EXO MAMA (KOREAN VERSION): Lyric & English Translation

Banyak yang berharap gue akan membahas soal MV MAMA dan iluminati di postingan Part 2 kemaren, tapi sayangnya gue memutuskan untuk tidak memperbesar masalah itu. Haha bukan masalah gue trauma karena postingan Mr. Simple mendapat banyak caci maki, tapi karena menurut gue, di jaman sekarang ini, semua hal  yang berkaitan dengan itu sudah menjadi sebuah trend di dunia showbiz. Terus kalau mau dibahas kayaknya pointless. Kata lainnya ya cukup tau aja. Nggak perlu di bahas panjang lebar. Karena kalau kita stuck di pembahasan soal pemujaan setan dan sebagainya itu, kadang-kadang membuat kita lupa bahwa ada potensi lain, hal lain yang lebih menarik dari pada membahas segitiga, mata satu, dan lain lain dan lain lain itu.


Yak! Pembukaan yang nggak enak untuk postingan kali ini, tapi nggak apa-apa deh yah. Oh iya gue juga mau minta maaf kalau misalnya postingan yang Part 2 itu kepanjangan dan membuat beberapa dari kalian males untuk memutar scroll ke bagian bawah. Alasan yang paling logis adalah bahwa gue banyak omong. Alasan yang kedua tentu saja karena gue membahas 2 MV yang berbeda dalam satu postingan, jadi ya kayak gitu. Panjang kayak kereta api Indonesia aka KAI. Tapi harapan gue adalah semoga postingan yang kemaren bermanfaat untuk semuanya. Ada banyak sekali masukan yang gue dapet sejak What Is Love dan semoga bisa memperbaiki kualitas postingan gue. Jangan berharap sesuatu yang bernilai "ilmu pengetahuan" lebih. Just for fun aja. *langsung di close tab. BLOG APAAN NIH GAK ADA ILMUNYA?!* *dalem*

Well oke, masih seputar EXO MAMA tapi kali ini nggak membahas MV karena sudah habis-habisan di postingan sebelumnya. Kali ini kita akan membahas MAMA dari sisi Lagunya. Mulai dari musik, lirik dan interpretasi lirik versi gue tentunya.


Dibuka dengan lirik bernada sedikit horor karena terkesan seperti sedang melakukan sebuah pemujaan, tapi pembukaan ini bisa dibilang menjadi sebuah nilai jual yang sangat mempengaruhi apakah orang akan mendengarkan lagunya sampai selesai. Oke, mungkin gue memang dari awal EXO keluar dengan teaser Kai sudah sangat obsessed banget dan bersumpah akan membahas boyband ini sampai mereka bubar. Karena emang udah niat ngikutin jadi ya nggak ada alasan untuk menghentikan lagu di tengah-tengah sebelum lagu selesai. Tapi, gue mencoba memposisikan diri gue sebagai pendengar K-Pop yang nggak fanatik. Dan yes banget lirik awal MAMA ini memang sukses menarik perhatian. 

Kenapa?

Hal yang paling buruk terjadi adalah bahwa dalam lirik awal lagu ini memang ada sihirnya. Memang ternyata ini adalah sebuah mantera yang akan membuat pendengarnya duduk manis, diam, kemudian terhipnotis dengan lirik racun gubahan Yoo Youngjin ini. Tapi yang bisa jadi lebih buruk adalah ketika mereka mendengarkan awal lagu ini mereka akan bilang, "INI DAJJAL! KITA HARUS BASMI! MEREKA SEMUA PEMUJA SETAN!" Oh Dear God... Jangan sampai orang yang baru denger lagu MAMA dan berkomentar seperti itu melihat MV-nya. Mereka pasti akan bertindak lebih Dajjal dari Dajjal itu sendiri. Kasian Dajjal dikambinghitamkan, walaupun sebenarnya dia memang kambing hitam.

Pernah denger tentang Gregorian Chant? Gue juga belom sih. Tapi kemaren sempat melakukan beberapa riset tentang jenis musik ini dan ternyata wikipedia, seperti yang saya harapkan, memberikan penjelasan yang teramat sangat detail mengenai Gregorian Style ini termasuk contoh kidung-kidungnya. Well, originally, Gregorian Chant ini merupakan sebuah kidung rohani, nyanyian pemujaan orang-orang Kristen Barat yang biasa dilakukan pada saat misa. Kidung ini termasuk yang tertua karena berasal dari abad ke-10. Lantas apa hubungannya Gregorian Chant ini dengan EXO MAMA? Apakah itu berarti EXO MAMA ini merupakan sebuah lagu puji-pujian yang berkaitan dengan agama?

Eits bentar dulu... Nggak pernah ada yang bilang kalau EXO MAMA ini adalah lagu Gregorian asli (dalam hal ini yang memang merupakan kidung puji-pujian dan doa). Yoo Youngjin hanya terinspirasi dari Gregorian Chant yang ternyata sejak jaman dulu sudah banyak yang mempopulerkannya dalam karya musik dan lagu. Misalnya kalau kalian suka sama lagu-lagunya Evanescene, coba deh denger satu lagu yang judulnya Wishper (download disini). Bagian belakang lagu ini juga ada lirik yang pake bahasa--errr Latin?--semacem itu. Liriknya begini, "Servatis a pereculum. Servatis a maleficum." diulang berkali-kali dan dengan nada yang hampir-hampir sama dengan EXO MAMA "Careless careless... shoot anonymous... anonymous..." dan sama-sama pake choir. Nggak cuma itu, dibagian tengah lagu juga ada back-vocal yang juga setipe nadanya. Point gue disini adalah bahwa kalo misalnya, ada yang bilang EXO MAMA itu pemujaan setan, lalu bagaimana dengan lirik Wishper itu yang kesannya lebih 'mantera' gitu daripada kalimat shoot anonymous yang buat gue berarti adalah peluru nyasar. Disinilah kejelian Yoo Youngjin dalam memadukan konsep musik dengan kalimat-kalimat sederhana. Bahkan kalimat yang bukan mantera pun akan terdengar seperti mantera karena emang dinyanyikan dengan nada seperti membaca mantera. Seperti yang gue bilang di Part 1 juga, apapun itu, kalau dinyanyikan dengan nada seperti itu akan terdengar seperti memuja-muja. Nyanyiin aja Alamat Palsu-nya Ayu Tingting pake nada itu (dimana... dimana... tinggal di mana... tinggal dimana... kekasih tercinta, udah gak care about me...). Ya bukan berarti juga Evanescene itu pemuja setan. Walaupun gue nggak fanatik, tapi semua lagu di album Fallen gue suka ya salah satunya adalah Wishper itu. Dan konsep Evanescene kan emang dark-dark seksi Amy Lee cantik gitu :3

Oke, mungkin Evanescene hanya memadukan Gregorian Chant dengan musik rock. Kalau mau yang PURE, nih gue kasi link 4shared dan kalian bisa download sendiri. Nama Musisi-nya ERA. Membernya banyak. Dan musiknya kebanyakan Gregorian gitu. Kalau yang suka sama choir atau scoring film, pasti akan menikmati lagu-lagu ini. Download aja disini (tapi harus login 4shared dulu, bisa pake akun FB dan atau twitter). Nah diantara lagu-lagunya ERA yang ada, yang paling mengesankan buat gue adalah yang satu ini:
___

Judul lagunya Enae Volare (Mezzo). Awalnya gue nggak tahu sama sekali lagu itu. Tapi salah seorang bijaksana di tumblr memberikan link dan gue mendengarkannya. Lalu impresi pertama? Heck, this exactly EXO MAMA style! Yes... bener. Kalau misalnya kalian perhatiin, nada-nada di bagian awal MAMA emang agak mirip sama lagu diatas itu. Kalau nggak, yaaaa berarti masing-masing punya telinga yang berbeda. Ada yang super, ada yang *ahem*. Yang *ahem* itu gue. Coba donlot lagunya disini dan dengerin sampe abis. Pasti perasaan kalian akan lebih iluminati daripada MAMA. Gue menghabiskan waktu dua-tiga jam mendengarkan semua lagu ERA yang bisa gue donlot dan kemudian menemukan bahwa Gregorian style ini menarik juga... Ada kesan misterius, ada kesan dark, ada kesan suci, tapi lebih banyak kesan pemujaan sih.

Kembali ke MAMA dan gue share lirik MAMA yang gue dapatkan dari kpoplyrics.net. Sekali lagi harus copas karena belum bisa bahasa Korea dan belum bisa menulis apa yang di dengarkan dalam bahasa Korea. Enough the babbling. Let sing!


"MAMA" Lyric
(Korean Version)
by EXO-K
Song & Lyric by: Yoo Youngjin

Careless
Careless
Shoot anonymous
Anonymous
Heartless
Mindless
No one who care about me

[D.O] 
Irheobeorin chae
Oemyeonhaneun geot gata
Chameul subakke eobseo
Nuneul gamjiman~

[BaekHyun] 
MAMA ijen naege daedaphaejwo
Wae saramdeuri dallajyeonneunji
Areumdaun sijeoriraneunge jonjaehagin haenneunji~

[SuHo] 
Ije deoneun saranghaneun beopdo ijeotgo
Baeryeohaneun mamdo irheotgo
Deungeul dollin chaero saragagi bappeungeol

(*)
Ingmyeongui gamyeone gamchwotdeon sarui gadeukhan jilsi
Kkeuteul bwado baegopeun deutan

[BaekHyun] 
Ijen manjokhae

(*)
Urin deo isang nuneul maju haji anheulkka
Sotonghaji anheulkka
Saranghaji anheulkka
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo MAMA, MAMA
[Kai]
Eonjengabuteo urin seumateuhan gamoge jabaljeogeuro gatyeo

[SeHun]
Ogwa iro mandeun dijiteore nae ingyeogeul matgyeo

[ChanYeol]
Geogin saengmyeongdo gamjeongdo ttadeutamdo eopgo eoneo
sseuregiman nadwingguneun sangmakhan beolpan

[D.O]
Nari galsurok
Oeroumman deohaejyeo
Uriga inganil su bakke eomneun geon
Sangcheo batneun geot~

(*)
Mannago soneul japgo neukkimyeo hamkke ulgo utgo ([D.O] Yeah~Yeah)
Darmagago seoro yeongyeoldwae

[BaekHyun]
Dorikigo sipdamyeon~

(*)
Urin deo isang nuneul maju haji anheulkka
Sotonghaji anheulkka
Saranghaji anheulkka
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo MAMA, MAMA

Turnback
[Kai]
Jukgo, jugigo
Ssaugo oechigo
Igeon jeonjaengi aniya
Dowajwoyo MA-MA-MA-MA, MA-MA-MA-MA Turn back
Kkaedatge MA-MA-MA-MA, MA-MA-MA-MA Rolling back

[Kai]
Bakgo chigo pyeoneul nanugo ssaugo
Igeon geimdo aniya
Dowajwoyo MA-MA-MA-MA, MA-MA-MA-MA Turn back

[D.O]
Yeah~

(*)
Careless
Careless ([Kai] MAMA)
Shoot anonymous
Anonymous ([Kai] MAMA)
Heartless
Mindless ([Kai] MAMA)
No one who care about me ([Kai] MAMA)
[SuHo]
Sarme heorakdoen chukbokbadeun naldeure gamsahago
Maeil saeroun inyeondeureul mandeulgo

[BaekHyun]
Kkaejyeobeorin maeume boda gippeun sarangeul
Modu hamkke useul su
Itdamyeon~

(*)
Urin deo isang nuneul maju haji anheulkka
Sotonghaji anheulkka
Saranghaji anheulkka
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo MAMA, MAMA

Careless
Careless
Shoot anonymous
Anonymous
Heartless
Mindless
No one who care about me

*******

"MAMA" Lyric (Korean Version)
English Translation
by EXO-K
Song & Lyric by: Yoo Youngjin 


Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me?
I guess I have no choice but to tolerate who was lost outside
Even though I close my eyes
MAMA! Answer me, why did the people change
Did they notice the existence of that time

I have forgotten how to just hear, love and care, no longer but lost
Turning their backs while working while living
Full of envy behind that anonymous mask
Even after seeing the end, you’re still full with hunger
Are you satisfied now?
Wouldn’t we face our eyes anymore?
Wouldn’t we communicate? Wouldn’t we love?
Tearing up to the reality that hurts
Say MAMA if you can change it, say MAMA
From a day we were behind the bars of a smart prison voluntarily
0 & 1 were used digitally to make my personality
There is no life, feelings and warmth over there, there is only trashy language
There’s a wilderness of a self-desolated one

Loneliness increases as days go by
As human beings we can only be hurt. Yeah-

Laugh, cry all together, holding hands meeting that feeling
Each resemble and connect to each other
If you ever want to recover.
Wouldn’t we face our eyes anymore?
Wouldn’t we communicate? Wouldn’t we love?
Tearing up to the reality that hurts
Say MAMA if you can change it, say MAMA
Turnback!
Die, kill, shout the fight. This is not a war
MAMA MAMA MAMA MAMA Help me to Turn back
MAMA MAMA MAMA MAMA Aware of Rolling back

Getting hit and back, sharing sides, this is not even a game
MAMA MAMA MAMA MAMA Help me to Turn back

Yeah-
Careless, careless. (MAMA) Shoot anonymous, anonymous. (MAMA)
Heartless, mindless. (MAMA) No one. Who care about me? (MAMA)
I’m grateful to be allowed to live in this blessed days
Every day creating new ties
Sharing good love with everyone rather than shattered hearts
If you can still laugh

Wouldn’t we face our eyes anymore?
Wouldn’t we communicate? Wouldn’t we love?
Tearing up to the reality that hurts
Say MAMA if you can change it, say MAMA

Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. Who care about me?

(Credits: Code:EXO Translation Credits: pop!gasa. Kpoplyrics.net)

Mungkin beda orang juga akan memaknai dan menginterpretasi lagu ini dengan berbeda. Tapi kalau gue boleh share (yang pasti dan jelas boleh karena ini blog adalah punya gue. hahaha) yang gue tangkep dari lagunya adalah sebagai berikut:
  • Sebuah kritik sosial terhadap kondisi dunia saat ini. Orang-orang semakin hidup mengedepankan individualitas. Careless sama dunia luar. Nggak peduli sama kondisi orang-orang yang mungkin nggak lebih beruntung nasibnya dari mereka. Shoot anonymous itu gue artikan sebagai kondisi dimana orang terkadang terlalu cepet emosi. Ngomong sana ngomong sini yang jelek tentang seseorang padahal belum tentu benar. Dan ketika sudah parah, image orang yang di shoot udah jelek. Bisa juga diartikan sebagai sebuah kondisi perang dimana para penjajah itu tembak sana tembak sini. Anonim aja. Nggak jelas mangsanya, yang penting tembak. Jadinya ya heartless karena mereka emang mindless. Trus kalau kondisi sudah gini, siapa dong yang care sama mereka yang cenderung jadi korban? (Sumpah ini apa banget gue ceramah kayak khotib di masjid.)
  • I guess I have no choice but to tolerate who was lost outside, even though I close my eyes... Seringkali kita ingin bertindak untuk melawan kejahatan, untuk menyelamatkan mereka yang tersakiti, untuk membela yang lemah. Tapi sesering kita ingin melakukan itu, sesering itu juga kita nggak punya daya upaya apapun.
  • MAMA! Answer me, why did the people change? Did they notice the existence of that time...? MAMA, seperti yang sudah banyak teman-teman ketahui, merujuk pada Yang Mulia, Yang Maha Tinggi. Kalau gue mengartikannya sebagai Tuhan. Jadi sebenarnya lagu ini semacem curhat sama Tuhan gitu loh. Bahwa kondisi dunia di luar sana udah kacau, udah nggak bener. Orang-orang udah pada berubah... Trus semacem pengen bilang, inget gak sih mereka pas jaman dulu kita hidup tenang dan damai nggak kayak gini? Kayaknya lebih enak jaman dulu deh Tuhan... Trus semakin diperjelas tuh, kondisi dunia yang kayak gimana sih? Ya yang kayak gini --> I have forgotten how to just hear, love and care, no longer but lost. Turning their backs while working while living.  Full of envy behind that anonymous mask. Even after seeing the end, you’re still full with hunger. Are you satisfied now? Lupa cara mendengarkan, cara mencintai, cara memerhatikan orang lain. Sibuk sama hidup sendiri, pekerjaan sendiri, individualis parah. Semua adalah domba-domba tersesat! Nggak pernah puas sama apa yang dimiliki. Selalu penuh dengan iri dan dengki. Muka senyum, tapi ternyata topeng. Gilak ini dalem banget. Gue banget. Manusiawi banget kan?
  • Wouldn’t we face our eyes anymore? Wouldn’t we communicate? Wouldn’t we love? Tearing up to the reality that hurts. Say MAMA if you can change it, say MAMA. Saking orang-orang udah nggak pada peduli lagi satu sama lain, kemudian beberapa orang bertanya, "Bisa nggak sih kita ngomong kayak dulu lagi? Face to face, empat mata, dari hati ke hati. Nggak kayak sekarang ketika gue ngomong lo malah sibuk sama hape, sama bb." #batuk #batuklagi. Kemudian yang bertanya itu menambahkan, "Please Tuhan... kalau semua ini bisa berubah demi kemaslahatan umat, bantu hamba... beri petunjuk... beri petunjuk di mana letak surga itu... biar kutemukan untuk bersamamu..." #hloh
  • From a day we were behind the bars of a smart prison voluntarily. 0 & 1 were used digitally to make my personality. There is no life, feelings and warmth over there, there is only trashy language. There’s a wilderness of a self-desolated one. Penggunaan kata-kata "behind the bars of a smart prison voluntarily" disini gue suka banget. Gue menangkapnya sebagaimana pengalaman pribadi gue, bahwa sekarang gue sedang terpenjara dalam sebuah ruangan bernama internet. Nggak pernah bisa lepas dari keyboard laptop dan SNS. Terpenjara tapi dengan senang hati. Padahal di luar sana banyak yang dilupakan termasuk kewajiban untuk belajar UTS. Ya Allah... kenapa ya bisa banget ngomongnya tapi susah banget buat keluar dari penjaranya? Apakah itu karena kita secara sukarela mau dipenjara akhirnya susah keluar? Bisa jadi. trus lagi yang "0 & 1 were used digitally to make my personality..." ini kayaknya kalo buat anak sistem informasi, teknik komputer atau semacemnya bisa bermakna banyak ya? Kalau buat gue ya semacem sindiran bahwa kepribadian kita dibentuk oleh media digital internet. Kayak misalnya banyak orang yang memalsukan identitasnya di internet, kemudian melakukan pencitraan terhadap dirinya supaya dipandang baik, atau ada orang yang nggak pede sama ukuran badannya trus di photoshop. Padahal kalau dikehidupan nyata dia nggak gitu. Heck, lagi-lagi gue merasa tersindir disini. Lebih-lebih kalimat ini: "There is no life, feelings and warmth over there, there is only trashy language, wilderness of a self-desolated one..." Ambil contoh gue dan twitter. Setiap hari ngetweet yang nggak penting. Kadang-kadang gue ngetweet apa, orang nanggepinnya apa. Gue nggak bermaksud menyindir dikira menyindir. Pada akhirnya hanya jadi sampah karena merusak hubungan antar umat manusia. Semua jadi liar. Semacem itu... Self-desolated... yes. Gue banget. LOL. Gampangnya adalah: KEMBALI KE REALITA, JANGAN TENGGELAM DI DUNIA MAYA.
  • Lirik selanjutnya penuh dengan harapan untuk mengembalikan dunia ini ke kondisi awal dimana orang-orang masih saling mencintai dan mengasihi satu sama lain. Nggak individualis dan sibuk sendiri. Kemudian, dari semua harapan dan kritik itu terselip sebuah kebahagiaan yang dilukiskan  *ngok* dalam lirik berikut: I’m grateful to be allowed to live in this blessed days. Every day creating new ties. Sharing good love with everyone rather than shattered hearts.
Nah... Semua makna mendalam itu akan menguap seperti panas pop mi kalau misalnya kita hanya fokus ke pemujaan setan, iluminati, freemason, dll dll dll. Kalo kebanyakan bahas itu, jadi lupa kalau sebenarnya ada sesuatu yang lebih enak dan seru ketimbang harus berurusan sama dajjal dan setan. Semoga Tuhan selalu melindungi kita semua dari keburukan dunia. Tapi sampai detik ini, gue belum mau keluar dari penjara indah ini. Tapi gue hargai kok kritikannya, XO. Thanks ya! *ngomong sama EXO*


@ronzzykevin

MAU CD EXO-K "MAMA" GRATIS + POSTER SUPER BESAR? Ikut EXO Giveaway yuk! Klik disini :)


Related Post:  KAI | KAI 2 | LUHAN | TAO |
                        CHEN | SEHUN 1 | SEHUN 2 | LAY | XIUMIN |

                        WHAT IS LOVE REVIEW | WHAT IS LOVE LYRIC | SEHUN & KAI |
                        SUHO, KRIS, DO, CHEN | CHANYEOL | EXO PROFILE | TEASER 22 & 23 |
                        HISTORY REVIEW | HISTORY KOREAN LYRIC |

Share:

43 komentar