-oke aja. HAHAHAHAHAH

Video itu diakhiri dengan EXO lompat ke sebuah tebing dan kemudian mereka muncul di panggung.

A'UZUBILLAHI MINASYATIONIROJIM.

BISMILLAHIROHMANIROHIM.

ALLAHU LAA ILAHAILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM...........................


Gue teriak kenceng banget, sampai gue nggak sadar sekenceng apa. Suaranya juga kalah sama suara musik yang udah mulai kedengeran. Teriakan gue diikuti dengan tepukan tangan gue yang saking kerasnya, gue baru sadar kalo itu sakit setelah lima menitan. Akhirnya gue memutuskan untuk kalem aja dan menonton dengan senang hati. Ya, ini adalah pengalaman nonton konser gue yang paling kalem. Bahkan pas gue liputan Infinite, gue nggak bisa kontrol pas mereka nyanyi 'Paradise'. Tapi buat EXO, gue rela kalem.

Yang paling seru ketika lo berdiri di depan panggung tengah dan di depan pagar adalah karena lo bisa melihat sebagian besar kejadian yang ada di panggung utama dari sudut pandang yang enak. Tapi nggak enaknya, kalo udah nyebar-nyebar ke bagian lain panggung, yaudah lo hanya bisa pasrah nontonin layar. Pasrah juga nunggu bakalan ada siapa yang dateng ke depan lo.

Lampu-lampu merah di awal penampilan itu adalah yang paling gue inget. Entah beneran merah atau gue lupa sebenarnya warnanya apa dan mendadak pikun. Tapi kalau dibandingkan dengan 'The Lost Planet', opening 'THE EXO'luXion' kurang WOW.

'Haka' + 'MAMA' itu adalah kombinasi yang bener-bener hebat dan oke banget. Sebagai konser pertama mereka, opening 'The Lost Planet' sangat membekas di hati. Karena kayak ini tuh goal-nya EXO sejak awal debut. Ya kan semua boyband pasti punya mimpi bisa tampil di panggung megah di sebuah konser tunggal kan. Makanya wajar kalau 'The Lost Planet' keliatannya lebih WOW. But anyway, since this is EXO and they're just like my bias, everything will be very fun until the end of the concert.

'THE EXO'luXion' dibuka dengan 'Overdose' dan 'History' dalam versi aransemen yang baru. Wah... udah deh... karena ini sangat personal, emosinya pun jadi bener-bener merusak suasana banget. Muahahahaha

Sedikit curhat, gue awalnya nggak terlalu suka 'Overdose' karena di era ini Kris keluar. Tapi setelah berbulan-bulan sejak lawsuit pertama itu nggak lagi kedengeran kabarnya, gue baru deh gandrung sama lagu ini. Kayak "LOH BAGUS YA TERNYATA? KEMANA AJA GUE SELAMA INI?!" Dan buat gue penampilan 9 member di 'THE EXO'luXion' ini bener-bener ngena. Kayak lo udah kehilangan banyak member, terus lo nyanyiin lagu yang sama yang pernah lo bawakan ketika member lo masih lengkap.

Kayak semacem lo baru putus, tapi diharuskan ketemu sama mantan lo di sebuah acara reuni. #apalah

"Lah ini kalau 'Overdose' aja baper, gimana 'History'?"

Lagu kedua itu justru semakin bikin baper. Ya gimana dong. 2012 kita nunggu EXO resmi debut, dikasihnya 'History' jadi salah satu MV pembukaan. Selama setahun lebih EXO perform lagu itu doang dari panggung ke panggung. Kemudian ketika satu momen mereka tampil ber-12, kita baru tahu kalo lagunya separo Mandarin separo Korea. Ya semua memori masa lalu dari masa pre-debut sampai debut itu keputer di kepala gue. Dan setelah sekian lama, akhirnya gue melihat lagi mereka tampil membawakan lagu itu, memposisikan tangan di bagian kantong celana kiri dan kanan, lalu digeter-geterin seperti sedia kala. Tapi udah nggak 12 lagi. WAH KAMPRET! KAMPREEEEETTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tapi nih kalau harus milih lagu mana yang bisa mengalahkan 'Haka' + 'MAMA' di 'The Lost Planet', di antara tiga lagu pertama itu sih yang paling pecah ya 'El Dorado'. Wah... wah kacau... Ini hati rasanya diobrak-abrik Kim Jun Myeon terus dilepeh Byun Baekhyun. ARRRRGGHHHH!!!!!

Kalau lo baca review gue soal 'EXODUS', pasti ngerti deh betapa gue suka banget sama lagu itu. Betapa gue sangat ingin lagu ini dibuatin MV juga seperti 'MAMA' karena dalam bayangan gue jadinya pasti akan lebih epic. Karena 'El Dorado' ini lebih EXO banget ketimbang 'Call Me Baby'. Bahkan saking sukanya sama lagu ini, ringtone hape gue sampai sekarang masih aja 'El Dorado' sejak tahun lalu.

Cuma nih, setelah melihat penampilan mereka di 'THE EXO'luXion', gue jadi ngerti kenapa akhirnya 'El Dorado' cuma jadi side-track doang. KARENA LO HARUS LIAT PENAMPILAN MEREKA LIVE DI KONSER. ASTAGFIRULLAH. BENER-BENER BIKIN BEGAJULAN!!!!!!!

Seperti yang gue bilang di paragraf sebelumnya, ini adalah pengalaman nonton konser gue yang paling kalem. Sepanjang penampilan 'El Dorado' gue cuma bisa istigfar dalam hati. Inget betapa gue banyak dosa selama perjalanan ini. Tapi toh Allah tetap aja ngasih kebahagiaan walaupun ini semu. Mata gue fokus ke panggung sementara tangan gue, for the sake of making this performance last forever, megang hape dan ngerekam tanpa peduli ada security di depan gue. Well yeah, mereka membolehkan kita merekam pake handphone, tapi nggak pake kamera. Alhasil itu kamera cuma diem di dalam tas doang. Lebih ke karena gue nggak berani dan nggak mau disuruh mundur sih. Ini baru tiga lagu pertama men! Gila aja.

Dan di tiga lagu pertama itu, gue bisa menilai kalau semua member lagi dalam mood yang sangat oke banget di Singapura hari pertama itu. Ditambah lagi yang bikin amazed dari awal adalah mereka nyanyinya LIVE di tiga lagu. Lo bisa denger dengan jelas suara Baekhyun, Chen dan D.O yang bener-bener renyah banget di kuping. Soundsystem yang dipake emang terasa enak banget. Semacem bisikan surga nih dengerin suara mereka live lagi setelah sekian lama. SENENG BANGET!

Kenapa gue yakin mereka lagi good mood, soalnya Baekhyun (salah satunya) banyak banget improvisasi. Kayak sekedar teriak 'WOO!' di bagian yang dia seharusnya nggak teriak aja itu udah bikin seneng banget! Gila sih ini bias. Tapi emang kenyataannya kayak gitu. Berasa kok, kalo misalnya ada member yang kayaknya lagi bad mood, pasti di panggung juga bakalan yang yaudah biasa aja. Cuma kalo gue bilang sih ada yang ngantuk.

Uhuk. Suho. Uhuk.

Mungkin ada satu hal lain yang bikin penampilan opening 'THE EXO'luXion' ini istimewa: gue nggak pernah nonton fancam konser mereka sama sekali, kecuali 'Don't Go'. Yes! Gue menahan-nahan diri untuk nggak nonton satupun fancam 'El Dorado' supaya ketika gue menonton langsung, itu akan jadi yang pertama kali dan akan lebih berkesan. Jadinya? YA BENER-BENER BERKESAN! Walaupun ada bagian yang lightstick-nya mati, atau bahkan ada satu tangan yang nggak megang lightstick pas bagian ending lagu, tapi tetep aja penampilan 'El Dorado' ini perfect banget.

Di bagian gue berdiri, gue kebagian Xiumin, Chen sama Lay. Sementara Suho ada di sebelah kiri gue dan agak jauh, kemudian Baekhyun ada di tengah-tengah. Ya nggak masalah. Ngeliatin Xiumin nge-dance dengan lebay tapi nggak berasa lebay itu juga menyenangkan. Ngeliatin Lay dengan setiap patahan-patahan gerakannya di depan mata itu juga bener-bener nggak rugi sama sekali. Buat gue, 'El Dorado' ini lagi-lagi emosional. Walaupun ada bagian yang gue mau ketawa terlebih pas part "Sail~ Sail~ Sail~" itu kenapa gerakannya kayak kepiting.

Mungkin ekspresi gue sepanjang tiga lagu pertama ini senyum lebar banget sambil mangap-mangap. Dalam hati gue ngarep, kalo mereka ke Jakarta nanti, semoga juga mood-nya lagi bagus. Soalnya ya males aja kalo beli tiket mahal, terus mereka dikit improvisasi dan cuma rutinitas doang kan sebel juga. Dan ketika Yixing berdiri di depan gue untuk mengakhiri lagu itu, gue baru sadar kalau ternyata migrain gue udah hilang.

Wah.... LAY TERNYATA BENERAN PUNYA HEALING POWER YA WAH KACAU WAH WAH WAH WAH INI LAY APA PONARI. WAH WAH WAH!!!!!!!!!!!!!!!

[jangan lupa juga nih add LINE@ KaosKakiBau buat rame-ramein aja hihihi @ecd6150l (di search pake @ jangan lupa)]

Share:

13 komentar