My Will and Testament--Surat Wasiat

Malam ini galau, well, sepertinya jadi kebiasaan kalau lagi ngawang-ngawang nggak mikir apapun padahal besok masih ada UAS yang harus dikerjakan. Tapi entahlah ya, hari ini kok rasanya aneh banget. Buset, mood naik turun kayak roller coaster, muter-muter kayak ferris wheel, lari-lari kayak film India. Aduh gajelas deh pokoknya. Gue takutnya kesambet setan yang ada di Mall Depok. Hahaha...

Hari ini seharusnya belajar buat UAS Tata Suara, tapi karena ada janji sama Necha dan Ryan buat print poster film SAMA Bukan Cerita Cinta yang Januari nanti akan Roadshow keliling Jawa, jadi belajarnya ditunda (sampai waktu yang tidak ditentukan malam ini, gue rasa sampai galau hilang deh). Yah begitulah, tadi sempat print juga satu buat koleksi pribadi. Itung-itung kenang-kenangan karya sendiri lah begitu. Abis dari tempat print langsung deh gue ngajak makan di KFC. Yah, hedon lah hari ini, makan 20 ribu cuma bertahan 3 jam kurang plus ngantuk.

Tapi hari ini menemukan sesuatu yang unik di Eureka Bookstore. Tadi bertiga sempat masuk ke sana dan liat-liat, eh nemu deh bukunya Andrei Aksana yang judulnya Janda-janda Kosmopolitan:

Cover Novel Andrei Aksana: Janda-Janda Kosmopolitan
Belum pernah baca sih, pengen beli, cuma kok gue rasa jadi kayak emak-emak ya? Hehehe... suatu saat pasti gue beli deh. Soalnya lagi pengen beli Nibiru nih... Malah curhat... Oke lanjut, jadi gue nggak sengaja nemu deh itu buku kan, gue buka-buka dan baca-baca dikit, terus beralih ke rak belakang rak buku itu, dan WOW gue nemu buku ini:
Cover Novel Eleven Minutes dari Paulo Coelho
Sempat ngakak sebentar pas ngeliat buku kedua. Kenapa? Jelas karena cover buku kedua MIRIP sama cover buku pertama. Xixixixi... Entah kenapa terus gue jadi semangat gitu. Gue potret lah dua duanya dan jadi bahan postingan. Soalnya dari kemaren gue seneng banget cari-cari kesamaan antara poster film Indonesia dan poster film luar. Nah ketemu cover buku ini jadi seneng juga :p Dua bukunya terbita Gramedia tuh, jadi gue rasa agak sama cover nggak masalah kali ya? Trus gue jadi mikir mungkin malah desainer covernya sama jadi boleh kembar. Okelah, no matter what, gue nggak pernah baca bukunya sih. Hahaha Tapi cukup unik juga yang satu ini kembaran.

Malem ini, like what I said before, gue lagi labil. Entah kenapa jadi kepikiran soal kematian terus. Hmmm... Gue sih dulu takut banget mati. Gue takut, kalau gue mati, gue nggak akan bisa ketemu sama orang tua gue, kakak-kakak gue, keluarga gue. Gue takut kalau gue mati, gue nggak bisa ketawa-ketawa lagi, gue nggak bisa kumpul sama temen-temen lagi. Itu dulu, ketika gue masih kecil. Bahkan dulu gue sering becandain ponakan gue dan bilang: Kamu nggak boleh main-main ke jalan, nanti kamu mati, kalau kamu mati, siapa dong yang jadi kamu nanti? Candaan itu sebenarnya biasa, tapi ternyata maknanya dalam. Kalau kita mati, siapa yang akan menjadi kita nanti? Kalau gue mati, siapa yang akan menjadi gue? Akankah ada orang yang bisa menggantikan posisi gue di hati orang-orang terdekat gue? Akankah?

Kemudian seiring dengan kedewasaan, gue jadi paham, bahwa hidup dan mati adalah sebuah ritme kehidupan yang natural dan wajar. Setiap yang hidup pasti mati dan setiap yang mati pasti pernah hidup. Hanya saja, yang terpenting bagaimana caranya sebelum kita mati, kita bisa meninggalkan kesan mendalam, kita bisa memberikan yang terbaik pada hidup dan kita bisa jadi yang terbaik. Mati itu bukan pilihan, karena mati itu takdir. Tanggal, bulan, tahun, jam, detik, menit, sudah ditentukan sebelum kita akhirnya di lahirkan. Ya... Kita pasti akan mati.

Pas pulang dari makan malam tadi, gue sempat berpikir di bawah payung hitam yang gue gunakan sebagai pelindung dari hujan: Apakah ini artinya gue akan mati sebentar lagi?

Kenapa gue bisa berpikiran seperti itu? Entahlah... gue belum tahu pasti bagaimana tanda-tanda kematian itu. Tapi, berhubung gue ada rencana untuk pulang kampung di tahun baru nanti, gue malah kepikiran ke sana: kenapa nggak ada kesenangan yang gue rasakan seperti tahun lalu ketika gue akan pulang? Kenapa rasanya biasa saja? Apakah itu berarti gue akan mati?

Kemudian pikiran gue melayang ke beberapa tahun lalu ketika sebuah pesawat Adam Air hilang pada tahun baru. Gue berdoa, berdoa, semoga penerbangan nanti lancar, mengingat cuaca buruk belakangan ini... Gue berdoa... semoga gue masih bisa merasakan kampung halaman gue... Masih bisa melihat mama...

Selanjutnya, tentang kematian, gue lalu berpikir, apakah ada sesuatu yang pernah gue lakukan ke orang-orang terdekat gue yang bikin mereka sakit hati? Apakah gue akan mati dengan tenang?

Belakangan ini gue banyak banget masalah dan pastinya banyak orang yang tersakiti karena kata-kata dan sikap gue. Dan belakangan ini juga, beberapa keluarga gue harus mendahului gue menghadap Sang Pencipta. Dari situ gue belajar bahwa mati adalah sebuah kejadian tiba-tiba yang kita bahkan tidak bisa tahu. Kita bisa mati kapan saja... berhubungan dengan itu, ketika gue mati, gue nggak mau ada yang sakit hati karena gue. Ketika gue harus mati, gue mau semuanya baik-baik saja.

Aneh rasanya ngomongin mati sementara masih belom ada satupun yang gue lakukan di dunia ini. Belum ada yang menarik, belum ada prestasi, belum ada apa-apa. Gue bukan siapa-siapa... Bagaimana mungkin bisa mati dengan tenang?

Tapi kalau seandainya pun besok gue harus mati, maka ada beberapa hal yang ingin gue sampaikan:

1. Bilang ke Mama kalau gue sayang sama dia. Dia adalah wanita paling kuat sepanjang sejarah dunia ini.
2. Bilang ke Papa kalau gue sayang sama dia. Meskipun banyak dendam di hati ini, tapi dia yang terbaik.
3. Bilang ke Hyung* kalau gue sayang sama dia. Meskipun hubungan kita tak seperti layaknya kakak adik, tapi itu yang membuat kita jadi seperti kakak adik. (absurd)
4. Bilang ke Noona** kalau gue sayang sama dia. Ada banyak pria yang lebih baik dari bajingan yang menyakitimu.
5. Bilang ke orang-orang yang namanya ada di Diary gue, gue minta maaf atas semua kesalahan gue. Gue sayang kalian.
6. Bilang ke semua orang, kalau gue akan mati dengan tenang kalau kalian tersenyum.

Yah, itu adalah kemauan baik, kemauan jahatnya:

1. Koleksi Harry Potter dan Super Junior serta koleksi gue yang lainnya harus di jaga dan dibuatkan museum, termasuk DVD, Novel, dan semua alat tulis, dan segalanya,
2. Laptop gue nggak boleh dijual, harus tetap ada sampai gue dilahirkan kembali meskipun harus jadi seekor tupai,
3. Luigi harus tetap ada di ruangan musem koleksi gue, nggak mau tahu, nggak boleh ada yang pake,
4. Pajang foto gue yang lagi sama Daniel Radcliffe di museum itu, biar kalau gue main ke rumah gue bisa ngakak sendiri,
5. SMS semua nomor di ponsel gue, minta kado kematian dari mereka.

Cukuplah permintaan gue cuma itu. Soalnya kalau kebanyakan, nanti gue bisa mati dengan tidak tenang. Kasian mayat gue, udah sempit di dalem kubur, nggak tenang pula...

Kalau seandainya gue tahu kapan gue akan mati, gue akan jadi sombong, karena itulah kematian itu dirahasiakan agar kita senantiasa beribadah dan berbuat baik.

Hehey, sebenarnya ini cuma sekedar kegalauan semata, soalnya belakangan ini kok kayaknya ada yang hilang gitu dari dalam diri gue. ckckck... bahasanya aja udah lebay. Mungkin karena banyak masalah kali yaa? Tiba-tiba kepikiran sama temen-temen yang kemaren sempat berantem dan sekarang sudah damai tapi masih diem-dieman. Eh malam ini tiba-tiba bersenandung lagunya EdCoustic yang Pertengkaran Kecil dan hampir saja meneteskan air mata *lebay*. Mungkin banyak yang nggak tahu deh ini lagu kayak gimana, karena memang lagunya lokal banget. Cuma kalau cari di 4shared kayaknya ada deh... Liriknya kurang lebih begini:
Sedih bila kuingat tengkaran itu
Membuat jarak antara kita
Resah tiada menentu hilang canda tawamu
Tak ingin aku begini tak ingin begini
Sobat rangkaian masa yang tlah terlewat
Buat batinku menangis
Mungkin karena egoku mungkin karena egomu
Maaf aku buat begini maaf aku begini

Bila ingat kembali janji persahabatan kita
Tak kan mau berpisah karena ini
Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah
Karena aku ingin tetap sahabatmu

Lagu/lirik : Deden Supriadi
Hihiyy~ lagunya memang agak mendayu-mellow-asoy-geboy tapi maknanya dalem banget deh. Jadi ingat sama masalah belakangan ini. Dan ini kayaknya moment nya memang tepat banget di postingan ini: kematian. Dan satu hal yang harus gue tambahkan di surat wasiat gue adalah: Karena aku ingin tetap sahabatmu. Buset... #crybaby

Sudah malam, waktunya belajar Tata Suara.
Anneyong...


Catatan Kaki:

Hyung = Panggilan untuk kakak laki-laki oleh adik laki-laki. (KOREA)
Noona = Panggilan untuk kakak perempuan oleh adik laki-laki. (KOREA)


Share:

1 komentar