Girls' Generation World Tour ~Girls & Peace~ in Jakarta [PART 1]

*
Waktu pertama kali tahu SNSD bakalan ke Jakarta buat konser tunggal, gue semacem nggak tahu bagaimana harus mendeskripsikan jedak jeduk di hati. Rasanya seperti ada naga berterbangan dan bertelur di dalamnya. Biasanya kalau konser artis-artis SMTOWN di Jakarta gue pasti langsung yang heboh. Nggak perlu mikir lama-lama untuk memutuskan buat beli tiketnya. Nggak perlu yang pergulatan batin dulu. Pokoknya selama ada uang, langsung beli.

Itulah yang terjadi ketika konser SMTOWN September tahun lalu. Dengan mengumpulkan sisa-sisa uang beasiswa (tolong yang ini jangan ditiru kecuali kalo bener-bener-bener-bener-bener-bener kepepet dan kondisi gue saat itu gue (paksakan) seperti itu), sisa-sisa royalti novel (jangan tanya novel apa) dan sisa-sisa tabungan jualan pulsa, akhirnya tiket festival bisa kebeli juga saat itu. Perjuangannya bener-bener berasa.

Tapi setelah memutuskan untuk tidak menonton konser Super Show 5 Juni lalu, gue sudah mulai bisa mengatasi jedak-jeduknya. Naganya udah nggak bertelor lagi di dalam hati gue tapi sekedar buang air kecil. Separo bersyukur, separo lagi mungkin prihatin. Karena semakin kesini, kok passion gue untuk heboh-heboh berKPOP sedikit demi sedikit berkurang. APAKAH INI ARTINYA AKU SUDAH DEWASA?! OH TIDAK AKU TIDAK MAU DEWASA! AKU MAU JADI PETERPAN! #abaikan Walaupun sebenarnya itu adalah pertanda baik ya, karena pastinya akan bisa lebih menghemat uang kalau benar-benar keluar dari lingkaran setan ini. (Walaupun sekarang gue tetep bertahan. Jangan tanya kenapa).

Waktu wawancara kerja di kantor gue dulu pas awal-awal wisuda, gue sempat dikasi pertanyaan, momen apa yang paling nggak bisa kamu lupain sejauh ini. Gue jawab: Konser SMTOWN.

Hahahaha gue jadi lucu sendiri kalau inget-inget jawaban itu. Untung waktu itu bos gue bukan orang yang anti Korea. Walaupun sih sebenarnya dia bilang kalau Korea itu semacam jamur dan untuk ukuran orang kayak gue, di mata dia adalah orang yang sudah jamuran. Semacem roti kalo lo nggak makan sampe lewat kadaluarsa, jamuran. Gitu kira-kira.

Waktu itu gue bilang sama beliau, "Saya sudah dalam proses taubat dari KPop bu. Saya mohon ijinkan saya bekerja disini untuk mengumpulkan receh demi receh untuk memperbaiki kehidupan saya yang sudah rapuh ini," dan akhirnya gue keterima kerja.

Tapi gue jujur ketika gue bilang kenapa SMTOWN jadi momen yang paling nggak bisa gue lupain. Alasannya karena, satu, gue nonton pake duit gue sendiri hasil jerih payah seluruh jiwa raga yang habis seketika hanya untuk menyaksikan tiga jam konser yang gue sendiri nggak konsen saking banyaknya orang di atas panggung. Dua, karena itu pertama kalinya gue bisa liat EXO. ㅋㅋㅋㅋ

Makanya saat itu, gue berpikir, mungkin nggak akan kenapa-kenapa kalau gue nggak nonton SNSD. Karena gue merasa sangat nggak kenapa-kenapa ketika gue nggak nonton Super Show 5 padahal gue sangat ngefans SJ. Kadar ngefans gue ke SJ dan SNSD mungkin lebih besar SJ, jadi kalo gue bisa ikhlas nggak nonton SJ kenapa gue nggak bisa iklhas juga kalo nggak nonton SNSD?

Begitu pikir gue.

Tapi Alhamdulillah yah... Yang namanya rejeki itu nggak kemana. Setelah pindah kantor, peluang gue untuk melihat SNSD jadi lebih besar. Gue bersyukur karena bisa dapet kesempatan untuk mencari pengalaman di sini dan gue bersyukur juga bisa nonton SNSD akhirnya!

Biasanya gue akan sangat rewel soal tiket. Menurut gue, kalau konser itu yang paling enak ya festival. Kalau aja gue punya duit buat beli tiket festival, gue pasti beli deh. Karena di festival itu, selain bisa liat dengan dekat, suasana konsernya lebih berasa. Apalagi kalau misalnya berdiri sama teman-teman terkasih. Pasti akan lebih nendang. Cuma sayangnya, duitnya nggak bisa buat beli festival. Jadi pasrah aja. Mindset-nya emang harus diganti. Bukan 'Kalo nggak festival nggak nonton!' tapi 'Yang penting nonton aja udah syukur'. Jadi fans KPop nggak modal harus gitu. Nggak usah menye-menye.

***

Karena hari itu, 14 September 2013, gue tidak hanya datang untuk menonton tapi juga untuk bekerja, gue menargetkan harus sampai di MEIS sekitar jam 10 pagi. Dan karena ini yang nonton adalah Ron, maka kostumnya harus yang agak beda dari yang lain. HAHAHAHAHA: Baju EXO yang gue dapet dari Pink Red Project tahun lalu (sempat jadi hadiah giveaway juga loh!)

Kalau dihitung-hitung, sebagian besar konser yang gue tonton selalu melibatkan baju itu. Pertama, waktu showcase 4Minute di Jakarta, gue pake baju itu buat nonton. Kedua waktu B1A4 showcase gue juga pake baju itu. SMTOWN juga gue pake baju itu walaupun sih sebenarnya SMTOWN wajar karena memang ada EXO di sana. Dan yang terakhir ya pas kemaren SNSD. 

Buat gue, kemanapun kita pergi, kita harus percaya diri dengan apa adanya kita. Kalau kita fans EXO, mau ke konser siapapun tunjukkan kalo kita fans EXO. Bukan berarti childish atau malah cari perhatian, bukan. Tapi lebih nunjukkin bahwa ada loh fans EXO yang nonton konser grup lain. Itu artinya fans EXO itu membaur dengan fandom lainnya. 

Bacot. 

Padahal sebenarnya gue hari itu nggak ada baju lain yang bersih. Dan gue juga nggak punya baju SNSD. Kalo misalnya gue pake baju Super Show 4 ke konser SNSD, pulang-pulang gue bisa tinggal jari kelingking doang. Masalahnya, permusuhan antara ELF dan SONE itu lebih hebat daripada SONE dan fans EXO. Sepengamatan gue sih. Mungkin karena selama ini gue ngamatinnya anak-anak SD kali ya. Jadi ya gitu, budaya fanwar-nya masih kental banget.

Sesampainya di Ancol gue merasa sangat dekat sekali dengan tempat itu. Berasa deja vu. 

"Alfonso, sepertinya aku pernah datang ke tempat ini! Aku yakin!" gue memulai monolog gue.

"Yang benar, Rhoma?! Kau yakin?!"

"Iya Alfonso! Aku yakin!"

"Apakah kau bersama Rica saat itu, Rhoma? Apakah Ridho sudah lahir?"

"Tidak Alfonso. Aku sendiri. Aku ingat sekarang!"

Gue mencoba untuk mengingat-ingat sampai akhirnya muka bengong L terbayang. Oh iya. Konser Infinite.

MEIS hari itu lebih ramai dari ketika One Great Step digelar. Antrian juga sudah mulai mengular. Bedanya, SNSD antrinya di atas pasir sementara Infinite antrinya mulai di lantai 2 gedung Mall-nya. Means, antrian Infinite berasa lebih nyaman karena tidurannya di lantai keramik sementara SNSD di pasir terus panas matahari yang sangat menyiksa.

Beda promotor mungkin beda treatment. Tapi wajar sih kalau SNSD mulai antrinya di pasir. Soalnya fans-nya kan banyak banget. Yang nonton One Great Step waktu itu nggak sebanyak yang nonton SNSD. Jadi kalau antri-nya di lantai 2 bisa dibilang wajar juga. Gue nggak kebayang akan ada berapa orang yang dehidrasi di lantai 2 kalau semua SONE saat itu antri dari sana. 

Beberapa temen gue nonton hari itu. Afif, Dean, Dito, dan temen kuliah gue juga ada yang bareng Afif namanya Rini (sekarang dia jadi MC di TV..... hmmm.... apa ya... yang acara dokter-dokter gitu TV lokal aduh gue lupa....). Gue jadi inget dulu gue sama Rini sering ngobrol dan kita sempat berencana buat jadi artis YouTube kalo lulus kuliah. Eh dia beneran jadi artis sementara gue............... Alhamdulillah masih jadi fans biasa HAHAHAHHAHA.

Afif, Dean, Rini nonton di Festival dan mereka sudah mulai ngantri dari jam 4 subuh :) HAHAHAHA Buat beberapa orang yang nggak pernah tahu budaya fans KPop mungkin akan berekspresi kayak, "HAH DEMI APA?! SERIUS NIAT BANGET!" Mereka nggak tahu aja waktu SMTOWN teman-teman gue udah mulai antri sejak jam 11 malam satu hari sebelumnya (sementara gue stalking ke hotel hahahaha).

Karena gue harus membuat beberapa liputan suasana konser, gue akhirnya keliling-keliling dulu. Liat-liat situasi. Siapa tahu ada yang pingsan gitu kan lumayan buat jadi berita. Tapi syukurlah nggak ada kata pak polisinya. Konser SNSD-nya aman, begitu kurang lebih keterangan yang diberikan sang bapak polisi yang gue nggak mau inget namanya karena gue dioper sana oper sini waktu mau nanya. Please.......... gue tahu gue baru tapi nggak kayak gini juga ngerjainnya pak :( 

Oh iya, kita juga sempat ketemu sama tiga orang fanboy Jepang SNSD hari itu. Mereka baik-baik banget dan Alhamdulillah mau di wawancara. Awalnya sih Afif yang bilang kalo ada fans Jepang SNSD yang terkenal dateng nonton juga. Namanya Haljung. Walaupun gue nggak kenal, tapi gue rasa itu adalah berita yang bagus jadi gue ajak Afif buat nyari si orang Jepang. Cuma ketemunya ternyata bukan si Haljung itu melainkan orang lain.
*
*
Tiga orang ini namanya Hichi, Hira sama Yotchan. Mereka sudah suka SNSD sejak awal SNSD debut dan nonton semua konser SNSD yang pernah digelar di Jepang. Untuk gelaran konser 'Girls & Peace' ini sendiri mereka nonton sejak di Seoul, Taiwan sama Jepang juga. Setelah Indonesia mereka bakalan nonton lagi di Singapura sama Hong Kong. Wah wah wah... itu tuh baru fans yang niat banget. Hahaha padahal kalo diliat-liat muka mereka udah bukan ABG lagi. Kayaknya sih umur-umurnya udah 28++ kayaknya. Tapi waktu itu gue nggak sempat nanya umur ke dia karena keasikan nanya yang lain.

Gue emang nggak bisa Bahasa Jepang, tapi thanks to Afif yang cerdasnya luar biasa, gue jadi bisa wawancarain mereka. Hichi, Hira dan Yotchan ini fansnya Taeyeon, Seohyun sama Sunny. Walaupun mereka nggak muda lagi, mereka tetep pake bando bertuliskan nama bias mereka! Salut gue. Hahahaha... Selagi masih muda gue harus bisa lebih gila lagi dari ahjussi ahjussi ini! Wkwkwk.... (setelah wawancara selesai, mereka malah minta foto kita ~XD)

Aduh gue jadi inget waktu SS4 antrinya sebelahan sama ibu-ibu arisan umur 50++ dan bawa tumpukkan kertas fanchant Super Junior.

"Kita mau teriak dong! Hahahaha..." kata mereka yang juga nonton di festival.

Salut salut.... lebih salut lagi sama suaminya. Rela membiarkan sang istri buat teriak-teriakin laki-laki lain.

***

Karena gue nggak ikut antri, mungkin cerita gue nggak banyak soal suasana sebelum masuk ke venue. Tapi yang bisa gue perhatiin saat itu, ada banyak sekali cowok. Jelaslah namanya juga SNSD. Cuma perbandingan cowok sama ceweknya nggak sedrastis kalo konser SJ kali ya. SNSD bisa lah 70% cowok 30% cewek. Kalo SJ mungkin bisa 85% cewek dan 15% cowok. 

Gate dibuka sekitar jam setengah tiga sore sementara konser setengah lima. Gue sendiri masuk venue sekitar jam empat. Oh iya, gue dapet tiket yang setara dengan tiket Yellow dan posisi gue di Yellow B. Itu persisnya di sebelah kanan panggung lantai dua.
*
*
Menurut gue, jarak pandang dari Yellow B ke atas panggung masih sangat wajar dan bisa diterima akal sehar ketimbang kalo lo duduk di Yellow C, Purple, atau Green C. Ini pendapat gue pribadi yang mata kirinya minus 3,75 dan mata kanannya minus 3,25 loh ya. 

Gue sangat merekomendasikan kalian untuk beli tiket yang ada di sebelah kiri atau kanan panggung ketimbang depan panggung (seperti gambar di atas). Perlu diingat bahwa MEIS itu kapasitasnya 10 ribu orang. Dan posisi duduk mulai dari Premium Red sampai Green C itu semakin ke atas semakin tinggi berarti semakin jauh jarak pandang ke panggung. Ini kalo misalnya duit lo nggak cukup buat beli tiket festival/VIP/VVIP. Festival is always the best menurut gue. Kalo berdiri paling depan.
*
Waktu Infinite gue duduk di Purple dan itu gue hanya bisa liat Hoya segede kadal. Tapi dari Yellow B ini, lo bisa paling nggak ngeh, bentuk pinggul Tiffany, siapa lagi becanda sama siapa tanpa harus memerhatikan layar.

Cuma, negatifnya kalo lo duduk di Yellow C, lo akan menatap mereka dari sudut pandang samping. Jadi kalau misalnya mereka kali jalan nih di panggung yang panjang itu, lo hanya bisa liat muka sebelah kirinya doang. Semacem 2 dimensi. Cuma karena ini konser artis SM, mereka pasti bakalan menyebar dan mendekatkan diri mereka sama penonton. Jadi nggak perlu khawatir. 

Intinya, kalau tempatnya di MEIS, kalo lo cuma punya pilihan untuk beli tiket (dalam kasus ini sesuai dengan seat plan konser SNSD) Yellow A, Yellow B, Yellow C atau Purple dan konsernya di MEIS, pilih Yellow A/B. Jangan C atau Purple. Begitu juga kalo Green A/B/C, cuekin aja C-nya kalo lo mau nonton manusia bukan kadal.

Konsernya pun dimulai dan.................................................................................... Ah :")
*
*












KAOSKAKIBAU 14TH GIVEAWAY 12 KPOP CDs FOR YOU! HERE!

Share:

14 komentar