EXO in Wonderland - 'Love Me Right' Music Video Review

Memang bener kata quote-quote yang banyak di-upload ke Instagram atau di Path itu: hidup memang penuh dengan kejutan.

Waktu teaser ‘COMING SOON 2015’ dirilis SM bulan Desember 2014 kemaren, gue pikir semua masalah-masalah yang terjadi pada EXO di sepanjang tahun 2014 akan tutup buku. Memasuki 2015 akan jadi tahun paling bahagia buat EXO sebagai grup, dan buat mereka yang ngefans.

Ah.... ternyata....

Malapetaka datang tanpa diduga-diduga. Lebih sakitnya lagi, malapetaka itu datang dari dalam grup itu sendiri (lagi). Beuh.... Bisa apa sih, kita-kita ini, yang cuma ngeliatin dari jauh doang. Kita-kita ini yang ‘그냥 international fan’ yang bahkan sering di-rolling eyes-in sama K-Fans. Cuma bisa menerima apa yang terjadi aja.

Yang bikin bete sebenarnya bukan “Kenapa sih, EXO lagi EXO lagi?” Tapi yang lebih bikin kesel itu karena orang yang bikin masalah kali ini adalah dia yang paling banyak banget cakap dari zaman dulu. Orang yang selalu bilang “sayang EXO”, “will never leave the stage”, “selamanya akan di dalam grup”, bahkan orang yang merasa paling tersakiti dan terkhianati pas Kris keluar.

Enggak cuma image-nya yang udah tercoreng. Sekarang jidatnya udah ada label FAKE besar banget (gue bahkan mulai berpikir kalau anak-anak EXO ini semuanya fake loh hahahahah doh). No offense, sorry not sorry, mian an mian, maaf maaf nih ya. Tapi kalau memang mau keluar, yaudah silakan, keluar. Maksud gue, kenapa sih urusan simpel kayak mau keluar gini dibikin terlalu banyak drama?

Semakin banyak drama, semakin keliatan fake-nya nanti di belakang. Kasian juga sama member lain yang akhirnya harus terlihat fake juga. Kalo misalnya tiba-tiba ada masalah di satu member, otomatis yang lain kesannya jadi jahat banget kan, membiarkan hal seperti itu terjadi pada satu orang ini.

Orang mungkin memang akan memaafkan seiring berjalannya waktu, tapi enggak semua orang akan melupakan. Hihihihi Kalau seleksi alam di EXO ini akan terus ada, ya nanti akhirnya kita akan lihat dan bisa membedakan, mana yang memang punya determinasi tinggi, bertahan, dan menjadikan EXO sebagai jalur karier mereka (dilandasi dengan TRUST seperti kata Zhang Yixing—yang kalo dia keluar abis ini udah berarti selama ini kakaknya paling fake dari yang terakhir kabur ke Amrika), dan siapa yang cuma menjadikan EXO sebagai batu loncatan semata.

Walaupun...

Ya...

Sebenarnya, memang, ya....

Gimana sih, kalo udah kayak gini emang fake-nya makin keliatan.

Nggak cuma satu, tapi semua.

Kemudian perasaan saya pun begajulan.

HAHAHAHAHA

Soal fake nggak fake sih, ya sebenarnya, ini dilematis juga. Ketika udah bicara soal dunia entertainment Korea ini, kita susah ngebedain mana yang fake mana yang beneran. Bahkan OTP yang kayaknya SO DAMN REAL banget eh ternyata malah ter-fake sepanjang masa. Kembali lagi bahwa semuanya, SEMUANYA, yang kita lihat di depan kamera itu hanyalah bagian dari pekerjaan mereka-mereka si idola-idola Kpop ini. Bagian dari kehidupan profesional mereka, bukan personal.

Sudah berapa lama suka Kpop? 3 tahun? 4 tahun? 5 tahun? Berarti sekarang waktunya buat nggak usah terlalu baper. Bisa membedakan mana yang profesional dan mana yang personal akan sangat membantu untuk tidak terlalu termakan omongan-omongan manis yang disampaikan di lirik lagu (ini profesional—tentu saja, siapa sih yang bakalan percaya? Orang lagu ‘Promise’ aja pernah dinyanyiin di konser pertama tapi abis konser pertama dia caw kok oknumnya).

Meanwhile, secara personal, kita (memang, mungkin, sebagian besar dari kita) enggak pernah tahu mereka kayak gimana. Kita bisa berharap secara personal masing-masing dari 12 member itu masih kontak, walaupun secara profesional mereka sudah nggak bisa lagi bareng-bareng. Tapi perlu juga diingat, mau seintens apa sih, mikirin kehidupan personal orang lain. Orang lain yang bener-bener orang lain. Yang bener-bener nugu. Yang bener-bener bahkan elo dikenal aja enggak. Significant others aja bukan.

Why wasting your precious time to think about that la? Mending bikin indomie kuah susu.

That’s why, let’s enjoy their profesional life aja entah itu musik, drama, film, variety show dan sebagainya, dan biarkan personal life mereka menjadi urusan mereka. I mean, kita semua punya kehidupan personal men, kenapa gak fokus dulu berumah tangga. #ea

#KEMUDIAN_NGACA_DI_CERMIN_TERBESAR_DI_DUNIA

Tapi yah, beginilah fandom. Kalo nggak ada drama enggak seru. Kalo nggak ada baper-baperan nggak menarik. Kalo nggak pernah ngerasain terlibat langsung dalam proses kepo terhadap kehidupan pribadi artis kesukaan kita berarti belum hidup di fandom. Kalo nggak ada berantem, enggak asik. Kalo nggak terlibat at least satu fanwar, berarti fandomya belom besar. Biasanya fandom besar pasti pernah fanwar. Potong kuping gue kalo ada yang nggak pernah.

Kayak punya kuping.

Empat atau lima tahun dari sekarang, atau mungkin satu tahun dari sekarang, atau kalau dikasih hidayah satu hari dari kalian membaca postingan ini (JAMA'AH~~~~ OOOO JAMA'AH~~~), mungkin kalian akan tertawa dengan semua drama, baper, dan fanwar yang sudah terjadi.

Nggak apa-apa. Buat bahan penyemangat hati yang luka kalau lagi rapuh. Ampuh banget loh itu.
*
Sebenernya kalian EXO atau T-Ara sih, kok Number 9. (karena tak bisa lagi mengidentikkan SNSD dengan angka 9)
Ngomong-ngomong soal kejutan, ternyata nggak cuma kejutan dari orang yang sudah malas untuk disebutkan namanya itu saja yang kita dapatkan di 2015 ini. Melanjutkan kejutan dari teaser-teaser keren ‘EXODUS’ dan terkejut karena MV ‘Call Me Baby’ yang gitu lagi gitu lagi, kejutan kali ini sepertinya benar-benar di luar dugaan: SM bikinin EXO MV di luar kotak indomie lagi untuk ketiga kalinya.

YAY!

Gue se-excited itu dengan MV baru EXO ini. Walaupun mungkin perasaan pas nunggunya nggak seintens ketika nungguin teaser demi teaser 'EXODUS'. Mau dibilang kesel karena teasernya nggak dilanjutin sebenarnya yaaa... bisa dibilang begitu. Padahal kalau misalnya repackaged ini konsepnya sedahsyat 'EXODUS' (teaser maksudnya), mungkin jadinya akan lebih dari sekedar nendang.

MV-nya kan udah bagus gitu ya 'Love Me Right', jadi grafiknya naik terus dan terus. Nggak malah kayak bagus di teaser tapi jeblok di MV kayak 'Call Me Baby' kemaren.

Entah kenapa gue curiga, sebenarnya konsep comeback EXO di repackaged ini tidak sesimpel ini. Kayak, gue mikir SM tuh sebenarnya nyiapin sesuatu yang besar dan nendang.

Tapi karena ada satu orang member yang nggak bisa ikutan, jadilah konsepnya berubah mendadak. Kalo lo liat dari 'EXODUS', itu kan disiapinnya udah lama. Bahkan sejak Desember 2014 itu, Twitter @pathcodeEXO itu sudah dibikin. Jadi emang sudah terencana banget.

Nah, gue curiga aja sih sebenarnya konsep asli dari repackaged ini sebenarnya beneran mau ngelanjutin itu 'El Dorado' sesuai harapan gue (HAHAHAHA BANGKEK LO PIKIR LO SIAPA MONYET). Tapi, karena liriknya cuma sekedar omong kosong ya—makasih loh yang lagi sekolah di Amerika, eh jadi gak tuh sekolahnya, apa cuma sekedar alasan palsu belaka—jadi ya apa gunanya mau mengedepankan ‘We Are One’, orang grup lo aja udah berantakan.

Ahem.

Professional versus personal.


Konsep 'Love Me Right' ini juga bagus kok. Lebih bagus bahkan dari 'Call Me Baby' kalo secara MV. Lo nggak lagi cuma dikasi liat member nari-nari bahagia dengan kamera yang ditampar ke kanan dan ke kiri. Cuman, konsep albumnya jadi berasa keluar banget dari 'EXODUS' memang.

Padahal kan, banyak banget misteri dan cerita yang tidak selesai dan juga tidak dijelaskan secara detail di teaser kemaren. Cerita-cerita itu butuh ending yang jelas. Dan menurut gue, momen repackaged ini adalah yang paling pas dan tepat untuk menyelesaikan semuanya.

Masa kita harus nunggu album berikutnya sih. Nanti SM bikin skenario lagi deh member berkurang lagi deh kan bete.

Tapi ya... gimana ya, mungkin menurut SM, EXO kalo comeback dengan konsep 'original' (yang tadi gue bilang di atas) (kalo memang ada) akan terlalu munafik jatohnya kalo dilakukan. Kondisinya kan ini grup lagi nggak lengkap (atau memang selalu nggak lengkap? #EA #ANAKNYAOT12BANGET). Orang baru comeback bersepuluh eh repackaged udah bersembilan.
*
*
DUH.

Pertama dalam sejarah artis SM nih yang kayak gini. Cuma EXO yang bisa kayak gini. Cem OKB alay. Orang at least 5 tahun dulu kek baru pecah-pecahan. Lah ini baru setaon udah bermasalah, dua tahun udah keluar member dua, tiga tahun ya udahlah..... ikhlasin aja.

Kan profesional. Bukan personal.
*


Sebenarnya gue sendiri agak bingung sama konsep yang kali ini. Karena gue melihat ada dua hal yang berbenturan dan kayaknya nggak nyambung gitu kalau dilihat secara kasatmata (APALAH KASATMATA).

Pertama, konsep yang American Football yang membawa mereka kembali ke konsep anak sekolahan. Entah, ketika mereka rilis foto yang di dalem ruang loker itu, gue langsung kebayang kalo ini konsep pasti anak sekolahan ketimbang konsep atlet. Mungkin efek karena muka-muka mereka lebih cocok jadi anak sekolahan kali ya.

Tapi kemudian konsep American Football dan anak sekolahannya jadi tercoreng sedikit. Jadi nggak murni anak sekolahan. Soalnya, baru liat aja ada anak pergi ke sekolah cuma pake jas doang, enggak pake apa-apa lagi. Apa nggak masuk angin. Apa nggak takut kena MERS.
*
*
Mungkin ada. Iya. Itu kan, Lay. Iyain aja, beda emang CEO. Udah sesukanya sekarang nggak bisa dibantah dan dilawan. Suka-suka dia aja.

Kedua, konsepnya memberi kesan seperti mengulang ‘GROWL’. Walaupun jawabannya bisa iya, bisa juga enggak.

Iya konsep ini mengulang ‘GROWL’ karena memang ada nuansa sekolah dan olahraga. Ketika promosi ‘Growl’ dan juga di MV kan mereka pake seragam sekolah (kemeja, dasi, celana panjang, jas). Terus juga menampilkan gaya pemain bisbol dengan varsity mereka yang kemudian jadi baju andalan anak-anak fans Kpop kalo dateng ke gathering.

Terus foto-foto yang ada di album juga style-nya juga santai banget. Baju biasa. Narsis-narsisan biasa. Nggak ada yang terlalu rapi atau dandanan yang terlalu berlebihan dari segi make up misalnya. Lokasi juga ya depan rumah tetangga sebelah. Sekalian anjing sama anak tetangga juga masuk jadi foto di album.

Lalu, nggak, konsep ini nggak mengulang ‘GROWL’. Karena di ‘Love Me Right’ kesan sekolahnya nggak terlalu ditekankan. Kostum yang mereka pake memang terlihat mirip dengan seragam sekolah di ‘Growl’, tapi yang ini lebih ke seragam sekolah suka-suka kayaknya. Enggak yang terlihat resmi gitu. Mungkin ini seragam sekolah kalo Lay yang jadi kepala sekolahnya.

Makin kaya raya aja abis jadi CEO Studio jadi Kepala Sekolah.

Terus alasan kedua kenapa nggak sama dengan ‘Growl’, karena olahraga kali ini bukan bisbol, tapi American Football. Yah, abaikan saja topi yang mereka pake di ruang loker itu. Serius deh abaikan saja.

Mereka masih belum move on dari konsep bisbol soalnya di konsep itu mereka jadi terkenal dan masih lengkap ber-12 orang. Duh tiba-tiba gue inget adegan ketika Luhan dan Kris berpisah secara dramatis di gang sebelah dalam siluet.
*
*

Pindah dari konsep American Football, di foto individual mereka ada konsep lain lagi yang ditampilkan. Jadi semakin bingung. Apakah ini penerapan lain dari konsep ‘dua dunia yang berbeda’? Inget kan 'they stand on the same ground but shall see different sky~'?

Ada yang bilang konsep kali ini ‘Alice in Wonderland’. Bahkan ada yang merinci satu per satu peran member yang mana jadi siapa. Kalau di foto memang enggak terlalu keliatan sih, konsep itu. Tapi kalau misalnya nonton MV-nya mungkin akan mengerti, walaupun, gue mengertinya nggak secara keseluruhan.


*
Alih-alih menyebut MV ini misterius, mungkin gue lebih memilih untuk menggunakan kata emosional.

Beberapa adegan memang membuat kita bertanya-tanya, “Kok bisa nyambung ke situ?” yang kemudian menyisakan misteri tak terjawab seperti sebelum-sebelumnya. Tapi, beberapa adegan lain sudah jelas menggambarkan sebuah pergulatan emosi. Ada juga nuansa yang kayak ‘alam mimpi’ di beberapa adegan, persis 'Alice In Wonderland'.

Jadi kalau disimpulkan, mungkin konsep besarnya memang ‘Alice In Wonderland’, tapi ini ‘Alice In Wonderland’ versi ‘alam mimpi’-nya EXO yang lebih emosional.

Lebih baper.

Ada banyak modifikasi yang dibuat dari konsep ‘Alice In Wonderland’-nya sendiri. Karena ini versi EXO dan karena memang kalo mimpi itu kadang-kadang nggak masuk akal, jadi semuanya sah-sah aja.

Kayak kapan gue pernah mimpi, Suho dateng ke rumah gue, kemudian dia ngaku kalau dia lagi sedih karena dituduh pengikut aliran sesat. Di mimpi itu dia ngomong pake Bahasa Indonesia.

Ya kan namanya mimpi... Mungkin memang Suho di dunia nyata—di kehidupan personalnya yang kita sama sekali nggak tahu—adalah pengikut aliran sesat. Mungkin dia jamaah Lia Eden? Kita kan nggak tahu. Tapi gue jamin bahkan di kehidupan personalnya dia nggak bisa ngomong Bahasa Indonesia selancar di mimpi gue itu.

Nah, karena ini mimpi dan lebih-lebih ini mimpi gue—yang notabenenya emang kalo mimpi suka macem-macem, bahkan gue pernah mimpi ketemu Luhan terus endingnya dia nyebur ke got, dan pernah mimpi ketemu Hyorin lagi dance 'Give It To Me' di depan masjid—apapun bisa terjadi bahkan tanpa komando dari diri gue sendiri sebagai pemilik mimpi.

Ya ibaratnya konsep ‘Alice In Wonderland’-nya EXO di ‘Love Me Right’ ini seperti itu.

Mungkin lebih pas kalo konsepnya jadi ‘Alice In Suka-Suka-Elo-Land-Lah’. Tapi yah, mengutip dialog Alice: “If I had a world of my own, everything will be nonsense. Nothing will be what it is because everything will be what it isn’t,”

Jadi kalau misalnya konsepnya agak membingungkan, ya karena memang dibuat seperti itu.
*
*

Gue udah tahu lagu ‘Love Me Right’ itu akan up-beat karena kemungkinan EXO untuk comeback dengan lagu ballad terbilang langka kecuali album spesial. Tapi pas teaser-nya dirilis, kenapa kok banyak banget adegan emosional di dalamnya. Cuma di saat yang bersamaan gue lega juga, karena teaser-nya nggak cuma sekedar bocoran lagu terus potongan adegan dance. Lega juga karena akhirnya—walaupun selalu ada kemungkinan tidak terjadi—bahwa EXO dikeluarkan dari kotak indomie yang mengungkung mereka sejak dahulu kala.

MV-nya dimulai dengan adegan dance yang sebenernya bikin parno. Mana lagi set studionya sampah banget kayak nggak ada apa-apa sama sekali kecuali tiang besi yang mungkin indikator (INDIKATOR APALAH BAHASA LO) jumlah member, coba lo itung ada 9, 10, 11 atau 12? Terus lampu. Tentu saja. Tanpa lampu, Kai nggak akan keliatan.

Adegan pertama gue sangat mengagumi bagaimana rambut Kai dari yang rapi, kemudian pas dia bergerak rambutnya ikut naik turun, terus kemudian kembali jadi rapi. Melihat adegan ini gue kemudian mengubah cita-cita gue yang awalnya pengen punya ASUS Zenfone 2, jadi pengen punya rambut kayak Kai aja.

Kalau itu termasuk cita-cita.

Atau Cita Citata.

#krik

Seneng gitu liat mereka gak kebanyakan hairspray dan natural.
*
*
Tapi setelah adegan dance yang singkat itu, kemudian ALLAHU AKBAR! TERNYATA BENERAN KELUAR KOTAK INDOMIE! Dan salah satu adegan yang paling gue tunggu-tunggu sejak teasernya dirilis adalah adegan Chen dan Xiumin di hutan itu.

Atau,

Studio yang dibuat seperti hutan.

Atau ya, mereka memang ada di hutan beneran.

Shot refleksi Chen dan Xiumin di air ini salah satu shot favorit gue. Gatau ya, seneng aja ngeliatnya. Setelah itu, montase beberapa adegan dari Sehun jalan di rel, Chanyeol masuk ke lapangan, Suho di ruang loker kosong, Xiumin yang lagi tiduran di hutan—NAH KAN BENERAN DI HUTAN—terus juga ada gelas ukur 400 – 600 (1000 – 10 – 1 – 000 - ciye, we are one, Kris, Luhan, Tao masih dianggep), D.O berjalan memasuki sebuah pintu dengan angle terbalik kepala di bawah kaki di atas, dan Kai yang sedang berbaring nafsu membayangkan sebuah adegan di film porno.

Bersamaan dengan adegan-adegan itu, lagunya sudah mulai main. Dan gue merasa ada ketidakcocokan antara beat lagu yang kenceng sama adegan-adegan yang sepertinya emosional banget di situ.

KENAPA?!?!?!?!?!
*
*

Mungkin karena, dari luar EXO bisa saja terlihat happy, tapi dari dalam mereka hanyalah manusia biasa yang hatinya bisa juga hancur berantakan karena banyak hal. Kesimpulannya? Senyum mereka selama ini fake. ㅋㅋㅋㅋㅋ

Professional, not personal.

Oh iya, apa cuma gue atau emang intro lagu ini nyambung sama ‘Swing’? Gue pas pertama kali dengerin dan nonton MV-nya, pas bagian Baekhyun “Take your time....” malah “Hey Mister!!!!” gitu.

Baekhyun terlihat lebih dewasa dengan muka-muka kotor dan juga baju Football itu. Style ini cocok banget buat dia. Tapi, emang semuanya keliatan beda sih, keliatan lebih gahar gitu. Boleh nggak kalo tiap hari mereka pake baju kayak gitu aja? Kemana-mana selama promosi ini pake baju begitu aja?

(seketika ruang tunggu penuh dan nggak muat karena bajunya jadi makan tempat)
*
*
Ah, sekarang gue ngerti kenapa di MV ini nggak terlalu banyak nampilin adegan dance yang pake baju Football itu. Soalnya nanti orang-orang bisa salah fokus. Itu.... bagian anunya... kan.... mblendung.... karena celananya ketat-ketat gitu.

Cukup Sehun saja yang menodai mata semua orang di dance practice ‘History’.

Oke, jadi semua adegan Football di MV ini menggambarkan kekecewaan mereka karena kalah di bagian awal. Kemudian masing-masing dari member memasuki lapangan, ruang ganti dan berada di sekitar sana dengan wajah-wajah kecewa maksimal.

Karena mereka kalah dalam game.

Sebuah penggambaran yang pas sih, sekali lagi. Seperti halnya sebelumnya, SM kembali mengemas kasus-kasus EXO jadi sebuah konsep yang seru. Kesedihan yang digambarkan karena kalah di MV ini sejurus banget kan, sama ‘kesedihan’ yang sedang dirasakan para member karena kehilangan member (lagi)

(eh belom ya).

Hihihahahaha

Tapi setelah di awal mereka sedih-sedihan, di bagian akhir video justru ada adegan mereka kemudian tertawa seneng-seneng dan bahagia juga di ruang loker. Walaupun adegan ini diselingi dengan adegan kekalahan dan sedih-sedih itu sih sebenarnya.

Mungkin pengen bilang, "Walaupun kita sekarang tertawa tapi kita sebenarnya hancur di dalam hati," begitu.

Professional, not personal.
*
*
Kembali ke konsep ‘Alice In Wonderland’, mungkin beberapa dari kalian ada yang sudah baca posting-an yang seliweran di timeline Twitter? Salah satunya yang ini. Kita akan menjadikan ini sebagai rujukan, siapa di MV ini yang perannya jadi siapa di ‘Alice In Wonderland’.

Walaupun gue punya pendapat yang sedikit berbeda.

Karena konsepnya yang membingungkan dan ‘dream-like’ tadi, maka karakter dari masing-masing member juga gue rasa jadi campur-campur.

Di adegan awal ketika shot D.O memasuki pintu terbalik, mungkin langsung terpikir bahwa dia memerankan Alice. Soalnya kan di film versi kartun Disney yang dirilis 1951, setelah memasuki lubang untuk mengejar kelinci putih, benda ajaib pertama yang ditemukan Alice adalah pintu yang bisa berbicara itu. Sebelum akhirnya dia minum ramuan pengecil tubuh.
*
*
Shot-nya dibuat terbalik mungkin ingin menggambarkan ada dua emosi yang berlawanan di MV ini. Yang tadi itu, ada yang bahagia, ada yang sedih.

Tapi, di adegan hutan Chen sama Xiumin, entah kenapa gue juga merasa di situ yang jadi Alice-nya justru Xiumin. Karena inti dari cerita ‘Alice In Wonderland’ kan memang mimpi si Alice ini sendri ketika dia sedang tidur di pinggir hutan—makanya gue bilang konsep videonya juga alam mimpi—dan di ending filmnya, Alice dibangunkan oleh perempuan yang mengajarinya tentang sejarah. Di situ Chen jadi si perempuan yang ngajarin sejarah.
*
Dan gue baru perhatiin jari manis tangan kanan Chen juga pake cincin. Siapakah istrinya.
*
Di adegan lain, pas Xiumin duduk di sebuah ruangan, di ujung meja dengan gelas-gelas kaca (seketika menyanyikan lagu Nia Daniati), Xiumin di situ berperan sebagai Mad Hatter. Adegan lain yang mengisyaratkan dia adalah si Mad Hatter juga pas yang dia pake sarung tangan terus bikin ‘ramuan’ itu. Kalo di film kan si Mad Hatter orangnya bikin teh terus. ‘Ramuan’ diibaratkan teh.
*
*
Atau mungkin, ‘ramuan’ itu adalah yang diminum Alice untuk mengecilkan tubuhnya ketika dia berhadapan dengan pintu yang terkunci. Bisa.... juga.

Selain D.O dan Xiumin, Suho juga gue rasa adalah Alice di MV ini (di Twitter yang link-nya gue kasih tadi, dia disebut si White Queen, tapi di film versi 1951 karakter ini nggak ada, di versi Tim Burton karakter ini muncul karena diadaptasi dari buku sekuel Alice ‘Through the Looking-Glass’). Ada adegan di mana Suho sedang berada di sebuah tempat yang sepi dan luas, terlihat kebingungan seperti butiran debu yang tak tahu arah jalan pulang.
*
*
Chanyeol dan Sehun katanya berperan sebagai si kembar Tweedledee dan Tweedledum. Mungkin kesimpulan itu diambil karena di MV ini mereka berdua nge-rap (wah harusnya sih tiga ya, tapi yang satu lagi di Wonderland lain tuh) di set yang sama.

Tapi kalau menurut gue, Tweedledee sama Tweedledum-nya bukan Chanyeol dan Sehun. Tapi justru Chanyeol dan Kai. Karena waktu scene nge-rap, baju Chanyeol sama Sehun enggak sama. Sementara Tweedledee dan Tweedledum selalu memakai baju yang sama. Nah, ada satu adegan di mana Chanyeol dan Kai berantem pas lagi main game, di situ mereka lebih terlihat mirip dengan Tweedledee dan Tweedledum ketimbang di adegan nge-rap.
*
*
Di adegan lain, waktu Kai sama Sehun jalan berdua itu juga mengisyaratkan mereka sebagai si kembar juga. Tapi adegan lari-larian Chen sama Xiumin juga memberikan feel yang sama kalau mereka pun berperan jadi si kembar.

Di scene nge-rap itu Chanyeol gue rasa lebih mirip si Chesire Cat. Tau kan? Kucing yang menyeringai lebar banget itu? Alasan pertama, baju yang dipakai Chanyeol di scene itu persis sama dengan garis-garis bulu si kucing di versi asli filmnya. Yang kedua, siapa lagi selain Chanyeol—aka Gigi Onta—yang suka menyeringai lebar di EXO sejak debut?
*
*
Gue sempat bingung maksud dari adanya shot asap di MV ini pada awalnya. Tapi pas nonton ‘Alice’ dan kemudian ada yang bilang konsepnya ‘Alice’, jadi nyambung (atau di sambung-sambungin aja). Oke, berhubungan dengan asap, ada dua orang yang muncul dengan asap-asap di MV. Yang pertama Baekhyun dan yang kedua Xiumin (ketika sedang membuat ramuan).

Kalau dari tampilannya, gue setuju kalau Baekhyun di sini jadi si ulet Absolem yang kalo di film kartunnya suka ngerokok terus “WHO ARE YOU?” gitu sambil berasep. Warna baju yang dipake Baekhyun sama warna uletnya mirip-miriplah. Dan kenyataan bahwa Baekhyun bertingkah laku seperti belatung juga semakin meyakinkan saya dan akhirnya mengiyakan teori itu.
*
*
Tapi karena Xiumin juga muncul dengan scene yang ada asap-asapnya, bisa jadi dia juga adalah si Absolem.

Kemudian kita ke Kai. Di MV ini dia ada dua/tiga adegan yang berbeda. Yang pertama di dalam ruangan (yang tadi gue bilang mukanya kayak bintang film porno itu), yang satu lagi di jalan yang sama Sehun, yang lain waktu main game sama Chanyeol.

Kalau dari ekspresi marahnya Kai pas adegan di jalan, dan ada adegan dia lagi mukulin botol itu, gue juga mengangguk kalo di situ dia memerankan karakter Red Queen yang suka marah-marah. Dan memang di filmnya, ada adegan si Ratu semacem melakukan gerakan seperti yang dilakukan Kai saat memukul botol itu.

Wajah gangster penuh emosi yang ditampilkan Kai juga menggambarkan wajah penuh emosi si Red Queen.
*
*
Nah yang di dalem ruangan, Kai kan kebingungan. Satu-satunya karakter yang kebingungan di ‘Alice’ dari awal adalah si White Rabbit. Ditambah lagi di ruangan tempat Kai itu barang-barangnya kan hancur juga, seperti rumah si White Rabbit ketika Alice masuk dan berubah jadi raksasa, rumahnya hancur. Di saat yang sama, Lay juga ada shot di lokasi itu dengan ekspresi kebingungan yang sama. Jadi mungkin Lay juga si White Rabbit (seperti kata teori di Twitter).
*
*
Mungkin alasan kenapa SM akhirnya tidak secara total membuat EXO jadi karakter-karakter ‘Alice In Wonderland’ karena gengsi dan takut dibilang nggak original kali ya? Sebelumnya, kalau nggak salah Boyfriend pernah tampil juga dengan konsep ini. Nanti kalo dibilang plagiat, kan seru, bisa fanwar terus muncul statement “Starship mah apa atuh dibanding manajemen sebesar SM,” seperti ketika ‘Ice Cream Cake’ dibilang ngejiplak ‘Solo Day’-nya B1A4.

Atau mungkin juga memang karena SM males mikirin properti yang berlebihan dan make up yang terlalu macem-macem karena akan makan budget besar lagi. Atau mungkin memang karena kalo konsepnya jadi terlalu serius ke ‘Alice’, nanti kesan santai dan kesan happy di ‘Love Me Right’-nya jadi nggak pas.

Makanya bingung aja ketika lagunya se-happy itu, kenapa kemasan MV-nya malah jadi kayak serius banget sih. Cuma kalo dipikir-pikir lagi, inti dari cerita ‘Alice’ kan sebenarnya memang ‘mencari jalan pulang’ ya. Mungkin ini sebagai sindiran buat Tao—yah kesebut dah tuh namanya, duh abis ini mandi kembang sambil kayang—yang KATANYA sekarang masih dalam kondisi bingung dan nggak tahu apakah harus stay atau harus out.

Well. Kalau menurut kalian sendiri, bagaimana MV ini? Boleh di komen-komen boleh.

Overall, MV ini sangat memuaskan kalau dibandingkan dengan ‘Call Me Baby’. Walaupun mungkin jauh di dalam lubuk hati gue masih berharap kalau misalnya SM mau ngeluarin dan bikin MV spesial dari ‘El Dorado’.

Walaupun jadinya bakalan superfake sih ya, karena pada akhirnya lirik lagu tidak sejalan dengan kenyataan, tapi gue bisa membayangkan bagaimana seru dan kerennya kalau lagu itu dibuat MV. Tapi, daripada nantinya kecewa karena SM seringkali membuat MV yang mematahkan ekspektasi, biarlah kekerenan MV itu hanya ada di imajinasi gue aja deh. Hahahaha

(Padahal sudah ngebayangin kalo MV itu jadi lanjutan ‘MAMA’ kan bagus banget.)

Empat lagu baru di album repackaged semakin melengkapi tracklist ‘EXODUS’ yang sudah bagus banget. Gue beberapa hari terakhir lagi suka banget ‘Transformer’ padahal pas awal dirilis lagu itu adalah yang paling gue hindari. Karena terlalu banyak rap dan terlalu berusaha untuk hip-hop jadi gue nggak terlalu suka. Tapi, sekali lagi, lagu racun selalu berhasil dan bekerja dengan sangat hebat di kepala, sampai-sampai nggak berenti buat nyanyiin walaupun nggak niat dinyanyiin. Bete.

Di antara semua lagu baru yang ada di repackaged, gue paling suka ‘Tender Love’. Satu, karena lagu ini bukan EXO banget—iya ‘Love Me Right’ juga bukan EXO banget sama kayak ‘Call Me Baby’, konsep mereka tahun ini emang lagi kehilangan jati diri, tapi dalam arti kata yang positif—kedua karena musiknya enak dan berasa seru, ketiga karena liriknya nggak sok-sok kayak ‘Promise’. Hahahahaha Gue suka ‘Promise’ tapi makin di dengerin makin fake gitu loh jadi males.

Professional, not personal.

Bagian yang paling gue suka di ‘Tender Love’ itu yang ini:

친한 오빠동생 사이 감정 없는 척
좋은 동생이라고 널 소개하지만
입안에 머무는 말
널 사랑하고 있어
We’re close friends (our relationship was like oppa-dongsaeng),
We pretend not to have feelings
I introduce you as a good friend
But there are words lingering in my mouth
I am in love with you

(translated by popgasa)

Bersyukur bagian itu dinyanyiin Chen dan bagus. Ah!
*
*
Ada di titik ini sekarang buat EXO adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Berbagai masalah tentu saja sudah membuat mereka semakin dewasa. Pikiran gue soal skenario SM ke EXO ini makin parah sih sebenarnya. Kemaren gue sempat ngobrol sama salah satu temen dan kita sepakat kalau ternyata SM memang sejahat itu dan member Tiongkok akan dihabiskan satu per satu untuk menjadikan #EXOPureBlood.

Professional, not personal.

Kalau nanti pada akhirnya Lay akan jadi member non-aktif dan ter-Kibumnisasi, kita harus menerima itu. Ketika sekarang fans Korea sudah mulai menilai dirinya sebagai sosok negatif, mungkin manajemen akan berkilah kalau mengeluarkan Lay dari Korea dan membuatnya lebih banyak aktif di Tiongkok akan lebih baik.

Pikiran itu kemudian membawa gue sama temen gue ini kembali ke Kris, Luhan, dan kemudian Tao. Kenapa mereka akhirnya bermasalah mungkin memang secara bisnis, terlalu berisiko untuk mempertahankan terlalu banyak member dari luar Korea. Terlalu sulit untuk menyatukan grup yang punya member dari luar Korea. Bukti nyata? f(x). Sudah bukan rahasia lagi kalau ada kesan ketidakakraban di antara satu sama lain.

Professional, not personal.

Setelah kejadian-kejadian Kris, Luhan dan Tao gue rasa sih fans akan jadi lebih yang biasa aja dalam menyambut apapun kejutan dari SM ke depannya nanti. Namanya juga kejutan, ya pasti akan bikin terkejut.

Karena hidup ini penuh kejutan, jadi apalah yang harus kita lakukan selain bereaksi sekenanya dan menikmati kejutannya. Kalau kata Carrie Underwood, "God put us here, on this carnival ride. We close our eyes never knowing where it'll take us next,"
*
Kita lihat kemana roller coaster ini akan membawa kita, apakah ke puncak terus-terusan, atau terjun terus-terusan.

Have fun!





*



Share:

41 komentar