Konser Maher Zain atau Super Show 4?

Gue selalu membayangkan bisa menonton Super Show entah dimanapun itu negaranya. Tapi alangkah sangat bahagianya kalau gue bisa nonton Super Show di Korea nya sendiri. Wow... Perasaannya akan jauh berbeda menonton Super Junior tampil di negara mereka sendiri ketimbang di negara orang lain. Mungkin begitu juga dengan di Indonesia. Gue nggak berharap Super Show 4 akan di adakan di Indonesia. Yeah, you can bash me right now because of  this statement. Tapi gue tentu saja punya alasan dan kayaknya nggak jauh-jauh dari yang namanya uang. Hahahaha... 

SUPER SHOW 4 SUPER JUNIOR WORLD TOUR OFFICIAL POSTER

Nonton konser sama sekali nggak pernah jadi prioritas gue sejak entah kapan. Like, I lived in Lombok yang memang sangat jauh dari peradaban konser-konser megah macem Linkin Park, Westlife, bahkan Super Junior. Berbeda dengan teman-teman yang ada di Jakarta yang kayaknya sepanjang tahun dimanjakan dengan berbagai macam konser yang bisa mereka pilih sendiri kayak nonton film.

Anyway, gue nggak pernah nonton konser sebelumnya tapi bulan ini, tepatnya tanggal 9 bulan 10 tahun 11 kemaren (angka cantik!) gue akhirnya menginjakkan kaki gue (literary, karena bener-bener telanjang kaki malem itu) di lantai Tennis Indoor Senayan buat nonton Konser Silaturahim Untuk Indonesia nya Maher Zain. 


WOW... disaat gue sangat mengidolakan Super Junior atau bahkan mungkin gue nggak pernah benar-benar ngefans CN BLUE tapi sangat ingin nonton konsernya, gue malah nonton Maher Zain yang notabenenya baru gue kenal sekitar enam atau tujuh bulan yang lalu dan itupun karena kakak perempuan gue yang ngefans banget sama dia. I mean, I'm totally kpop lovers gitu. Bukan Maher Zain's fans....

Kakak perempuan gue...

Sebut aja semua artis yang gue suka sejak kecil itu banyak sekali mendapat pengaruh dari kakak gue itu. Contoh kecil: BSB, WESTLIFE ( OH MY GOD INI SAMPE SEKARANG PENGARUHNYA DALEM BANGET ) dan semua lagu-lagu jadul yang gue suka sampai sekarang kayak misalnya Spice Girls, Ricky Martin, Mariah Carey, dan siapapun itu artis yang nyanyi pas jamannya dia SMA. Semuanya gue suka dan hampir semua juga lagunya gue hapal atau paling nggak familiar di telinga. Setelah SMA kelar dan dia kuliah di Jogja, dia kemudian terbawa arus para muslimah dan melupakan dunia fana boyband dan beralih ke Nasyid. Mulai saat itu juga gue menjadi sangat familiar bahkan hapal lagu-lagunya Raihan dan grup nasyid lain kayak misalnya Snada, Nanda, edCoustic! Yang terakhir itu KEREN PARAH.

Sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu dunia di gemparkan dengan Maher Zain, artis keturunan Swedia-Turki dan manapun itu yang jelas dia sangat bule sekali, sangat putih sekali (rasis, oke maaf), sangat ganteng sekali menurut kakak gue. Jujur aja sampai bulan Juni kemarin gue nggak pernah tahu lagunya Maher Zain, tapi pas pulang kampung, beuh, everyday everytime gue dengerin lagunya dan bikin gue hapal. Yang pertama itu Insya Allah yang featuring Fadly Padi (walaupun sekarang gue suka yang versi aslinya).

Nah! Berangkat dari situ juga nih, gue akhirnya mendapatkan ide untuk menonton konser Maher Zain di Jakarta tanggal 9 kemaren. Sebenarnya sih ide itu cuma wacana dan juga iseng aja buat manas-manasin kakak gue. Eh entah kenapa pas gue update status FB dan ngajak si Gilang buat nonton, ternyata di tanggepin serius dan dia juga ngajak temennya si Awalia Rizky dan VOILA! Tiket seharga 330 ribu (termurah dari segalanya) itu akhirnya bisa gue pegang juga.


Gue sendiri nggak ngerti, kenapa tontonan gue kok kayaknya keren banget gitu. Maher Zain! Demi penguasa bumi dan surga, demi kepala botaknya Piccolo, demi rambut jabriknya SonGoku, gue nggak pernah sama sekali kepikiran buat jadi dan beneran nonton konser ini. Like, I'm not his fans gitu kan. Lagi pula, gue masih sangat ingin menonton Super Junior! Hey... 2PM juga di depan mata dan CN BLUE Ya Tuhan... Tapi semua itu malah kayaknya nggak meyakinkan dan gue entah kenapa yakinnya malah nonton Maher Zain...

Gue sih mikirnya karena tiketnya murah jadi gue juga nggak terlalu memikirkan terlalu jauh tentang uang yang gue habiskan untuk tiket seharga 330 ribu itu karena memang tabungan gue masih ada. Faktor lain mungkin lebih kepada, ketika gue bisa nonton Maher Zain, gue akan punya bahan cerita ke kakak gue nanti kalo gue pulang bagimana histeria dan euforia nya nonton konser artis luar negeri, atau mungkin gue juga bakalan ada bahan cerita di blog juga. Like unique gitu. Dan yeah, here I am, hampir seminggu setelah nonton Maher Zain dan masih merasa sangat aneh dengan keputusan itu.

Yak. Hari Minggu tanggal 9 itu gue sudah mengosongkan jadwal gue seharian karena gue nggak  mau ketinggalan buat menyaksikan opening act atau apapun itu. Gue bahkan nggak jadi ngerjain tugas karena pengennya berangkat cepet supaya nggak telat. Jakarta pasti macet dan itu yang membuat gue nggak berani berangkat mepet-mepet. Ah tapi apa daya, karena gue janjian sama Gilang dan dia bilang berangkatnya jam 3 aja, akhirnya ya sudah, kita janjian jam 3 di jalan Margonda. Tapi... yeah, jam 3 hanya tinggal wacana, gue landing di Margonda sekitar setengah empat dan dia baru dateng setengah 5 dan dengan pedenya kita berangkat ke Pasar Rebo naik angkot 19 dari Depok berusaha ngejer busway buat ke Istora dan estimasi nyampe jam 7 malem.

MIMPI?!

Jam 5.30 PM kita masih stuck di Tanjung Barat karena macet antrian Tol dan jam 6 baru sampai di Pasar Rebo. Yakali bisa sampai Senayan jam 7. Belom lagi kita harus transit di UKI buat ke SEMANGGI karena ternyata kita bakalan dijemput di SEMANGGI aja sama bokapnya Awa. Dan hell-ooooo.... busway ke Semangginya baru sampe jam tujuh dong... sampe semangginya jam setengah delapan dong... TRUS KE SENAYANNYA JAM BERAPA NIH?! BISA BISA BATAL NIH GUE NGELIAT OM OM BULE ARAB ITU?!

Tarik napas, keluarkan, tekan, tahan... Kita sampai di Istora jam delapan kurang dan Alhamdulilah Yah... Acaranya belom mulai sama sekali. Kadang-kadang gue sangat mencintai Indonesia disaat-saat seperti ini. Rasanya terlambat menjadi sebuah budaya. Memang sih budaya nggak bagus, tapi pas kondisinya begini, gue sangat bersyukur sekali ada istilah Jam Karet di Indonesia.

Masuk ke Istora, heboh orang-orang pada foto sama Maher Zain! Walaupun cuma poster doang... Gue nggak mau menyianyiakan kesempatan! Sebagai orang kampung yang baru pertama kali nonton konsr (dan percaya gak percaya I SHOUT IT OUT LOUD DAN SEMUA ORANG MELIHAT GUE!) gue juga foto-foto najong di depan banner super gede itu. Niatnya mau sombong sama kakak gue. 


Setelah itu kita langsung ke pintu masuk stage. Oh yeah, gue nggak pernah tahu kalau ternyata semua FANS di dunia ini sama aja. Ketika mau ketemu sama idola mereka, mereka berubah dari muslimah berjilbab menjadi muslimah bejigar*. Demi apapun yah, gue nggak berniat nyerobot antrian, malah ditarik-tarik trus diteriakin ditelinga, 

"ANTRI WOY ANTRI WOY! TAU NAMA ANTRI GAK LO?! GAK TAU?! KENALAN DULU SANA!" 

"HAI GUE ANTRI! LO SIAPA?!"

Gue, Gilang dan Awa berjalan ke barisan paling belakang dan masuk ke area Tennis Indoor. Kesan pertama gue ketika masuk ke sana adalah, "OH MY GOD! WHAT KIND OF PLACE IS THIS?!" Tempat itu sama sekali nggak pernah kebayang di otak gue. Jelek. Hahaha... Nggak sebagus tempat-tempat konser lainnya (kayak pernah nonton konser aja). Oke, kalau dibandingkan dengan stadion tempat Super Show 3 mungkin nggak sebanding kali ya. Tapi kondisi Tennis Indoor itu mengingatkan gue betapa bodohnya gue nggak jadi nonton KIMCHI waktu itu... Sial... Walaupun kemudian gue sadar kembali, kondisi fans Maher Zain sama fans SUJU tentu saja akan lebih "gila" fans SUJU. Jadi oh yeah... Takdir.

Ketika gue bilang gue masuk dan menginjakkan kaki di Tennis Indoor, itu bener-bener menginjakkan kaki. Ya, karena gue pake sendal Crocks palsu yang selalu tergenang air kalo ujan (dan kebetulan malam itu hujan deras men), akhirnya gue masukin tuh sendal keramat pemberian Necha dan Heiwa kedalam plastik Alfamart trus dijejelin ke ranselnya Gilang. 


Kondisi panggung lumayan luas dan nggak terlalu jauh dari Festival 2 tempat gue berdiri. Lumayan lah bisa liat Maher Zainnya... Paling nggak itu komentar pertama gue sampai akhirnya... Ya Tuhan.. pas Maher Zainnya muncul, gue hampir nggak menikmati sama sekali muka bule arab yang katanya ganteng itu. Yang bisa gue liat adalah kepala orang-orang dan juga kamera digital yang terangkat ke udara. FYI, tinggi gue cuma 158 cm dan orang orang di depan gue tingginya 170 cm rata-rata. HOW DO YOU THINK CAN I SEE MAHER'S FACE?! T___T gue pasrah aja. Kamera gue gue angkat tinggi-tinggi dan sebisa mungkin highlight konser itu bisa gue rekam buat kakak gue dan paling nggak buat gue pribadi karena emang nggak keliatan sama sekali. Sampai konser berakhir, Maher nyanyi kurang lebih ada sepuluh lagu deh yah, dan penampilan lain itu dari Irfan Makki sama Fadly Padi. Sampai detik terakhir itu juga gue cuma bisa tertunduk lemah menatap tanah sambil mikir, andai saja gue bisa lebih tinggi, gue nggak akan merasa sangat bego nonton konser begini. Mengingat ini juga adalah konser pertama yang gue tonton.

Overall sih konsernya berjalan sesuai rencana kayaknya walaupun jam mulainya jauh dari jadwal (dan ini gue bersyukur karena kondisinya gue lagi di jalan dan telat banget waktu itu), tata lampu lumayan lah, cuma kalo gue pikir, suara microphone nya Maher agak jelek yah. Suaranya cuma memusat di satu bagian panggung dan nggak menyebar. Soundsystem nya agak kalah sama suara teriakan penonton. Kecewa juga sih, padahal kalo baca berita konser yang di Surabaya sama Bandung kayaknya kan heboh banget tuh. Tapi pas ngerasain sendiri agak kurang gimanaaa gitu... Mungkin ini juga karena faktor gue bukan fans kali ya, jadi euforia nya gak kurang juga. Mungkin kalau misalnya gue ngefans, sejelek apapun gue akan menganggap itu baik-baik saja. Mungkin.... Mungkin juga kalau gue nonton SUJU dan sound nya jelek, gue akan menganggap itu baik-baik saja. Mungkin... gue nggak tahu. Tapi konser malem itu rasanya tragis. Selain nggak bisa liat, nggak bisa nyanyi pula.

Ending konsernya agak antiklimaks menurut gue. Penonton juga kurang bisa menanggapi setiap pancingan Maher. Entah apakah Mahernya sendiri yang susah berkomunikasi kali ya atau memang karena yang nonton nggak ngerti? Atau karena umpannya kurang lezat? Atau kailnya kurang tajam? Atau Ayu Ting Ting gak hadir malam itu? #eeeeh #dibacok Cuma ya gitu... Mungkin karena temanya Konser Silaturahim jadi kayaknya nggak terlalu WOW juga gak apa-apa. Mungkin... Mungkin salah posisi kali... Harusnya yang teriak di tribun nontonnya di Festival 1, jadi kan hebohnya berasa. Soalnya dari Tribun ke panggung lumayan jauh dan teriakannya kalah sama Soundsystem. Mungkin....

Tapi kayaknya balik lagi ke masalah fans atau bukan fans kali ya... Soalnya gue ngerasa sangat biasa sekali ketika menonton. Beda sama Awa yang sampe nangis dan heboh layaknya seorang fans gitu. Tapi yah, paling nggak gue bisa menikmati sesi foto bareng ustad Jefri atau ngintilin kamera infotainment dengan sengaja berjalan di depan kamera pas wartawan gosipnya lagi wawancara artis. Lumayan...


Sumpah muka gue kayak gembel ketemu sama---ah yah. Itulah.

This is my first time, my first concert, dan itu MAHER ZAIN. Hidup memang sesuatu banget... (Padahal ngarepnya SUJU SUJU dan SUJU lalalalalalalalala)

Video konser hasil rekaman gue bisa diliat disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini dan disini. Ah ya, FYI aja, channel gue yang ronronmanusiakaret udah di block sama YouTube karena videonya kebanyakan tanpa ijin :p jadi sekarang channel gue pindah ke ronronmanusiakaret2. Insya Allah ntar video lama di upload lagi.

Anyway HAPPY BIRTHDAY LEE DONGHAE!

@ronzzykevin
http://kaoskakibau.tumblr.com

Share:

1 komentar