EXO 2015 COMING SOON

*
Sejak Kris mutusin buat ninggalin EXO, ada banyak banget hal yang berubah. Nggak cuma dari dalam EXO-nya saja, tapi juga dari cara gue melihat kedua belah pihak. Perubahan yang sangat besar terjadi pada bagaimana gue ngeliat EXO sebagai sebuah grup, dan bagaimana gue ngeliat Kris sebagai individu.

Hal yang sama juga terjadi ketika Luhan akhirnya menyusul Kris ke dunia fana. Yah... grup ini tidak lagi jadi grup yang sama seperti dulu.

Gue ketemu sama beberapa orang yang suka banget EXO sejak awal, setelah beberapa kejadian menyakitkan di 2014 kesukaan itu berkurang. Bahkan, salah satu fans Kris dengan sangat menggebu-gebu bercerita ke gue dia tidak lagi menyukai EXO dan ikut pergi bersama Kris ke dunia fana.

Dalam hidup, akan selalu ada kenyataan yang menyedihkan dan tidak bisa dihindari. Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Enggak bisa bohong. Kalo lo ngikutin grup ini dari zaman teaser keluar, lo nggak akan bisa semudah itu membenci salah satu dari mereka. Well, walaupun di beberapa kondisi lo mungkin akan eneg kalo ada orang di timeline lo kebanyakan membicarakan Kris, terlebih ketika lo sedang dalam fase 'tidak suka' ke dia.

Ketika Kris keluar dari EXO, gue sendiri pernah bilang kalau akan ada masa-masa di mana gue akan kesel sampai taraf yang tidak terkira ke Kris. Tapi nanti, setelah itu, akan ada masa juga dimana gue akan kangen sama kebersamaan mereka.

Kebersamaan yang, yah entah kenapa, dengan penuh maaf, terlihat seperti diatur-atur sih sebenernya. Kebersamaan yang sepertinya diliputi oleh kebohongan yang tak benar-benar tampak di antara satu sama lain, namun tersirat. Kebohongan yang kalau misalnya terkuak, atau tercium oleh orang-orang yang salah bisa menghancurkan segalanya.

Yak. Demikianlah. Gue berhasil memulai postingan kali ini dengan sedikit curhat dan drama. Tapi emang, EXO sekarang jadi penuh drama sejak lawsuit demi lawsuit ditujukan ke manajemen. Kalo ada penghargaan dengan kategori 'Idola K-Pop Terdrama 2014', EXO mungkin masuk nominasinya.

Well, tapi apalah artinya hidup tanpa 'sedikit' drama?

Secara langsung maupun tidak, semesta terasa sangat mendukung EXO sejak drama lawsuit mereka. Coba saja lihat nama mereka yang perlahan-lahan naik. Pemberitaan yang membanjiri kasus itu seolah jadi roket-roket kecil yang semakin menyokong mereka ke puncak popularitas.

Pemberitaan satu minggu pertama sejak tanggal 15 Mei itu terasa dibesar-besarkan. Berbagai spekulasi bermunculan. Enggak cuma dari media Korea saja, tapi juga dari media Tiongkok yang mengawali semua kegemparan dan merusak tidur nyenyak gue hari itu.

Di bulan yang berbeda, semua media menyebut-nyebut nama EXO. Kris. Luhan. Secara bersamaan, semua mendapat porsi kenaikan popularitas yang setara di masing-masing negara. Semuanya seolah berhasil. Rencana besar manajemen seolah terwujud dengan sangat baik.

Kalau diibaratkan 'Maze Runner', EXO adalah para Glader yang hidupnya sudah diatur oleh para Kreator. Selama dua tahun di Glade, para Glader tidak sama sekali tahu apa yang terjadi sampai Thomas muncul. Sampai akhirnya mereka sadar bahwa kehidupan mereka selama ini di bawah kendali Kreator.

EXO debut selama dua tahun sebelum akhirnya lawsuit pertama dikirimkan ke manajemen. Semua pun mulai berubah sejak saat itu. Apa yang direncanakan manajemen sejak 2012 kini mulai dijalankan satu per satu.

Itu kan yang mereka mau? Hahahaha

Belakangan, gue kalo lagi senggang suka bengong dan pikirannya mulai ngelantur. Suka ngayal berlebihan. Gue suka mikir kalau selama ini gue sudah dibohongi oleh SM Entertainment. Gue sudah secara tidak langsung jadi budak emosi mereka.

Dalam pikiran gue muncul hal-hal yang komplikasi seperti: mungkin, selama ini EXO memang tidak pernah dibentuk sebagai grup dengan 12 orang member.

atau

mungkin, selama ini di balik slogan 'We Are One' itu ada sebuah rencana yang menyakitkan. 'We Are One' ini seolah jadi inti dari cerita EXO. Premis dari perjalanan karier mereka gitu.

*BAHASA GUE* *APA SIH* *PREMIS*

Karena kita sama-sama enggak tahu siapa yang bener dan siapa yang salah (karena tentu saja kita semua tidak terlibat dalam kasus kedua belah pihak dan hanyalah orang ketiga yang sama sekali tidak ada urusannya dengan masalah mereka, yang hanya membaca berita dan pendapat fans lain--atau sebut saja siapalah yang orang dalam atau apapun istilahnya--lalu menyimpulkan sendiri), pikiran gue pun jadi jauh melayang ke segala macam rahasia busuk.

Rahasia yang kalau fans tahu, mungkin mereka akan pergi jauh-jauh karena ilfil.

Tapi, syukur Alhamdulillah berkat fans-fans yang men-translate pernyataan dari orang terdekat, orang-orang dalam, dan siapapun itu, pikiran fans jadi terpecah-pecah dan akhirnya mulai mengambil keputusan untuk memihak siapa. Dengan begini, eksistensi masing-masing artis pun bisa dijaga.

Tentu saja ini semua ditulis berdasarkan asumsi bahwa kita semua tidak tahu apa-apa. Jadi semuanya berhak untuk menilai, berpendapat dan komentar. Tentu saja.
*

*
Sore itu gue lagi duduk abis solat Ashar di musholla kantor waktu pikiran-pikiran dramatis ini muncul... pikiran-pikiran yang sudah seperti fanfiction versi gue sendiri soal SM & EXO versus Kris & Luhan:
"Semua berawal dari kontrak ke-12 member EXO yang sudah berbeda dari awal. Bahwa kontrak Kris dan Luhan tidak sama dengan ke-10 personel lainnya. Ini adalah inti dari semuanya. Manajemen dan artisnya tidak akan bergerak tanpa kontrak yang mengikat. Tanpa ada kontrak, maka tidak ada lawsuit. Karena mungkin saja, lawsuit juga sudah tertulis di dalam kontrak. Tanggal berapa, bulan berapa, dan dengan cara apa.

Sebenarnya Kris tidak seharusnya masuk EXO. Sesungguhnya dari awal, SM Entertainment memang sudah menyiapkan pria jangkung bergigi unik itu untuk jadi seorang aktor. Hal yang sama juga terjadi dengan Luhan.

Berangkat dari kenyataan bahwa aktor yang bernaung di bawah SM Entertainment tidaklah sesukses grup idol-nya, membuat kondisi Kris dan Luhan--jika mereka langsung debut sebagai aktor--menuju popularitas akan sangat sulit. Terlebih untuk masuk di pasar Tiongkok.

Jika mereka ingin masuk pasar Tiongkok dan jadi aktor, paling tidak mereka sudah harus punya nama besar dulu. Cara mendapatkannya? Dengan debut sebagai member dari sebuah grup idol. Karena kalau tidak, nama mereka sebagai aktor tidak akan terdengar gaungnya.

Industri ini sangat sulit. SM Entertainment yang notabenenya adalah manajemen kelas 1 di Korea saja merasakan kesulitan itu dari sisi aktor dan aktris mereka. Tapi, tidak ada yang tidak bisa dilakukan kalau punya strategi.

Akhirnya, SM memutuskan bahwa Kris dan Luhan akan jadi personel EXO. Sebuah grup yang punya konsep kembar. Satu bagian akan terbang ke Tiongkok sementara satu bagian lainnya akan ada di Korea. Sebuah terobosan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan SM. Debut di dua negara dengan lagu yang sama, namun Bahasa yang berbeda.

Secara 'kebetulan', Kris dan Luhan ditempatkan di grup yang banyak aktif di Tiongkok. Sebagai orang yang punya darah Tiongkok, bersama dengan dua personel Tiongkok lainnya mereka pun dengan mudah mendapat perhatian ketimbang personel lain yang berasal dari Korea.

Popularitas mereka perlahan namun pasti semakin merangkak setelah debut. Kris jadi salah satu sosok yang tidak bisa dipungkiri lagi paling menonjol dari semuanya. Dia adalah leader. Pembicara. Tukang translate untuk setiap kegiatan EXO-M di Tiongkok. Peran-peran penuh tanggung jawab yang membentuk image-nya, sekaligus menghancurkan image itu ketika dia keluar dari EXO.

Sementara itu di belakang Kris ada sosok Luhan. Sosok laki-laki 'berwajah bak malaikat' yang bahkan ketika dia keluar dari grup itu, ada sedikit orang yang bisa membencinya. Terlihat kan, ada perbedaan yang sangat besar di situ?

Tahun-tahun awal di EXO benar-benar berat buat semuanya. Tentu saja, karena selain mereka harus bekerja keras membayar semua investasi superbesar yang ditanamkan SM Entertainment untuk grup mereka, masing-masing personel juga harus rela banting tulang dan merasakan cedera demi cedera untuk popularitas mereka. Sakit di sekujur tubuh. Lelah fisik dan batin.

Tapi mereka bertahan. Kenapa? Karena mereka tahu, di depan mereka akan ada masa-masa cerah. Masa-masa yang sudah diatur sedemikan rupa. Baik buat 10 orang yang ada di grup, dan dua orang lainnya.

Debut EXO diikuti oleh sebuah rencana besar SM Entertainment untuk mengekspansi pasar Tiongkok. Super Junior-M sudah membuka jalan itu sejak lama, tetapi SM Entertainment saat itu masih belum punya senjata yang cukup ampuh untuk benar-benar memulai ekspansi yang nyata.

Investasi bernilai ratusan juta itupun mereka lakukan ketika EXO debut.

Di awal 2014, berbagai pemberitaan soal kerjasama SM dengan perusahaan besar di Tiongkok jadi perhatian. Sebuah langkah besar untuk ekspansi SM di sana. Sebuah langkah besar yang akan menentukan masa depan artis-artis mereka.

Kerjasama berhasil dilakukan. Konsekuensi pun langsung mereka dapatkan. SM mendapat serangan lawsuit pertama mereka sejak 2009. Dan itu berasal dari EXO, grup yang debut dengan konsep kembar di dua negara Korea dan Tiongkok, yang juga akan jadi senjata andalan SM untuk pasar Tiongkok.

Singkat kata, Kris keluar karena salah satu alasannya, ia ingin jadi aktor. Dan ketika dia keluar, dia pun jadi aktor. Lalu semuanya berubah seratus delapan puluh derajat.

EXO seperti berada di atas angin dan terombang-ambin. Semua lalu bertanya-tanya soal apa yang akan terjadi dengan grup ini. Berbagai spekulasi muncul. Rumor miring tak henti-hentinya beradar.

Tapi setelah Kris, EXO pun bertahan. Konser yang sudah memasuki tahap akhir persiapan pun dilanjutkan. Semuanya seolah kembali seperti semula. Seperti tidak pernah ada member bernama Kris yang pernah jadi bagian dari mereka. Koreografinya berubah. Formasinya berbeda. Kris pun dihapus dari daftar personel untuk selamanya. Dia tidak akan kembali. Tentu saja.

Kris tentu keluar karena banyak alasan. Tetapi, di luar alasan yang sesungguhnya, apa yang kita ketahui dari media adalah alasan-alasan formal. Alasan yang terdengar seperti pengulangan dari kasus sebelumnya.

Jelas, tidak akan ada yang mau memberitahu alasan yang sebenarnya. Apa yang kita dengar dari media dan fans (yang juga gue jamin sedikit banyak mendapat pengaruh dari media) tidak bisa sepenuhnya dibilang benar.

TIdak ada yang mau memberitahu alasan yang sebenarnya. Kenapa? Karena semuanya sudah diatur dalam kontrak yang ditanda tangani di awal. Semuanya sudah diatur oleh SM untuk jadi seperti ini.

Lantas, apakah dengan kasus Kris membuat kesempatan EXO tertutup untuk kembali ke pasar Tiongkok?

Tidak sama sekali. SM dan Tiongkok tetap menjalin kerjasama dengan damai. Walaupun sempat ada desas-desus bahwa "keluarnya Kris adalah sebuah cara untuk menggagalkan investasi SM di Tiongkok", semuanya toh baik-baik saja.

SM memproduksi variety show. Sebuah film 'Miss Granny' pun di remake dengan Luhan ikut serta di dalamnya. Enggak tahu seberapa besar pengaruh SM untuk film ini, tapi sedikit banyak pasti ada. Karena Luhan masih jadi personel EXO saat dia direkrut untuk jadi pemain film itu.

Beberapa hal itu membuktikan bahwa lawsuit Kris tidak berarti apa-apa untuk manajemen sebesar SM. Tapi justru memberikan efek positif buat mereka. Walaupun gue tidak tahu secara detail, bagaimana bisa efek positif ini terjadi? Sementara sejak Mei dan seterusnya, segala bentuk cacian dan pemberitaan miring soal kontrak budak mengalir untuk SM.

EXO pun bertahan dan berhasil menyelesaikan rangkaian tur Asia mereka dengan sangat baik. Beberapa member bahkan tampil secara individual di acara-acara televisi. Mengisi soundtrack drama bahkan jadi aktor drama itu sendiri.

Tidak lama... lawsuit kembali dilayangkan. Tapi kali ini ada yang berbeda dengan yang terjadi di bulan Mei. Tetap heboh, tapi tidak seheboh sebelumnya. Lawsuit kedua dilayangkan dengan, bagaimana menyebutnya ya, penuh keikhlasan. Baik dari penggugat maupun tergugat.

10 member EXO yang lain seolah melepas kepergian Luhan dengan penuh kasih sayang. Dengan penuh damai. Kontras dengan kepergian Kris yang dibuntuti oleh julukan-julukan miring seperti 'tidak bertanggung jawab' sampai 'pengkhianat'.

Tetapi, sekali lagi, itulah yang sudah direncanakan sejak awal.

Keduanya sama-sama keluar dan menarik simpati dengan cara yang berbeda.

Terlepas dari image miring yang mengekor kepergian Kris, toh dia tetap pernah jadi bagian dari grup bernama EXO yang fenomenal. Orang-orang mengenalnya dari grup ini. Bagaimanapun semua orang mengingkarinya, dia tetap terkenal karena pernah menyanyikan lagu 'MAMA' dan 'Overdose'. Kalau saja SM mendebutkan Kris langsung sebagai aktor, apa iya dia akan seterkenal itu dan langsung dapat proyek pertama setelah lawsuit?

Image miring yang melekat pada Kris membuatnya dicaci, sekaligus juga dicari. Mungkin ada orang-orang yang sudah tidak peduli sama dia. Tapi akan ada juga orang-orang yang tetap penasaran. Sekali lagi itu adalah efek EXO. Apakah dia akan berhasil sebagai aktor (setelah keluar dari EXO)? Apakah aktingnya akan bagu (karena kan dia sebelumnya rapper bukan aktor)? Apakah dia benar-benar bisa jadi aktor yang oke (sementara nggak semua aktor jebolan idol itu aktingnya bagus)?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini yang lalu membawa gue, sebagian kecil dari orang yang sebelumnya memandang negatif Kris, untuk menunggu filmnya. Film yang selama ini gue salah-salahkan seolah jadi penyebab keluarnya Kris dari EXO, padahal sebenarnya bukan.

Tapi, ya, mereka berhasil membuat gue penasaran. Mereka berhasil membuat gue membicarakannya. Menanti-nantikannya. Sebuah promosi cuma-cuma pun didapatkan oleh produser film dari segala caci maki yang ditulis di media sosial. Itu yang mereka cari.

Sementara untuk Luhan, dia syuting film 'Twenties Once Again' ketika masih jadi personel EXO. Kontrak sudah ditanda tangani. Berarti, ketika dia keluar dari EXO tidak ada alasan untuk tidak hadir dalam rangkaian promosi film. Jelas, kalau tidak ikut berarti menyalahi kontrak.

Luhan keluar dari EXO tanpa diikuti embel-embel kalau "dia mau mengejar karier berakting". Kabar keluarnya Luhan penuh dengan rasa kasihan karena sakit dan kangen keluarga yang sudah semakin menua.

Berbeda dengan Kris yang lawsuit - keluar dari EXO - ujug-ujug ada di Praha - syuting film. Luhan ada di kondisi yang superaman. Dia tidak pernah memberitahukan dunia apa yang akan terjadi pada kariernya kemudian. Oleh karena itu, ketika dia keluar dari persembunyiannya untuk promosi film 'Twenties Once Again', semuanya jadi adem ayem dan seolah dia keluar 'secara sukarela'.

Mau tidak mau memang dia harus melakukan itu. Karena sudah kontrak.

Film 'Twenties Once Again' ini sendiri adalah proyek yang cukup besar. Mengingat kesuksesan 'Miss Granny' sendiri di Korea. Entah benar atau tidak tapi gue rasa SM, besar ataupun kecil, ikut andil dalam produksi film ini. Sama besarnya dengan andil Luhan untuk tampil di setiap event promosi film.

Sekarang, kalau tidak ada Luhan apakah film ini akan jadi semenarik sekarang? Apakah kalau Luhan bukan member EXO--lalu dia keluar dan bikin heboh--film ini akan jadi semenarik sekarang? Ada berapa banyak film yang diproduksi di Tiongkok di tahun yang sama, tapi apakah semuanya jadi topik di kalangan fans EXO yang jumlahnya superbanyak itu? Ada berapa banyak film Korea yang di-remake di Tiongkok sebelumnya, tapi apakah ada yang menarik perhatian kita yang sudah terpapar EXO sejak 2012 untuk nonton?

Semuanya sangat terencana. Gue pun sampai pada kesimpulan bahwa SM Entertainment punya strategi yang sangat terperinci dan mendetail untuk dua mantan artisnya itu. Yah, mantan artis yang direncanakan.

Strategi yang dilakukan memang jahat untuk para EXO-L (kita asumsikan bahwa member EXO sadar betul akan rencana ini), tapi sangat menguntungkan untuk Kris dan Luhan. Kita nggak bisa bilang kan, semua ini tidak menguntungkan mereka?

Kemarahan yang dirasakan EXO selama ini adalah kemarahan yang ditujukan untuk manajemen. Tapi sayang sekali, mereka tidak bisa mengutarakannya secara terang-terangan dan terekspos media. Itu semua karena mereka berhutang banyak hal dari manajemen. Banyak sekali.

Semuanya membawa gue ke momen ketika Luhan tampil di 'The Lost Planet in Beijing', yang dalam kondisi sangat mengenaskan dan airmata yang tumpah. Airmata yang sebenarnya jatuh bukan karena lelah dan sakit, tapi karena kesedihan yang mendalam.

Airmata perpisahan. Karena setelah Luhan, tidak akan ada lagi 'drama' berlebihan yang ditampilkan oleh EXO. Semuanya berakhir di situ. Di Luhan.

Luhan adalah penutup semuanya. Itulah kenapa 'The Lost Planet in Beijing' sangat mengharukan buat semua member. Semuanya jadi emosional. Terkuras emosinya. Setelah dua tahun kebersamaan itu, mereka harus terpisah karena kontrak dan kekejian manajemen demi popularitas. Yang sialnya, mereka tidak bisa menolak untuk melakukannya.

Karena merekalah yang diuntungkan dengan hal itu.

Tapi, di saat yang sama kepergian Luhan merupakan sebuah titik kebangkitan untuk EXO. Ini juga salah satu hal yang mungkin bisa jadi membuat Luhan semakin bercucuran airmata. Setelah Luhan keluar, EXO akan tampil dengan formasi yang baru (lagi).

EXO yang sekarang adalah puncak dari semua drama yang terjadi sepanjang tahun 2014. Dengan lawsuit-lawsuit itu, dengan segala drama percintaan itu, EXO kini kembali berdiri dengan dua puluh kaki, membuktikan kepada dunia bahwa mereka masih utuh.

EXO masih utuh, walaupun tidak sempurna.

Semua kejadian di 2014 seolah sudah tertulis dalam sebuah kisah jauh sebelum 'Overdose' dirilis. Ya. Semuanya seolah sudah 'diramalkan' sebelumnya oleh SM Entertainment di drama 'Wolf' tahun 2013 kemarin.

Kris dan Luhan bersahabat lalu Kris pergi meninggalkan Luhan. Semua rasanya terlalu aneh untuk sekedar jadi kebetulan. Semuanya terlalu cerdas untuk jadi sekedar kebetulan. Semuanya terlalu bikin gemas untuk jadi sekedar kebetulan.

Segala pemberitaan, segala cacian, semua masalah dan tetesan airmata sepanjang 2014 membuat nama EXO semakin dan semakin dikenal, bukan? Semakin dan semakin tinggi, bukan? Efek lawsuit itu memang sangat besar untuk kestabilan grup ini, tapi juga sangat besar untuk popularitas mereka.

SM melakukannya dengan jahat dan keji. Tetapi semuanya berhasil dengan sangat baik. Semua drama itu kini ditutup dengan perilisan sebuah teaser comeback berjudul 'EXO 2015 COMING SOON'.

Kita akan (sekali lagi) memasuki dunia baru, seperti halnya di tahun 2012:

"A new world, shall open up!"

Slogan 'We Are One' pun akhirnya menegaskan definisi mereka:

Bahwa sebesar apapun masalah yang menimpa EXO, mereka akan tetap bertahan. Karena mereka, sekarang, dengan formasi baru setelah ditimpa berbagai masalah, adalah satu kesatuan yang utuh."

*TARIK NAPAS*

*KETAWA NGAKAK*
*
*
Jujur aja sekarang gue sudah enggak pernah menganggap serius apapun yang dikatakan EXO di TV. Mau senyakitin apapun itu speech di MAMA 2014 kemarin, enggak sedikitpun gue anggap serius. Semuanya sudah jadi sekedar angin lalu. Apalah artinya hati yang telah tersakiti jika diberi kata-kata kosong belaka, hey Kim Jun Myeon? Tapi gue tanggapi positif janji mereka untuk kembali sebagai EXO yang baru.

Gue sangat eksaytid menunggu EXO di 2015. Karena ini pertama kalinya, secara resmi, EXO akan kembali sebagai sebuah grup yang sudah ditinggal oleh dua personelnya. Itu artinya akan ada konsep yang baru. Bukan cuma dari comeback mereka saja, tapi juga dari grupnya sendiri.

Akankah masih tetap ada pembagian EXO-K dan EXO-M? Kalau semua fanfiction gue di atas benar adanya, kenapa tidak satukan saja mereka di bawah nama EXO saja? Nggak usah dibagi-bagi lagi? Karena dengan begitu, mereka akan lebih terlihat ONE.

Harapan terbesar gue sih sekarang itu aja, EXO jadi satu. Yang lain gue nggak mau berharap karena kalo berharap sama SM sama aja berharap tidur di atas awan.

Meski demikian, teaser comeback EXO di 2015 ini ternyata di luar harapan! Awalnya gue yang udah nggak pernah mikirin lagi kapan EXO bakalan comeback, walaupun ada gosip mereka mau comeback Januari. Tapi SM membantah gosip itu dan tanggal comeback-nya pun kembali ngawang-ngawang.

Tapi pas di preskon MAMA 2014, Suho kembali menyinggung soal comeback. Tentu saja sudah diatur karena malam harinya, teaser mereka pun tayang di MAMA. Sebuah hal yang (seharusnya) mengejutkan. Terlebih teaser kali ini terlihat sangat menjanjikan.

Teaser EXO 2015 mengingatkan gue sedikit banyak ke teaser debut mereka. Meninggalkan kesan. Walaupun tidak satupun member EXO tampil di teaser ini, tapi ada sesuatu yang menggigit dari teaser ini: rangkaian masalah-masalah yang dihadapi EXO yang secara cerdas dikemas jadi sebuah konsep.
*

*
Gue merasa kali ini SM Entertainment sangat-sangat kurang ajar. BAGAIMANA BISA MEREKA MENJADIKAN KELUARNYA DUA MEMBER EXO YANG DRAMATIS ITU JADI SEBUAH KONSEP TEASER YANG CEMERLANG?!?!?!?!??!?!

Disaat gue sudah mau move on begini, mereka malah membuat kasus-kasus itu jadi konsep di dalam teaser. YA UDAH INI MAH #SAKITNYA_AT_GWANGHWAMUN.

Huff.

Tapi memang harus tepok tangan buat SM Entertainment! Teaser kali ini misteriusnya dapet, tegangnya dapet, nendangnya dapet, gagal move on-nya dapet, gambaran terhadap apa yang sudah dilalui EXO juga dapet.

Teaser ini di awali dengan sebuah gasing yang terlihat berputar-putar seimbang. Sebuah penggambaran menarik sekali lagi soal nasib EXO. Nasib EXO yang masih gambling, seperti halnya gasing ketika dipakai di ajang perjudian.

Kapan jatuhnya kita nggak tahu. Sampai kapan berputarnya juga hanya Tuhan yang tahu. Tapi karena sepanjang video ini gasingnya terus berputar, jadi kita positive thinking aja kalo EXO panjang umur gitu kan.

EXO digambarkan sebagai gasing yang berputar dan terus berputar, eksis sebagai sebuah grup:
*
*
Dan juga sebagai individual (walaupun ini agak kebanyakan ya oh mungkin itu termasuk manajer dan stylist dan Runtaku dan Ahreum noona):
*
*
Gasing-gasing yang terus berputar dan tidak jatuh, tidak berhenti, sebagai sebuah gambaran bahwa walau apapun yang menerpa EXO mereka akan tetap melanjutkan hidup. Tapi tentu saja, faktanya suatu saat gasing itu akan berhenti berputar juga. Atau ini semacam pertanda bahwa EXO mau bub-----oh! #nggak

Ada lagi bola-bola yang menggelinding mengitari Maze. Berusaha untuk keluar dari dalam labirin. Yang di adegan terakhir ditunjukkan bahwa kemudian ada 10 bola yang berhasil keluar, sementara dua lagi tersesat di dalam.

Ini yang gue maksud sebuah ide cemerlang. SM memasukkan kejadian pahit yang dialami EXO ke dalam teaser konsep comeback mereka. Seolah-olah semuanya terjadi memang karena sudah ada yang mengatur. Seakan-akan sudah di-set seperti itu.

Walaupun mungkin sebenarnya enggak, tapi cara SM merangkul masalah dan menjadikannya sebuah konsep teaser ini loh. Keren aja. At least buat gue.

Waktu pertama kali ngeliat bola-bola itu dan mereka masih menggunakan konsep Maze, gue sudah tahu bahwa ini pasti ada hubungannya dengan Kris dan Luhan. Bener aja. Ada dua bola yang tersesat di dalam Maze seolah-olah menggambarkan bahwa menurut SM, kondisi dua orang itu sekarang sedang tersesat dan kebingungan.

Sebuah metafora bahwa mereka telah mengambil jalan yang salah dengan keluar dari grup. Sampai akhirnya tersesat. Tersesat karena ego masing-masing. Sebuah kesalahan fatal sampai akhirnya mereka terjebak di sana. Di dalam kekalutan Maze yang kejam.

Ya tentu saja ini diambil dari sudut pandang SM Entertainment. Mungkin buat Kris dan Luhan (mungkin), posisi mereka justru adalah 10 bola yang di luar, bukan justru yang di dalam.

Yang menyentil dari teaser ini adalah adegan membolak-balikkan rubic yang tentu kita sama-sama tahu bahwa itu adalah gambaran untuk Luhan. Seolah-olah benda ini sudah jadi identitas buat Luhan banget. Orang yang sudah tahu EXO sejak awal pasti tahu, jadi ketika dia nonton teaser ini otaknya langsung nyambung dan tanpa berpikir, dia langsung tersentuh. Terjebak nostalgia lagi.
*
*

Sementara untuk Kris, dia digambarkan sebagai pensil. Enggak tahu sebenarnya motivasinya apa tapi kalau mau asal menebak, ini pasti karena Kris pernah dapat julukan Kriscasso dan karena dia suka menggambar. Walaupun kenyataannya gambar apapun yang dia buat sama sekali nggak mirip sama aslinya.

Ok, nice try SM. Gue sendiri sebenarnya nggak tahu sih apa yang paling ikonik dari sosok Kris. Harusnya sih Naga yah, itu udah paling obvious. Tapi di teaser ini serasa enggak ada kekuatan-kekuatan lagi jadi mungkin Naga nggak muncul. Ya masa Ayam? Kan nggak mungkin juga di tengah-tengah teaser misterius terus ada adegan penyembelihan ayam, atau mas-mas KFC lagi bawa kotak delivery.

Yah, baguslah dapat pensil buat gambar di kertas. Daripada pensil alis.
*
*
Secara keseluruhan memang teaser ini menggambarkan sebuah transformasi dan kekuatan. Yah, bisa dibilang sedikit clue begitu. Konsep seperti apa yang akan diusung EXO di album full kedua mereka. Lebih strong. Beda. Mungkin abis mereka overdosis, mereka bertaubat. Berubah jadi ustad? Bisa aja.

Nah, karena ini album full pastinya nggak akan kalah heboh dari 'Wolf' (dari manusia serigala ke ustad kurang heboh apa lagi coba). Teaser-teasernya mungkin akan lebih menarik untuk dibahas. Foto-fotonya mungkin nggak akan sesederhana 'Overdose'. Mungkin akan ada sedikit keberanian untuk menjual badan?


(oke kalo gitu gajadi ustad) (eh jadi aja kalo ustad cabul kan bisa).

Silahkan berharap. Mungkin kali ini Xiumin akan tampil di tengah. Pasang badan sama Kai. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan Sehun udah nggak kerempeng lagi tapi udah keker kayak Agung Hercules? Perubahan yang luar biasa bukan?

Gue berharap sesuatu yang lebih dramatis dari 'Wolf'. Kalau perlu, itu drama dilanjutin. Setelah Kris pergi (dan kemudian Luhan pergi) apa yang terjadi pada anak-anak sekolahan itu. Siapa yang patah hati. Siapa yang nangis. Siapa yang unfollow semua orang di Instagram, jadikan ke dalam sebuah cerita lanjutan.

Kalau nggak, buat cerita baru tapi please, jangan lagi ada kisah-kisah sentimental deh. Mending yang happy-happy. Yang cium-cium pipi. Yang mesra-mesra sama Yoon Sohee atau Seulgi. Boleh aja.

Cuma kalo diliat dari teaser coming soon-nya sih.... bakalan dark-dark lagi yah. Kayaknya sih ala-ala Maze Runner atau Hunger Games. Bisalah.

Gak sabar nunggu 2015.


Share:

50 komentar